Hakim Minta Mucikari Vanesa Angel Tak Ulangi Perbuatan

Ketua Majelis Hakim Dwi, Purwadi, meminta Vitly tidak mengulangi perbuatannya. Hal ini disampaikan setelah majelis hakim menjatuhkan putusan. Mucikari Vanesa Angel itu dihukum penjara 5 bulan dan denda 5 juta rupiah.

Ribuan Rakyat Penuhi Pesta Rakyat Jatim

Ribuan Rakyat memenuhi pesta rakyat Pesta Rakyat, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (13/10/2019) malam. Pemprov Jatim mengadakan acara pesta untuk rakyat itu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Provinsi Jatim. Puluhan ribu porsi makanan gratis disediakan untuk masyarakat yang hadi.

Dan Pasmar 2 Lihat Langsung Kesiapan Satuan

Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, MM, Komandan Pasmar 2, memimpin gelar kesiapan Latpasrat Korps Marinir Tahun 2019. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kesiapan satuan.

Terbaik Akpol 95 Resmi Jabat Kapolrestabes Surabaya

Lulusan terbaik dari Akpol 1995, Kombes Pol H. Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Luki Hermawan, MSi memimpin langsung upacara sertijab.

Cak Machfud Imbau Pers Tak Panaskan Surabaya

Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin mengimbau publik pers tidak memanaskan situasi politik di Pilwali Surabaya 2020. Ia berharap pers bisa mendidik warga mengenai dunia perpolitikan, terlebih yang di Surabaya.

Kejari Cari Bukti Baru Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M

Kejari Surabaya terus mencari alat bukti baru untuk memperkuat berkas dakwaan kasus dugaan kredit fiktif BRI Surabaya dan mencari tersangka baru..

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Rabu, 18 Maret 2020

Warga Kesurupan Tunjukkan Lokasi Korban Pembunuhan Dikubur: Sandal dan Sisir Korban Ditemukan:



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Salah seorang warga Desa Sidomulyo, Selasa (17/03/2020) malam, mengalami kesurupan. Di tengah kesurupan itu, ia berjalan menuju suatu lokasi di bawah tangkis Dam Singkil Desa Sidomulyo sambil terus-menerus menyebut nama korban. Tangannya menunjuk-nunjuk tempat dikuburnya korban oleh pelaku. Saat lokasi ini digali jasad tidak ditemukan. Tetapi, di sekitar lokasi ditemukan sandal dan sisir yang diduga milik korban.

Sepasang sandal dan sisir tersebut ditemukan di bawah pohon pisang yangberada di sekitar saluran irigasi sawah. Warga meyakini bahwa itu adalah sandal dan sisir milik korban.

Dalam waktu tidak lebih dari 30 menit, berita tersebut menyebar. Area Dam Singkil akhirnya dipenuhi ratusan warga yang penasaran dan berdoa agar jasad korban benar-benar ada atau diketemukan di lokasi tersebut.

Berdasarkan isyarat tangan dari warga yang kesurupan tersebut, penduduk setempat menggali tanah. Tapi, setelah digali sampai kedalaman lebih dari 30 cm, ternyata jasad korban masih belum bisa diketemukan.

Pagi ini warga rencananya akan bergotong-royong menggali sekitar tanah yang ditunjuk semalam.

“Akan digali lagi. Semalam cuacanya hujan deras,” kata Kades Sidomulyo, Imam, Rabu (18/3/2020).

Atas pertisipasi yang dlakukan oleh warganya mencari jasad korban pembunuhan tersebut, Imam tidak keberatan.Menurutnya, apa yang dilakukan oleh warganya itu itu adalah upaya untuk membantu keluarga korban.

Sampai sekarang belum diketahui, dimana pelaku membuang jasad korban. “Katanya ke sungai, tapi penyisiran dilakukan selama sepekan juga tidak membuahkan hasil. Semoga saja jasad korban segera diketemukan,” harap Imam. (rik)


Jadi Korban Sekaligus Pengisi Acara Investasi MeMiles, Vokalis Band Hello Diperiksa Polda Jatim



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Vokalis Hello Band, Widi Nugroho, memenuhi panggilan penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim sebagai saksi terkait kasus MeMiles. Rabu (18/3/2020). Ia menjadi korban dalam kasus investasi bodong tersebut sekaligus juga pernah menjadi pengisi acara.

“Aku sempat setor Rp 300 juta dan aku seharusnya dapat reward dari PT Kam Anda Kam. Namun sampai sekarang gak dapat juga,” kata Widi.

Namun demikian Widi juga menyatakan bahwa dirinya pernah diminta oleh MeMiles untuk ikut mengisi acara mereka. Tapi ia tidak bersedia menyebut besarnya fee yang ia terima saat menjadi pengisi acara tersebut.

Polda Jatim saat ini telah menetapkan lima orang tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Mereka adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT. Lalu satu lagi SW, pihak yang selalu melaporkan hasil pengumpulan data member kepada Kamal Tarachan.

Mereka dijerat Pasal 106 jo 24 Ayat (1), dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan atau Pasal 46 Ayat (1) dan Ayat (2) jo Pasal 16 Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

Sedangkan barang bukti yang sudah diamankan berupa uang sebanyak Rp 128,1 miliar, 24 mobil, dan aneka barang. Barang bukti mobil diparkir di halaman gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Dalam kasus tersebut, tim penyidik dari unit Indagsi yang dipimpin oleh Kompol Suryono itu telah memeriksa beberapa figur publik, seperti Eka Deli, Marcello Tahitoe, Pinkan Mambo, Tata Janeeta, Regina Idol, dan desainer Adjie Notonegoro. Selain itu juga memeriksa cucu Presiden Soeharto, Ari Sigit dan isterinya Rika Callebaut

Tim penyidik yang diketuai oleh Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan, sempat mendapat apresiasi dari anggota Komisi III DPR RI. Apresiasi tersebut diberikan karena keberhasilanya dalam membongkar kasus itu. Selain itu juga karena proses penanganan penyidikan yang cepat, sehingga perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Saat ini tim masih terus bekerja ekstra untuk menuntaskan proses penyidikannya. (rcr)

Senin, 16 Maret 2020

Meski Wabah Virus Corona Sedang Masif, Kakanwil Kemenkumham Jatim Ingin Layanan Tetap Buka



RADARMETROPOLIS: Surabaya  – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim, Krismono, berharap pelayanan tetap buka. Tetapi harus dilakukan dengan persiapan dan mekanisme pencegahan penyebaran. Seluruh pegawai harus bekerja sesuai SOP dan memperhatikan protokol pencegahan virus corona.

Dalam pelaksanaan Tugas dan Fungsi (Tusi) Krismono meminta harus benar-benar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Jangan ada penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan Tusi.

“Contohnya, Lapas Narkotika yang tergolong dalam Lapas dengan Kategori Medium Security. Sudah seharusnya pelaksanaan tusi disini disesuaikan dengan SOP yang telah ditetapkan bagi Lapas Medium Security,” ujarnya, Senin (16/3/2020).

Krismono juga menghimbau jajarannya agar melakukan metode amati, tiru, dan modifikasi inovasi yang telah ada.

“Tingkatkan, agar inovasi tersebut mampu berdaya guna dan bermanfaat bagi pengguna jasa dan layanan,” kata Krismono.

Selain itu, meski wabah virus corona sedang masif, Kakanwil berharap agar layanan tetap buka. Namun dengan persiapan dan mekanisme pencegahan penyebaran.

“Yaitu, dengan menyiapkan sarana cuci tangan, masker hingga menjaga jarak aman antar individu,” terang Krismono. (rcr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites