Polda Jatim Tinjau Langsung Korban Gempa Sapudi

Untuk memastikan penanganan dan pelayanan korban gempa dilakukan dengan baik, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol M Iqbal, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi Kecamatan Gayam, Sumenep, Sabtu (13/10/2018)

Aiptu Sujadi Dapat Penghargaan dari Kapolda Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Drs Luki Hermawan M.Si, memberikan penghargaan kepada Aiptu Sujadi, anggota Satlantas Polres Kediri. Aksi penyelamatan yang dilakukannya terhadap satu keluarga yang terjebak banjir di ruas tol Ngawi – Kertosono menjadi teladan yang baik.

Jokowi Berangkatkan Kirab Santri ke Istighosah

Kirab yang dilakukan para santri merupakan implementasi perjuangan dari para santri terdahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah.

Kasal: Sea Power Jaga Kelangsungan Masa Depan NKRI

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE, MM mengatakan bahwa sumber daya laut sebagai sumber masa depan Indonesia harus diberdayakan dengan pembangunan maritim dengan konsep sea power.

Resnarkoba Polda Jatim Tembak Mati Kurir Sabu 5 Kilo

Kurir sabu lima kilo, Yoyok Priyanto (34) tewas ditembak petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Jatim. Meski sudah mendapat peringatan dari petugas, warga Sidoarjo tersebut tetap mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Ingin TNI Jadi Kekuatan yang “Menggetarkan”

Pada peringatan HUT TNI ke-73 ini, Danlatamal V, Laksamana Pertama Edwin, SH berharap TNI menjadi kekuatan yang menggetarkan. Dalam arti menjadi kekuatan yang memiliki daya tawar bagi negara ini. TNI yang kuat membantu negara maju.

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Selasa, 19 Maret 2019

Irjen Pol Luki Hermawan: Polda Jatim Siap Hadapi Pemilu 2019


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, menyatakan siap menghadapi Pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban, jajaran yang dipimpinnya menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota.

Lebih lanjut Luki menyatakan bahwa simulasi yang dilaksanakan di lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya tersebut merupakan bentuk latihan jajarannya untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019 agar berjalan aman dan lancar.

”Tadi sudah kita saksikan bersama, dan kita sudah siap menghadapi pesta demokrasi yang mana mudah-mudahan pesta demokrasi di wilayah Jawa Timur ini berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan harapan masyarakat Jawa Timur,” kata Luki.

Dalam simulasi itu, petugas kepolisian menunjukkan ketangkasan dalam menghadapi berbagai upaya gangguan yang kemungkinan muncul di setiap tahapan Pemilu. Baik ketika mengatasi berbagai macam gangguan yang muncul pada saat tahapan distribusi surat suara, saat kampanye, ketika memasuki masa tenang, saat pemungutan suara, saat penetapan hasil suara maupun pasca Pemilu digelar.

Tampilan anggota Satbrimob ketika memperagakan upaya pembebasan sandera saat tahap penetapan suara digelar membuat Kapolda Jatim dan para undangan kagum. Beberapa kali dentuman bom terdengar menggelegar di lapangan Makodam V Brawijaya. Aksi ini merupakan unjuk gigi para prajurit Polda Jatim dalam membebaskan sandera di tempat yang terpasang bom.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas upaya kewaspadaan yang dibangun oleh aparat keamanan menjelang Pemilu 2019.

“Saya lihat sudah ada kewaspadaan yang sangat prima, kesiapsiagaan yang sangat bagus dari Polda Jatim, TNI, dan segenap unsur keamanan yang lain,” ujar Khofifah.

Ia pun meminta segenap masyarakat, stakeholder serta alim ulama untuk mendukung aparat keamanan serta berdoa demi ketertiban dan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019.

“Jika pelaksanaan Pemilu di Jawa Timur aman dan lancar, Insya Allah Indonesia akan aman,” tegasnya.

Kegiatan Sispamkota yang digelar Polda Jatim kali ini melibatkan 1.328 orang dengan rincian 816 petugas kepolisian, 300 Bulshit dan 17 panitia. Dihadiri sekitar 212 undangan Forkopimda Jawa Timur. Baik dari Pemprov, Kejati, KPU, Bawaslu, Pengadilan Tinggi, Kodam V Brawijaya, Kogartap, dan segenap instansi samping.

Khofifah  menilai digelarnya simulasi Pemilu tersebut akan memberi keyakinan pada semua pihak bahwa Jawa Timur siap mensukseskan Pemilu dengan baik. (sr)

Polrestabes Surabaya Jamin Tak Ada Sweeping pada Ojol yang Tak Demo


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya memastikan tidak akan ada aksi sweeping yang dilakukan oleh pengemudi ojek online (ojol) dalam unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya. Sebab aparat kepolisian akan mengawal jalannya unjuk rasa yang dilakukan di beberapa titik tersebut. Untuk pengamanan ini Polrestabes Surabaya menyiagakan sebanyak 500 personel.

"Kita memastikan bahwa tidak ada aksi sweeping. Karena apa? Kita ikuti terus, mulai dari titik awal, bergerak, dan di akhir. Setiap mereka berhenti, kita ingatkan dari mobil komando bahwa aksi mereka adalah aksi damai," kata Wakapolestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simamarta, di lokasi unjuk rasa, Selasa (19/3/2019).

"Dan ini, Alhamdulillah, sampai sekarang mereka bisa tertib dan tidak ada aksi sweeping," ujarnya bersyukur.

Leo lebih lanjut mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan sekitar 500 personil untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. Seluruh personil itu kemudian disebar di beberapa titik strategis selama aksi unjuk rasa berjalan.

"Ada di 4 titik. Ada di kantor Gubernur, Grahadi, Klampis (kantor Grab) dan di Ngagel (kantor Gojek)," jelasnya.

Saat mengikuti konvoi, pengikut unjuk rasa beberapa kali menjumpai rekan mereka yang masih melayani order ojek online. Tetapi, tidak ada aksi anarkis terhadap para driver yang masih beroperasi itu. Massa hanya meneriaki rekan mereka yang tidak ikut serta dalam unjuk rasa.

Isu sweeping sempat berhembus sehari sebelum unjuk rasa tersebut digelar. Para ojol mengancam akan melakukan sweeping jika dalam aksinya mereka menemukan rekan mereka yang masih melayani order.    (rcr)

Senin, 18 Maret 2019

Senkom Jatim Siap Bantu Cegah Kerusuhan dan Perangi Hoaks di Pemilu 2019


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Senkom Jatim menyatakan kesiapannya menjalankan amanat dari Polda Jatim dan Polri. Polda Jatim meminta Senkom untuk membantu pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019 yang salah satunya adalah mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu dalam konteks Pemilu 2019, Senkom juga diajak Polri untuk memerangi hoaks.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Sarjono, salah satu Ketua Senkom Jatim. Saat ini Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Timur sedang menggelar Rapat Kerja (Raker) Provinsi di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur. Acara ini diikuti 250 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Acara ini sekaligus seremoni pengukuhan pengurus periode 2018-2023, yang ditetapkan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Senkom Mitra Polri Jatim beberapa bulan yang lalu.

“Dengan dikukuhkan, kami ingin membangun kesadaran moral dan tanggung jawab pengurus untuk berkomitmen dan menyukseskan program kerja Senkom,” kata Sarjono.

Sarjono menambahkan Senkom Jatim menjadi mitra Polda untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, “Anggota Senkom di seluruh Jawa Timur menjadi contoh tertib berlalu-lintas sekaligus menyosialisasikan tertib berlalu-lintas,” ujar Sarjono.

Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan, dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, mengatakan bahwa dengan anggota mencapai 10.000 orang di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, Senkom menjadi mitra strategis Polda Jatim..

“Kami mengucapkan terima kasih. Selama ini Senkom banyak membantu kegiatan Polri. Yang terbaru, Senkom aktif dalam kampanye Millennial Road Safety Festival,” ujar Toni. Festival yang dipusatkan di Jembatan Suramadu itu diikuti 100.000-an millennial.

“Kami berharap komunikasi dengan Senkom Jatim terus berjalan dengan baik, terutama dalam Pileg dan Pilpres,” ujar Toni. Kerja sama Senkom dan Polda Jatim sudah tercipta sejak 2007. Kerjasama ini dilakukan atas dasar telegram dari Kapolri, agar setiap Polda hingga jajaran di bawahnya bekerja sama dengan Senkom. Kerja sama ini meliputi pencegahan potensi gangguan terhadap Kamtibmas.

Senkom Mitra Polri Jatim merupakan organisasi independen tidak di bawah parpol dan ormas, bertugas menyampaikan informasi dan memantau Kamtibmas. Termasuk memantau penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat, dengan demikian Polri sangat terbantu dengan keberadaan Senkom.

Sementara itu Pembina Pengurus Pusat (PP) Senkom Mitra Polri, Irjen Pol (Purn) Srijono mengingatkan, organisasi menjadi hebat, karena organisasi dan pengurusnya memiliki karakter yang hebat.

Karakter yang hebat dibangun dari pikiran yang baik, “Pikiran baik menghasilkan perbuatan baik. Kebiasaan berbuat baik menghasilkan karakter yang baik,” ujar Srijono. Sementara kreativitas, SDM, dan berbagai hal lainnya hanyalah sarana pendukung.

Untuk itu Senkom Jatim dengan karakter yang baik, harus menjadi organisasi pemenang. Pasalnya, Senkom Jatim memiliki karakter yang baik.

Dalam kesempatan itu, Senkom Jatim juga memberikan pembekalan terhadap peserta dengan materi manajemen penanggulangan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim; penanganan kecelakaan lalu lintas dari Ditlantas Polda Jatim; pembinaan ormas dalam pam swakarsa dari Ditbinmas Polda Jatim; dan antisipasi gangguan Kamtibmas menjelang Pemilu 2019 dari Ditintelkam. (rcr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites