Polda Jatim Tinjau Langsung Korban Gempa Sapudi

Untuk memastikan penanganan dan pelayanan korban gempa dilakukan dengan baik, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol M Iqbal, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi Kecamatan Gayam, Sumenep, Sabtu (13/10/2018)

Pakde Karwo: UMKM Fokus Penting Pemerintahannya

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan bahwa UMKM merupakan salah satu fokus penting kepemimpinannya bersama Gus Ipul. Ini karena UMKM memiliki 3 faktor yang membuatnya bisa bertahan dalam kondisi krisis.

Polda Jatim Tangkap Wanita Penyebar Hoax Bencana

Unit cyber crime Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap wanita berinisial UUF yang diduga telah menyebarkan hoax terkait bencana. Ia mengupload video berita dari youtube.

Baru Dilantik, Kepala Bappeko Langsung Dipanggil DPRD

Selama ini DPRD Surabaya belum pernah mendapatkan gambaran yang jelas tentang sejumlah proyek besar Pemkot Surabaya. Untuk itu Komisi A DPRD Kota Surabaya sudah berencana memanggil Kepala Bappeko yang baru saja dilantik.

Dinkop UKM Provinsi Buka 9 Stan di Jatim Fair 2018

Dinas Koperasi dan UKM Jatim mengambil langkah-langkah kongkrit membantu UKM. Agar UKM bisa bertemu langsung dengan buyer, mereka membuka 9 stan di Jatim Fair 2018 Grand City Surabaya, 9-14 Oktober.

Ingin TNI Jadi Kekuatan yang “Menggetarkan”

Pada peringatan HUT TNI ke-73 ini, Danlatamal V, Laksamana Pertama Edwin, SH berharap TNI menjadi kekuatan yang menggetarkan. Dalam arti menjadi kekuatan yang memiliki daya tawar bagi negara ini. TNI yang kuat membantu negara maju.

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Senin, 15 Oktober 2018

Penuhi Panggilan KPK Rendra Kresna Bantah Terima Suap



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Rendra Kresna memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan. Bupati Malang itu membantah menerima uang dari proyek tersebut.

Rendra tiba di gedung KPK, Senin (15/10/2018) pukul 09.30 WIB dengan menggunakan topi biru dan kemeja lengan panjang.

"Nggak ada," kata Politisi Nasdem itu, membantah tudingan KPK soal penerimaan uang suap terhadap dirinya.

Rendra dijerat KPK dengan dua sangkaan, yaitu dugaan suap dan gratifikasi. Total uang yang diterima oleh Rendra menurut KPK adalah sebesar Rp 7 miliar.

Berikut ini rincian dua perkara yang menjerat Rendra:

Perkara Suap:

-        Suap yang terjadi terkait dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

-        Tersangka: Rendra Kresna selaku Bupati Malang dan Ali Murtopo sebagai swasta.

-        Total suap: Rp 3,45 miliar.

Perkara Gratifikasi:

-        Gratifikasi yang diberikan kepada Rendra diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang.

-        Tersangka: Rendra Kresna selaku Bupati Malang dan Eryk Armando Talla sebagai swasta.

-        Total suap: Rp 3,55 miliar.

Selain Rendra, KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan tersangka lainnya, Ali Murtopo. (khr)

Ringankan Beban Korban, Kodam V/Brawijaya Kirim Logistik ke Sapudi



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kodam V/Brawijaya mengirimkan bantuan logistik dan sembako ke Pulau Sapudi, Sumenep, Sabtu (13/10/2018). Pemberian bantuan yang berasal dari sumbangan seluruh satuan di jajaran itu dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa di wilayah tersebut.

Bantuan yang dikirimkan berupa 1.283 dus mie instan, 1.522 dus air mineral, 239 dus makanan ringan, 79 dus minuman berasa, 7,5 kuintal beras, telur, gula, kecap, minyak goreng, mie bihun, sarden, bumbu masak, sabun serta susu bayi.

“Bantuan tersebut dikirim pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB, menggunakan 4 unit truk milik Detasemen Markas (Denma) dan Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Denbekang) Kodam V/Brawijaya,” ujar Asisten Teritorial (Aster) Kasdam V/Brawijaya, Kolonel Inf Wakhyono.

Menurutnya, semua logistik dan sembako itu dipastikan tiba di lokasi bencana pada Minggu (14/10/2018) dan akan langsung disalurkan pada korban terdampak gempa yang terjadi di wilayah itu.

Sebelumnya, Kodam/V Brawijaya juga mengirimkan tim kesehatan Kodam dan beberapa personel Zeni yang memiliki kualifikasi konstruksi, yang sudah mulai melakukan aktivitas sesuai kemampuannya beberapa hari lalu.

Meski dengan fasilitas dan peralatan yang terbatas, tim kesehatan sudah mulai melakukan sejumlah langkah medis terhadap pasien yang dikumpulkan di Puskesmas Gayam.

Bahkan tim kesehatan juga melakukan serangkaian operasi kecil, berupa pembersihan luka untuk mencegah infeksi. Sementara Tim Zeni masih dalam proses pengecekan dan pendataan kerusakan rumah maupun fasilitas akibat gempa. (rcr)

Minggu, 14 Oktober 2018

Rayakan Ultah ke-16, Masjid Cheng Ho Surabaya Tebar Semangat Kebhinekaan




RADARMETROPOLIS: Surabaya - Masjid Cheng Ho di Surabaya mengangkat pesan kebhinekaan dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Hal ini ditunjukkan dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat dari lintas agama.

"Bisa dilihat dari segenap undangan yang hadir malam ini, tidak semuanya yang perempuan mengenakan kerudung atau jilbab. Karena siapapun dan berasal dari etnis apapun diterima di Masjid Cheng Ho ini," kata Liemfuk Shan, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, di sela-sela perayaan HUT ke- 16 Masjid Cheng Ho Surabaya, Sabtu (13/10/2018) malam.

Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya, sengaja tidak diberi pintu di berbagai sisinya agar siapapun bisa masuk ke dalam.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Tionghhoa Indonesia (PITI) Jawa Timur, Haryanto Satriyo , mengungkapkan Masjid Cheng Ho yang dibangun di Surabaya pada 2002 merupakan cikal bakal berdirinya Masjid Cheng Ho di berbagai kota lainnya di Indonesia.

Menurutnya sampai sekarang sudah berdiri 16 Masjid Cheng Ho di berbagai daerah se-Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, KH. M Jos Soetomo mengemukakan, Masjid Cheng Ho yang kini sudah banyak berdiri di berbagai wilayah Indonesia membuktikan bahwa Laksamana Cheng Ho, yang dikenal sebagai seorang pelaut dan penjelajah asal Tiongkok yang tersohor di abad ke-14 itu telah melekat di hati masyarakat Indonesia.

"Kita tidak bisa lahir dengan menentukan berasal dari etnis mana. Seperti saya, misalnya, tidak pernah menginginkan terlahir dari etnis Tionghoa. Nyatanya saya adalah Indonesia. Kita bangsa Indonesia, Allahu Akbar," ujarnya.

Perayaan HUT ke-16 Masjid Cheng Ho Surabaya turut mengundang seluruh konsulat jenderal (Konjen) atau perwakiran dari negara-negara sahabat yang ada di Surabaya.

Konjen China di Surabaya, Gu Jingqi, mengenang Laksamana Cheng Ho yang 611 tahun silam berlayar ke arah Barat hingga sampai ke Indonesia membawa misi sebagai duta besar persahabatan.

Sebagai penjelasannya, Laksamana Cheng Ho ketika itu berlayar tidak membawa tombak maupun meriam.

“Beliau membawa sutera dan persahabatan melalui pertukaran kebudayaan dan menyebarkan ilmu pengetahuan," katanya.

Ia pun mengapresiasi Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah berdiri selama 16 tahun berkembang dengan pesat dan memberi pengaruh yang semakin luas terhadap masyarakat Indonesia.

"Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho sebagai pengelola Masjid Cheng Ho telah banyak menyumbang, tidak hanya bagi masyarakat etnis Tionghoa, tetapi kepada semua etnis. Keberadaan Masjid Cheng Ho telah memberi keharmonisan di masyarakat Indonesia," katanya. (rcr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites