Terkait Izin Siloam Anak Risma Diperiksa Polda Jatim

Para ahli kontruksi mensinyalir amblesnya Jalan Raya Gubeng beberapa waktu lalu adalah diakibatkan adanya permainan perizinan pembangunan RS Siloam. Fuad Bernardi, anak sulung Risma diperiksa Polda Jatim terkait masalah tersebut.

Ribuan Rakyat Penuhi Pesta Rakyat Jatim

Ribuan Rakyat memenuhi pesta rakyat Pesta Rakyat, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (13/10/2019) malam. Pemprov Jatim mengadakan acara pesta untuk rakyat itu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Provinsi Jatim. Puluhan ribu porsi makanan gratis disediakan untuk masyarakat yang hadi.

Dan Pasmar 2 Lihat Langsung Kesiapan Satuan

Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, MM, Komandan Pasmar 2, memimpin gelar kesiapan Latpasrat Korps Marinir Tahun 2019. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kesiapan satuan.

Terbaik Akpol 95 Resmi Jabat Kapolrestabes Surabaya

Lulusan terbaik dari Akpol 1995, Kombes Pol H. Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum resmi menjabat Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs Luki Hermawan, MSi memimpin langsung upacara sertijab.

Khofifah: Jatim Punya Lompatan dan Agenda Besar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa kunci kemajuan Indonesia ada di provinsi dan kabupaten/kota. Jatim sendiri saat ini mempunyai agenda besar dan berbagai lompatan untuk mendukung tercapainya Indonesia maju.

Kejari Cari Bukti Baru Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M

Kejari Surabaya terus mencari alat bukti baru untuk memperkuat berkas dakwaan kasus dugaan kredit fiktif BRI Surabaya dan mencari tersangka baru..

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Selasa, 15 Oktober 2019

Aniaya Teman, 3 Pelajar SMP Ditahan di Bapas Kelas I Surabaya



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Tiga pelajar SMP ditangkap polisi. Mereka menganiaya temannya sendiri, karena lambat mengembalikan motor yang ia pinjam. Karena masih di bawah umur mereka ditahan di Bapas Kelas I Surabaya.

Tiga anak tersebut yakni SBP, tinggal di Jalan Lebo Agung III Surabaya, AB, tinggal di Jalan Lebo Agung III Surabaya, dan MRR, tinggal di Jalan Karang Asem XIV Surabaya. Mereka berusia antara 13 hingga 17 tahun. Mereka ditangkap Sat Reskrim Polsek Tambaksari, Surabaya, karena melakukan penganiayaan, Sabtu (12/10/2019) lalu.

Seorang pelajar SMP berinisial DAPW (14) menjadi korban perbuatan tiga anak tersebut. Ia dikeroyok di Jalan Karang Empat XI Surabaya. Pemicunya, karena korban terlambat mengembalikan motor milik DM, teman korban dan juga para pelaku.

Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB, korban pamit mau pulang ganti baju sebentar di rumahnya. Ia lalu meminjam motor milik DM. namun beberapa jam ditunggu tak kunjung kembali. “Akhirnya DM meceritakan hal itu kepada tiga orang temannya (pelaku),” sebut Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Didik Ariawan, Senin (14/10/2019).

Begitu mereka kembali ke Kafe di Jalan Karang Empat XI, tak Lama kemudian korban datang hendak mengembalikan motor milik DM. “Ketika itulah pelaku secara bersama-sama memukul dan menendang korban,” lanjutnya.

Pemukulan itu dilakukan hingga korban tak berdaya. DM kemudian melerai tiga temannya tersebut. Tak terima telah dipukul, korban lalu melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tambaksari Surabaya dan ketiganya diamankan, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 01.20 WIB.

Hasil visum menunjukkan, korban mengalami luka memar pada kepala belakang, luka lecet pada siku kiri dan luka lecet pada pinggang kiri. Semuanya hasil benturan benda tumpul yakni tangan kosong dan gitar kecil. Setelah sempat diperiksa, ketiga anak di bawah umur itu dilimpahkan ke Bapas Kelas I Surabaya karena usianya masih di bawah umur. (rcr)

Senin, 14 Oktober 2019

Anggota Genk Bawah Umur Cari Dana Buat Senjata Diamankan Polrestabes



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Polrestabes Surabaya mengamankan empat anak genk All Star yang sedang menggalang dana untuk membeli bahan plat baja yang akan dibuat sebagai senjata tajam untuk balas dendam. Sebelumnya sebanyak 17 anak genk All Star dan genk Kampung Jawara sudah diamankan.

Diinformasikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, senjata yang akan dibuat oleh gank All Star itu akan digunakan untuk balas dendam ke genk kampung jawara.

“Balas dendam karena rekan genk sempat diculik dan dikeler ke tiga tempat hingga akhirnya dianiaya. Kita sudah tetapkan sembilan orang, tujuh diantaranya anak-anak sekolah sebagai pelaku penganiayaan,” jelas Sudamiran, di gelar perkara Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/1/2019).

Dengan demikian total anak yang diamankan sejak Sabtu (12/10/2019) hingga Senin ini ada 21 anak. Selanjutnya mereka diserahkan ke Dinas Sosial Pemkot Surabaya untuk mendapatkan pembekalan moral dan psikis supaya tidak ikut bergabung dengan gank “nakal”.

Dalam gelar perkara kasus genk anak tersebut, polisi hanya menunjukkan dua orang yang sudah dewasa. “Untuk anak-anak kita tak bisa tunjukkan karena harus menaati UU Perlindungan Anak,” lanjutnya.

Tak hanya menggalang dana melalui aksi sosial, para anggota genk itu juga mengamen. Dari tangan para anak-anak itu, polisi juga mengamankan dua buah kencrung atau gitar kecil yang diduga dipakai buat mengamen. “Nah dana hasil ngamen ini diduga dipakai buat beli alat atau senjata buat bentrokan,” lanjutnya.

Seperti yang disampaikan AKP Ruth Yuni, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, dari tangan para tersangka yang masih sekolah ini petugas menyita 11 unit polsel pintar. Selain itu, tiga kendaraan sepeda motor dan pisau besar juga diamankan.

Banyak remaja menjadi anggota genk. Tak hanya beranggotakan anak di Surabaya, anak-anak asal Kabupaten Gresik juga banyak yang ikut menjadi anggota genk. Bahkan, menurut data Polrestabes Surabaya, ada 61 grup whatsapp yang mengatasnamakan genk All Star dan genk Kampung Jawara. Guna mengantisipasi aksi dan perekrutan anggota genk, kepolisian bersama Pemkot Surabaya akan mempertemuan kedua genk dan mengundang orang tua anak-anak supaya didamaikan. (ar)

Atasi Kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang, Khofifah Minta Water Bombing



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah cepat menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Arjuno dan Welirang. Ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan pemadaman melalui udara (water bombing). Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno dan Welirang ini diupayakan secara maksimal, dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan, dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa.

“Insya Allah pada Senin (14/10/2019) helikopter untuk water bombing yang sedang digunakan di Jawa Barat untuk memadamkan karhutla di Gunung Malabar, akan dikirim ke Jawa Timur,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (14/10/2019).

Menurut Gubernur wanita pertama di Jatim itu, pemadaman karhutla melalui teknik water bombing tersebut sangat diperlukan, mengingat medan yang cukup berat dan titik lokasi kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih lima jam.

Namun demikian, bukan berarti Pemprov Jatim tidak melakukan pemadaman secara manual. Tata-cara ini sudah dilakukan. Namun, dengan ketinggian dan medan tebing curam 60 derajat ditambah angin kencang, sudah empat hari dilakukan tidak membuahkan hasil.

“Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, teknik water bombing ini sangat mendesak kita perlukan,” tegasnya.

Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno dan Welirang ini terus diupayakan, dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan, dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Akibat karhutla ini, beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam seperti Cemara Gunung, Pohon Manisrejo, Edelweis, Macan Tutul, Rusa serta Elang Jawa.

Bila tidak segera ditangani akan terjadi kerusakan pada ekosistem hutan pegunungan yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor di musim penghujan yang sebentar lagi akan dating. Apalagi periode Agustus sampai dengan Oktober 2019 ini tercatat sudah 28 kali kasus kebakaran cukup parah..

Penanganan karhutla Gunung Arjuno Welirang dilakukan secara lintas kabupaten. Untuk penanganan darurat saat ini telah diterbitkan surat pernyataan tanggap darurat bencana kebakaran hutan oleh Pemkab Mojokerto dan segera menyusul surat pernyataan dari Pemkab Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Pasuruan. Surat pernyataan tanggap darurat ini sebagai salah satu prosedur dilakukannya water bombing.

Dalam upaya pemadaman melalui water bombing tersebut, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim juga berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya. Koordinasi dan sinergi dengan TNI/Polri ini terus dilakukan dalam proses pemadaman karhutla di Jatim.

Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya dari TNI/Polri serta para relawan yang terus berupaya keras memadamkan karhutla di kawasan Gunung Arjuno Welirang. Untuk itu ia mengajak masyarakat Jatim untuk ikut mendokan para relawan serta TNI/Polri agar diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas dan misi kemanusiaan tersebut.

“Di momen Hari Jadi ke-74 Provinsi Jatim ini, saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan saudara kita para relawan serta TNI/Polri yang saat ini terus berupaya keras memadamkan karhutla di Jatim. Semoga mereka semua diberikan keselamatan dan kelancaran serta mendapat ridho dari Allah SWT,” harapnya. (sr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites