Polda Jatim Tinjau Langsung Korban Gempa Sapudi

Untuk memastikan penanganan dan pelayanan korban gempa dilakukan dengan baik, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol M Iqbal, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi Kecamatan Gayam, Sumenep, Sabtu (13/10/2018)

Pakde Karwo: UMKM Fokus Penting Pemerintahannya

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan bahwa UMKM merupakan salah satu fokus penting kepemimpinannya bersama Gus Ipul. Ini karena UMKM memiliki 3 faktor yang membuatnya bisa bertahan dalam kondisi krisis.

Jokowi Berangkatkan Kirab Santri ke Istighosah

Kirab yang dilakukan para santri merupakan implementasi perjuangan dari para santri terdahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah.

Baru Dilantik, Kepala Bappeko Langsung Dipanggil DPRD

Selama ini DPRD Surabaya belum pernah mendapatkan gambaran yang jelas tentang sejumlah proyek besar Pemkot Surabaya. Untuk itu Komisi A DPRD Kota Surabaya sudah berencana memanggil Kepala Bappeko yang baru saja dilantik.

Dinkop UKM Provinsi Buka 9 Stan di Jatim Fair 2018

Dinas Koperasi dan UKM Jatim mengambil langkah-langkah kongkrit membantu UKM. Agar UKM bisa bertemu langsung dengan buyer, mereka membuka 9 stan di Jatim Fair 2018 Grand City Surabaya, 9-14 Oktober.

Ingin TNI Jadi Kekuatan yang “Menggetarkan”

Pada peringatan HUT TNI ke-73 ini, Danlatamal V, Laksamana Pertama Edwin, SH berharap TNI menjadi kekuatan yang menggetarkan. Dalam arti menjadi kekuatan yang memiliki daya tawar bagi negara ini. TNI yang kuat membantu negara maju.

DPRD Surabaya Kaji Pengajuan Anggaran Trem Rp 400 M

Dalam rangka merealisasikan pembangunan trem, Pemkot Surabaya mengajukan anggaran Rp 400 miliar. Hal ini dilakukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan 2018. Namun demikian DPRD akan mengkaji urgensinya terlebih dulu, karena penggunaan anggaran adalah untuk masyarakat.

Sabtu, 17 November 2018

Kirimkan Bantuan dari Kodiklatal, KRI Surabaya Kembali Berangkat ke Palu



RADARMETROPOLIS: Surabaya - KRI Surabaya-591 kembali berangkat mengangkut ke Palu pada Jumat (16/11/2018). Kapal perang yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Heru Syamsul Hidayat ini membawa sejumlah bahan kontak yang berasal dari sumbangan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal).

Bantuan berupa beras, gula pasir, mie instant, minyak goreng, susu dan pampers bayi, obat-obatan, pembalut wanita, selimut, pakaian bekas layak pakai, dan beragam bantuan lainnya itu diberikan kepada para korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi beberapa waktu lalu.

Selain membawa bahan bantuan, KRI Surabaya-591 juga mengangkut beberapa mobil dinas yang akan dipergunakan untuk operasional penyaluran bantuan di Palu nanti.

Usai KRI Surabaya-591 tiba dan sandar di Palu, selanjutnya akan melaksanakan debarkasi material dan personel serta kendaraan yang dipakai operasional Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) untuk dibawa kembali ke tempat semula. (rcr)

Kasal: Sea Power Akan Jaga Masa Depan Indonesia



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE, MM mengatakan bahwa sumber daya laut sebagai sumber masa depan Indonesia harus diberdayakan dengan pembangunan maritim dengan konsep sea power.

Yaitu kemampuan negara dalam melindungi kepentingan politik, ekonomi, dan militer melalui pengendalian laut. Karena arti penting laut adalah sebagai pemersatu bangsa, media perhubungan serta media pertahanan dan keamanan.

Pandangan tersebut disampaikan Kasal dalam kuliah umum di Universitas Hang Tuah Surabaya yang mengambil tema “Laut Masa Depan Bangsa Indonesia”, bertempat di Gedung Pulau Benggala Graha Samudra Ganesha, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Kuliah umum Kasal tersebut diawali dengan memaparkan bahwa generasi muda pada saat ini kurang memperhatikan perkembangan materi geografi secara detail, sehingga perlu dijelaskan kembali tentang arti dari geografis Indonesia yang pada dasarnya mengandung banyak Sumber Daya Alam (SDA) yang terabaikan.

“Perguruan Tinggi di dalamnya berisi generasi muda sebagai agent of change. Jadi intinya, mahasiswa disini juga memiliki peran yang sangat penting untuk suatu perubahan dalam upaya peningkatan kemampuan pertahanan dan keamanan maritim yang merupakan indikasi dan modal kemandirian bangsa,” kata Kasal.

Kuliah umum yang diikuti oleh 900 mahasiswa dari Universitas Hang Tuah, STTAL, Kodiklat, dan AAL serta Stikes Surabaya itu mengambil topik “Peran Generasi Muda Maritim sebagai Agen Perubahan Negara Maritim yang Kuat”. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Hang Tuah Surabaya (UHT) Dr. Ir. Sudirman, SIP, SE, MAP.
                           
Menurut Sudirman, tujuan diselenggarakannya kuliah pakar tersebut adalah dalam rangka meningkatkan pendidikan, penelitian, dan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kemaritiman.

Selain itu kegiatan kuliah umum dari Kasal itu juga merupakan suatu kehormatan bagi civitas akademika UHT untuk lebih memantapkan pemahaman dan menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menunjang kegiatan perkuliahan. (rcr)

Kamis, 15 November 2018

Semua Perizinan Tuntas Blok Rel Jalan A Yani Mulai Dikerjakan



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Semua perizinan pengerjaan pemasangan blok rel di Jl Ahmad Yani, Surabaya sudah selesai secara keseluruhan per Rabu (14/11/2018). Untuk itu proyek yang terletak di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo itu kini mulai dikerjakan.

"Ya, semua izin, termasuk untuk kontraktor pelaksana juga. Sehingga, proyek sudah dijalankan. Sekarang pengerjaannya sudah bisa dimulai," kata Erna Purnawati, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini yang menjadi kendala adalah izin dari PT KAI untuk kontraktor pelaksananya. Namun sekarang sudah mendapatkan izin. Tapi kontraktornya bukan yang umum, melainkan khusus dari PT KAI.

Pemkot Surabaya tidak bisa mengintervensi pengerjaan proyek-proyek milik PT KAI, karena selama ini BUMN tersebut memang mempunyai beberapa kontraktor pelaksana yang sudah tanda tangan kerjasama untuk menggarap proyek-proyeknya. (rcr)

Polsek Tenggilis Akan Rehabilitasi Anak Kutisari Pecandu Lem



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kepolisian Sektor Tenggilis akan merehabiltasi anak-anak pecandu mabuk lem yang diamankan di kawasan Kutisari Selatan Surabaya ke psikiater. Beberapa diantaranya mengaku sudah ketagihan mabuk lem selama tiga bulan.

Petugas Polsek Tenggilis langsung memanggil orang tua dari anak-anak yang kedapatan mabuk menghirup lem castol tersebut. Anak dan orang tua ini dikumpulkan di lapangan yang letaknya tak jauh dari tempat pesta mabuk lem di Balai RT 2, RW 2 Kutisari Selatan.

"Pembinaan untuk orangtua maupun anak-anak ini bertujuan agar lingkungan dan masyarakat menyadari bahwa tindakan ini sangat merugikan mereka. Mereka mengakui, bahwa dengan menghirup ini, mereka bisa fly atau pusing. Berarti kan menimbulkan dampak kesehatan bagi mereka," kata Kompol Totok Sumarianto, Kapolsek Tenggilis.

Selain karena lem mudah didapat, pemicu anak-anak memilih mabuk lem adalah karena bau lem juga tidak terdeteksi saat pulang ke rumah. Beberapa diantara mereka tersebut mengaku merasa ketagihan setelah menghisap lem.

Selanjutnya, korban akan mendapat penanganan medis berupa rehabilitasi. Pihak Polsek Tenggilis akan terus memantau anak-anak tersebut untuk menghindari terulangnya mabuk lem.

Selain itu pihaknya juga akan menerjunkan tim untuk memberikan penyuluhan ke sekolah dan kampung sekitar terkait bahaya mabuk lem serta menghimbau agar setiap orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. (ar)

Hisap Sabu Lulusan SMP Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar



RADARMETROPOLIS: Gresik - Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan hukuman terdakwa kasus sabu sabu, Rudi Eko, lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Putusan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa.

Dalam sidang putusan Rabu sore (14/11/2018) majelis hakim yang diketuai oleh Edi SH itu menilai bahwa pria lulusan SMP tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan telah menggunakan sabu-sabu dan tanpa izin.

Putusan majelis hakim PN Gresik tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa yakni delapan tahun penjara.

Pria kelahiran Bojonegoro yang tinggal di Simo Surabaya itu ditangkap tim anti narkoba Polres Gresik pada Mei lalu. Jika tidak mampu membayar denda Rp 1 miliar, maka ia harus mengganti dengan menjalani hukuman penjara selama tiga bulan. (sri)

Tak Potensi Tsunami, Klungkung Bali Digoyang Gempa 5,3 SR



RADARMTEROPOLIS: Bali - Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala ritcher (SR) terjadi di Klungkung, Bali, Kamis (15/11/2018) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
                                           
Guncangan dilaporkan terjadi pada pukul 00:23 WIB pada kedalaman 20 KM di dasar laut. Lokasi gempa berada pada 9,42 lintang selatan (LS) – 115,41 bujur timur (BT). Titik pusat gempa berada pada 78 km Barat Daya Klungkung Bali.

Belum ada laporan kerusakan rumah maupun infrastruktur serta kemungkinan adanya korban jiwa akibat gempa tersebut hingga berita ini diturunkan. (ynt)

Cegah Kecelakaan di Perlintasan PT KAI Daop 8 Surabaya Akan Rekrut Ratusan Petugas Jaga



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo - PT Kereta Api Indonesia Daops 8 Surabaya akan merekrut ratusan petugas jaga di perlintasan yang saat ini belum ada penjaganya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api.

Menurut Kepala Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Gatot saat melakukan sidak di sejumlah perlintasan kereta api, jumlah perlintasan kereta api tercatat sebanyak 568. Dari jumlah ini hanya 165 yang telah terjaga petugas palang pintu yang menggunakan sistem otomatis. Sedangkan sisanya tidak terjaga oleh petugas.

Tahun 2017 yang lalu angka kecelakaan di perlintasan kereta api sebanyak 75 kasus. Jumlah itu menurun jika dibandingakan kecelakaan di tahun 2018 yang berjumlah 46 kasus. Angka kecelakaan di perlintasan sering terjadi karena tidak adanya petugas jaga.

“Untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan, kami mempunyai program mengisi petugas jaga di perlintasan. Sedangkan yang tidak sesuai teknis, Dirjen Perhubungan Perkeretaapian akan menutupnya,” kata Gatot.

Anggota DPR RI Komisi V, Bambang Haryo Sukanto, minta kepada PT KAI untuk membuat sejumlah program terkait keselamatan masyarakat saat melintasi perlintasan. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kecelakaan yang diakibatkan karena masyarakat tidak mengetahui tentang jadwal kereta api yang sedang melintas. (rie)

Senin, 12 November 2018

Bagus untuk Kepentingan Jatim, Emil Dukung Fandi Utomo Walikota Surabaya



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Dukungan untuk Fandi Utomo maju Pilwali Surabaya semakin deras berdatangan. Setelah Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa yang menantang Fandi Utomo maju Pilwali dan Cawapres Ma`ruf Amin mendukung Fandi Utomo Walikota Surabaya, kini giliran Wakil Gubernur Terpilih Emil Elistianto Dardak yang dengan tegas menyampaikan Fandi Utomo merupakan sosok tepat untuk memimpin Kota Surabaya ke depan.

"Fandi Utomo benar-benar sosok yang lengkap. Secara tatanan birokrasi bisa merancang kebijakan di level tinggi, dan di setiap sudut jalanan Surabaya, Fandi Utomo sosok yang dekat dengan rakyat. Saya sangat merasakan, karena sangat terbantu dengan dukungan Fandi Utomo di Pilgub Jatim kemarin," kata Emil Elistianto Dardak.

Emil mengatakan kedekatan Fandi Utomo dengan masyarakat Surabaya menunjukkan bahwa Ia adalah orang yang konsisten memperjuangkan kepentingan publik.

"Kota Surabaya sangat membutuhkan pemimpin ke depan yang tidak hanya bagus dan hebat, tapi juga konsisten memperjuangkan kepentingan warganya dan itu ada di sosok Fandi Utomo," tuturnya.

Emil lebih jauh mengungkapkan, dulu dirinya sudah membujuk Fandi Utomo maju Pilwali, karena melihat Surabaya butuh sosok yang bagus setelah kepemimpinan Tri Rismaharini. Bagi Emil, Fandi Utomo merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Surabaya ke depan.

"Jika Fandi utomo benar-benar maju Pilwali, itu sangat keren! Karena kemarin saya bujuk-bujuk masih mikir-mikir. Jika beliau benar-benar maju, saya semangat sekali dan antusias untuk mendukung penuh beliau," ujarnya.

Emil menegaskan, dirinya siap bergerak memenangkan Fandi Utomo menjadi Walikota Surabaya, karena ia yakin nanti bisa bersinergi bagus untuk kepentingan Jawa Timur ke depan. (sr)

Pemkot Jadikan Kawasan Rumah Tua Surabaya Utara Destinasi Wisata



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya bersama empat perusahaan cat mempercantik kawasan bangunan tua di Surabaya Utara yang memiliki nilai sejarah dan seni yang tinggi, agar menjadi destinasi wisata, baik untuk warga Surabaya maupun luar Surabaya. Untuk itu kawasan tersebut akan dijadikan sebagai kawasan cagar budaya.

Demikian disampaikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, usai melakukan simbolisasi pengecatan Sabtu (10/11/2018) bersama empat perusahaan cat.

"Kalau tempatnya bagus, orang dari luar Surabaya datang, lalu sekalian belanja disini," ujarnya.

Kawasan tersebut ia akui sangat indah dari segi bangunannya dan masih banyak ornamen-ornamen yang asli untuk kemudian dipercantik melalui sentuhan cat yang unik dan berwarna-warni. "Kalau warnanya biasa saja orang tidak terlalu perhatikan, tapi begitu warnanya berubah orang akan tertarik," jelas Risma.

Untuk itu Risma memberi masukan kepada salah satu perusahaan perwakilan cat agar memberi sentuhan warna yang terang pada bangunan di seberang jalan bagian atas "Pak, itu jendelanya dicat orange, lalu framenya dicat hijau. Pasti bagus," ungkapnya.

Kawasan-kawasan kota lama dipilih Risma karena dinilai memiliki potensi wisata yang apik dan baru bagi warga Surabaya. "Selain itu, kawasan ini menjadi lebih hidup utamanya di malam hari," jelasnya. 

Risma pun berharap, kawasan Surabaya Utara akan menjadi tempat wisata yang terawat dengan baik serta meningkatkan perekonomian warga.

Sebagai awalan ditandainya pembenahan kawasan kota lama, rumah Abu Han yang terletak di Jalan Karet No. 72 akan direvitalisasi. Kemudian, dilanjutkan ke beberapa titik, antara lain rumah di Jalan Panggung No. 19, rumah belakang ruko Jalan Karet No. 63 (bantaran Sungai Kalimas) dan Toko Yanmar (eks rumah Kadin) Jalan Kembang Jepun. (rie)

Gus Ipul Diharap Tetap Mau ‘Ngopeni’ dan Jadi Simpul Pemersatu Kiai Jatim


RADARMETROPOLIS: Kediri - Para kiai sepuh di Jatim berharap Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tetap mau 'ngopeni' dan menjadi simpul pemersatu para kiai di Jawa Timur. Meskipun Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul itu tahun depan sudah harus mengakhiri jabatannya.

Harapan tersebut disampaikan para Kyai saat Gus Ipul menghadiri acara Haul KH Munif Djazuli di Pondok Pesantren Queen Alfalah, Ploso, Kediri. Dalam acara yang diikuti ribuan santri dan alumni itu para kiai sepuh juga hadir. Terutama para kiai pimpinan Ponpes Alfalah, Ploso. Diantaranya KH Zainuddin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli, KH Fuad Djazuli, dan Nyai Badriyah Djazuli.  Alumni Ponpes Alfalah dari berbagai daerah di Jatim dan Jateng yang telah dikenal sebagai kyai kenamaan juga banyak yang hadir.

Dalam acara tersebut Gus Ipul diminta untuk memberikan sambutan. Ketua PBNU ini menyampaikan tentang peran kiai dan pentingnya mengingat serta meneladani kepemimpinan para kiai melalui haul seperti ini. Apalagi dalam situasi banyaknya tokoh yang secara instan ditokohkan, padahal ilmu agama mereka tidak tidak mendalam dan patut diteladani seperti para kiai di pesantren.

Gus Ipul sempat menyinggung tentang Gubernur Jatim yang akan datang. Ia meminta kepada semua yang hadir bersedia mendukung dan mendoakan gubernur terpilih yang memimpin Jatim lima tahun mendatang.

"Sebab, tantangan yang dihadapi provinsi ini tidaklah ringan. Karena itu, mari kita dukung dan doakan agar bisa memajukan Jatim dan mensejahterakan kita semua," katanya.

Kiai Nurul Huda yang memberi sambutan setelah Gus Ipul mengamini harapan cucu salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri ini. Namun ia juga meminta kepada Gus Ipul untuk tetap menjadi pemersatu para kiai meski belum terpilih menjadi Gubernur Jatim.

"Masya Allah, selama ini Gus Ipul merupakan pejabat yang sangat dekat dengan para kiai. Perannya sangat besat dalam menyatukan para kiai, sehingga tetap guyub dan selalu bersama dalam bersikap. Saya minta Gus Ipul tetap menjadi simpul pemersatu kami," kata Kiai Nurul Huda sambil terisak. (bud)

7 Komisoner Lama Ikut Berebut Jadi Komisioner KPU Jatim



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Sekitar 200 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur berebut menjadi komisioner KPU Jatim periode 2019-2024. Mereka berasal dari beragam kalangan dan profesi. Tujuh orang komisioner yang saat ini masih tercatat anggota juga ikut mendaftar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur juga ikut mendaftar kembali.

Ketujuh komisioner tersebut yakni Eko Sasmito (Ketua KPU merangkap divisi keuangan, umum, dan rumah tangga), Gogot Cahyo Baskoro (divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, dan partisipasi masyarakat) dan Choirul Anam (divisi data dan informasi).

Dewita Hayu Shinta (divisi perencanaan dan logistik), Muhammad Arbayanto (divisi teknis penyelenggaraan) serta dua komisioner yang baru sebulan ini menjabat, yaitu Rochani dan Insan Qoriawan. "Sejumlah mantan komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten/Kota," tambahnya.

Pakar komunikasi publik asal Universitas Airlangga itu lebih lanjut menjelaskan bahwa tahap berikutnya tim seleksi melakukan verifikasi administratif para pendaftar, kemudian yang lolos akan mengikuti tes tulis pada 19 November 2018.

Saat ini tim seleksi masih melakukan verifikasi, yang pengumuman kelulusannya akan dilakukan secara terbuka antara 16-18 November.

Suko berharap seleksi menghasilkan calon komisioner KPU Jatim yang profesional dan berintegritas, sekaligus memunculkan orang-orang tepat serta mampu menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pesta demokrasi.

"Komisioner yang terpilih akan bertugas melaksanakan perhelatan Pemilu serentak, yaitu Pemilihan Presiden, Pemilihan DPD, Pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi, dan Pemilihan DPRD Kabupaten/Kota pada 17 April tahun depan," terangnya. (rcr)

Minggu, 11 November 2018

Bangun Sinergitas, Forkopimda Hadiri Pamit Kenal Kapolres Madiun



RADARMETROPOLIS: Madiun - Acara pamit kenal Kapolres Madiun dari AKBP I Made Agus Prasetya, SIK, M. Hum kepada AKBP Ruruh Wicaksono, SIK, SH, MH dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun. Acara yang dilangsungkan di Sun City Hotel Jl S Parman, Sabtu siang (10/11/2018) itu berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S. Sos, ketika ditemui pada Minggu (11/11/2018) mengaku telah memberikan ucapan selamat kepada Kapolres Madiun yang baru, AKBP Ruruh Wicaksono, SIK, SH, MH.

Nur Alam pun meyakini bahwa Ruruh Wicaksono bisa bersinergi dengan Forkopimda dan dapat mengamankan wilayah hukum Polres Madiun.

Lebih jauh ia berharap semoga Kapolres Madiun yang baru tersebut bisa bersinergi dengan seluruh elemen, baik Forkopimda dan juga masyarakatnya.

"Semoga kita bisa menjadikan Kabupaten Madiun menjadi aman selalu, agar tercipta kerukunan antar sesama," kata Nur Alam.

Komandan Kodim 0803/Madiun itu juga memberikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru dan menyerahkan cinderamata kepada Kapolres Madiun lama AKBP I Made Agus Prasetya, SIK, M. Hum saat berlangsung prosesi pisah kenal.

Prosesi pisah kenal tersebut selain dihadiri Forum Komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, juga dihadiri oleh jajaran perwira Polres Madiun, Toga, Tomas, dan Ketua Pencak Silat yang ada di Kabupaten Madiun. (gun)

Sabtu, 10 November 2018

Soekarwo Tetap Beri Korban ‘Surabaya Membara’ Santunan, Meski Bukan Acara Pemprov



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan akan tetap memberikan santunan bagi korban insiden pertunjukan drama kolosal “Surabaya Membara” meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Timur bukan sebagai penyelenggara acara tersebut.

Selanjutnya, gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo itu pun meminta kepada semua pihak untuk tidak perlu mempermasalahkan siapa yang bersalah terkait perizinan acara yang digelar di Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Pertunjukan yang rutin digelar setiap tahun tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka. Akibat ditabrak KA yang sedang melaju di viaduk Tugu Pahlawan Surabaya tiga orang meninggal dunia dan belasan orang mengalami luka-luka. Korban bersama sekelompok masyarakat saat itu sedang menonton drama 'Surabaya Membara' dari viaduk kereta api.

"Saya kira bukan itu yang dipermasalahkan. Ini adalah suatu kecelakaan, yang harus kita urus secara kemanusiaan," katanya.

Pakde Karwo mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Pemprov Jatim selalu membantu kegiatan 'Surabaya Membara' itu. Tapi kebetulan pada tahun ini, pemprov tidak memberikan bantuan.

"Tapi bukan itu masalahnya. Yang pasti kita terima kasih, dalam memeriahkan Hari Pahlawan 10 Nopember. Ini partisipasi masyarakat," jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan bahwa pihak panitia sudah memberitahu bahwa masyarakat tidak boleh berada di rel KA. "Bukan salah dan benar. Tapi pendekatannya kemanusiaan. Kami berikan santunan Rp 10 juta untuk korban yang meninggal dunia dan yang sakit akan dirawat. Biaya akan sepenuhnya ditanggung pemprov," tandasnya. (sr)

Gus Ipul Sesalkan Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Gus Ipul (Saifullah Yusuf) menyesalkan kelalaian panitia pertunjukan drama kolosal ‘Surabaya Membara’. Hal ini menyebabkan ribuan massa yang membludak tidak mampu diantisipasi dengan baik.

Wakil Gubernur Jawa Timur itu pun menyatakan turut prihatin atas insiden yang mengakibatkan sejumlah warga meninggal dunia ketika menyaksikan Drama Kolosal Surabaya Membara, pada Jumat (9/11/2018) malam.

"Saya turut berbelasungkawa. Kegiatan ini sudah sering digelar. Tiap tahun tidak pernah ada musibah. Tapi kenapa tahun ini harus ada korban jiwa?" kata Gus Ipul kepada wartawan.

Gus Ipul menilai bahwa musibah tersebut terjadi dikarenakan ada kelalaian dari panitia, sehingga ribuan massa yang membludak tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu Gus Ipul minta hendaknya aparat kepolisian mencari penanggung jawab lapangan acara, termasuk juga mengusut tuntas insiden ini, sehingga ke depan kegiatan tahunan seperti itu tidak lagi merenggut korban jiwa.

"Ini acara siapa? Prinsipnya saya minta polisi segera mengusut tuntas. Panitia lapangan harus bertanggung jawab," kata Gus Ipul.

Drama kolosal Surabaya Membara adalah acara tahunan yang rutin digelar di area Tugu Pahlawan. Pada tahun ini acara tersebut memakan korban jiwa. Memang pada tahun ini terjadi peningkatan jumlah penonton yang cukup signifikan. Diantara ribuan warga yang menyaksikan, ada yang naik ke viaduk atau jembatan atas jalan kereta api.

Di saat yang sama ada kereta lewat sehingga belasan orang terjatuh dari atas viaduk. Tak hanya itu, seorang warga juga meninggal di tempat kejadian karena terlindas kereta api. (rcr)

Identitas 3 Korban Tewas ‘Surabaya Membara’ Terungkap



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Identitas tiga korban tewas penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' di Tugu Pahlawan, Jumat (9/11/2018) malam berhasil terungkap semua. Sebelumnya dua korban berjam-jam harus menjadi Mr X, karena identitasnya belum diketahui. Korban yang teridentifikasi pertama kali adalah Erikawati (9), warga Jl Kalimas Baru No 61 Surabaya.

Dua korban yang sebelumnya sempat menjadi Mr X tersebut adalah Helmi Suryawijaya (13) warga Karang Tembok Gang 5 Surabaya dan Bagus Ananda (17) warga Jalan Ikan Gurami 6/27 Surabaya. Keluarga korban sudah berada di kamar mayat untuk membawa jenazah korban pulang.

Pertunjukan drama kolosal yang digelar di area Tugu Pahlawan secara rutin setiap tahun untuk memperingati Hari Pahlawan pada tahun ini memakan korban jiwa. Ribuan warga menyaksikan antusias menyaksikan pertunjukan ini. Diantaranya ada yang melihat dari viaduk. Tragis, di saat yang sama ada kereta api lewat sehingga belasan orang terjatuh dari atas viaduk. Dua korban meninggal karena jatuh dari viaduk (jembatan rel kereta api di atas jalan raya) dan satu lagi meninggal karena terlindas kereta api.

Berikut identitas tiga korban tewas insiden Drama Kolosal Surabaya Membara:
1)      Erikawati (9) warga Jalan Kalimas Baru No. 61, Surabaya. Korban ini meninggal dunia dikarenakan jatuh dari viaduk. Korban diibawa ke KM RSU dr Soetomo, Surabaya.

2)      Helmi Suryawijaya (13) warga Karang Tembok Gang 5, Surabaya. Korban meninggal dunia dikarenakan terlindas kereta api. Korban dibawa ke KM RSU dr Soetomo, Surabaya.

3)      Bagus Ananda (17) warga Jalan Ikan Gurami 6/27 Surabaya. Korban meninggal dunia dikarenakan jatuh dari viaduk. Korban dibawa ke KM RSUD dr Soewandi, Surabaya.

(rie)

Pertunjukan Drama ‘Surabaya Membara' Tahun Ini Bawa Korban



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pertunjukan drama kolosal 'Surabaya Membara' tahun ini memakan korban. Pertunjukan yang digelar di Tugu Pahlawan, Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 19.45 WIB merenggut tiga korban jiwa dan belasan luka.
                              
Insiden terjadi akibat ketidaktertiban penonton yang melihat pertunjukan dari tempat yang membahayakan. Mereka menonton dari pinggir viaduk kereta api. Pada saat bersamaan terdapat kereta api melintas. Terjadi kepanikan.

Beberapa penonton yang berada di pinggir viaduk terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter. Ada juga penonton yang tergilas kerata hingga meninggal dunia. Mengetahui peristiwa itu penonton yang memadati bawah jembatan langsung berteriak.

Korban terluka saat ini menjalani perawatan secara intensif di tiga rumah sakit, yakni RSUD dr Soetomo, Rumah Sakit Dr Soewandhie serta Rumah Sakit PHC Perak.

Berikut identitas para korban pertunjukan drama kolosal ‘Surabaya Membara’ : 

Rumah Sakit DR Soetomo:

Korban Meninggal Dunia, Dua Orang
1.      ERIKAWATI, perempuan 9 Tahun, Pelajar kelas 3 SD Dharma, alamat Jalan Kalimas Barat No. 61 Surabaya (meninggal di TKP)
2.      Korban meninggal di TKP, belum diketahui Identitasnya

Korban Luka-luka, sebanyak 5 Orang
1.      MASANAH, perempuan 40 Tahun, Swasta, Alamat Jalan Kedinding Tengah Gg. IV No. 34 Surabaya. Korban terjatuh dari Viaduk. Luka di kaki kiri dan pinggang nyeri.
2.      RADIAN PERMADI, Laki-laki, 16 Tahun, Pelajar, Alamat Jalan Wonokusumo Bakti Gg. I No. 19 Surabaya. Korban terjatuh dari Viaduk. Tangan kiri patah dan pinggang nyeri.
3.      BAYU PRASETYO, Laki-laki, 21 Tahun, Swasta, Alamat Jalan Sidotopo Jaya Surabaya. Korban terjatuh dari Viaduk. Selangkangan kaki patah dan tangan kiri patah.
4.      A NUR AZIZ, Laki-laki, 19 Tahun, Mahasiswa, Alamat Jalan Karang Empat 9/28 Surabaya. Tangan kiri lecet.
5.      M MAULANA SAIFUDIN, Laki-laki, 15 Tahun, Pelajar, Alamat Jalan Greges Gg Makam No. 20 Surabaya. Tulang belakang nyeri dan pantat nyeri.

Rumah Sakit Dr Soewandhie:
Korban Meninggal Dunia, 1 Orang
1.      Belum diketahui Identitasnya. Ditemukan STNK Sepeda Motor Honda 125 No. Pol L 6109 OT an. ROSIDAH, Alamat Jalan Karet No. 4-C Surabaya dan HP posisi Off.

Korban Luka-luka, 12 Orang
1.      ROJAK ALI PRATAMA, Laki-laki, 17 Tahun, Pelajar SMK WACHID Hasyim 2 Surabaya, Alamat Jalan Uka 18-A/6 Surabaya. Korban terserempet KA. Luka terbuka pada pinggang.
2.      ACHMAD KOMARUDIN, Laki-laki, 17 Tahun, Pelajar SMK PGRI 10 Surabaya, Alamat Jalan Kendung Indah Gg V No. 1 Surabaya. Korban terjatuh dari Viaduk. Siku lecet dan luka terbuka.
3.      ACHMAD UMAR JAFAR, Laki-laki, 13 Tahun, Pelajar SMP 41 Surabaya, Alamat Jalan Simokerto I No. 85 Surabaya. Korban terjatuh dari Viaduk. Patah tangan kanan.
4.      MOCH NUR SAIFULLAH, Laki-laki, 13 Tahun, Pelajar SMP 42 Surabaya, Alamat Jalan Raya Greges No. 11 Surabaya. Korban Terserempet KA. Nyeri pada tulang rusuk kiri.
5.      ANDI RAHMAN SAPUTRO, Laki-laki, 15 Tahun, Pelajar SMPN 7 Surabaya, Alamat Jalan Dupak Bangunsari Gg I No. 2 Surabaya. Korban Jatuh dari viaduk. Patah kaki kanan.
6.      RAFLI, Laki-laki, 12 Tahun, Pelajar SMP, Alamat Jalan Ikan Kerapu No. 14 Surabaya. Korban terserempet KA. Lengan tangan kanan nyeri.
7.      RAHMAT AGUNG, Laki-laki, Kendung Indah IB/3 Surabaya
8.      YUSNU SOFA, Kedinding Tengah 4D/34 Surabaya
9.      SUCI ANGGRAENI, Perempuan, Simo Hilir 6J Surabaya
10.   NABILA, Perempuan, 15 Tahun, Pelajar, Jalan Ikan Kerapu I/5 Surabaya
11.   IQBAL, Kejawan Lor II/19 Surabaya
12.   RISMA, Platuk Donokerto I D/9 Surabaya

Rumah Sakit PHC Perak
Korban Meninggal Dunia, Nihil

Korban Luka-luka, 3 Orang
1.      Lim Aldi Teguh Sahputra, Laki-laki, 19 Tahun, Jalan Tuwowo Rejo 3 No. 23, RT 04/RW 04 Kelurahan Kapas Madya Kecamatan Tambaksari.  Mengeluh sakit bagian tangan kanan, sobek di bagian dagu, di siku kiri, sobek lutut kanan.
2.      Miftahul Qaromah, Perempuan, 18 Tahun, Jalan Kenjeran 86 DKA RT 06/ RW 01 Kel Kapasan Kec Simokerto. Luka sobek di bagian dagu, dislokasi pada bagian leher.
3.      Liana, Perempuan,  37 Tahun, Jalan Kalimas Barat 4/61 RT 06/RW 09 Kelurahan Krembangan Utara Kecamatan Pabean Cantian. Mengeluh sakit bagian telapak kaki kiri dan mengalami shock.

(ar)

Jumat, 09 November 2018

Anugrah: Kondisi Pasar Tradisional Tak Layak, PD Pasar Surya Harus Tanggung Jawab



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anugrah Ariyadi, meminta pasar tradisional di Surabaya harus nyaman, baik bagi pembeli maupun pedagangnya sendiri.

"Urusan kondisi fisik pasar dan segala fasilitasnya yang nyaman, baik buat para pedagang maupun para pembeli, sepenuhnya adalah tanggung jawabnya PD Pasar Surya," kata Anugrah.

Ia menambahkan bahwa sudah bukan rahasia lagi jika kondisi pasar tradisional di Surabaya memprihatinkan. Apalagi ditambah dengan datangnya musim hujan. Tambah parah lagi.

“Sementara tarikan retribusi daerah ke para pedagang jalan terus. Namun, tidak diimbangi dengan kondisi yang layak," ujar Anugrah.

Politisi PDIP itu berharap, segenap jajaran PD Pasar Surya lebih peka dan peduli terhadap nasib dan kenyamanan para pedagang di pasar tradisional.

"Mereka itu semua menerima gaji rutin bulanan yang uangnya berasal dari tarikan atau pengutan retribusi kepada para pedagang lho," tandasnya.

Sebelumnya, para pedagang pasar tradisional di Surabaya mengeluhkan kondisi tempat berjualan yang tidak nyaman, baik bagi pembeli maupun pedagang. Menurut mereka pasar tradisional di Surabaya, terlalu kotor dan becek sehingga mengganggu kenyamanan. (ar)

Longsor, Polisi Tutup Total Jalur Ponorogo Trenggalek



RADARMETROPOLIS: Ponorogo - Di area KM 16 Jalan Ponorogo-Trenggalek, sekitar Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jumat (9/11/2018) pagi terjadi longsor. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan menutup total Jalur Ponorogo-Trenggalek.

"Ya, dari beberapa hari lalu ada hujan dan kemarin memang deras. Malam sampai dinihari tadi akhirnya ada longsor di jalur Nglinggis itu, dan akhirnya dari sini kita tutup," ungkap Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono, Jumat pagi.

Setelah melakukan koordinasi dengan Polsek Tugu, Polsek Sawoo pun memasang tanda penutup jalan di jalur menuju perbatasan yang juga mengarah ke lokasi longsor. Longsor sendiri terjadi di tebing yang merupakan bagian jalan yang saat ini sedang dalam pembangunan. Terdapat pekerjaan pengecoran di sekitar lokasi untuk membuat jalan semakin kokoh.

Edi Suyono lebih lanjut menginformasikan bahwa pagi ini kabarnya personel dari Trenggalek akan turun untuk melakukan pembersihan.

“Kalau kami di sini hanya berjaga, agar pelintas tidak menuju ke sana atau memutar saja," katanya.

AKP Edi tidak menyarankan untuk melintasi jalan alternatif di sekitar lokasi longsor. "Alasannya ya jalan itu licin. Khawatir malah celaka. Lebih baik memutar saja kalau memang mau ke Trenggalek atau daerah lain yang sejalur. Lewat Madiun misalnya," ujarnya.

Wilayah tersebut merupakan perbukitan yang akhir-akhir ini rawan longsor. Beberapa kali hujan yang mengguyur wilayah tersebut dan mengakibatkan titik longsor beberapa kali kembali runtuh.

"Padahal jalur tersebut sebenarnya adalah jalan yang sedang diperlebar. Bagian atasnya itu yang berguguran kalau ada hujan. Batu dan tanah menggelinding. Akhirnya tidak bisa dilewati. Nggak tahu sampai kapan penutupan ini. Begitu bersih ya dibuka lagi," ungkapnya.

Jalur Ponorogo-Trenggalek ini merupakan salah satu jalur penting karena mempersingkat perjalanan cukup signifikan di kedua wilayah daripada memutar melalui Madiun atau Pacitan. (gun)

Hakim PN Surabaya Vonis Bebas Murni Nenek 76 Tahun



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Majelis hakim PN Surabaya memutus bebas murni Djie Kian Sioe yang didakwa melakukan pemalsuan surat. Nenek berusia 76 tahun itu dinyatakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Pujo Saksono tak bersalah.

Kuasa hukum Djie Kian Sioe, Pieter Talaway,  mengatakan bahwa kliennya dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas murni.

“Pertimbangan majelis hakim, Djie Kian Sioe tidak terbukti melakukan pemalsuan surat atau menggunakan surat palsu,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Pertimbangan kedua, bahwa barang bukti surat berupa kuitansi yang disebut palsu tersebut ternyata tidak palsu. “Karena sudah ada hasil laboratorium kriminal forensik yang menyatakan bahwa tanda tangan pelapor di surat (kuitansi dan perjanjian) tersebut identik,” ujar Pieter.

Lebih lanjut diterangkan, bahwa pelapor dalam kasus tersebut, yaitu Ferry Soetanto, sebenarnya tidak bisa menjadi pelapor. Pasalnya, Ferry statusnya hanya sebagai pembeli rumah yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Madiun. “Dia hanya sebagai pembeli rumah yang statusnya sedang sengketa,” ungkapnya.

Pieter menambahkan, sebelumnya penjual rumah yang pertama yaitu Suherman dulu pernah melaporkan Djie Kian Sioe ke Polres Madiun. Namun laporan tersebut akhirnya di SP3. Tak berhenti di situ, Djie Kian Sioe ternyata kembali dilaporkan ke Polres Madiun Kota, tapi kasusnya berhenti karena sudah ada SP3.

Untuk bisa mempidanakan Djie Kian Sioe, akhirnya rumah tersebut dijual ke Ferry. “Padahal pembeli sudah tahu rumah ini masih dalam sengketa dan sudah diputus oleh Mahkamah Agung bahwa tanah dan rumah itu harus dikembalikan ke Djie Kian Sioe,” ungkap Pieter.

Sesuai logika hukum seharusnya Ferry yang dirugikan oleh Suherman. Akan tetapi justru Suherman dan Ferry bersama-sama melaporkan Djie Kian Sioe ke Polda Jatim. “Motivasinya mungkin dia ingin kembali memiliki rumah itu, padahal sudah dibeli dan dibayar,” kata Pieter.

Djie Kian Sioe dilaporkan oleh Ferry Soetanto ke Polda Jatim atas kasus pemalsuan surat berupa kuitansi jual beli rumah yang berlokasi Madiun. Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendro Sasmito menjerat Djie Kian Sioe dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. (rie)

Kamis, 08 November 2018

Satreskrim Polres Jombang Tangkap Komplotan Curanmor Antarkota



RADARMETROPOLIS: Jombang - Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jombang menangkap komplotan curamnmor antar kota. Komplotan yang terdiri dari dua pelaku dan satu penadah tersebut menjalankan aksinya dari kota satu ke kota lainnya.

Dua pelaku tersebut adalah Ahmad Ardiyanto (23) dan Titus Aktinus Juniadi (46). Mereka warga Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Satu orang lagi yang berperan sebagai penadah adalah Eko Sutrisno (37), warga Dusun Sengon, Desa Kebontunggal, Gondang.

"Mereka kita tangkap pada Rabu malam di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Yakni, dua pelaku dan satu orang penadah. Selain itu, kami juga menyita sejumlah barang bukti," kata AKP Gatot Setyo Budi, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang, Kamis (8/11/2018).

Gatot lebih jauh menjelaskan, bahwa penangkapan komplotan tersebut berawal dari laporan korban yang bernawa Winarno (38), warga Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, Jombang. Pada 16 Oktober 2018, Winarno beserta istrinya melihat pentas musik elektone di Dusun Manunggal Kidul.

Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat S-6479-YT, korban membonceng isterinya untuk melihat pentas musik tersebut. Sampai di lokasi, ia memarkir kendaraannya di depan rumah seorang warga.

Usai melihat pentas elektone, Winarno dan isterinya bermaksud pulang. Namun warga Desa Manunggal ini kaget, melihat sepeda motor miliknya sudah tidak ada lagi di tempat semula. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dari laporan itu tim reserse Polres Jombang melakukan penyelidikan. “Hasilnya, kita mendapati komplotan pelaku curanmor asal Mojokerto yang kerap beraksi di Jombang. Kita masih kembangkan kasus ini, karena kuat dugaan ada TKP lain," jelas Gatot. (rik)

Lima Penyuap Bupati Mojokerto Ditahan KPK


RADARMETROPOLIS: Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan lima tersangka penyuap Bupati Mojokerto, MKP atau Mustofa Kamal Pasa, dalam pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015. Mereka ditahan untuk dua puluh hari pertama.

Diiinformasikan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (7/11/2018), bahwa penahanan terhadap para tersangka itu dilakukan di sejumlah rumah tahanan yang berada di Jakarta.

Tersangka OKY (Ockyanto - Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure yang tergabung di bawah naungan Tower Bersama Group) ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Penahanan terhadap tersangka OW (Onggo Wijaya - Direktur Operasi PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dilakukan di Rutan Polda Metro Jaya.

Tersangka ASH (Achmad Suhawi – Direktur PT. Sumawijaya) ditahan di Rutan Cipinang Jakarta Timur. Sedangkan tersangka ASB (Ahmad Subhan - Wakil Bupati Malang periode 2010 – 2015) dan NT (Nabiel Titawano - Swasta) di Rutan Jakarta Timur Cabang KPK.

Menurut Febri para tersangka yang ia sebutkan di atas saat ini telah ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama.

Seperti diketahui, pada 18 April 2018 telah dilakukan penyidikan dugaan suap yang menempatkan tiga orang sebagai tersangka. Yaitu, MKP (Mustofa Kamal Pasa) Bupati Mojokerto dua periode, OKY (Ockyanto) Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group), dan OW (Onggo Wijaya), Dlrektur Operasi PT. Profesional Telekomunikasi lndonesia (Protelido).

Dalam proses penyidikan tersebut ditemukan sejumlah fakta fakta baru sehingga KPK melakukan pengembangan penyidikan tersebut pada pihak lain.

Setelah terpenuhi bukti permulaan yang cukup, KPK kemudian meningkatkan perkara tersebut ke tingkat penyidikan seiring dengan penetapan 3 orang lagi sebagai tersangka, yakni NT (Nabiel Tltawano), ASH (Achmad Suhawi, Direktur PT. Sumawijaya), dan ASB (Ahmad Subhan, Swasta, Wakil Bupati Malang periode 2010 2015.

Tersangka NT diduga bersama-sama OKY selaku Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) memberi hadiah atau janji kepada MKP selaku Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan periode 2016-2021 terkait dengan Pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Pembangunan 11 Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Sedangkan, tersangka ASH dan ASB diduga bersama-sama OW selaku Direktur Operasi PT. Profesional Telekomunlkasl Indonesia (Protelindo) memberi hadiah atau janji kepada MKP selaku Bupati Mojokerto perlode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Suap terkait perizinan tersebut diduga mencapai Rp 2,75 miliar. Hal ini untuk mendapatkan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) guna Pembangunan Menara Telekomunikasi milik PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) dan PT. Profesmnal Telekomunikasi lndonesna (Protellndo) di Kabupaten Moyokerto. Total izin tersebut adalah untuk 22 menara telekomunikasi di Kebupaten Mojokerto .

Diduga Bupati Mustafa meminta komitmen fee sebagai "biaya perizinan" sebesar Rp 200 juta untuk setiap tower sehingga total nilainya Rp4,4 miliar. Dalam beberapa kali pemberian selama bulan Juni 2015, penerimaan yang sudah terealisasi terhadap Mustafa adalah Rp 2,75 miliar.

Pemberian tersebut berasal dari PT Tower Bersama lnfrastructure/Tower Bersama Grup sebesar Rp 2,2 miliar. Kemudian PT Protelindo sebesar Rp 550 juta. Setelah fee di atas dlterima, IPPR dan IMB diterbltkan. (khr)

Iklan Jokowi-Maruf Kampanye di Luar Jadwal Tapi Bukan Pidana Pemilu




RADARMETROPOLIS: Jakarta - Pemasangan iklan paslon Jokowi Ma’ruf di Harian Media Indonesia disimpulkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebagai sebagai kampanye di luar jadwal. Namun demikian pihak kepolisian dan kejaksaan sebagai unsur Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menilai hal itu bukan merupakan tindak pidana pemilu. Untuk itu Bawaslu menghentikan penanganan laporan dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, menjelaskan bahwa sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 yang kemudian diubah terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2018, kampanye berupa rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik dilakukan pada tanggal 24 Maret 2019 sampai dengan 13 April 2019.

Sehubungan dengan itu, pihak KPU saat dimintai keterangan oleh Bawaslu pada tanggal 23 Oktober 2018 dan 6 November 2018, menyatakan bahwa iklan di Harian Media Indonesia Edisi Rabu, 17 Oktober 2018 merupakan kampanye pemilu.

"KPU menyatakan kampanye yang dilakukan sebelum tanggal 24 Maret 2019 sampai dengan 13 April 2019 tidak boleh dilakukan. Namun demikian Keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota tentang jadwal kampanye di media massa belum ada. Berdasarkan kajian, Bawaslu dengan tegas menyimpulkan iklan tersebut termasuk kampanye di luar jadwal," kata Dewi dalam jumpa pers di Gedung Bawaslu, Rabu (7/11/2018).

Namun dalam melakukan penanganan tindak pidana Pemilu, Bawaslu tidak bekerja sendirian. Dalam hal ini Bawaslu harus bekerja secara bersama dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam forum Sentra Gakkumdu.

"Terhadap laporan mengenai iklan salah satu pasangan calon di media massa, Kepolisian dan Kejaksaan memiliki kesimpulan bahwa peristiwa yang dilaporkan bukan merupakan tindak pidana pemilu," ujar Dewi.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Djuhandani, menjelaskan kepolisian beranggapan tidak terpenuhinya unsur pidana. Dikarenakan sampai saat ini KPU belum menyampaikan jadwal kegiatan kampanye sehingga unsurnya belum terpenuhi.

“Aturan yang mengatur pasal itu belum ada, sehingga penyidik tidak bisa melakukan penyidikan lebih lanjut dan kepolisian memberikan rekomendasi kepada Bawaslu dalam arti satu payung di Gakkumdu bahwa untuk penerapan pasal ini belum bisa dipenuhi. Dan kepolisian merekomendasikan untuk menghentikan perkara ini," jelasnya.

Abdul Rouf dari unsur kejaksaan menjelaskan bahwa berdasarkan azas legalitas dalam melakukan tindak pidana harus ada payung hukum.

"Harus ada payung hukumnya dulu, baru pelanggaran atau kejahatan. Sehingga kami menyimpulkan, perkara yang dilaporkan ini bukan merupakan tindak pidana," katanya. (khr)

Senin, 05 November 2018

Kasus Walikota Pasuruan, Tiga Saksi Diperiksa untuk Tersangka Swasta



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa saksi-saksi kasus dugaan korupsi proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Mereka diperiksa untuk salah satu tersangka yang berasal dari swasta, Muhamad Buqir.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan ketiga saksi yang dimaksud adalah PPK/Jabatan Kepala Bidang Binamarga pada Dinas PUPR Kota Pasuruan, Akung Novajanto. Kepala Sub Bagian Pengendalian pada Bagian Layanan Pengadaan Kota Pasuruan, Wakhfudi Hidayat. Dan, PNS Badan Layanan Pengadaan Kota Pasuruan, Mahfud Hidayat.

"Ketiganya diperiksa untuk tersangka MB,'' kata Febri, Senin (5/11/2018) di Jakarta.

Namun demikian Febri tidak menjelaskan kaitan ketiganya dalam kasus dimaksud. Begitu juga dengan informasi apa yang digali penyidik terhadap ketiga saksi.

Seperti diketahui, kasus tersebut berawal saat KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Walikota Pasuruan, Setiyono, dalam dugaan penerimaan hadiah dan janji terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

Dalam OTT tersebut, KPK sempat mengamankan total tujuh orang di Ambon, yaitu: 1. SET (Setiyono). Walikota Pasuruan periode 2016-2021, DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahli/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo, MB (Muhamad Buqir) swasta/perwakilan CV M, HM (Hud Muhdlor), swasta/pemillk CV M, H (Hendrik) Staf Bapenda/Keponakan Setiyono, dan pengelola keuangan SA (Siti Amini), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Dalam kasus yang menjerat Walikota Pasuruan Setiyono, KPK menemukan sejumlah istilah atau kode yang digunakan untuk mengelabui aparat penegak hukum. Terindentifikasi penggunaan sejumlah sandi dalam kasus ini, yaitu: ”ready mix” atau campuran semen dan ”Apel" untuk fee proyek dan ”Kanjengnya" yang diduga berarti Walikota.

Diduga proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan telah diatur oleh Walikota melalui tiga orang dekatnya. Menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek dan ada kesepakatan komitmen fee rata-rata antara 5-7 persen untuk proyek bangunan dan proyek pengairan.

Komitmen yang disepakati untuk Walikota dari proyek PLUT KUMKM ini adalah sebesar 10 persen dari nilai HPS yaitu sebesar Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pokja. Pemberian dilakukan secara bertahap, yaitu tanggal 24 Agustus 2018 MB transfer kepada WTH sebesar Rp 20 juta (1 persen) untuk Pokja sebagai tanda jadi. Kemudian, tanggal 4 September 2018, CV M ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 2,2 miliar.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, tanggal 7 September 2018,  MB setor tunai kepada Walikota melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih sebesar Rp 115 juta.

Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka atau termin pertama cair.

KPK pun langsung melakukan penahanan terhadap Walikota Pasuruan, Setiyono, di rumah tahanan Pomdam Jaya Guntur.

Sementata terhadap tersangka MB (Muhamad Buqir) Swasta/ Perwakilan CV M ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Adapun DFN (Dwi Fitri Nurcahyo), Staf Ahll/Plh Kadis PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) Staf Kelurahan Purutrejo ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. (khr)

Pakde Karwo: Seperlima Kekuatan Pangan Nasional Ada di Jatim



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan bahwa Jatim masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Seperlima kekuatan ketahanan pangan nasional ada di Jawa Timur. Saat ini ketersediaan pangan berada dalam posisi surplus. Seperti misalnya beras, jagung, dan ubi kayu.

"Jatim masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dimana dari 17 persen saat ini, naik menjadi 19,3 persen secara riil terhadap nasional. Jadi, seperlima kekuatan ketahanan pangan nasional ada di Jatim," kata Pakde Karwo saat Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 Provinsi Jatim Tahun 2018 di Jatim Expo Surabaya, Senin (5/11/2018).

Diungkapkan oleh Pakde Karwo, saat ini produksi padi di Jatim surplus 4,9 juta ton, jagung surplus 6,2 juta ton, ubi kayu surplus 2,9 juta ton, dan ubi jalar surplus 135 ribu ton. Untuk beras, konsumsi beras per kapita Jatim pada sensus 2016 lalu sebanyak 91,3 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 39 juta jiwa maka kebutuhan beras di Jatim sebanyak 3,6 juta ton beras setiap tahunnya.

Untuk beras, produksi Jatim tidak hanya surplus. Tapi juga mampu memenuhi kebutuhan di 15 provinsi lain. Yang minus hanya kedelai dan bawang putih.

Menurut Pakde Karwo saat ini ada dua permasalahan dalam ketahanan pangan di Jatim. Pertama, soal menyusutnya lahan pertanian. Rata-rata, penyusutan lahan tersebut mencapai 1.953 hektare per tahun. Lahan ini berubah menjadi perkantoran, perumahan, kawasan industry, dan pariwisata.

Untuk itu, Pakde Karwo meminta para ahli dari berbagai perguruan tinggi untuk melakukan riset dan pengembangan tentang peningkatan produksi dan produktivitas, seperti penemuan bibit unggul. Ia juga minta kepada bupati dan walikota untuk mengecek kembali peraturan daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini baru 22 kabupaten yang telah membuat LP2B.

Selain itu Pemprov Jatim juga melakukan peningkatan nilai tambah hasil panen melalui program hulu hilir agro maritim. Program ini terus dilakukan karena memberikan nilai tambah pada gabungan kelompok tani (Gapoktan), bukan di perusahaan besar. Apalagi, sebagian besar UMKM Jatim berada di industri agro.

"Pilihan industri agro ini tepat, karena bahan bakunya ada di sekitar kita. Bukan impor, sehingga ekonomi Jatim stabil," ujarnya.

Permasalan kedua adalah ketersediaan air. Di mana dari 55 miliar meter kubik air setiap tahun, yang bisa ditampung hanya 19,3 miliar meter kubik dan sisanya terbuang ke laut. Sedangkan yang diperlukan Jatim sebanyak 22,2 miliar meter kubik, sehingga minus 2,9 miliar meter kubik.

Sehubungan dengan masalah tersebut Pakde Karwo meminta bupati/walikota serta kepala dinas di kabupaten/kota se-Jatim untuk melakukan efisiensi terhadap saluran air di pertanian.

"Termasuk warga yang tinggal di daerah sekitar Sungai Brantas. Bila mampu melakukan 10 persen efisiensi, maka kita bisa mengurangi kekurangan ini," katanya. Ia lalu menambahkan bahwasannya Pemprov Jatim terus mendorong penyelesaian waduk di beberapa daerah, seperti Ponorogo, Trenggalek, dan Bojonegoro.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Nina Soekarwo, menerima penghargaan Peduli Ketahanan Pangan (PKP) Tahun 2018. Penghargaan di bidang pemanfaatan lahan pekarangan untuk peningkatan ketersediaan pangan dan gizi keluarga itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.

Penghargaan tersebut diterima Bude Karwo, karena sosoknya sangat inspiratif dan berperan aktif dalam mendorong para kader PKK Jatim untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan cara menanam tanaman-tanaman produktif. Selain itu Bude Karwo juga terus berperan aktif dalam meningkatkan peran serta masyarakat utamanya dalam menekan angka kurang gizi di Jatim.

Atas upaya tersebut Pakde Karwo mengapresiasi para kader PKK di seluruh Jatim yang telah berupaya melakukan diversifikasi pangan. Hal ini sangat baik untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap konsumsi beras di Jatim.

Usai menerima penghargaan, Bude Karwo menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh kader PKK Jatim yang bekerja dengan hati dan tidak kenal lelah menggerakkan masyarakat sampai ke akar rumput untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif.

Selain Bude Karwo, Penghargaan PKP Tahun 2018 juga diberikan kepada lima kepala daerah di Jatim. Yakni, penghargaan PKP di bidang distribusi hasil pertanian diterima Bupati Banyuwangi, bidang inovasi konsumsi pangan lokal diterima Bupati Lamongan, dan bidang kemanan pangan diterima Walikota Malang.

Lalu, bidang pemanfaatan lahan marginal atau lahan kritis diterima Bupati Ponorogo,  dan bidang peningkatan ketersediaan pangan diterima Bupati Ngawi.

Usai membuka acara, Pakde dan Bude Karwo meninjau berbagai stand pameran serta peserta lomba gelar kreasi cipta menu dan inovasi teknologi pangan olahan. (sr)

Dispendukcapil Surabaya Kebut Sistem Antrian E-KTP Online



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya saat ini sedang mengebut pengerjaan sistem antrian online bersama Diskominfo. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Kota Surabaya, Iswan Arif.

Dalam sistem, aplikasi antrian online akan dibagi menjadi dua. Yaitu khusus e-KTP dan untuk layanan administrasi kependudukan selain e-KTP.

"Untuk e-KTP, dalam sistem yang kita bangun ini, warga yang butuh layanan terkait e-KTP dipersilakan untuk mendaftar secara online dengan memasukkan NIK dan jenis kebutuhannya apa," kata Iswan.

Setelah itu pendaftaran tersebut akan diterima oleh front office Dispendukcapil dan dibalas dengan sejumlah informasi. Pertama, adalah jadwal kapan warga itu bisa datang ke Dispendukcapil lengkap dengan jamnya, dan juga informasi terkait loket mana yang harus ia tuju.

Sistem di atas lebih praktis. Mengingat selama ini, jika langsung datang ke Dispendukcapil, warga akan dicek dulu NIKnya, dan menuju ke loket satu per satu.

"Malah biasanya ada yang bilang belum rekam misalnya, padahal sudah. Nah dengan sistem ini kita bisa cek dulu dia, sebenarnya sudah rekam atau belum," katanya.

Tidak hanya itu, jadwal layanan ditentukan oleh Disendukcapil lantaran waktunya vergantung dua hal. Pertama jaringan koneksi ke data center, dan kedua masalah ketersediaan blanko e-KTP.

Lebih lanjut, untuk layanan kependudukan selain e-KTP, warga bisa menentukan kapan dia bisa datang ke Dispendukcapil.

Sebab untuk layanan kependudukan selain e-KTP bisa dilakukan tanpa bergantung jaringan maupun blanko e-KTP. "Sistem online ini sedang dibangun dan akan segera digunakan begitu selesai. Bu Walikota mintanya cepat," katanya. (rcr)

Novel Menduga Kasus Penyerangan Dirinya Sengaja Tak Diungkap



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan menduga kuat kasus penyerangan dirinya memang sengaja tidak diungkap alias dipetieskan. Sebab, kasus tersebut itu sudah hampir 500 hari berlalu, tetapi belum juga ada pelaku yang ditangkap aparat penegak hukum. Hal ini disampaikan Novel melalui video yang diunggah akun instagram pro.rakyat1.

"Saya ingin menyampaikan bahwa penyerangan terhadap saya adalah penyerangan yang sengaja tidak diungkap. Saya katakan sengaja tidak diungkap itu, sebagaimana 15 bulan lalu, saya juga menyampaikan hal yang sama di media televisi," kata Novel.

Menurutnya, kalau seumpama dianggap ada proses yang berlangsung, ia menilai hal itu hanya formalitas. Ia menduga kuat proses itu formalitas.

Novel mengatakan siapa saja yang ingin memperjuangkan kebenaran dan keadilan, baik yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi maupun orang lainnya, pasti akan diserang.

"Aneh kalau kemudian berjuang atau memperjuangkan suatu kebenaran dan kemudian biasa-biasa saja, rasanya itu kompromi disana. Padahal, berjuang dengan tidak cara kompromi," tandasnya. (khr)

Basarnas Perpanjang Operasi Lion dan Tambahkan Kekuatan Personel


RADARMETROPOLIS: Jakarta - Badan SAR Nasional (BASARNAS) menyatakan operasi pencarian dan evakuasi Lion Air JT-610 registrasi pesawat PK-LQP diperpanjang selama tiga hari. Hari ini evakuasi memasuki hari ke-7.

Dalam perpanjangan masa evakuasi tersebut jumlah kekuatan personel ditambah menjadi 1.396 personel. Sebelumnya jumlah personil hanya 1.324 orang.

Rincian jumlah tersebut terdiri BASARNAS 201 orang, TNI Angkatan Darat (AD) 56 orang, TNI Angkatan Laut (AL) 456 orang, TNI Angkatan Audara (AU) 12 orang, POLRI 220 orang,

Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) 131 orang, Bea Cukai 30 orang, Palang Merah Indonesia (PMI) 30 orang, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) 18 orang, Indonesia Diver lima orang, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang 10 orang.

Pertamina 84 orang, Dinas Perhubungan Jakarta 15 orang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 42 orang serta Potensi SAR Gabungan 14 orang. Sebagai informasi, jumlah ini sudah termasuk tim penyelam gabungan.

Untuk pencarian unsur laut (wilayah perairan) mengerahkan 69 unit kapal sesuai hari sebelumnya. Luas area pencarian bawah air diperluas 5,4 KM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos.

Daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polisi Air (Polair), KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Daerah prioritas penyelaman diperluas 2,7 KM2 dari hari sebelumnya 36 NM2 yang diperkuat menjadi 152 orang dari hari sebelumnya 151 tim penyelam gabungan, dengan rincian 41 orang TIM Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari Penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, lima orang Kantor Sar Semarang, tujuh orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Korps Brigade Mobil (Brimob) empat orang, 16 orang POSSI Semarang, Indonesia Diver lima orang, Polair 14 orang serta Kantor Sar Lampung satu orang.

"Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helicopter. Yaitu, satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit HS -4207, satu unit NBO - 105 POLRI, dan satu unit Dauphin POLRI," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin (5/11/2018).

 Untuk unsur penanganan di darat tetap tersedia ambulance 30 unit, yang meliputi sembilan unit dari POLRI, PMI enam unit serta 14 unit instansi lainnya.

Pada Minggu (04/ 11) pukul 21.00 WIB, Lion Air menerima konfirmasi dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) mengenai evakuasi 34 kantong jenazah. Sehingga, total terbaru 138 kantong (03 November 34 kantong, 02 November delapan kantong, 01 November sembilan kantong, 31 Oktober delapan kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober 24 kantong).

Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS POLRI tetap dilakukan. Tim DVI POLRI telah memberikan konfirmasi hasil identifikasi 14 jenazah, pada Minggu (04/ 11) atas nama Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama (laki-laki), Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki). Sabtu (03/ 11) yaitu Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki), Endang Sri Bagus Nita (wanita); Jumat (02/ 11) Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) serta Rabu (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita).

Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko yang ada di Jakarta. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat.

Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002. (khr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites