Kolaborasi Khofifah Tekan Kematian Covid-19 Sampai Nol

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kedutaan Inggris untuk mengoptimalkan akses data real time terkait Covid-19 bagi masyarakat di seluruh Jatim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kematian sampai dengan nol.

Masih Mengakar, Polrestabes Terus Dalami Jaringan Iran

Sabu-sabu (SS) berlogo pohon kelapa yang diedarkan oleh jaringan Iran diprediksi masih akan terus diedarkan di Kota Surabaya sebagai wilayah baru peredaran.

Wakapolda Pimpin Pengamanan Pilkada Serentak Jatim

Pengamanan Pilkada Serentak Jatim 2020 dipimpin oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dalam audiensi dengan KPU Jatim, Senin (06/7/2020).

Mabes Polri Rilis Perkembangan Kasus Terorisme

Mabes Polri menggelar rilis perkembangan penangkapan kasus terorisme yang terjadi di Tanah Bumbu, Banjar Baru Kalimantan Selatan dan Cirebon Jawa Barat.

Khofifah Harap FESyar 2020 Gairahkan Ekonomi

Gubernur Jawa Timur berharap gelaran FESyar untuk Regional Jawa yang diadakan di Jawa Timur Jawa Timur untuk kembali menggairahkan geliat perekonomian syariah di tingkat daerah maupun pusat yang kini sedang menurun akibat pandemi.

Polrestabes Surabaya Deklarasi Tolak Anarkisme

Polrestabes Surabaya menggelar deklarasi damai dan pernyataan sikap menolak aksi anarkisme yang terjadi dalam unjuk rasa, Jumat (16/10/2020) malam. Deklarasi yang diselenggarakan di gedung Graha Bhara Daksa Mapolrestabes Surabaya itu mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Jadi Irup, Khofifah Ajak Segera Merdeka dari Covid

Pada momen peringatan HUT RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, 17 Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk mengikhtiarkan bisa segera merdeka dari COVID-19.

Minggu, 18 Oktober 2020

Tiga Motor Kecelakaan di Depan Markas Pasmar Gedangan: Dua Pengendara Tewas di Tempat


RADARMETROPOLIS: Sidoarjo  – Dua pengendara motor tewas di lokasi kejadian dalam kecelakaan yang melibatkan tiga sepeda motor, di depan markas Pasmar Gedangan Jalan A. Yani, Minggu (18/10/2020) dini hari, sekitar pukul 03.15 WIB. Dalam kecelakaan ini, kedua korban berserempetan dengan pengendara motor lain di Jalan A. Yani, tepatnya depan Pasmar Gedangan,.

Identitas kedua korban tersebut adalah Adam Arya Wijaya (21), warga Dupak Jaya, Kelurahan Jepara, Kota Surabaya dan Alfredo (21) warga Kranggan Bubutan, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Masing-masing adalah pengendara sepeda motor Honda GL bernopol L 2166 QQ dan Honda GL bernopol L 2064 JN.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Kompol Eko Iskandar, memberikan penjelasan bahwa awalnya kedua motor yang terlibat kecelakaan tersebut melaju dari arah yang sama, yakni dari Selatan ke Utara. Kedua motor itu adalah Honda GL Nopol L 2166 QQ dan Honda Vario Nopol L 6567 RA.

“Motor Honda GL tersebut oleng ke kanan, lalu menyerempet sepeda Motor Honda GL Nopol 2064 JN yang dikendarai Alfredo (21) warga Bubutan Surabaya,” kata Kompol Eko Iskandar.

Menurut Eko, benturan yang terjadi kemungkinan sangat keras, sehingga mengakibatkan dua pengendara sepeda motor Honda GL langsung meninggal di lokasi. “Untuk pengendara Honda Vario, yang dibonceng mengalami luka ringan,” tukasnya, sembari mengatakan bahwa motor yang terlibat laka diamankan dan kedua korban dievakuasi ke RSUD Sidoarjo.

Sepeda motor Honda Vario dikendarai oleh Mudjib Riduwan (50) berboncengan dengan Kusmeti Ariani (50), keduanya juga warga Surabaya. (rik)

Sabtu, 17 Oktober 2020

Didukung Berbagai Elemen Masyarakat: Polrestabes Surabaya Deklarasi Damai Tolak Anarkisme dalam Unjuk Rasa


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggelar deklarasi damai dan pernyataan sikap menolak aksi anarkisme yang terjadi dalam unjuk rasa, Jumat (16/10/2020) malam. Deklarasi yang diselenggarakan di gedung Graha Bhara Daksa Mapolrestabes Surabaya itu didukung oleh berbagai elemen masyarakat. Diantaranya organisasi kemasyarakatan, baik itu ormas kepemudaan maupun keagamaan.

Sejumlah elemen masyarakat yang memberikan dukungan dalam acara yang mengambil tema ‘Kami Warga Kota Surabaya Menolak Keras Aksi Anarkisme di Jawa Timur’ itu antara lain adalah MUI, Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila,  GP Ansor, Banser, dan Kokam Muhammadiyah.

Sejumlah elemen masyarakat merasa prihatin dengan munculnya fenomena anarkisme dalam demontrasi yang melibatkan sejumlah pelajar.

Dalam sambutannya Kapolrestabes Surabaya menyoroti aksi anarkisme dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu yang didominasi oleh pelajar dari SMA dan SMK hingga SMP.

Menurutnya fenomena tersebut merupakan pengulangan. Karena kejadian seperti itu bukan yang pertama.

Kombes Pol Jhonny Eddison Isir menyatakan bahwa dirinya sengaja mengungkap fenomena tersebut karena kemungkinan akan terulang, pelajar yang ikut demo dan terhasut melakukan tindakan merusak.

Agar para pelajar tidak terulang melakukan tindakan anarkis dan terlibat dalam aksi massa, mereka perlu diedukasi. “Pertanyaannya, bagaimana cara mengedukasi agar tidak melakukan tindakan anarkis dan terlibat dalam massa aksi,” katanya.

Untuk itu Kombes Pol Jhonny Eddison Isir berharap bantuan dari organisasi kepemudaan dan keagamaan untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya yang damai dan sejuk.

Deklarasi pernyataan sikap ini melambangkan spirit semangat dan komitmen dari semua elemen yang ada di kota Surabaya untuk menolak dan tidak setuju serta tidak toleransi terhadap berbagai aksi anarkisme dan merusak fasilitas publik.

Kombes Isir menyatakan bahwa boleh saja masyarakat melakukan penyampaian pendapat di muka umum, namun harus tetap sejalan dengan Undang-Undang UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Undang-undang ini sebagai wujud penjaminan yang diberikan oleh negara terhadap salah satu hak asasi manusia.

“Penyampaiannya tetap menjaga dan menghormati hak dan kebebasan orang lain sesuai dengan aturan moral yang berlaku dan wajib Jogo Suroboyo yang damai dan tertib,” tandas Isir. (rcr)

Jumat, 16 Oktober 2020

Bapemperda Apresiasi Kapolda: Jatim Punya Payung Hukum Penegakan Prokes Covid, Masyarakat Selamat


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Koordinator Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjutak, memberikan apresiasi pada Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, MSi atas kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat dari ancaman Covid-19. Atas dasar gagasan pemikiran Kapolda Jatim tersebut, Jatim memiliki payung hukum dalam penanganan Covid-19, sehingga protokol kesehatan dapat ditegakkan secara optimal. Masyarakat pun terselamatkan dari ancaman virus yang mematikan itu.

“Saya dan temen-teman anggota dewan Jatim sangat kagum dengan pak Kapolda Jatim. Beliau mempunyai pemikiran yang baik di saat pandemi Covid-19,” puji Sahat.

Apresiasi yang diberikan ke Kapolda Jatim tersebut terkait pemikiran Kapolda menyelamatkan masyarakat Jawa Timur. Selain sebagai pelindung masyarakat, Irjen Fadil juga berkeinginan hendaknya para wakil rakyat yang duduk di legislatif tingkat satu membuat Perda tentang penanganan Covid-19. Sehingga di saat menegakkan protokol kesehatan kepada masyarakat, Polri mempunyai payung hukum. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jatim.

Sahat mengungkapkan bahwa pada awal bulan Juli dirinya ditelepon oleh Kapolda Jatim. “Beliau mempertanyakan bagaimana cara bikin perda untuk melindungi masyarakat. Dan ini yang membuat kami kagum dengan Kapolda Jatim,” tandas Sahat.

Dari telepon itu akhirnya ia melakukan diskusi dengan Kapolda. Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi langsung kepada semua pimpinan fraksi. Dan selanjutnya berproses. Kapolda Jatim pun meminta agar Perda itu bisa keluar tidak sampai satu bulan. Padahal pembuatan perda seharusnya memakan waktu enam bulan. Namun demi keselamatan masyarakat Jawa Timur, Perda tersebut tidak sampai satu bulan sudah selesai.

Kepedulian Irjen Fadil terhadap keselamatan masyarakat yang ditunjukkan melalui langkah-langkah kongkrit tersebut menarik simpati kalangan DPRD Jatim. “Inilah yang menjadi apresiasi kami. Dimana seorang jenderal polisi bintang dua berpikir keselamatan masyarakat, yang seharusnya itu dilakukan oleh birokrasi. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita bersama, bisa menjadikan Jawa Timur bisa lebih baik. Dan Pandemi Covid-19, bisa segera berakhir, “ harap Koordinator Bapemerda Jatim yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Sementara Kapoda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, MSi menyatakan bahwa Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi yang aman dan kondusif. Terkait dengan penanganan Covid-19 di Jatim bisa terlaksana dengan aman dan kondusif berkat adanya campur tangan anggota DPRD Jatim. Untuk itu Polda Jatim sangat memberikan apresiasi sepenuhnya kepada para wakil rakyat tersebut. 

“Anggota DPRD Jatim ini menjadi peran penting dalam penanganan Covid-19 di Jatim. Dimana, DPRD Jatim mengeluarkan Perda Nomor 2 Tahun 2020, tentang penanganan Covid-19,” kata Kapolda Jatim, Irjen Moh. Fadil Imran, Jumat (16/10/2020). (rie)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites