80 Ribu Anak Usia Bawah 10 Tahun Jadi Pemain Judi Online

Ternyata anak-anak di bawah usia 10 tahun juga banyak yang ikut-ikutan bermain judi online, jumlah pun membuat miris, yakni diperkirakan mencapai 80 ribu anak.

Mobil Kepala Dinas hingga Camat Surabaya Diganti Jadi Mobil Listrik

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk mengganti kendaraan dinas konvensional ke kendaraan listrik.

Sudah Diblokir, Tapi Ada Modus Jual Beli Rekening Judi Online

Meskipun sudah diblokir 5.000 rekening berkaitan dengan judi online, angka judi online masih terus meningkat. Hal ini dikarenakan ada modus jual beli rekening judi online

Trauma Berat, Polwan yang Bakar Suami Diperiksa Kejiwaannya

Polwan yang membakar suaminya sampai meninggal kini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan karena kondisinya trauma berat pasca kejadian mengerikan tersebut.

Sebelum Tewas Dikeroyok, Bos Rental Sudah Lapor Polisi

Pengusaha rental mobil yang tewas dikeroyok saat hendak mengambil kendaraan rentalnya pernah membuat laporan polisi soal kehilangan mobil ke Polres Metro Jakarta Timur.

Kamis, 20 Juni 2024

Hasto Diperiksa Bukan Karena Vokal Mengkritik Istana

 


RADARMETROPOLIS, Jakarta - Pemeriksaan Hasto Kristiyanto oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di tengah upaya pencarian buron kasus dugaan suap Harun Masiku, bukan karena yang bersangkutan belakangan ini vokal dalam mengkritik Istana. Hal itu ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 20 Juni 2024.

Belakangan memang santer isu di berbagai media mengenai dugaan pemeriksaan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto gara-gara yang bersangkutan terlalu vokal mengkritik kebijaksanaan pemerintah.

“Kalau saya melihatnya bukan itu. Saya melihatnya bukan di situ (karena vokal mengkritik),” kata Moeldoko. Dia menilai pemeriksaan Hasto, yang merupakan SekJen PDI-P lantaran ada pertimbangan hukum dari penyidik.

“Ada pertimbangan-pertimbangan hukum lain mungkin, yang menjadi pertimbangan dari KPK,”ujarnya.​​​​​​​

Moeldoko pun mempertanyakan saat ditanya ada tidaknya arahan dari Istana untuk memproses hukum Hasto Kristiyanto berkaitan dengan pencarian Harun Masiku. “Arahan apalagi?” tanya Moeldoko. (RRj)

80 Ribu Anak Usia di Bawah 10 Tahun Jadi Pemain Judi Online

RADARMETROPOLIS, Jakarta - Tak hanya orang dewasa dan remaja yang kecanduan judi online, ternyata anak-anak di bawah usia 10 tahun pun sudah ikut-ikutan bermain judi online. Jumlah pun juga tak main-main, jika didasarkan data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen yang diperkirakan mencapai 80 ribu anak.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring, Hadi Tjahjanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Menurut Hadi, saat ini data demografi pemain judi online mencapai 2,37 juta. "Sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen dari pemain. Total ya 80 ribu yang terdeteksi," katanya.  

Menko Polhukam itu menambahkan, pecandu judi online dari anak-anak usia 10-20 tahun sebanyak kurang lebih 440 ribu orang (11 persen). Sementara usia 21 tahun sampai 30 tahun ditaksir mencapai 520 ribu orang atau 13 persen.

"Dan usia 30 sampai 50 tahun itu 40 persen, 1.640.000. Usia di atas 50 tahun itu 34 persen itu jumlahnya 1.350.000. Ini rata-rata kalangan menengah ke bawah yang jumlahnya 80 persen dari jumlah pemain 2,37 juta," kata Hadi.

Ia mengatakan klaster nominal transaksinya untuk menengah ke bawah itu antara Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu. Sedangkan untuk klaster nominal transaksi kelas menengah ke atas mencapai Rp 100 ribu sampai Rp 40 miliar.

"Menurut data, untuk klaster nominal transaksi kelas menengah ke atas itu antara Rp 100 ribu sampai Rp 40 miliar," kata dia.

Untuk itu, Satgas telah menetapkan sejumlah langkah dalam dua pekan ke depan untuk memberantas praktik judi online. Kementerian dan lembaga yang terlibat dalam langkah-langkah tersebut di antaranya, Kemenko Polhukam, TNI, Polri, PPATK, Kementerian Kominfo, BSSN, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya.

Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto juga menyebut akan mengerahkan Bhabinkamtibmas Polti dan Babinsa TNI dalam operasi pemberantasan praktik judi online di masyarakat.

Ia mengungkapkan setidaknya terdapat dua tugas utama dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk itu. Namun, pihak yang berada garda terdepan dalam tugas tersebut adalah Bhabinkamtibmas Polri. Alasannya, ungkap dia, karena para pelaku menyasar lapisan terbawah masyarakat.

Tugas pertama, adalah untuk menindak para pelaku jual beli rekening terkait judi online. Hadi menjelaskan Satgas akan melakukan penindakan terhadap praktik jual beli rekening terkait judi online. Jual beli rekening tersebut, modusnya pelaku datang ke desa-desa. Setelah itu mereka akan mendekati korban.

Setelah itu, pelaku akan membukakan rekening secara online. Setelah rekening jadi, rekening tersebut diserahkan oleh pelaku kepada pengepul.

Jumlahnya, bisa mencapai ratusan rekening. Oleh pengepul, rekening-rekening tersebut dijual ke bandar-bandar. Kemudian oleh bandar, rekening-rekening itu kemudian digunakan untuk transaksi judi online.

Untuk itu, ia meminta kepada Wakabareskrim termasuk Wadan Puspom TNI membantu untuk memberantas jual beli rekening tersebut dengan mengerahkan para Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Selain itu, ia juga meminta Wadanpuspom TNI melaporkan kepada Panglima TNI agar segera dibuatkan radiogram dan Wakabreskrim juga 

membuatkan radiogram agar Babinsa Bhabinkamtibmas di seluruh Indonesia bisa melaksanakan tugas tersebut.

"Adalah melindungi masyarakat dengan cara, siapa pelakunya itu segera ditangkap dan dilaporkan ke kepolisian. Khususnya untuk jual beli rekening," kata dia.

Tugas kedua, Satgas juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa terkait dengan game online. Modus judi online terkait game online tersebut, adalah pemain judi online membeli pulsa atau top up di minimarket-minimarket. Sasaran operasi Satgas adalah menutup pelayanan top up game online yang terafiliasi.

Karena tidak semua layanan top up pulsa di minimarket digunakan untuk permainan judi online. Namun Satgas dapat mendeteksi apabila digunakan untuk judi online melalui kode virtual atau account tersebut. Untuk itu Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan menjadi garda terdepan untuk melakukan pengecekan dan penutupan.

"Dan terdepan adalah Polri dalam pelaksanaannya nanti secara demografi di mana saja yang paling banyak nanti dari Kepala PPATK akan memberikan data tersebut. Sehingga sasarannya tepat. Langsung kepada minimarket-minimarket yang jual top up," kata dia. Hadi menegaskan tidak semua anggota TNI Polri terlibat dalam judi online.

Namun pimpinan TNI dan Polri sudah memiliki data terkait anggotanya yang diduga terlibat permainan judi online. Mereka yang terindikasi terlibat, tidak akan dilibatkan dalam operasi Satgas tersebut. "Pimpinan TNI Polri sudah mengetahui datanya siapa-siapa saja yang main judi online, tentunya mereka tidak dilibatkan."

"Justru Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang akan diberikan pelatihan sebentar bagaimana mengetahui modus-modus jual beli rekening dan modus-modus isi ulang itu akan diberikan satu briefing singkat. Dan tentunya saya sampaikan sekali lagi yang di depan itu adalah kepolisian," kata dia. (RRj)





Sebelum Tewas Dikeroyok, Bos Rental Sudah Lapor Polisi

 


RADARMETROPOLIS, Jakarta - Pengusaha rental mobil asal Jakarta berinisial BH (52) yang tewas dikeroyok saat hendak mengambil kendaraan rentalnya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pernah membuat laporan polisi soal kehilangan mobil ke Polres Metro Jakarta Timur. Tetapi seperti diutarakan  Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, ada langkah-langkah dan prosedur yang harus dilalui setiap laporan sebelum akhirnya ditindaklanjuti.

"Perlu diketahui, dari suatu laporan peristiwa, adanya laporan pengaduan atau laporan polisi yang diterima, tentu ada kewenangan secara administratif yang harus dilakukan langkah-langkah, jadi tidak bisa serta-merta," kata Trunoyudo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/6/2024). 

"Dan kecepatan untuk menindaklanjuti di bidang operasional untuk penindakan dan penegakan hukum itu ada langkah-langkah yang harus diikuti secara prosedural," ucap dia.

Menurut Trunoyudo, setelah menerima laporan, penyidik juga melakukan analisis hingga mengumpulkan bukti terkait tindak pidananya. Oleh karena itu, kecepatan penanganan setiap laporan bisa berbeda. 

"Tentunya tergantung, kembali lagi, ketika dilakukan analisis setiap laporan tentu disertai alat bukti ya, baik itu administratif ataupun alat bukti lainnya ya di luar surat dan lain-lain, ini menjadi bagian untuk kerja sama antara pelapor dan juga kepada penyidik," ujar Trunoyudo. 

Selain itu, Trunoyudo menekankan pentingnya koordinasi antara pelapor maupun polisi dalam suatu kasus. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan duka cita atas tewasnya korban BH saat sedang mengambil mobil rentalnya di Pati. Terkait kasus pengeroyokan ini, Trunoyudo mengatakan, Polda Jawa Tengah langsung bergerak dan menetapkan tersangka.

"Teman-teman mengikuti, ikuti saja, karena Polda Jawa Tengah sudah respons lebih cepat untuk melakukan langkah-langkah dan tentunya sekali lagi kami memgimbau agar setiap langkah-langkah yang dilakukan harus melapor kepada pihak kepolisian setempat," ujar dia. 

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut, BH memang sempat membuat laporan polisi soal kehilangan mobil. Terkait laporan ini, Polres Jaktim juga sudah memeriksa dua orang. "Laporan yang dibuat BH dilakukan pada 21 Februari 2024. 

Saksi yang diperiksa dua orang, yakni korban dan salah satu karyawannya," kata Nicolas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2024).

Kendati demikian, Nicolas tidak menyebutkan secara rinci penyewa yang dilaporkan dan sejak kapan mobil tersebut disewa dan dinyatakan hilang. 

Menurut Nicolas, pihaknya juga telah mengerahkan sejumlah personel ke Pati untuk membawa pulang mobil BH yang dilaporkan hilang. "Sudah, empat anggota kami sudah berangkat ke Pati," ucap dia. 

Dikeroyok massa gara-gara diteriaki maling 

Kejadian ini bermula ketika BH bersama dengan tiga temannya SH, AS, dan KB ingin mencari mobil rental yang hilang di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (6/6/2024). 

Setibanya di lokasi, mereka menemukan mobil itu dan langsung mengambilnya dengan kunci cadangan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. 

Namun, nasib nahas justru menimpa BH bersama rekannya karena diteriaki maling oleh warga sekitar. Mereka menjadi bulan-bulanan warga hingga BH tewas dan aksi pengeroyokan itu pun viral di media sosial. 

Kini, empat orang berinisial EN (51), BC (37), AG (34), dan M (37) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pati bersama Polda Jawa Tengah. (RRj)


Mobil Kepala Dinas hingga Camat Surabaya Diganti Jadi Mobil Listrik

 


RADARMETROPOLIS, Surabaya - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebagai langkah mendukung pelestarian lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil diwujudkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk mengganti kendaraan dinas konvensional ke kendaraan listrik. Total 70 unit kendaraan bertenaga listrik yang sedang disiapkan pada tahap awal ini. 

"Mobil kepala dinas dan mobil camat itu diganti semua, anggaran Rp 6 miliar itu untuk 70 unit mobil listrik," kata Eri di Surabaya, Kamis (20/6/2024). 

Pemkot Surabaya memilih menggunakan skema sewa ketimbang beli baru karena dirasa lebih menghemat anggaran yang dikeluarkan untuk biaya perawatan.

Selain itu, penggunaan sistem sewa ini juga mempertimbangkan perkembangan harga kendaraan listrik dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

"Kalau kendaraan itu semakin bertambah tahun harganya turun. Kalau pakai sewa biaya perawatan murah karena bukan di kami, makanya ketika dihitung lebih murah," ujarnya.

Ke depannya Pemkot Surabaya siap memperbanyak penggunaan transportasi elektrik dengan catatan kendaraan dinas konvensional sudah sepenuhnya terlelang. "Kalau lelangnya selesai kami tambah lagi unitnya," tuturnya.

Selain itu, Eri menjelaskan pembangunan fasilitas stasiun pengisian daya sudah dikoordinasi bersama PLN. "Tempat pengisian daya kami sudah kerja sama dengan PLN, nanti dibangun di balai kota," ucap dia.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa dan Administrasi Pembangunan Syamsul Hariadi mengatakan pengadaan mobil listrik yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Melalui regulasi itu, kata Syamsul, pengadaan bisa melalui sistem pembelian, sewa, dan konversi. "Yang sudah dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya saat ini meliputi konversi, sementara ini sepeda motor," ujar dia.

Lebih lanjut, pemkot pun kini sedang melaksanakan survei harga sewa kendaraan listrik. "Kami koordinasikan juga kelengkapannya, seperti tempat pengisian daya, karena di kantor-kantor juga harus tersedia," katanya. (dbs)


Minggu, 16 Juni 2024

Pelari Meninggal Mendadak di Jalan Bubutan Surabaya

 


RADARMETROPOLIS, Surabaya - Seorang pelari ditemukan meninggal dunia mendadak di Jalan Bubutan, Surabaya, pagi hari Sabtu (15/6/2024). Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, korban berinisial SKW (39) asal Rungkut Permai ditemukan sekitar pukul 06.33 Wib. Saat petugas datang tak ditemukan satu pun identitas dari SKW. 

“Petugas tiba di lokasi untuk pasien sudah tergeletak di pinggir jalan, kondisi MD (Meninggal Dunia), identitas tidak ada,” kata Hebi dalam keterangannya, Sabtu (15/6/2024).

Hebi menambahkan bahwa petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan dan penanganan awal. Setelah dilakukan pengecekan ternyata kondisi SKW sudah meninggal.

“Setelah itu dilakukan olah TKP oleh Inafis Polrestabes Surabaya, lalu dibawa ke kamar jenazah RSU DR Soetomo Surabaya dengan ambulan Dinas Sosial Kota Surabaya,” katanya.

Sejauh ini belum diketahui apa penyebab pelari tersebut meninggal dunia. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. (dbs)

Razia Satpol PP Surabaya & BNN, Temukan 2 Pengguna Narkoba

 


RADARMETROPOLIS, Surabaya - Satpol PP Kota Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia Rekreasi Hiburan Umum (RHU), pada Jumat (14/6) hingga Sabtu (15/6) dini hari. Razia gabungan tersebut menyasar dua lokasi RHU di wilayah Surabaya Timur. Dari dua lokasi tersebut, ratusan orang dilakukan tes urine (screening) oleh BNN dan dua diantaranya dinyatakan positif narkoba.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Yudhistira mengatakan, pihaknya menggelar giat razia RHU tak hanya menyasar pada penyalahgunaan narkotika saja, namun juga melakukan pengawasan anak-anak di bawah umur. 

Tujuannya, sebagai upaya pengawasan tempat-tempat hiburan malam yang rawan akan penyalahgunaan narkotika, serta guna menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Yudhis menjelaskan, pihaknya bersama petugas gabungnan awalnya melakukan pengecekan kartu identitas para pengunjung, yakni KTP. 

“Untuk para pengunjung yang tidak membawa kartu identitas, dan anak dibawah umur, kita berikan edukasi kepada mereka dan juga kepada management RHU perihal kartu identitas dan usia dibawah umur,” jelas Yudhistira, Sabtu (15/6).

Bagi para pengunjung yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas dalam bentuk fisik maupun bukti KTP elektronik dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya (Disdukcapil), maka akan dibawa ke kantor Satpol PP Surabaya untuk menjalani pendataan lebih lanjut. 

“Dibawa kantor Satpol PP, disana mereka didata dan kami juga turut memanggil orang tua mereka dengan membawa bukti berupa KTP atau Kartu Keluarga,” kata Yudhistira. 

Yudhis mengatakan, hasil razia pada lokasi RHU pertama, yakni wilayah kecamatan Tenggilis Mejoyo, terdapat enam anak di bawah umur.

“Kami temukan enam anak dibawah umur, serta satu orang tidak membawa kartu identitas,” ujar Yudhistira. 

Dirinya menambahkan, pada lokasi kedua, yakni wilayah kecamatan Mulyorejo petugas mendapati satu orang tidak membawa KTP. “Ada satu orang pengunjung tidak membawa KTP, untuk yang dibawah umur nihil,” imbuh Yudhistira. 

Sementara itu, pada razia RHU tersebut juga dilakukan tes urine yang dilakukan oleh BNN Kota Surabaya, guna mengidentifikasi adanya penggunaan narkoba. 

Dr Singgih Widi Pratomo, selaku Humas BNN Kota Surabaya menuturkan, test urine (screening) di dua tempat RHU telah dilaksanakan sebanyak pada 137 orang. Di lokasi pertama, sebanyak 75 orang serta pada lokasi kedua ada 62 orang. 

“Kami temukan di lokasi pertama, satu orang positif metampetamin dan amphetamin, satu orang positif metampetamin, serta dua orang positif benzodiazepine, yang mana benzodiazepine itu obat dari resep dokter, sehingga yang kami amankan di BNN Kota Surabaya yang positif narkotika, yaitu dua orang pengunjung,” kata Singgih.

Lebih lanjut, Singgih menuturkan, di lokasi kedua, petugas menemukan hasil tes urine satu pengunjung dengan hasil positif benzodiazepine. 

“Untuk lokasi kedua, satu orang kami temukan mengonsumsi benzodiazepine, yang mana pegunjung mengonsumsi obat penenang tersebut dari dokter spesialis jiwa,” imbuhnya.

Selanjutnya, Singgih mengatakan, kedua pengunjung yang kedapatan positif mengonsumsi narkoba akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Untuk pengunjung yang kami amankan ini, akan kami lakukan pemetaan untuk pengembangan untuk pemutusan jaringan narkotika,” kata Singgih. 

Singgih mengatakan, razia ke tempat RHU tersebut akan dilakukan secara berkala dibeberapa RHU di kota Surabaya. "Ini akan dilakukan secara berkala, sebagai bentuk upaya pencegahan terutama terkait dengan pelaksanaan P4GN yakni Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan Kota Surabaya,” pungkasnya.

Dalam razia tersebut, Satpol PP Surabaya berkolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Garnisun Tetap (Gartap), Polrestabes, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), dan Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama, DPM-PTSP Jawa Timur, DLH Jawa Timur, Disbudpar Jawa Timur serta Dinkopdag Jawa Timur. (rif/moljatim)





Dilarang Main HP Siswa SMA Tewas Gantung Diri


RADARMETROPOLIS, Blitar - Dilarang main HP oleh orang tuanya karena kecanduan game online, San (17) siswa SMA nekat menggantung diri. San ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di bawah tangga lantai dua rumahnya, di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu (15/6/2024).

Sehari sebelum kejadian tragis ini, orang tua SAN menyita ponsel milik remaja tersebut.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Iptu Heri Irianto, menjelaskan bahwa SAN pertama kali ditemukan oleh kedua orang tuanya setelah mereka pulang dari Kota Blitar. “Diketahui pertama kali oleh kedua orang tua korban yang baru tiba dari Kota Blitar,” ujar Heri kepada wartawan, Sabtu petang.

Diduga SAN nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan kabel listrik. Berdasarkan keterangan orang tua korban, selama ini SAN sering mengurung diri di kamarnya untuk bermain game online. Agar sang anak tidak terus menerus mengurung diri dan bermain game online, orang tuanya pun menyita ponsel SAN pada Jumat (14/6/2024).

“Berdasarkan keterangan orang tua korban, memang korban kecanduan game online. Bukan judi online,” ujarnya. Ia menambahkan, kuat dugaan peristiwa itu terjadi akibat penyitaan telepon pintar korban oleh orang tuanya. Heri juga membenarkan bahwa korban hidup dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup.(kp/tri/rj)