Terkait Izin Siloam Anak Risma Diperiksa Polda Jatim

Para ahli kontruksi mensinyalir amblesnya Jalan Raya Gubeng beberapa waktu lalu adalah diakibatkan adanya permainan perizinan pembangunan RS Siloam. Fuad Bernardi, anak sulung Risma diperiksa Polda Jatim terkait masalah tersebut.

Aiptu Sujadi Dapat Penghargaan dari Kapolda Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Drs Luki Hermawan M.Si, memberikan penghargaan kepada Aiptu Sujadi, anggota Satlantas Polres Kediri. Aksi penyelamatan yang dilakukannya terhadap satu keluarga yang terjebak banjir di ruas tol Ngawi – Kertosono menjadi teladan yang baik.

Pemilih Muslim Prabowo 2014 Geser ke Jokowi

Beberapa wilayah yang sebelumnya menjadi kantong suara Prabowo pada Pemilu 2014, kini perlahan berhasil diimbangi Jokowi. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Yang signifikan, peningkatan dari segmen pemilih Islam.

Kasal: Sea Power Jaga Kelangsungan Masa Depan NKRI

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE, MM mengatakan bahwa sumber daya laut sebagai sumber masa depan Indonesia harus diberdayakan dengan pembangunan maritim dengan konsep sea power.

Resnarkoba Polda Jatim Tembak Mati Kurir Sabu 5 Kilo

Kurir sabu lima kilo, Yoyok Priyanto (34) tewas ditembak petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Jatim. Meski sudah mendapat peringatan dari petugas, warga Sidoarjo tersebut tetap mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Ingin TNI Jadi Kekuatan yang “Menggetarkan”

Pada peringatan HUT TNI ke-73 ini, Danlatamal V, Laksamana Pertama Edwin, SH berharap TNI menjadi kekuatan yang menggetarkan. Dalam arti menjadi kekuatan yang memiliki daya tawar bagi negara ini. TNI yang kuat membantu negara maju.

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Senin, 22 April 2019

Emil Dardak Tempati Rumah Dinas, Berharap Tidak Ada yang “Sok Pandai”



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, berharap elemen yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim tidak ada yang merasa lebih pandai dari yang lainnya.  Harapan ini disampaikan saat menggelar acara Tasyakuran menempati rumah dinas di Jalan Margorejo Blok C No 438 Surabaya, Minggu (21/4/2019) malam.

“Tidak ada yang lebih tahu. Namun harus saling mengingatkan antar satu OPD dan lainnya, termasuk saya, sehingga hubungan informal bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Silaturahim antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Jatim yang terjalin dengan baik hingga dalam cakupan informal structure atau hubungan informal, akan menjadikan semua hal bisa tersinergikan dengan baik.

Menurutnya, silaturahim dan kebersamaan seperti itu harus terus dipupuk. Melalui silaturahim yang terjalin baik tersebut, maka ibarat kapal, Pemprov Jatim akan bisa bergerak pada satu lajur yang sama dan lebih jauh lagi. Hal ini tidak hanya membuat Pemprov Jatim menjadi birokrasi yang besar dan tidak bisa goyang, tapi akan mudah bermanuver.

“Dengan kebersamaan itu juga maka diharapkan Pemprov Jatim akan selalu menjadi terbaik. Meskipun setiap kepala daerah tentu memiliki legacy atau warisan masing-masing. Oleh sebab itu, jangan sampai legacy ini justru menjadi handicap untuk masa depan,” kata Emil.

Ia sangat berharap bahwa legacy tersebut bisa terus trickle down hingga ke level staf. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya memiliki chemistry pada dunia pemerintahan karena ayahnya adalah seorang PNS.

Sehubungan dengan kepindahannya ke rumah dinas, mantan Bupati Trenggalek itu berharap dirinya bisa lebih produktif dan bersinergi dengan baik. Apalagi lokasinya cukup strategis, accessible, dan dekat dengan beberapa OPD Pemprov Jatim.

Emil mengaku sudah permisi ke tetangga sekitar. “Tadi saya sudah kulonuwun ke tetangga sekitar dan Alhamdulilah semua menerima. Termasuk pak Imam Utomo, juga berkenan hadir di sini dan banyak memberi wejangan pada saya,” ujarnya.

Untuk menyemarakkan acara sekaligus menghibur para undangan, Emil menyempatkan diri menyanyi. Hal ini diikuti oleh para kepala OPD, sehingga acara menjadi lebih hangat dan akrab.

Acara tasyakuran tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pada sore hari, dihadiri oleh tetangga sekitar, lurah, camat, dan muspika Margorejo.

Sedangkan sesi kedua dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 19.00. Acara ini diisi pengajian yang dihadiri seluruh kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim. Emil mengundang Dr Ali Aziz untuk mengisi pengajian tersebut. (sr)

Rabu, 17 April 2019

127 Penghuni Rutan Banjarsari Gresik Belum Boleh Nyoblos



RADARMETROPOLIS: Gresik - Dalam pemilu serentak 17 April 2019, sebanyak 127 penghuni rumah tahanan Banjarsari Crème, Gresik, belum bisa menyoblos. Hal ini karena mereka belum memenuhi syarat.  Sementara itu sebanyak 540 penghuni lainnya hari ini menggunakan hak pilihnya di TPS 19.

Informasi penggunaan hak pilih penghuni tersebut disampaikan oleh Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Banjarsari Creme, Mahendra Sulaksana. Ia mengatakan dari total 667 penghuni yang masuk DPT hanya 540 orang. Sisanya, belum memenuhi syarat sebagai DPT.

“Rutan Banjarsari Cerme, Gresik masuk di TPS 19,” katanya, Rabu (17/4/2019).

Mahendra lebih lanjut menginformasikan bahwa untuk pemungutan suara di Rutan Banjarsari Cerme, hanya memilih pilpres, DPD, DPRD Provinsi. Sementara untuk DPRD Kabupaten tidak diberikan hak pilih. Hal ini sesuai dengan aturan KPU.

Penghuni Rutan Banjarsari Creme, Gresik, mengungkapkan rasa senangnya bisa menggunakan hak pilihnya. “Senang masih bisa mencoblos meski di dalam rutan,” kata salah satu penghuni yang terjerat kasus narkoba.

Menurut para penghuni rutan yang lain, pencoblosan yang dilakukan di rutan Banjarsari itu tidak ada bedanya dengan yang ia lakukan di rumah. “Ya, seperti di rumah sendiri. Soal surat suara yang banyak, tidak ada masalah,” ungkapnya. (sri)

Curi 5 Tabung LPG Milik Pedagang, Dua Pemuda Diarak Keliling Kampung



RADARMETROPOLIS: Mojokerto – Ketahuan mencuri lima tabung LPG 3 kg milik pedagang, dua pemuda dua pemuda ditangkap oleh warga. Sebelum diamankan ke Polsek Pacet, mereka diarak keliling kampung.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di halaman belakang kantor Perhutani Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin malam (16/4/2019) sekitar pukul 23.00. Tetapi, berhasil ditangkap warga Selasa dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Pelaku diidentifikasi bernama Alfian Pramana Putra (21) dan Muis Ashariyanto (22). Alfian tercatat sebagai warga Kelurahan Pegirikan, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya yang berdomisili di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Muis adalah warga Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Dalam aksinya, kedua pelaku berhasil mencuri lima tabung gas LPG ukuran 3 kg dengan cara merusak engsel pintu gerobak milik pedagang kaki lima yang disimpan di belakang halaman kantor Perhutani..

Akibat kejadian tersebut korban Prasto (37) warga Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 900 ribu.

 “Kejadiannya saya kurang tahu. Tahunya, ambil LPG di gerobak milik pedagang. Dua orang pelaku, warga sini sehingga tidak sampai dipukuli, tapi diarak anak-anak karang taruna dan dibawa ke Polsek Pacet,” ungkap Ngadiono (48), warga setempat, Rabu (17/4/2019).

Ia menginformasikan lebih lanjut, bahwa saat itu ada warga yang curiga, karena malam hari keduanya membawa tabung LPG.

Dua tabung hasil curian sudah dibawa pulang ke rumah salah satu pelaku. Sementara tiga tabung lainnya ditaruh di pos pengamanan.

“Ada yang lihat terus curiga sehingga lapor keamanan sini. Security itu langsung menghubungi anak-anak karang taruna. Kejadiannya jam 11 malam pada Senin. Tapi ditangkap jam 2, Selasa dini hari. Seminggu yang lalu juga ada tabung milik pedagang hilang. Apa pelaku yang sama, saya tidak tahu,” katanya.

Kedua pelaku beserta barang bukti hasil curian berupa 5 tabung LPG ukuran 3 kg warna hijau diamankan di Mapolsek Pacet guna penyelidikan lebih lanjut. Kedua pelaku dijerat Pasal 363 huruf ke 3e dan ke 5e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. (rik)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites