Kolaborasi Khofifah Tekan Kematian Covid-19 Sampai Nol

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kedutaan Inggris untuk mengoptimalkan akses data real time terkait Covid-19 bagi masyarakat di seluruh Jatim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kematian sampai dengan nol.

Masih Mengakar, Polrestabes Terus Dalami Jaringan Iran

Sabu-sabu (SS) berlogo pohon kelapa yang diedarkan oleh jaringan Iran diprediksi masih akan terus diedarkan di Kota Surabaya sebagai wilayah baru peredaran.

Wakapolda Pimpin Pengamanan Pilkada Serentak Jatim

Pengamanan Pilkada Serentak Jatim 2020 dipimpin oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dalam audiensi dengan KPU Jatim, Senin (06/7/2020).

Mabes Polri Rilis Perkembangan Kasus Terorisme

Mabes Polri menggelar rilis perkembangan penangkapan kasus terorisme yang terjadi di Tanah Bumbu, Banjar Baru Kalimantan Selatan dan Cirebon Jawa Barat.

Terdampak Covid-19 Adukan Pemkot Surabaya ke KPK

Sejumlah warga terdampak Covid-19 mengadukan Pemerintah Kota Surabaya ke laman aplikasi JAGA Bansos milik Komisis Pemberantasan Korupsi atau KPK. Pengaduan tersebut terkait Bantuan Sosial atau Bansos.

Kejari Cari Bukti Baru Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M

Kejari Surabaya terus mencari alat bukti baru untuk memperkuat berkas dakwaan kasus dugaan kredit fiktif BRI Surabaya dan mencari tersangka baru..

Jadi Irup, Khofifah Ajak Segera Merdeka dari Covid

Pada momen peringatan HUT RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, 17 Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk mengikhtiarkan bisa segera merdeka dari COVID-19.

Minggu, 03 Mei 2020

Hari ke-5 PSBB, Polisi Sidoarjo Mulai Lakukan Tindakan Tegas



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Pelanggar pada hari kelima pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo semakin banyak. Polisi mulai melakukan penindakan dan penerapan sanksi secara tegas kepada para pelanggar.

Di perbatasan wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya, para petugas gabungan tak segan-segan menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak patuh dengan aturan PSBB. Salah satunya yang masih diabaikan oleh masyarakat adalah adanya jam malam yang berlaku mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Minggu (3/5/2020) mengatakan bahwa rata-rata pelanggar aturan jam malam tersebut adalah pengendara usia muda. Mereka saat ditanya petugas tidak dapat menjelaskan alasan dan tujuan keluar malam. Selain itu mereka juga mengabaikan physical distancing yakni berboncengan tidak dalam satu keluarga, serta ada yang masih tidak bermasker.

Sesuai ketentuan pasal 10 Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 21 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, para pelanggar diberikan sanksi teguran tertulis dan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan undang-undang karantina.

“Sasaran operasi jam malam PSBB kami tidak hanya terhadap para pengendara kendaraan bermotor saja. Namun juga, personel gabungan disebar menyisir warung kopi, cafe dan tempat-tempat yang masih ada kerumunan massa,” tegasnya.

Tindakan represif petugas gabungan dalam pelaksanaan PSBB, juga dilakukan pengecekan kondisi tubuh pengendara. Mulai dari pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo gun, pemeriksaan kesehatan, hingga terhadap para pelanggar jam malam dibawa ke Mapolresta Sidoarjo ikuti rapid test Covid-19, untuk mengetahui ada tidaknya di antara mereka yang terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak.

Terkait hasil rapid test, sekitar 65 orang yang terjaring karena melanggar jam malam PSBB pada Minggu (3/5/2020) dini hari, Paurkes Polresta Sidoarjo Ipda Rukwandi menyampaikan, bahwa hasil rapid test mereka adalah negatif dari Covid-19. (rik)

Polda Jatim Terapkan Sanksi Tegas, Pelanggar PSBB Dijerat UU Karantina



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Polda Jatim akan menerapkan sanksi tegas buat pelanggar Pembasatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jawa Timur. Penerapan saksi hukuman kurungan ini disiapkan mengingat wilayah Surabaya dan kondisi kota juga semakin mengkhawatirkan.

Oleh sebab itu kepolisian bersama jaksa dan juga Pemerintah Kota akan menerapkan saksi UU Karantina Kesehatan pasal 216 dan Pasal 93 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun.

“Bagi yang terjaring operasi akan diperiksa kesehatannya dan ditahan 1 x 24 jam,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Lucky Hermawan Minggu (03/5/2020).

Selanjutnya akan dilakukan penerapan sanksi dari teguran sampai pada penahanan. Langkah ini bisa diambil kepolisian pada derah tertentu dan dalam kondisi tertentu di masa pandemi corona ini..

Setidaknya ada 24 warga Sidoarjo, 65 warga Gersik dan 82 warga Surabaya terjaring operasi gabungan penegakan PSBB di Kota Surabaya, Sabtu malam hingga Minggu (3/5/2020) dini hari. Semua warga yang diamankan akan ditahan 1 x 24. Petugas juga sudah menyiapkan kebutuhan pangan dan tempat isolasi.

 “Hari ini akan dilakukan pengumuman hasil tes. Tes dilakukan kepada semua warga yang terjaring operasi gabungan. Hasilnya akan diumumkan nanti,” tandas kapolda. (rcr)

Gubernur Khofifah Sayangkan Kondisi Kota Surabaya Yang Semakin Tinggi Positif Corona



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Usai menggelar operasi gabungan bersama di tiga wilayah di Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyayangkan kondisi Kota Surabaya yang semakin tinggi angka positif virus corona.

Diungkapkan Khofifah, wilayah Kota Surabaya sudah mencapai 495 orang positif. Jika dibandingkan dengan Jawa Barat di Bandung 189 orang, Depok tereduksi 73 dan Bogor 83. Harapannya jika PSBB ini efektif, maka tak perlu ada perpanjangan penerapan PSBB.

“Memang mengajak masyarakat untuk patuh dan disiplin itu sulit. Maka dari itu saya bersama tim gabungan dari Pemkot, Kepolisian, TNI dan Pemprov berpatroli agar melihat bagaimana kondisi di lapangan. Benar memang masih banyak yang berkeliaran dan harus ditindak,” jelasnya di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/4/2020).

Jika masyarakat makin sadar kedisiplinan mencegah penyebaran virus corona, maka akan semakin cepat mendukung membaiknya pergerakan sektor ekonomi di Kota Surabaya. Oleh sebab itu pihaknya bersama tim gabungan mengucapkan terima kasih buat warga yang patuh dan disiplin penerapan PSBB.


Sementata itu menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Luky Hermawan, mengatakan pihaknya menerapkan sanksi tegas buat pelanggar Pembasatan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jawa Timur.

Menurutnya, penerapan saksi hukuman kurungan tersebut disiapkan mengingat wilayah Surabaya dan kondisi kota juga semakin menghawatirkan. Oleh sebab itu kepolisian bersama jaksa dan juga Pemerintah Kota akan menerapkan saksi UU Karantina Kesehatan pasal 216 dan Pasal 93 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun. (rie)


DPRD Jatim Sambut Baik Irjen Pol M Fadil Imran



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Irjen Pol Drs. Mohammad Fadil Imran, MSi ditunjuk Kapolri menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan pejabat yang lama Irjen Pol Drs. Luki Hermawan MSi, yang akan bertugas di tempat yang baru. Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengucapkan selamat datang sekaligus menyambut baik kepada Kapolda Jatim yang baru.

“Sosok Irjen Pol Mohammad Fadil Imran merupakan pilihan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Jawa Timur saat ini,” ungkap Sahat, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur kepada wartawan di Surabaya, Minggu (3/5/2020).

Irjen Pol Mohammad Fadil Imran sebelumnya adalah Sahlisosbud Kapolri. Sedangkan, Irjen Pol Luki Hermawan selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Wakil Kepala Lemdiklat Polri. Irjen Pol Mohammad Fadil Imran memiliki reputasi yang bagus. Sehingga, ini menjadi pertimbangan khusus Kapolri.

“Jadi, sangat tepat kalau Irjen Fadil ditugasi memimpin Jawa Timur dengan luas wilayah dan masyarakat yang sangat dinamis. Latar belakang beliau yang cukup lama di reserse menjadikan modal tersendiri dan memberikan penguatan bagi Polda Jatim, khususnya dengan mencermati kondisi obyektif saat ini,” jelas Sahat yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan.

Demikian juga dengan Irjen Pol Luki Hermawan yang mendapat tugas di tempat yang baru. Sahat menilai Hermawan selama berada di Jatim banyak prestasi yang diukir. Terbukti event politik besar yakni Pilpres berjalan aman.

“Hubungan beliau dengan Forkopimda Jatim juga sangat harmonis. Suasana Jatim benar-benar kondusif, karena beliau mampu berkomunikasi dan merangkul semua tokoh masyarakat, parpol maupun ormas kepemudaan sangat dekat. Kemampuan komunikasi yang baik itu menjadikan Jatim suasananya sangat dingin,” paparnya.

Mutasi besar-besaran di lingkungan Polri juga membawa gerbong di mana Kombes Pol Johnny Eddizon Isir ditugaskan sebagai Kapolrestabes Surabaya. Sebelumnya Kombes Pol Johnny adalah Kapolres Medan Polda Sumut. Kombes Jonny menggantikan pejabat yang lama yakni Kombes Pol Sandi Nugroho yang mendapat tugas baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Kombes Pol Jonny Eddison dan Kombes Pol Sandi sama-sama pernah Kapolrestabes Medan. Secara umum situasi Kamtibmas Surabaya hampir sama dengan Medan, dimana masyarakatnya keras, tapi sangat terbuka.

“Selamat datang Kapolda Jawa Timur yang baru Irjen Pol Mohammad Fadil dan Kombes Pol Johnny Eddizon Isir sebagai Kapolrestabes Surabaya. Semoga ke depan Jawa Timur dan Surabaya lebih baik lagi,” pungkasnya. (rcr)

Gubernur Minta Pemimpin Tidak Berpolemik



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa tugas pemimpin adalah melindungi nyawa dan jiwa rakyatnya. Untuk itu kepada seluruh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim diminta agar meniatkan diri untuk Ijtihad atau bekerja dengan bersungguh-sungguh.

“Tugas pemimpin itu di level apapun dan dimanapun harus melindungi nyawa dan jiwa rakyatnya. Kewajiban kita adalah perlindungan nyawa dan jiwa. Saya tugaskan tim pemprov bekerja sungguh-sungguh, ada pertanggungjawaban ukhrowi,” tegas Khofifah kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/5/2020) malam.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Dokter Joni Wahyuhadi menambahkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Dinkes Kota Surabaya dalam menangani Klaster Sampoerna yang menyebabkan dua orang meninggal, 34 positif versi tes swab dan ratusan dikarantina di sebuah hotel yang dirahasiakan.

“Ayo kita tangani bareng-bareng. Saat ini waktunya kita gotong royong, tidak untuk engkel engkelan, tapi cari jalan keluar yang terbaik,” pungkasnya. (ar)

Sabtu, 02 Mei 2020

Jatim Positif 1037, Sembuh 171, Meninggal 112



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Hingga 2 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 19767 orang, 3250 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 1037 orang.
Data tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melalui pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Sabtu (2/5/2020) malam ini. Pada hari ini merupakan hari kelima penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik).

“Hari ini ada tambahan 7 kasus baru di Jatim. Total ada 1037 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 6 menjadi 171 orang dan meninggal bertambah 5 menjadi 112 orang,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/5/2020) malam.

Surabaya tidak bertambah kasus baru alias tetap 495, Sidoarjo bertambah 1 kasus baru menjadi 111 dan Gresik tidak bertambah kasus baru alias tetap 30.

Gubernur merinci yang positif 1037 orang di Jatim itu terdiri dari 495 dari Surabaya, 35 Kabupaten Malang, 17 Kota Malang, 3 Kota Batu, 46 dari Magetan, 111 dari Sidoarjo, 25 Kabupaten Kediri, 9 Kota Kediri, 30 Gresik, 8 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 24 Lumajang, 11 Jember, 12 Situbondo, 2 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 10 Pamekasan, 22 Tulungagung, 8 Jombang, 11 Nganjuk, 4 Kabupaten Madiun, 10 Ponorogo, 2 Trenggalek, 43 Lamongan, 12 Bangkalan, 6 Pacitan, 9 Bojonegoro, 4 Tuban, 17 Kabupaten Pasuruan, 5 Kota Pasuruan, 19 Kabupaten Probolinggo, 9 Kota Probolinggo, 5 Sumenep, 7 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto dan 1 Ngawi.

Dari data tersebut, ada 112 pasien yang meninggal, yakni 4 di Kabupaten Malang, 67 di Surabaya, 12 di Sidoarjo, 5 di Gresik, 7 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 2 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 171 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 10 dari Kabupaten Malang, 8 Kota Malang, 1 Kota Batu, 84 dari Surabaya, 8 dari Sidoarjo, 5 dari Gresik, 5 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 9 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 6 Kota Kediri, 8 Situbondo, 4 Tulungagung, 1 Trenggalek, 2 Nganjuk, 1 Jombang, 2 Kabupaten Madiun, 2 Lumajang, 1 Kota Probolinggo, 2 Ponorogo, 1 Bondowoso, 2 Bangkalan, 2 Pamekasan dan 1 Banyuwangi. (sr)

Jumat, 01 Mei 2020

Masyarakat Jatim Tak Perlu Khawatir: Meski Ada Corona, Stok Pangan Hingga Pasca Lebaran 2020 Masih Aman



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Masyarakat Jawa Timur tampaknya tak perlu khawatir terjadi kelangkaan bahan pangan. Meski dalam situasi lumpuhnya berbagai bidang kehidupan akibat pandemi Covid 2019, stok pangan di Jatim, terutama komoditas beras, hingga Lebaran 2020 masih aman, bahkan pascanya.

Kepastian terkait ketersediaan pangan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, Kamis (30/4/2020).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Hadi Sulistyo, bahwa proyeksi produksi padi atau gabah kering giling (GKG) Jatim pada semester I/2020 ini mencapai 5,1 juta ton dari luas panen 1,1 ha, dan produksi beras mencapai 3,3 juta ton.

Dari produksi tersebut tingkat konsumsi beras masyarakat Jatim hanya sekitar 2,1 juta ton. Dengan demikian Jatim masih tetap surplus 1,1 juta ton.

"Maret 2020 ini saja ada panen sekitar 896.206 ton gabah kering giling dengan produksi beras 582.534 ton, dan tingkat konsumsi hanya 365.344 ton," kata Hadi Sulistyo.

Bahkan, produksi padi di bulan April proyeksinya lebih tinggi dari bulan-bulan lainnya, yakni mencapai 2,4 juta ton GKG dengan produksi berasnya 1,5 juta ton.

"Produksi di bulan tersebut juga cukup aman untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran 2020," tandas Hadi Sulistyo.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, tampak adanya stabilitas harga beras di seluruh wilayah di Jatim, terutama beras jenis IR 64.



Harga beras IR 64 di Jatim rata-rata saat ini sekitar Rp9.876/kg. Harga tersebut terus stabil dalam beberapa bulan terakhir. Sedangkan rata-rata harga beras jenis Mentik saat ini Rp11.092. Harga tertinggi dari rata-rata hanya terjadi Kota Mojokerto dan Kabupaten Trenggalek, yang mencapai Rp12.500/kg.

Sementara untuk beras jenis Bengawan rata-rata harganya saat ini Rp11.418/kg. Harga tertinggi hanya terjadi di wilayah Bangkalan, yang mencapai Rp12.666/kg.

Stok pangan di Jatim yang minus hanya tanaman bawang putih dan kedelai. Karena ini termasuk tanaman sub tropis, sehingga usaha tani memerlukan cost yang besar dan di ketinggian tertentu. (sr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites