SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2017

KPU Persilakan Parpol Daftar Pemilu

Parpol yang ingin mendaftar wajib mendaftar ke KPU Pusat. Pengaturan pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual, dan penetapan parpol peserta pemilu tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017.

Tak Berizin, Pemprov Investigasi Tambang Mojosari

Tim Dinas ESDM Provinsi Jatim akan melakukan investigasi terhadap penambangan pasir di wilayah Mojosari yang kesemuanya tak berizin.

Hakim Tolak dan Gugurkan Praperadilan Henry

Hakim Pujo Saksono mengatakan bahwa tidak ada alasan atau dalil-dalil hukum yang kuat untuk mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Henry J. Gunawan.

Transportasi Surabaya Lumpuh, Truk Polisi Jadi Angkot

Imbas demo angkutan umum menolak keberadaan angkutan online, banyak penumpang di jalanan yang terlantar.

Pakde Akui Khofifah Maju Lewat Partainya

“Iya, sudah ambil (formulir Cagub) di DPD kemarin (Sabtu) malam,” kata Pakde Karwo, Minggu (1/10/2017).

Bareskrim Polri Musnahkan 3,5 Ton Wortel Panen Petani

“Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan dari barang-barang ilegal dari luar tanpa ijin, barang yang tidak terverifikasi hingga dikhawatirkan menimbulkan bahaya penyakit,” kata Kepala Subdit III TPPU/Money Laundering Bareskrim.

PAD Stagnan, Pakde Pertimbangkan Pemutihan Pajak

PAD Jatim dalam tiga tahun terakhir stagnan, bahkan berkurang. Kondisi ini mendorong gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, mempertimbangkan langkah mengadakan pemutihan pajak kendaraan pada tahun ini. Hal ini akan ia diskusikan dengan Komisi C DPRD Jatim.

Rabu, 22 November 2017

Golkar Resmi Usung Khofifah dan Emil


RADARMETROPOLIS: Surabaya - DPP Partai Golkar resmi mengusung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Cagub dan Cawagub di Pilgub Jawa Timur 2018. Hari ini, Rabu (22/11/2017), surat rekomendasi dukungan diserahkan di DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat.

Surat rekomendasi tersebut diberikan langsung oleh Plt Ketua Umum Golkar Idrus Marham dengan didampingi oleh sejumlah pengurus DPP Golkar lainnya.


"Dengan bismillahirrahmanirrahim DPP Golkar menyerahkan surat keputusan ini kepada Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Saya serahkan surat rekomendasi ini kepada Mbak Khofifah Indar Parawansa," kata Idrus di DPP Golkar, Rabu, (22/11/2017).


Idrus menyatakan dukungan Golkar kepada pasangan ini setelah melakukan pertimbangan dengan sejumlah kiai di Jawa Timur, sehingga semalam keluar kesepakatan mendukung pasangan ini.

Tadi malam Idrus mengaku mengadakan pembicaraan dengan Kiai Asep yang telah bertemu dengan 250 kiai di Jawa Timur dan menyatakan mendukung pasangan ini.


Atas pemberian dukungan tersebut, Khofifah menyatakan rasa terima kasih kepada DPP Golkar. Ia pun mengatakan bahwa DPP Golkar telah memberikan dukungan yang luar biasa kepada dirinya dan Emil dalam pencalonan ini.


"Terima kasih kepada Golkar, secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada kami," kata Khofifah di DPP Golkar.


Sama halnya dengan Idrus, Khofifah pun menyatakan pencalonannya telah mendapatkan restu dari kiai-kiai di Jawa Timur, terutama yang tergabung dalam Tim 9.


Khofifah menjelaskan semalam para kiai tersebut secara langsung memberikan surat kepada DPP Golkar yang kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi ini.


"Artinya bahwa jikalau kami hadir pada siang hari ini juga diantar kembali oleh perwakilan para Kyai dan Ibu Nyai ini adalah proses yang sangat panjang musyawarah berjenjang mudah-mudahan semuanya memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur," kata Khofifah.


Hadir juga dalam deklarasi ini KH Afif Muhajir, KH Hisyam, dan Bu Nyai Mahfuzoh. Ketiganya merupakan anggota Tim 9.



Dengan adanya dukungan Golkar yang punya 11 kursi, maka Khofifah telah resmi mengantongi 24 kursi setelah sebelumnya mengantongi dukungan resmi dari Demokrat yang memiliki 13 kursi. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup mengantarkan Khofifah dan Emil mencalonkan di Pilgub Jatim 2018. (rez)

Pengadilan Tipikor Tuntut Pegawai BPN Surabaya II Tahun Penjara


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Chalidah Nazar (48) dan Bayu Sasmito (33) dituntut dua tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Karena melakukan pungli, staf Seksi Pengukuran dan Pegawai Harian Lepas (PHL) BPN Surabaya II itu ditangkap tim OTT Polrestabes Surabaya pada 9 Juni 2017 lalu.

Beberapa barang bukti berhasil diamankan dalam OTT tersebut. Diantaranya berupa uang sebesar Rp 8 juta, beberapa bendel dokumen, bukti setor PNBP, dan buku rekening Bank Jatim.

Uang yang disita sebagai barang bukti tersebut berasal dari para pemohon pengukuran tanah yang ingin dipercepat pelayanan, lalu dimintai uang tambahan sesuai luas tanah di luar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang wajib dibayarkan ke kas negara.

JPU Chalida dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya menuntut kedua terdakwa tersebut dengan pidana penjara masing-masing dua tahun, denda sebesar Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan.

JPU menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Koruspi, sebagaimana diancam dan diatu dalam pasal 11 Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama dua tahun, denda sebesar lima puluh juta rupiah subsidair 2 bulan kurungan,” tegas JPU dalam tuntutannya.


Terkait tuntutan JPU, terdakwa maupun penasehat hukumnya tak mau memberikan komentar. (rie)

Asuh 64 Anak Tak Mampu, Anggota Brimob Terima Penghargaan Kapolda


RADARMETROPOLIS: Madiun - Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin memberi penghargaan kepada Brigadir Rochmat Tri Marwoto, Selasa (21/11/2017). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kapolda di rumah anggota Brimob itu,  yang beralamat di RT 1/ RW 1 Dusun Jati, Desa, Desa Klagenserut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Anggota Brimob yang bertugas di Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Timur, Jalan Yos Sudarso Nomor 90 Kota Madiun ini dinilai berprestasi karena memiliki kepedulian tinggi terhadap   warga yang kurang mampu.

Sejak 2007, Brigadri Rochmat telah memiliki 64 anak asuh yang berasal dari keluarga kurang mampu, anak yatim, dan anak-anak terlantar.

"Ini menjadi inspirasi bagi kita semua, bukan saja kepada anggota, tetapi juga diri saya. Sungguh sangat luar biasa," kata Irjen Pol Machfud Arifin saat memimpin upacara.

Kapolda menuturkan, pemberian piagam penghargaan itu merupakan apreasiasi karena kepedulian yang tinggi dari ayah dua orang anak tersebut terhadap warga yang kurang mampu di sekitarnya.

Meski bertugas di lapangan sebagai anggota Brimob, namun Brigadir Rochmat tetap meluangkan waktunya untuk kegiatan sosial. "Kuncinya ikhlas. Bahkan Brigadir Rochmat melakukannya sudah 10 tahun," terangnya.

Machfud lalu menjelaskan, dengan kondisi seadanya sejak tahun 2007 Brigadir Rochmat peduli dan menampung masyarakat yang tidak mampu, anak-anak terlantar, anak yatim tanpa pamrih.

Ia menuturkan, selain dituntut menjalankan profesi sehari-hari sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, saat ini polisi dituntut memiliki nilai-nilai yang humanis.

"Kepedulian dan kepekaan itu yang harus diasah betul, oleh seluruh anggota, termasuk diri saya," katanya.


Menurutnya, Brigadir Rochmat telah menjalankan program nyata dari Program Promoter Kapolri. Apa yang dilakukan Brigadir Rochmat, merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang kurang mampu. (gun)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites