Zulkifli Prihatinkan 8 Partai di DPR Setuju RUU Miras

Pejabat yang juga politisi PAN tersebut berpandangan bahwa RUU Miras itu harus ditolak tegas. “Tapi, di negara ini sudah ada delapan partai yang setuju dengan RUU itu," ungkapnya tanpa merinci partai-partai yang setuju.

Gus Ipul-Puti Komit Revitalisasi Pasar Rakyat di Jatim

Kedatangan Gus Ipul ke Pasar Blega Bangkalan menjadi bagian menjalin dialog dan meyakinkan pedagang akan pentingnya dilakukan revitalisasi pasar. Langkah ini diyakni Gus Ipul akan dapat menaikkan penjualan mereka.

Polresta Sidoarjo Gerebek Pabrik Pil PCC di Wonoayu

Satreskoba Polresta Sidoarjo menggerebek pabrik pil PCC di RT 7 RW 2 Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Rabu (17/1/2018). Jutaan pil berbahaya berhasil disita.

Siswa Hajar Guru Hingga Tewas Serahkan Diri

"Yang bersangkutan sudah menyerahkan diri. Saat ini berada di Polres Sampang untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, usai pelaku menyerahkan diri.

Korupsi Dana Hibah Pemkot Disidang 26 Januari

Dari hasil penghitungan kerugian negara (HPKN) yang dilakukan oleh tim BPKP Perwakilan Jawa Timur, ditemukan selisih uang sebesar Rp 270 juta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Polda Kumpulkan Presiden BEM Se-Jatim

"Karena hal itu diunggah di media sosial dan kemudian dikomentari oleh orang-orang yang tidak melihat kejadian, akhirnya malah membikin suasana menjadi panas. Jadi saya minta supaya medsos jangan memanas-manasi," harap Kapolda.

Jokowi Disebut Dukung Pasangan Gus Ipul-Puti

"Tolong sampaikan pada masyarakat, bahwa kita didukung Pak Jokowi. Karena Pak Jokowi adalah kader PDI Perjuangan," kata Puti saat memberi sambutan di hadapan sekitar seribu pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kota Malang.

Minggu, 10 Juni 2018

Antisipasi Pemudik, 4 "Gerbong Tidur" Disiapkan di Surabaya



Radar Metropolis, Madiun
PT Industri Kereta Api Indonesia ( INKA) mengirimkan empat kereta api berfasilitas sleeper seat pesanan PT KAI ke Surabaya, Jumat ( 8/6/2018) sore. "Rencana nanti sore

Empat kereta eksekutif berfasilitas sleeper seat dikirim PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) ke Surabaya untuk mengantisipasi pemudik, khususnya yang melakukan perjalanan jarak jauh di malam hari. Gerbong yang khusus disiapkan untuk tidur ini merupakan pesanan PT KAI.

"Pengoperasian kereta sleeper seat menjadi kewenangan PT KAI. PT Inka porsinya hanya membuat kereta sesuai pesanan PT KAI," kata General Manager Corporate Secretary PT Inka, I Ketut Astika kepada Kompas.com, Jumat (8/6/2018). Informasinya kereta sleeper ini akan digabungkan dengan salah satu kereta eksekutif tujuan Jakarta-Surabaya. "Kereta ini dikhususkan untuk perjalanan jarak jauh. Dahulu KAI memiliki kereta tidur Bima yang memiliki tempat tidur. Itu malah menjadi kumuh. Apalagi dikotak-kotakkan maka dikhawatirkan jadi kesannya mesum," sebut Ketut.

Ketut mengatakan, pengoperasianolan kereta sleeper seat menjadi kewenangan PT KAI. PT Inka porsinya hanya membuat kereta sesuai pesanan PT KAI. Informasinya kereta sleeper ini akan digabungkan dengan salah satu kereta eksekutif tujuan Jakarta-Surabaya. "Kereta ini dikhususkan untuk perjalanan jarak jauh. Dahulu KAI memiliki kereta tidur Bima yang memiliki tempat tidur. Itu malah menjadi kumuh. Apalagi dikotak-kotakkan maka dikhawatirkan jadi kesannya mesum," sebut Ketut.

Menurut dia, kereta sleeper seat memberikan fasilitas kereta jarak jauh yang nyaman. Pasarnya menyasar pekerja yang mencari fasilitas praktis saat hendak mengikuti acara diluar kota. "Sasaran pasarnya pekerja. Mereka daripada bermalam dihotel lebih tidur di kereta dengan fasilitas nyaman. Untuk itu kami sediakan kursi yang empuk plus bantal dan bisa dibaringkan hingga 170 derajat," kata Ketut. Ketut menyatakan kereta berisi 18 kursi sleeper setiap keretaini juga menyasar penumpang yang takut naik pesawat tetapi ingin menikmati fasilitas tempat duduk kelas bisnis pesawat terbang.



Pelaku Pembunuhan Sadis di Apartemen Mulyorejo Akhirnya Terungkap



Radar Metropolis, Surabaya
Ternyata terduga otak pembunuhan di Apartemen Educity, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, yang menimpa korban bernama Agung Pribadi, warga Jakarta, berusia 40 tahun itu, adalah lelaki berinisial RD yang tercatat sebagai residivis kasus perampokan. Kini,  RD berstatus buron.

"RD pernah ditangkap oleh petugas Kepolisian Resor Pacitan, Jawa Timur, dan menjalani hukuman selama 25 tahun atas kasus perampokan," ucap Kepala Unit Reserse Mobil Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, dalam jumpa pers saat mengungkap kasus ini di Surabaya, Rabu sore, 6 Juni 2018.

Polisi mengungkapkan bahwa motif pembunuhan di Apartemen Educitu adalah piutang dari bisnis narkoba senilai Rp 211 juta. RD dalam pembunuhan yang berlangsung di kamar nomor 1707, lantai 17, Apartemen Educity Surabaya, pada Minggu sore, 27 Mei lalu, dibantu oleh tiga pelaku lainnya. Mereka berinisial SP, IM, dan RY.

Adapun kamar apartemen yang dijadikan lokasi pembunuhan itu tercatat disewa oleh seorang perempuan berinisial VA. Ia disebut sebagai kekasih RD, terduga otak pembunuhan tersebut.

Dari seluruh pelaku tersebut, Polrestabes Surabaya baru menangkap seorang pelaku berinisial SP. Pemuda berusia 33 tahun, warga Jalan HM Suwignyo, Pontianak, Kalimantan Barat, itu ditangkap pada 1 Juni lalu. Bima menyebut otak pembunuhan berinisial RD memiliki rekam jejak kejahatan yang tergolong berbahaya.

"Saat beraksi merampok di Pacitan dulu, RD mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan. Dia dikenal sebagai penjahat yang kejam karena kerap melukai korbannya dan bahkan polisi," ujarnya. (dsb)





Sabtu, 09 Juni 2018

KPK Persilakan Bupati Tulungagung Serahkan Diri Klarifikasi Perkara



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mempersilakan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo datang ke kantor KPK untuk mengklarifikasi perkaranya. Hal ini diminta KPK dikarenakan sampai saat ini yang bersangkutan belum menyerahkan diri.

"Sampai saat ini, Bupati Tulungagung belum datang menyerahkan diri ke kantor KPK. Jika ada niat untuk menyerahkan diri, silakan datang ke KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (09/06/2017).

KPK telah mengumumkan Syahri dan Walikota Blitar Muh Samanhudi Anwar bersama empat orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung dan Pemkot Blitar Tahun Anggaran 2018.

Febri mengatakan klarifikasi dan bantahan dari Syahri akan lebih baik disampaikan langsung ke penyidik. KPK pun mengimbau agar Syahri menyerahkan diri karena hal tersebut telah disampaikan oleh pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Kami sampaikan juga terima kasih karena ada beberapa pernyataan dari pimpinan partai untuk mengimbau agar tersangka menyerahkan diri. Saya harap itu bisa didengar oleh pihak-pihak lain, khususnya satu tersangka lagi yang belum menyerahkan diri sampai saat ini," ujar Febri.

Sebagaimana diberitakan, Walikota Blitar Muh Samanhudi Anwar telah menyerahkan diri ke KPK. Ia mendatangi gedung KPK Jakarta pada Jumat (8/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Politisi PDIP ini langsung diperiksa secara intensif oleh KPK sebelumnya akhirnya ditahan KPK di Polres Metro Jakarta Pusat selama 20 hari ke depan sejak Sabtu (9/6).

Sementara untuk empat tersangka lainnya, KPK juga telah menahan di dua rumah tahanan yang berbeda. Susilo Prabowo, dari swasta atau kontraktor, di Rutan Pomdam Jaya Guntur sejak Jumat (8/6).

Sedangkan tiga tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno, Agung Prayitno dari swasta, dan Bambang Purnomo juga dari pihak swasta ditahan di Rutan Cabang KPK, di gedung Merah Putih KPK.

Untuk perkara di Tulungagung, diduga sebagai pihak penerima suap adalah Syahri Mulyo, Sutrisno, dan Agung Prayitno. Sedangkan yang diduga sebagai pihak pemberi adalah Susilo Prabowo.

Sementara dalam perkara yang terjadi di Blitar, pihak yang diduga sebagai penerima adalah Muh Samanhudi Anwar dan Bambang Purnomo. Sedangkan yang diduga sebagai pemberi adalah Susilo Prabowo.

Diduga pemberian oleh Susilo Prabowo kepada mantan Bupati Tulungagung melalui Agung Prayitno sebesar Rp1 miliar terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. (khr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites