SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2017

KPU Persilakan Parpol Daftar Pemilu

Parpol yang ingin mendaftar wajib mendaftar ke KPU Pusat. Pengaturan pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual, dan penetapan parpol peserta pemilu tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017.

Tak Berizin, Pemprov Investigasi Tambang Mojosari

Tim Dinas ESDM Provinsi Jatim akan melakukan investigasi terhadap penambangan pasir di wilayah Mojosari yang kesemuanya tak berizin.

Satpol PP Amankan Belasan PSK dan LHB di Randu Pitu

Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP menangkap puluhan wanita yang diduga PSK. Razia yang dilakjukan di Randu Pitu dekat stasiun KA Sidoarjo ini juga mengamankan para LHB (lelaki hidung belang).

Transportasi Surabaya Lumpuh, Truk Polisi Jadi Angkot

Imbas demo angkutan umum menolak keberadaan angkutan online, banyak penumpang di jalanan yang terlantar.

Pakde Akui Khofifah Maju Lewat Partainya

“Iya, sudah ambil (formulir Cagub) di DPD kemarin (Sabtu) malam,” kata Pakde Karwo, Minggu (1/10/2017).

Korban Bencana Pacitan Terus Bertambah

Sampai Sabtu (2/12/2017) data korban bencana banjir maupun longsor di Pacitan terus bertambah. Semula jumlah korban bencana banjir maupun longsor tercatat sebanyak 20 orang. Kini sudah bertambah lagi.

PAD Stagnan, Pakde Pertimbangkan Pemutihan Pajak

PAD Jatim dalam tiga tahun terakhir stagnan, bahkan berkurang. Kondisi ini mendorong gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, mempertimbangkan langkah mengadakan pemutihan pajak kendaraan pada tahun ini. Hal ini akan ia diskusikan dengan Komisi C DPRD Jatim.

Sabtu, 02 Desember 2017

Satpol PP Amankan Belasan PSK dan Hidung Belang di Randu Pitu


RADARMETROPOLIS: Sidoarjo - Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP menangkap puluhan wanita yang diduga PSK. Razia yang dilakjukan di Randu Pitu dekat stasiun KA Sidoarjo ini juga mengamankan para lelaki hidung belang.

Para PSK tidak bisa melarikan diri saat petugas mengepung area dekat Pasar Larangan Kecamatan Candi itu sehingga langsung digiring menuju mobil transtib.

Para PSK dan lelaki yang kena razia itu selanjutnya identitasnya didata di Kantor Satpol PP Sidoarjo di Jalan Kombes M Duriyat Sidoarjo.

Ada 15 PSK dan 10 lelaki hidung belang dimintai keterangan petugas dan mengisi data keterangan yang diberikan oleh petugas Sat Pol PP Sidoarjo.

Selain mengamankan sejumlah PSK dan lelaki hidung belang, petugas gabungan juga menyita alat permainan judi jenis cap jiki yang ditinggal ngacir oleh bandar atau pemiliknya.

Sesudah mengamankan para wanita yang diduga PSK dan lelaki hidung belang, petugas membakar habis lima gubuk cinta yang diduga jadi sarana transaksi birahi.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Widiantoro Basuki menyatakan razia tersebut dilakukan untuk melindungi ketentraman masyarakat. "Keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat," katanya.

Razia tersebut akan rutin dilakukan. Baik itu dilakukan untuk memberantas praktek prostitusi maupun permainan judi di Kabupaten Sidoarjo. "Mereka akan dikenakan tipiring. Dan para wanita penghibur itu harus mengisi data dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka nantinya akan kami kirim ke Rehabilitasi Sosial,” tegasnya.


Razia yang sama sebenarnya sering dilakukan, namun diduga ada yang membocorkan sehingga nihil tangkapan. "Ini tadi kita berhasil mengamankan banyak wanita penghibur dan lelaki hidung belang dan pemain judi," pungkasnya. (rik)

Dikunjungi SBY Korban Banjir Pacitan di Pengungsian Menangis


RADARMETROPOLIS: Pacitan - Tak hanya mengunjungi posko bencana di pusat kota, rombongan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengunjungi lokasi bencana banjir yang paling parah yang ada di Kelurahan Ploso. Dijenguk keluarga Presiden RI ke VI, korban yang masih tinggal di pengungsian terlihat menangis haru.

SBY mengunjungi lokasi banjir bersama Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Mereka memakai sepatu booth untuk melewati jalan yang dipenuhi lumpur. Lumpur di wilayah itu cukup tebal yaitu sekitar 30 cm.

SBY menyapa dan berbincang dengan warga yang menjadi korban pengungsian. SBY berharap setelah peristiwa ini ada rekonstruksi di Pacitan.

SBY mengungkapkan bahwa keluarganya yang ada di Pacitan juga banyak yang rumahnya tergenang. “Yang saya dengar, baik keluarga dekat maupun jauh rumahnya tergenang,” ujarnya.

Namun, SBY belum mengetahui kondisinya secara langsung. Ia pun yakin semuanya akan diatasi dengan baik oleh Presiden.

Dikunjungi SBY, sejumlah korban bencana banjir yang masih ada di pengungsian langsung menangis haru. Mereka mengaku kedatangan SBY menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. (gun)

Ombak Capai 3 Meter Pelayaran KMP Tujuan Bawean Dibatalkan


RADARMETROPOLIS: Gresik - Pelayaran kapal motor penumpang (KMP) Ekspress Bahari 8E tujuan Pulau Bawean, terpaksa dibatalkan. Pembatalan dilakukan karena mendapat laporan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya yang menyebutkan ketinggian ombak di sekitar perairan Laut Jawa mencapai 3 meter.

Mengingat ombak yang sangat ekstrim tersebut, BMKG meminta semua kapal yang melintas di perairan tersebut untuk sementara menghentikan pelayarannya.

Usai ada laporan itu, ratusan penumpang tujuan Pulau Bawean yang semula siap-siap hendak hendak berangkat. Terpaksa harus turun lagi setelah ABK KMP Ekspress Bahari 8E menerima laporan dari BMKG.

"Mau gimana lagi terpaksa hari ini saya batal ketemu keluarga di Tambak setelah ada pengumuman kapal batal berangkat akibat ombak tinggi," ujar salah seorang penumpang asal Kecamatan Tambak, Bawean, Jumat (1/12/2017).

Sesuai jadwal seharusnya kapal cepat Ekpress Bahari 8E berangkat pada pukul 07.30 WIB.

Humas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nanang Affandi mengatakan adanya iklim siklon tropis beberapa hari ini berdampak sekali pada cuaca di perairan Laut Jawa.

"Cuaca ekstrem akhir-akhir ini membuat kencang berkecepatan 20 knot, dan tinggi gelombang mencapai antara 2,5 meter hingga 3 meter membuat kami untuk sementara menutup semua aktivitas pelayaran," tandasnya.


Saat ditanya kapan kondisi normal dan laporan BMKG dicabut. Dijelaskan Nanang Affandi, dirinya tidak bisa memprediksi kapan dicabut. Sebab, laporan dari BMKG sifatnya terus update dalam hitungan jam. "Mengenai kapan kondisi dan cuaca normal, untuk sementara kami masih menunggu update dari laporan BMKG," ungkapnya. (sri)

Korban Bencana Pacitan Terus Bertambah


RADARMETROPOLIS: Pacitan - Sampai Sabtu (2/12/2017) data korban bencana banjir maupun longsor di Pacitan terus bertambah. Semula jumlah korban bencana banjir maupun longsor tercatat sebanyak 20 orang. Kini sudah bertambah lagi.

"Sekarang bertambah menjadi 25 orang," kata Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol. Kav. Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu pagi.

Lebih lanjut dirinci bahwa dari 25 orang korban tersebut, 6 orang adalah korban banjir dan 19 orang korban tanah longsor.

Jika berdasarkan wilayah, 5 orang korban banjir berasal dari Kecamatan Pacitan. Lalu, 12 orang Kecamatan Kebonagung menjadi korban korban tanah longsor. Kecamatan Tulakan jumlah korban 3 orang, menjadi korban tanah longsor. Kecamatan Tegalombo jumlah korban 1 orang, korban banjir. Kecamatan Nawangan jumlah korban 2 orang, korban tanah longsor. Kecamatan Arjosari jumlah korban 2 orang, korban tanah longsor.

Berikut nama-nama korban dan jenis bencananya:

Korban bencana alam banjir:
         
1) Sobikin/ Maryati, Umur 55 Tahun, warga Desa Kayen Kecamatan Pacitan (meninggal dunia, karena terseret arus air dan korban diketemukan).

2) Mislan, umur 56 Tahun, warga Dsn. Suruhan Desa Sirnoboyo Kecamatan/ Kabupaten Pacitan (meninggal dunia, karena terseret arus air dan korban diketemukan).

3) Mujiono, warga Desa Sukoharjo Kecamatan Pacitan (meninggal dunia, karena terseret arus air dan korban diketemukan).

4) Amri Suhastomo, 20 Tahun, warga Bangunsari, Kelurahan Pacitan, Kecamatan Pacitan (korban tenggelam terseret arus air dan sudah diketemukan)

5) Eko Sulaksono, umur 34 Tahun, warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar (korban tenggelam terseret arus air dan sudah ditemukan).

6) Bonatin, 50 Tahun, Desa Kemuning Kecamatan Tegalombo (Korban belum diketemukan).

Korban bencana alam tanah longsor meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor:

1) Temu, umur 57 Tahun, warga Rt 02 Rw 07 Dusun Blimbing Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung (jenazah korban sudah diketemukan)

2) Fitri Ayu, umur 3 Tahun, warga Rt 02 Rw 07 Dsn Blimbing Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung (jenazah korban sudah diketemukan)

3) Siti Kalimah, umur 22 Tahun, warga Dsn. Blimbing Rt 02 Rw 07 Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung (jenazah korban sudah diketemukan)

4) Sutirah, umur 74 Tahun, warga Rt. 03 Rw. 08 Dusun Losari Desa Losari Kecamatan Tulakan (jenazah korban sudah diketemukan)

5) Parno, 73 Tahun, warga Rt 03 Rw 06 Ds. Klesem Kec. Kebonagung (jenazah korban sudah diketemukan)

6) Hero Nyoto Raharjo, umur 53 Tahun, Rt 03 Rw 06, Dsn. Sibu Ds. Hargosari, Kec. Tirtomoyo Kab. Wonogiri (jenazah korban sudah diketemukan)

7) Pak Kasih, umur 70 Tahun, Dsn. Duren Rt 03 Rw 06 Ds. Klesem Kec. Kebonagung (korban belum diketemukan)

8) Rozak, umur 17 Tahun Dsn. Duren Rt 03 Rw 06 Ds. Klesem Kec. Kebonagung (Korban belum diketemukan)

9) Sukesi, umur 41 Tahun, warga Dsn. Duren Rt 03 Rw 06 Ds. Klesem Kec. Kebonagung (korban belum diketemukan)

10) Yusup, umur 61 tahun, warga Dsn. Wawaran Rt 05 Rw 13 Ds. Sidomulyo Kec. Kebonagung (Korban belum diketemukan)

11) Ibu Inem, umur 60 Tahun, Dsn. Wawaran Rt 05 Rw 13 Ds. Sidomulyo Kec. Kebonagung (Korban belum diketemukan)

12) Mbah Sarton, umur 70 Tahun, warga Rt 3 Rw 13 Dsn. Gemah Ds. Ketro Kec. Tulakan. (korban belum diketemukan)

13) Mbah Sipon, umur 65 Tahun, alamat Rt 3 Rw 13 Dsn. Gemah Ds. Ketro Kec. Tulakan (korban belum diketemukan)

14) Bonatin, 50 Tahun, warga Rt 02 Rw 01 Dsn Grisak Ds. Kemuning Kec. Tegalombo (korban belum diketemukan)

15) Bp. Tumadi, 50 Tahun, warga Rt 02 Rw 02 Dsn. Krajan Ds. Melati Kec. Arjosari (korban belum diketemukan)

16) Ibu Siti khuzaimah, 27 Tahun, warga  Rt 01 Rw 02 Dsn. Krajan Ds. Karangrejo Kec. Arjosari (korban diketemukan)

17) Bp. Darto, 70 Tahun, warga Rt 02 Rw 03, Dsn. Mujing, Ds. Sanggrahan Kec. Kebonagung (korban diketemukan)

18) Ibu Suginem, umur 68 Tahun, alamat Dsn. Ngaren, Ds. Sanggrahan Kec. Kebonagung (korban diketemukan)

19) Ibu Katemi, umur 65 Tahun, alamat Rt 02 Rw 03, Dsn. Mujing Kec. Kebonagung. Korban diketemukan.


(gun)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites