Terkait Izin Siloam Anak Risma Diperiksa Polda Jatim

Para ahli kontruksi mensinyalir amblesnya Jalan Raya Gubeng beberapa waktu lalu adalah diakibatkan adanya permainan perizinan pembangunan RS Siloam. Fuad Bernardi, anak sulung Risma diperiksa Polda Jatim terkait masalah tersebut.

Bebas, Vanessa Langsung Syukuran

Begitu bebas Vanessa menggelar syukuran bersama warga binaan Rutan Medaeng, rencananya akan kembali menggeluti dunia hiburan, kali ini lebih seruus dan hati-hati.

Dan Pasmar 2 Lihat Langsung Kesiapan Satuan

Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, MM, Komandan Pasmar 2, memimpin gelar kesiapan Latpasrat Korps Marinir Tahun 2019. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kesiapan satuan.

Terbaik Akpol 95 Resmi Jabat Kapolrestabes Surabaya

Lulusan terbaik dari Akpol 1995, Kombes Pol H. Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Luki Hermawan, MSi memimpin langsung upacara sertijab.

Khofifah: Jatim Punya Lompatan dan Agenda Besar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa kunci kemajuan Indonesia ada di provinsi dan kabupaten/kota. Jatim sendiri saat ini mempunyai agenda besar dan berbagai lompatan untuk mendukung tercapainya Indonesia maju.

Kejari Cari Bukti Baru Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M

Kejari Surabaya terus mencari alat bukti baru untuk memperkuat berkas dakwaan kasus dugaan kredit fiktif BRI Surabaya dan mencari tersangka baru..

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Sabtu, 17 Agustus 2019

Pria dengan Atribut ISIS Serang Markas Polsek Wonokromo



RADARMETROPOLIS: Surabaya- Polsek Wonokromo diserang pria bersenjata  lengkap dan beratribut ISIS, Sabtu (17/8/2019). Karena diduga anggota jaringan terorisme, pria bersenjata lengkap beridentitas Imam Santoso (30) itu langsung diinterograsi Densus 88.

Dalam menjalankan aksinya IS berpura-pura hendak melaporkan kejahatan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Setelah memasuki ruang piket, pelaku dilayani petugas bernama Aiptu Agus Sumartono. Tak diduga, pelaku tiba-tiba meloncat dan mengeluarkan celurit dan kemudian membacok Aiptu Agus Sumartono.

"Ada orang yang mengeluarkan celurit dan membacok satu anggota," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Sabtu (17/8/2019).

Luki menjelaskan lebih lanjut bahwa pelaku sudah ditangkap petugas dan langsung diinterogasi. Tetapi belum diketahui motif yang bersangkutan melakukan penyerangan ke markas polisi tersebut. Motif sedang didalami.

Akibat serangan tersebut Aiptu Agus Sumartono mengalami sejumlah luka, yakni di bagian tangan, pipi sebelah kanan, dan kepala sebelah belakang. Ia dilarikan ke UGD RS Bhayangkara.

Selain Aiptu Agus Sumartono, satu anggota polisi lainnya mengalami lebam akibat pukulan Imam Mustofa.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Polsek Wonokromo, Sabtu (18/7/2019), mengatakan bahwa Imam Mustofa diduga simpatisan ISIS. Ini karena polisi menemukan barang bukti beberapa senjata, makanan ringan, dan kertas dengan cetakan lambang ISIS.

"Sajam, celurit, ada ketapel, ada anak ketapel, air soft gun, ada lambang tertentu," kata Barung Mangera.

Ada dugaan motif jihad yang dilakukan oleh pelaku. "Sementara diduga yang bersangkutan melakukan amaliyah," kata Barung.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya, Sandi Nugroho, memberikan informasi bahwa pelaku berhasil dilumpuhkan petugas dengan teknis kepolisian.

Polisi menyita sejumlah barang bukti pisau penghabisan, celurit, ketapel dengan amunisi kelereng, senjata api gas gun, dua lembar kertas fotocopy bertulis La Ilaha Illallah dan kerupuk.

"Barang-barang itu di dalam tas ransel," kata Sandi.


KRONOLOGI PENYERANGAN

Awalnya Imam Mustofa masuk ke ruang SPKT Polsek Wonokromo sekitar pukul 16.45 WIB.

Karena mengaku akan membuat laporan, ia diterima oleh petugas piket Aiptu Agus Sumarsono.

Saat Agus sedang menyiapkan berkas laporan, Imam Mustofa langsung menyerang dengan senjata tajam.

Akibat serangan pelaku, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di tangan, kepala, dan pipi bagian kiri.

Karena diserang secara tiba-tiba, Aiptu Agus Sumarsono lantas meminta pertolongan kepada anggota lainnya.

Mendengar teriakan Aiptu Agus Sumarsono, anggota satuan reskrim polsek setempat datang menolong dan sempat memberikan tembakan ke pelaku.

Imam Santoso kemudian dapat dilumpuhkan. (rcr)

Sukai Tema Peringatan HUT RI ke-74, Khofifah Sebut Jatim Punya Lompatan dan Agenda Besar


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan pandangannya, bahwa kunci kemajuan Indonesia ada di provinsi dan kabupaten/kota. Sebagaimana halnya yang dilakukan Jatim yang saat ini mempunyai agenda besar dan berbagai lompatan untuk mendukung tercapainya Indonesia maju.

Hal itu disampaikan saat orang nomor satu di Jatim tersebut menjadi inspektur upacara peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (17/08/2019).

“Tema nasional SDM Unggul akan bisa membuat Indonesia Maju. Dan Indonesia maju ini hanya bisa dicapai jika provinsi dan kabupaten kotanya maju. Maka bagaimana cara agar masing-masing keunggulan di kabupaten kota bisa dipromosikan tapi tidak merusak daya dukung alam, adalah konsen yang harus kita perhatikan,” kata Khofifah.

Di Jawa Timur misalnya, Khofifah menyebut ada agenda besar dan juga lompatan yang ingin dilakukan untuk bisa mencapai tema tersebut.

Salah satunya adalah dengan dilaksanakannya realisasi masterplan Jawa Timur dengan peningkatan koneksitas kawasan yang akan menjadi interland Kota Surabaya, dan menjadikannya sebagai Surabaya metropolitan.

“Kita akan sambungkan Surabaya, Babatan, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, dalam satu lingkaran yang tersambung. Ini akan menjadi pengembangan kawasan metropolitan Surabaya,” ungkap Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Selain itu Khofifah juga akan mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Jatim, terlebih posisi indeks pembangunan manusia yang masih jauh dari harapan juga perlu digenjot.

“Pekerjaan rumah Jawa Timur adalah soal IPM yang masih nomor 15,” tukas mantan Menteri Sosial kabinet kerja Presiden Jokowi tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 mencapai 70,77%. Capaian itu sebenarnya meningkat 0,74 persen dari tahun lalu. Namun, masih lebih rendah dibanding provinsi lain di Jawa Timur. Kalah dengan Jawa Tengah yang mencapai 71,12.

“Ini menjadi pemicu mendorong semua elemen, terutama yang punya lembaga pendidikan dan lembaga layanan kesehatan, serta yang siap untuk memberikan pemberian pendampingan mentoring bagi pelaku UMKM,” ujar Khofifah.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI-74 di Pemprov Jatim diawali dengan dentuman meriam sebanyak 17 kali. Pembacaan naskah proklamasi berlangsung khidmat. Selain itu pengibaran bendera berhasil dilakukan dengan baik oleh para pelajar berprestasi yang tergabung dalam Paskibraka Pemprov Jatim. (sr)

Jumat, 16 Agustus 2019

Forum RT/RW: Dobrak Sekat Pengambat Kemajuan, Surabaya Butuh Walikota ‘Gila’



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Forum RT/RW menginginkan sosok Walikota ‘Gila’ untuk memimpin Surabaya. Ia adalah pemimpin luar biasa yang bisa mendobrak sekat untuk memajukan Kota Surabaya. Tetapi, selama ini mereka tidak memiliki kesempatan dan ruang untuk mengeksploitasi diri untuk ikut berpartisipasi membangun kota.

Untuk itu, jelang Pilwali 2020 Forum RT/RW Surabaya memasang spanduk yang berisi tentang penjaringan walikota ‘gila’di sejumlah sudut Kota Surabaya. Hal ini dimaksudkan agar orang-orang ‘gila’ tersebut dapat dijaring.

Spanduk tersebut dapat ditemukan di puluhan tempat di Surabaya. Diantaranya di perempatan Jalan Ngagel Jaya, Jalan Dharmahusada Indah, Stasiun Pasar Turi, Jalan Kenjeran, Jalan Margomulyo, Jalan Banyu Urip, dan Jalan Kedungdoro.

Saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/8/2019) juru bicara Forum RT/RW Surabaya, Heru Purnomo,  mengatakan bahwa Surabaya adalah kota besar, kota hebat, yang memiliki potensi dan banyak sumber daya manusia yang melimpah. Banyak melahirkan pemimpin besar di tingkat nasional maupun domestik. Hanya saja, mereka tidak memiliki kesempatan dan ruang untuk mengeksploitasi diri untuk ikut berpartisipasi membangun kota.

“Nah, forum RT/RW ini ingin menjaring orang-orang ‘gila’ agar berani maju, keluar dari zona nyaman untuk kota Surabaya,” tandas Heru.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa spanduk itu disebar untuk menjaring calon calon pemimpin. “Orang-orang hebat dan ‘gila’ di Surabaya. Surabaya pusatnya orang ‘gila’ dan bonek,” imbuhnya.

Yang dimaksudkan gila dalam hal itu adalah pemimpin luar biasa yang bisa mendobrak sekat untuk memajukan Kota Surabaya. Sosoknya harus kreatif, inovatif, dan produktif di berbagai bidang. “Dia harus melebihi Bu Risma, Bambang DH, Cak Narto dan Pak Purnomo Kasidi,” tegas Ketua RT 9/RW 3 Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari itu,.

Tetapi pihaknya tidak ingin menentukan siapa kandidat walikota tersebut. Karena hal itu merupakan ranah warga Surabaya dan partai politik. Ia pun menegaskan bahwa forum RT/RW hanya akan menjaring orang-orang hebat di Surabaya. (ar)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites