Kolaborasi Khofifah Tekan Kematian Covid-19 Sampai Nol

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kedutaan Inggris untuk mengoptimalkan akses data real time terkait Covid-19 bagi masyarakat di seluruh Jatim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kematian sampai dengan nol.

Masih Mengakar, Polrestabes Terus Dalami Jaringan Iran

Sabu-sabu (SS) berlogo pohon kelapa yang diedarkan oleh jaringan Iran diprediksi masih akan terus diedarkan di Kota Surabaya sebagai wilayah baru peredaran.

Wakapolda Pimpin Pengamanan Pilkada Serentak Jatim

Pengamanan Pilkada Serentak Jatim 2020 dipimpin oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dalam audiensi dengan KPU Jatim, Senin (06/7/2020).

Mabes Polri Rilis Perkembangan Kasus Terorisme

Mabes Polri menggelar rilis perkembangan penangkapan kasus terorisme yang terjadi di Tanah Bumbu, Banjar Baru Kalimantan Selatan dan Cirebon Jawa Barat.

Terdampak Covid-19 Adukan Pemkot Surabaya ke KPK

Sejumlah warga terdampak Covid-19 mengadukan Pemerintah Kota Surabaya ke laman aplikasi JAGA Bansos milik Komisis Pemberantasan Korupsi atau KPK. Pengaduan tersebut terkait Bantuan Sosial atau Bansos.

Kejari Cari Bukti Baru Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M

Kejari Surabaya terus mencari alat bukti baru untuk memperkuat berkas dakwaan kasus dugaan kredit fiktif BRI Surabaya dan mencari tersangka baru..

Jadi Irup, Khofifah Ajak Segera Merdeka dari Covid

Pada momen peringatan HUT RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, 17 Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk mengikhtiarkan bisa segera merdeka dari COVID-19.

Senin, 17 Agustus 2020

Cak Machfud Dapat Jaminan Menang 100 Persen dari Emak-emak Perak Utara


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Emak-emak Kelurahan Perak Utara menjamin akan memenangkan Calon Walikota (Cawali) Surabaya, Machfud Arifin, seratus persen. Selama ini Cak Machfud telah menjadi panutan mereka sejak lama.

“Saya jamin, semuanya mendukung ke Pak Machfud Arifin. Beliau sudah menjadi panutan kami sejak lama,” ungkap tokoh Emak-emak Perak Utara, Yuyun Sayuna.

Lebih jauh diungkapkan bahwa Cak Machfud adalah sosok yang memiliki segudang pengalaman dalam memimpin. Ia terbukti dipercaya memimpin provinsi sebagai Kapolda di tiga wilayah berbeda.

Pertama kali, menjadi Kapolda di Provinsi Maluku Utara. Kemudian, di Kalimantan Selatan. Dan terakhir di Jawa Timur. Selama menjadi Kapolda, Cak Machfud dikenal sebagai bapak pembangunan.

Sebutan itu disandang Cak Machfud dikarenakan ia berhasil mewujudkan berbagai pembangunan di tempatnya mengabdi. Contohnya, di Polda Jatim Cak Machfud membangun rumah ibadah, rumah sakit, rumah dinas, dan gedung perkantoran.

Masjid yang ia bangun itu bahkan memiliki predikat sebagai rumah ibadah terbaik di seluruh Polda di Indonesia

“Kepemimpinan Pak Machfud Arifin sudah tidak diragukan, beliau berpengalaman dalam memimpin. Insya Allah masalah pembangunan di kota ini dapat diteruskan dan menjadi lebih baik jika beliau diamanahkan menjadi Walikota Surabaya,” kata Yuyun.

Hal serupa diungkapkan oleh Sutra, tokoh perempuan lainnya. Menurutnya Kota Surabaya membutuhkan pemimpin berpengalaman. Maka dari itu ia akan berupaya menyumbangkan 100 persen suara untuk Cak Machfud di lingkungan RT. 09 Perak Utara.

“Saya akan berusaha memberikan 100 persen suara untuk Pak Machfud Arifin. Tidak hanya di lingkungan masyarakat saya saja, namun juga komunitas maupun organisasi yang saya ikuti, seperti muslimat NU,” jelas Sutra. (ar)

 

Jadi Irup HUT RI ke-75 di Grahadi, Khofifah Ajak Masyarakat Ikhtiarkan Segera Merdeka dari Covid


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pada momen peringatan HUT RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, 17 Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, untuk mengikhtiarkan bisa segera merdeka dari COVID-19. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun mengingatkan bahwa di tengah pandemi, wujud bela negara tentu berbeda dengan kondisi normal.

"Untuk memeringati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun ini, bagi kita semua, warga Indonesia, warga Jawa Timur, kali ini kita ikhtiarkan bagaimana kita semua merdeka dari pandemi COVID-19," kata Khofifah.

Menurutnya saat ini bela negara di tengah pandemi diwujudkan dengan cara berbeda. 

"Bela negara kita saat ini dengan kita memakai masker, jaga jarak yang aman dan rajin cuci tangan dengan air mengalir. Ini upaya kita melindungi diri, melindungi masyarakat. Ini menjadi cara bela negara hari ini. Saya mengajak kita semua bagaimana kita bisa merdeka dari pandemi COVID-19," tegasnya.

Sesuai pedoman dari pemerintah pusat, upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Republik Indonesia diselenggarakan secara terbatas dan menaati protokol kesehatan. Di Gedung Negara Grahadi di Surabaya upacara dihadiri sekitar 120 orang. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya jumlahnya bisa mencapai 3.500 orang.

Hal yang berbeda juga terlihat pada prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Jika biasanya dilakukan oleh 70 petugas atau pasukan 17, 8 dan 45, maka di masa pandemi saat ini petugas pengibar bendera dibatasi hanya tiga petugas. 

Tiga siswa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tersebut adalah Rafi Gustiar Aszamzamy (SMAN 1 Srengat, Blitar), Mokhamad Zacky Gutawa (SMKN 1 Jetis, Mojokerto) serta Findar Amelia Hariami (SMAN 1 Kesamben, Blitar).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi inspektur upacara yang diikuti anggota dari berbagai satuan. Diantaranya adalah Satpol PP, wanita TNI dan Polwan, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Letkol (Mar) Aang Andy Warta yang kesehariannya menjabat Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir.

Adapun petugas pembaca Naskah Proklamasi adalah Ketua DPRD Jatim Kusnadi dan pembacaan doa oleh Kepala Dinas Sosial Jatim, M Alwi. 

Iringan lagu-lagu nasional dibawakan oleh paduan suara yang beranggotakan hanya 20 orang. (sr)

 

 

Lebih Aman daripada Daring di Warkop, Besok Jatim Gelar Hari Pertama Uji Coba Sekolah Tatap Muka


 RADARMETROPOLIS: Surabaya - Hari pertama pelaksanaan uji coba terbatas sekolah tatap muka di Jawa Timur akan dilangsungkan pada Selasa (18/08/2020). Kegiatan belajar tatap muka dinilai lebih aman dibandingkan belajar daring yang dilakukan secara bergerombol di warung-warung kopi.

 

“Selama ini banyak yang ikut sekolah daring di warkop dan bergerombol. Maka daripada tidak terkendali, kita melakukan uji coba sekolah tatap muka. Hasilnya kita akan evaluasi di akhir Agustus,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Senin (17/08/2020) usai upacara Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 di Gedung Negara Grahadi..

 

Lebih jauh diinformasikan bahwa besok Gubernur Jatim akan mengunjungi hari pertama uji coba terbatas yang per kelas siswanya hanya ada 9 hingga 18 orang per kelas, yakni ke SMAN 2 Probolinggo, SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

 

Dipastikan bahwa Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo belum diperkenankan melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka. Begitu juga dengan daerah lain yang masih zona merah. Daerah yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka tersebut adalah yang zona penularan Covid-nya oranye dan kuning.

 

“Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo belum, karena masih zona merah,” kata Wahid.

 

Lebih lanjut dikatakan Wahid bahwa untuk uji coba terbatas tersebut sifatnya sangat fleksibel dan dapat berubah jika memang status risiko dampak penularan daerah berubah warna.

 

Setiap daerah yang diperbolehkan menggelar uji coba hanya dilakukan uji coba di tiga sekolah. Yaitu satu SMA, satu SMK, dan satu SLB, baik negeri maupun swasta, tergantung dengan kesiapan sekolah yang bersangkutan.

 

Sedangkan terhadap siswa yang mengikuti uji coba terbatas diberlakukan syarat wajib, yakni mendapatkan izin dari orang tua. Dan datanya disampaikan ke kepala cabang dinas di wilayahnya masing-masing.

 

Untuk siswa yang tidak mendapat giliran masuk dalam uji coba terbatas tersebut juga akan tetap mengikuti kegiatan belajar di rumah melalui sistem daring.

 

Dengan demikian dalam masa uji coba itu guru mendapatkan tugas dobel yaitu memberikan kegiatan belajar mengajar tatap muka dalam jumlah terbatas dan juga memberikan kegiatan belajar online bagi yang belajar di rumah.

 

Uji coba sekolah tatap muka dilakukan tiga jam sehari dengan empat jam pelajaran. Uji coba ini akan dilakukan dalam waktu dua pekan.

 

Dipilihnya siswa SMA/SMK untuk mengikuti uji coba terbatas sekolah tatap muka didasarkan pada pertimbangan karena mereka dianggap sudah dalam kondisi yang cakap dalam melaksanakan protokol kesehatan. (sr)

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Hari pertama pelaksanaan uji coba terbatas sekolah tatap muka di Jawa Timur akan dilangsungkan pada Selasa (18/08/2020). Kegiatan belajar tatap muka dinilai lebih aman dibandingkan belajar daring yang dilakukan secara bergerombol di warung-warung kopi.

 

“Selama ini banyak yang ikut sekolah daring di warkop dan bergerombol. Maka daripada tidak terkendali, kita melakukan uji coba sekolah tatap muka. Hasilnya kita akan evaluasi di akhir Agustus,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Senin (17/08/2020) usai upacara Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 di Gedung Negara Grahadi..

 

Lebih jauh diinformasikan bahwa besok Gubernur Jatim akan mengunjungi hari pertama uji coba terbatas yang per kelas siswanya hanya ada 9 hingga 18 orang per kelas, yakni ke SMAN 2 Probolinggo, SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

 

Dipastikan bahwa Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo belum diperkenankan melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka. Begitu juga dengan daerah lain yang masih zona merah. Daerah yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba terbatas sekolah tatap muka tersebut adalah yang zona penularan Covid-nya oranye dan kuning.

 

“Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo belum, karena masih zona merah,” kata Wahid.

 

Lebih lanjut dikatakan Wahid bahwa untuk uji coba terbatas tersebut sifatnya sangat fleksibel dan dapat berubah jika memang status risiko dampak penularan daerah berubah warna.

 

Setiap daerah yang diperbolehkan menggelar uji coba hanya dilakukan uji coba di tiga sekolah. Yaitu satu SMA, satu SMK, dan satu SLB, baik negeri maupun swasta, tergantung dengan kesiapan sekolah yang bersangkutan.

 

Sedangkan terhadap siswa yang mengikuti uji coba terbatas diberlakukan syarat wajib, yakni mendapatkan izin dari orang tua. Dan datanya disampaikan ke kepala cabang dinas di wilayahnya masing-masing.

 

Untuk siswa yang tidak mendapat giliran masuk dalam uji coba terbatas tersebut juga akan tetap mengikuti kegiatan belajar di rumah melalui sistem daring.

 

Dengan demikian dalam masa uji coba itu guru mendapatkan tugas dobel yaitu memberikan kegiatan belajar mengajar tatap muka dalam jumlah terbatas dan juga memberikan kegiatan belajar online bagi yang belajar di rumah.

 

Uji coba sekolah tatap muka dilakukan tiga jam sehari dengan empat jam pelajaran. Uji coba ini akan dilakukan dalam waktu dua pekan.

 

Dipilihnya siswa SMA/SMK untuk mengikuti uji coba terbatas sekolah tatap muka didasarkan pada pertimbangan karena mereka dianggap sudah dalam kondisi yang cakap dalam melaksanakan protokol kesehatan. (sr)

Dilaksanakan Beda, Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Balai Kota Surabaya


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Tapi pada peringatan HUT RI ke-75 Senin (17/8/2020) di Taman Surya Balai Kota Surabaya, situasinya benar-benar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain wajib memakai masker, jumlah undangan juga dibatasi. Peserta dari jajaran OPD, mengikuti upacara secara daring.

Pada tahun-tahun sebelumnya undangan dan peserta yang hadir mencapai ribuan orang. Sedangkan pada upacara kali ini hanya diikuti oleh puluhan peserta. Termasuk jumlah petugas pengibar bendera, juga tak sebanyak sebelumnya.

Dikarenakan serangan pandemi Covid-19, upacara dilangsungkan dengan penerapan protokol kesehatan.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan beberapa hal dalam sambutannya. Di antaranya adalah mengingatkan tentang protokol kesehatan.

"Hari ini, kita belum terlepas dari Pandemi Covid–19 yang melanda seluruh belahan dunia," kata Risma.

Ia menyampaikan pentingnya gotong-royong untuk keluar dari situasi wabah.

Risma juga menyampaikan kondisi terbaru di Kota Surabaya yang dilaporkan semakin membaik. Tingkat penularan yang sudah lebih rendah, kemudian juga diikuti tingkat kesembuhan yang meningkat.

Untuk itu Risma mengajak warganya agar membiasakan diri melaksanakan karakter baru di Surabaya, dimana warga harus terus meningkatkan kedisiplinan.

"Warga Surabaya Wani Disiplin, Wani Kerja Keras, dan Teguh Menjaga Kebersamaan," ujar Risma.

Upacara peringatan HUT RI ke-75 di Balai Kota tersebut diikuti oleh Forkopimda Surabaya dan beberapa pihak yang mendapat penghargaan dari Pemkot Surabaya.

Usai mengikuti upacara di Taman Surya, para undangan dan Forpimda Surabaya mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di Istana Negara melalui daring. (ar)

 

Minggu, 16 Agustus 2020

2.694 ASN Jatim Rapid Test Dulu Sebelum Dapat Penyematan Satyalancana Karya Satya


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim pada tahun ini dilakukan dengan tradisi yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini penyematan dilakukan secara langsung oleh Gubernur dan Wagub. Perbedaan lainnya, para ASN tersebut diharuskan mengikuti rapid test yang telah disediakan di lokasi acara.

Sebagaimana diketahui, pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim hanya diikuti secara simbolis oleh perwakilan ASN.

Pada tahun ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyematkan secara langsung Satyalancana Karya Satya tersebut kepada 2.694 ASN Pemprov Jatim secara bertahap.

Menurut Khofifah, penyematan diputuskan dilakukan secara bertahap, dikarenakan pada tahun ini total ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang mendapatkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia ada 2.694 orang. Terdiri dari Satyalancana Karya Satya Masa Kerja 30 tahun sebanyak 902 orang, Masa Kerja 20 tahun sebanyak 724 orang serta Masa Kerja 10 tahun sebanyak 1.069 orang.

“Dengan jumlah sebanyak ini, maka kami lakukan penyerahannya secara bertahap. Apalagi, tanda kehormatan ini adalah dari Presiden RI, sehingga penyematan langsung ini menjadi penghormatan dan apresiasi kami bagi seluruh ASN Pemprov Jatim,” kata Khofifah di Kantor Gubernur Jatim, Minggu (16/8/2020).

Penyematan tersebut dibagi menjadi banyak sesi dan tetap memenuhi protokol kesehatan. Setiap sesi hanya diikuti maksimal 75 orang ASN.

Sebelum mengikuti acara tersebut, para ASN pun diharuskan mengikuti rapid test yang telah disediakan di lokasi acara.

Dengan menyematkan secara langsung, Khofifah berharap hal itu akan menjadi semangat dan motivasi bagi para ASN untuk terus mendedikasikan kinerja terbaiknya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Selain itu diharapkan juga bisa menjadi kekuatan dan bentuk apresiasi bagi para ASN.

“Satyalancana Karya Satya ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 66/TK/Tahun 2020. Jadi, ini merupakan tanda penghargaan kepada ASN yang telah berbakti selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun secara terus menerus, dan mereka dianggap memiliki dedikasi luar biasa dan loyalitas pada negara,” katanya.

Khofifah lebih jauh mengatakan saat ini bukanlah era kompetisi, melainkan era kolaborasi dan sinergi. Untuk itu ia meminta seluruh ASN untuk menguatkan kolaborasi dan sinergitas baik internal maupun eksternal.

Hal itu dilakukan diantaranya adalah dengan memperkuat gerakan Bangga Buatan Indonesia. Selain itu antara satu OPD dengan yang lainnya dapat membangun kolaborasi seperti business matching antara Disperindag, Dinas Koperasi UMKM, dan Dinas Pertanian dan Peternakan.

“Di era yang penuh dengan perubahan yang sangat cepat ini, ASN dituntut untuk mampu cepat beradaptasi terutama soal teknologi. Sebagai contoh, di masa seperti ini seringlah mengikuti Webinar, sehingga setiap program harus berbasis data scientific dan melibatkan scientist,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah kembali mengutip pesan dari Prof Rhenald Kasali saat Raker Keselarasan Tatanan Baru Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial beberapa waktu lalu, bahwa saat ini dibutuhkan narasi yang membangun optimisme, persaudaraan, dan memberikan kekuatan untuk terus melaju ke depan.

“Kalau kita menyampaikan sesuatu yang positif, maka yang terbangun adalah optimism. Kalau kita menarasikan sesuatu yang destruktif, maka yang muncul adalah negatif,” katanya.

Untuk itu ia mengajak para ASN untuk menyampaikan narasi tersebut melalui status aplikasi pesan singkat maupun media sosial yang dimiliki, terlebih saat ini menjelang HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.

Gubernur meminta kepada semua pihak untuk menyampaikan pesan-pesan nasionalisme, pesan-pesan heroisme.

“Kebetulan kita berada di kota pahlawan. Ini menjadi pendorong kita hari ini untuk terus bersemangat, bekerja lebih baik, lebih keras, lebih professional. dan lebih sistemik lagi,” katanya.

Khofifah juga kembali mengingatkan agar ASN untuk menjaga netralitas. Apalagi, 9 Desember mendatang 19 kabupaten/kota di Jatim akan melaksanakan pilkada serentak.

“Jaga netralitas ASN, jaga marwah Pemprov Jawa Timur, bangun demokrasi secara berkualitas,” tandasnya. (sr)

 

Tugaskan Secara Khusus Relawan TKSK, Khofifah Kirim Perintis Kemerdekaan, Keluarga Pahlawan, dan Veteran Ratusan Bingkisan


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Para perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, keluarga pahlawan, dan veteran Jatim mendapat bingkisan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Bingkisan berupa souvenir dan paket sembako ini diantar secara khusus oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. TKSK sendiri merupakan relawan kesejahteraan sosial dalam jaringan Kementerian Sosial.

Total penerima bingkisan ada 202 orang dengan rincian 181 orang pejuang perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan serta keluarga pahlawan dan veteran serta 21 orang yang berasal dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jatim.

“Bingkisan ini sebagai penyambung silaturahmi antar generasi bangsa. Tanpa para pejuang, kita tidak dapat menikmati apa yang disebut merdeka,” ungkap Khofifah.

Menurut Khofifah, HUT RI menjadi momentum tepat untuk mengeratkan kembali rasa persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa, sekaligus me-recharge kembali semangat nasionalisme, patriotisme, dan rela berkorban.

“Bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, menurut saya ini waktu yang sangat tepat untuk kita konsolidasi perasaan kita, konsolidasi pikiran kita, konsolidasi gerakan kita,” ujarnya.

Khofifah mengatakan bingkisan sengaja dikirim karena situasi dan kondisi Indonesia yang masih menghadapi pandemi Covid-19.

Terlebih sebagian besar para perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, keluarga pahlawan, dan veteran telah berusia lanjut.

Diungkapkan Khofifah bahwa pada tahun-tahun sebelumnya para perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, veteran, dan keluarga pahlawan diundang ke Gedung Negara Grahadi untuk mengikuti rangkaian upacara HUT RI.

Namun, karena ada pandemi Pemprov Jatim mengambil keputusan untuk membatasi jumlah undangan guna meminimalisir risiko penularan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga dan mengisi kemerdekaan yang sudah diraih ini dengan sesuatu yang bermanfaat.

 

Pemberangkatan TKSK dalam tugasnya mengirim bingkisan bagi elemen bangsa yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia itu dilepas langsung oleh Gubernur Khofifah di halaman Kantor Gubernur Jatim, Kota Surabaya, Minggu (16/08/2020). Dalam kegiatan ini Khofifah Wakil Gubernur Emil Dardak, Sekda beserta jajaran Forkopimda. 

Usai memberangkatkan paket bingkisan, Gubernur Khofifah menyempatkan diri mengunjungi salah seorang janda perintis kemerdekaan, Pudji Astuti, di Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.

Pudji Astuti sendiri merupakan istri dari Perintis Kemerdekaan RI, (alm) Muchsin. Semasa hidupnya, almarhum Muchsin melakukan gerilya di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan. 

Puji Astuti yang menerima kunjungan Khofifah mengaku sangat bangga atas kunjungan tersebut. Puji juga mengucapkan terimakasih atas silaturahmi ke rumah yang merupakan rumah dinas milik Kodam V Brawijaya.

"Maturnuwun sanget dirawuhi ibu Gubernur yang sudi hadir di rumah saya, maturnuwun," ungkapnya.

Puji berharap bahwa pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dari Indonesia khususnya Jawa Timur dan tidak terjadi apa-apa di negeri ini. Serta rakyatnya bisa selalu rukun dan saling menghormati antara satu dengan lainnya. Dengan berakhirnya Covid, ia juga berharap anak-anak bisa kembali belajar di sekolah dengan normal.

Ketua LVRI Jatim, Brigjen TNI (Purn) Drs. Ismadi, MSi mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi para perintis kemerdekaan, janda perintis kemerdekaan, keluarga pahlawan, dan veteran. Apalagi peringatan HUT RI Ke-75 berlangsung dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. (rie)


Selasa, 04 Agustus 2020

Kebijakan Strategis dari Pemerintah Pusat untuk Banyuwangi Setelah Menteri Luhut Laporan ke Presiden Joko Widodo



RADARMETROPOLIS: Banyuwangi - Pemerintah pusat kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) berbagai program pengembangan Banyuwangi, Selasa (04/08/2020). Rakor virtual yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, ini juga dimaksudkan sebagai pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

 

”Hasil dari rakor kunjungan ke Banyuwangi sudah saya laporkan kepada Presiden Jokowi. Presiden mengintruksikan kepada kami agar segera menindaklanjuti dan enggak pakai lama,” kata Luhut membuka rakor.

 

Luhut menyatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat yang digelar Kemenko Marves di Banyuwangi pada 29 Juli 2020 lalu.

 

Rakor kali ini diikuti Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibyo, Kementerian LHK, Kemendikbud, Kementerian BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dirut PT Pelindo III Saefudin Noer dan berbagai instansi lainnya.

 

Rakor menghasilkan berbagai kebijakan strategis untuk Banyuwangi. Mulai infrastruktur jalan, transportasi udara hingga pariwisata yang berpadu dengan UMKM dan sektor pertanian.

 

 

Di antaranya adalah percepatan pengembangan amenitas di Taman Nasional Alas Purwo untuk menyongsong World Surf League 2021, Pantai Marina Boom, pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Ijen, dukungan Geopark Ijen menjadi geopark dunia UNESCO.

 

Ada pula percepatan penyelesaian pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), terminal terpadu, kapal patroli kawasan pantai dan berbagai infrastruktur jalan.

 

Juga langkah pembukaan kembali penerbangan Banyuwangi-Bali menunggu perkembangan pandemi Covid-19 dan pulihnya pasar pariwisata.

 

Luhut mencontohkan, untuk Alas Purwo, penambahan amenitas di Pantai Plengkung dilakukan untuk menyongsong ajang World Surf League (WSL) pada 2021.

 

Ajang selancar paling bergengsi di dunia yang merupakan hajatan dengan social engagement terbesar ketiga dari seluruh event olahraga sejagat tersebut juga akan dijadikan sarana pemulihan pariwisata Indonesia.

 

Luhut mengatakan sudah melihat langsung Alas Purwo. Potensinya luar biasa. Seperti G-Land yang menjadi lokasi favorit peselancar dunia. Menurutnya sangat bagus jika dilengkapi amenitas dengan tetap memperhatikan keaslian hutan.

 

”Juga harus percepat pengembangan Marina Boom, memiliki histori menarik sejak zaman Belanda. Saat ini sudah ada yacht yang dikelola swasta, saya minta segera dipercepat pembangunannya. Demikian juga pengembangan Kawah Ijen, Pulau Merah harus dipercepat,” tambah Luhut.

 

Luhut juga mengintruksikan Kementerian Perhubungan membantu kapal patroli pantai-pantai Banyuwangi dan merevitalisasi Terminal Sri Tanjung.

 

Kepada Kemen PUPR, Luhut menginstruksikan membantu berbagai perbaikan dan pembangunan jalan. Termasuk dalam menopang pelaksanaan Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, yang selama ini belum pernah mendapat dukungan APBN. Pemerintah pusat akan membantu pelaksanaan Tour de Ijen sebesar Rp 30 miliar.

 

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sangat berterima kasih dengan perhatian pemerintah pusat.

 

Menurut Anas, keroyokan dari berbagai kementerian akan mempercepat pemulihan Banyuwangi sebagai salah satu sentra perekonomian di timur Jawa.

 

”Terima kasih Bapak Presiden, Pak Luhut, para menteri, dan Gubernur Ibu Khofifah. Dengan keroyokan ini, akan mempercepat pembangunan Banyuwangi, sehingga kendala-kendala yang selama ini dialami pemerintah daerah bisa segera teratasi,” kata Anas. (nis)


Tidak Terpengaruh Pandemi, Khofifah Dorong Produk Olahan Makanan Jatim Kuasai Pasar Ekspor Hingga Timur Tengah



RADARMETROPOLIS: Mojokerto - Industri olahan makanan menjadi kontributor tertinggi bagi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur. Selain itu termasuk industri yang tidak terpengaruh adanya pandemi. Atas dasar dua hal positif yang menguntungkan itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong produk olahan makanan asal Jawa Timur bisa memperluas market hingga kelas ekspor.

 

“Terbukti di PT CPI ini, produk olahan makanan milik mereka justru meningkat produksinya selama pandemi dan tidak ada PHK selama pandemi covid-19,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kegiatan kunjungan kerja ke pabrik Charoen Pokphand Indonesia, Selasa (04/08/2020).

 

Ia optimistis bahwa industri olahan makanan ini akan jadi penguatan pergerakan ekonomi Jawa Timur.

 

Di sisi lain, jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, Khofifah mengingatkan masyarakat untuk tak ragu belanja produk lokal.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah turut meninjau proses pembuatan produk sosis hingga nugget hingga pengemasan.

 

Sebagai produk olahan daging ayam, Khofifah menyebut dan meminta agar proses penyembelihan ayam di pabrik yang dikenal dengan Fiesta ini tetap dilakukan secara manual. Karena hal itu akan menjadi tolok ukur kehalalan produk dan mendorong masyarakat untuk membeli produk olahan makanan asli Jawa Timur tersebut.

 

Dalam kunjungannya ke pabrik sosis, nugget, dan juga aneka olahan ayam berbasis frozen food itu Khofifah ingin pabrik tersebut memperbanyak pengiriman produk hingga ke Timur Tengah yang pasarnya cukup potensial.

 

Khofifah mengungkapkan industri olahan makanan Charoen Pokphand Indonesia mempunyai market yang cukup kuat. Bahkan dibanding year on year tahun lalu, sampai Juni ini ada peningkatan pasar. Dari informasi yang diperolehnya pada tanggal 20 Agustus ini akan ada ekspor perdana PT CPI ke Timor Leste. Ia pun mendorong agar ada juga perluasan market ke Timur Tengah, seperti ke Arab Saudi dan Qatar.

 

“Maka saya mendorong perluasan market luar negeri terutama peguatan dari industri olahan makanan yang ada di PT CPI, karena memang penyumbang PDRB tertinggi,” tandas Khofifah. (ar)


KPU Jawa Timur: Konsekuensi UU Pemilu 7/2017, Masa Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Hanya 3 Tahun



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan masa jabatan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020 bukan lima tahun, tetapi hanya tiga tahun. Hal ini sebagai konsekuensi dari pelaksanaan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.  Yang mana pada 2024 mendatang Pilkada serentak akan kembali digelar.

 

"Sesuai Undang-undang, memang 2024 akan kembali menggelar Pilkada secara serentak," kata Ketua KPU Jatim, Choirul Anam, Selasa (04/08/2020).

 

Undang-undang yang dimaksudkan disitu adalah UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017.

 

"Sebagai konsekuensinya, masa jabatan kepala daerah terpilih di 2020 bukan lima tahun namun sekitar tiga tahun. Setelah dipilih di 2020, Kepala daerah terpilih baru dilantik di 2021," katanya.

 

Pelaksanaan pilkada serentak 2024 berjalan seiring dengan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

 

Hal itu juga selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta penerapan keserentakan dalam pemilu.

 

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan, pemilu serentak dalam praktik sistem pemerintahan presidensial tetap konstitusional. Hal itu tercantum dalam putusan MK nomor 55/PUU-XVII/2019.

 

MK dalam putusan yang menolak uji materi terkait keserentakan pileg dan pilpres itu juga memberikan lima alternatif pilihan keserentakan dalam pilkada.

 

Satu di antaranya, Pemilu serentak nasional untuk memilih anggota DPR, DPD, Presiden/Wakil Presiden.

 

Beberapa waktu setelahnya dilaksanakan Pemilu serentak provinsi untuk memilih anggota DPRD Provinsi dan memilih gubernur.

 

Kemudian beberapa waktu setelahnya dilaksanakan Pemilu serentak kabupaten/kota untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota dan memilih Bupati dan Wali Kota.

 

Di antara lima opsi keserentakan yang diperbolehkan MK, belum diturunkan ke dalam perundangan. Namun, putusan MK memastikan pilkada serentak akan berlangsung 2024 dan tinggal menentukan teknis keserentakannya.

 

Pada 2020, sebanyak 19 daerah dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur akan menyelenggarakan Pilkada serentak.

 

Usai pemungutan suara pada 9 Desember mendatang, para kepala daerah terpilih akan dilantik pada awal tahun 2021.

 

Mengingat, 17 kepala daerah akan habis masa jabatannya pada 17 Februari 2021, termasuk Wali Kota Surabaya.

 

Sedangkan dua daerah lainnya akan habis pada 4 April 2021 (Pacitan) dan 20 Juni 2021 (Tuban). (rie)

 


Senin, 03 Agustus 2020

Audiensi dengan Pemkot Deadlock, Pekerja Hiburan Malam Surabaya Belum Boleh Kerja



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Audiensi antara perwakilan pekerja tempat hiburan malam yang menolak Perwali 33 Tahun 2020 tentang Rekreasi Hiburan Malam dengan pihak Pemerintah Kota Surabaya, Senin (03/08/2020), tidak berhasil membuahkan kesepakatan. Dalam rapat yang digelar di Dapur Umum Balai Kota itu, Pemkot bersikukuh dengan pandangannya bahwa jika RHU dibuka sebelum ada kajian yang mendalam akan menimbulkan resiko penularan Covid-19 yang tinggi.

 

Beberapa unsur pimpinan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditugaskan Pemkot mengikuti rapat tersebut. Yakni Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto, Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto. Selain itu dari pihak kepolisian ada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir.

 

Kepala Dinas Pariwisata Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan terkait dengan ketentuan tempat hiburan malam yang harus tutup, sebagaimana tertuang dalam Pasal 20 Perwali Nomor 33 tahun 2020 adalah sudah berdasarkan kajian yang dilakukan dengan melibatkan ahli termasuk pakar kesehatan.

 

"Analisa dari tim kesehatan, menyampaikan kajian, tempat hiburan malam itu memiliki resiko tinggi, karena sulit menerapkan protokol kesehatan," kata Antiek.

 

Sementara itu Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto mengatakan aspirasi para pekerja tempat hiburan malam tersebut akan ditampung untuk nantinya disampaikan langsung kepada Walikota Risma.

 

Menurutnya untuk membuka tempat hiburan malam memang harus dilakukan revisi Perwali Nomor 33 Tahun 2020. Namun, menurut Irvan proses revisi itu tidak bisa langsung dilakukan, sebab membutuhkan kajian, termasuk terkait dengan situasi pandemi Covid-19.

 

Para pekerja hiburan adalah warga yang terdampak pandemi. Dalam pertemuan itu mereka menyampaikan bahwa akibat penutupan tempat kerja mereka dalam beberapa bulan ini penghasilan mereka terpukul.

 

Oleh karena itu ratusan pekerja hiburan malam tersebut menuntut tempat mereka bekerja langsung dibuka pasca aksi damai tersebut dikarenakan banyak dari mereka yang terimbas.

 

"RHU kok ditutup, sementara hotel kok tetap buka," kata Noerdin, perwakilan massa saat audiensi dan rapat dengar aspirasi itu.

 

Mereka menuntut agar ketentuan Perwali 33 yang mengatur tentang RHU direvisi atau dicabut. Sebab menurut mereka hingga saat ini belum ada klaster penularan di tempat hiburan malam.

 

Sebenarnya, massa ingin menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini secara langsung untuk menuntut pencabutan Perwali 33 itu. Namun Risma tak dapat menemui lantaran disebut ada acara lain yang harus dihadiari. (rie)


Kontribusi Beras untuk Nasional 17%: Kondisi Pandemi, Jatim Tetap Jadi Andalan Pangan Indonesia



RADARMETROPOLIS: Di tengah kondisi dilanda pandemi COVID-19, Provinsi Jawa Timur tetap bisa mempertahankan keberadaannya sebagai andalan pangan Indonesia. Diketahui kontribusi beras Jatim untuk Nasional saat ini mencapai 17 persen. Ini karena Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tak pernah bosan untuk terus melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kendala dalam proses produksi, diantaranya adalah selalu melakukan pemetaan ketersediaan stok pangan. Hasilnya, stok produksi pangan hingga akhir tahun dalam keadaan aman dan produksi padi Jatim selalu surplus.

 

"Kontribusi beras untuk nasional sebesar 17 persen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, Senin (03/07/2020).

 

Lebih lanjut diungkapkan bahwa stok padi di Jatim hingga bulan Desember terdapat sebanyak 10,3 juta ton. Sedangkan stok beras ada 6,7 juta ton.

 

Untuk kepentingan konsumsi dalam rentang waktu mulai Juni hingga Desember diprediksi membutuhkan sekitar 4,3 juta ton. "Ini artinya masih mengalami surplus 2,4 juta ton. Stok beras surplus," jelasnya.

 

Untuk produksi jagung di Jatim, hingga Desember mendatang ada 8 juta ton. Dari jumlah tersebut dipergunakan untuk konsumsi dan pakan ternak hanya 2,522 juta ton. Untuk konsumsi 122 ribu ton. Untuk pakan ternak 2,4 juta ton.

 

Tetapi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mengakui bahwa tidak semua produksi tanaman pangan mengalami surplus. Ada juga yang mengalami deficit.

 

"Yang defisit adalah kedelai. Jumlah produksi hingga Desember hanya 144.641 ton sedangkan konsumsi 447.912 ton. Sehingga mengalami defisit 303.271 ton," terang Hadi Sulistyo.

 

Lebih lanjut Hadi menyatakan bahwa pada musim hujan kemarin areal pertanian di Jatim tidak ada yang mengalami gagal panen atau puso.

 

Lalu, untuk menghadapi musim kemarau pihaknya menyiapkan cadangan benih daerah. Selain itu pihaknya juga menyediakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bekerjasama dengan Jasindo yang diperuntukkan kepada para petani.

 

Hadi pun berharap hendaknya para petani di Jatim bisa mengikuti asuransi itu. Menurut Hadi premi pembayaran asuransi tersebut seharusnya Rp 180 ribu per hektar. “Namun para petani hanya membayar Rp 36 ribu. Sisanya, disubsidi oleh pemerintah," katanya.

 

Meski telah disubsidi oleh pemerintah, ternyata tidak semua petani di Jatim mau mengikuti AUTP. Dari target AUTP sebanyak 280.000 hektar, ternyata yang ikut hanya sekitar 260.000 hektar.

 

"Sebenarnya tidak ada masalah mau ikut AUTP atau tidak. Kami hanya menyarankan kepada petani untuk ikut sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu ada puso," jelas Hadi.

 

Berdasarkan data-data yang telah diungkapkan di atas, Hadi pun menyatakan bahwa selama pandemi COVID-19, kendala yang dihadapi oleh Jatim bukan terletak pada produksi pangan, melainkan pada distribusi, baik dalam provinsi maupun luar provinsi.

 

Untuk mengatasi permasalah tersebut ia sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Dinas Perhubungan, dan institusi kepolisian.

 

Kepada ketiga institusi tersebut Hadi meminta hendaknya kendaraan yang digunakan untuk distribusi pangan diberikan pengecualian. “Agar kondisi pangan bisa berjalan lancar,” tandasnya. (ADV)


Sukses Bertahan Lebihi Kesembuhan Nasional, Gubernur: Insyaallah Jatim Segera Lewati Pandemi



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam 25 hari terakhir Jawa Timur berhasil mencapai kesembuhan tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia selama 20 kali. Dari segi jumlah pasien yang dirawat pun persentasenya juga lebih rendah di tingkat nasional. Dengan capaian ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, optimis Jatim bisa segera melewati pandemi Covid-19.

 

Khofififah bersyukur dengan keberhasilan tersebut. “Alhamdulilah, kabar baik terus datang bagi masyarakat Jatim, karena jumlah kesembuhan semakin bertambah. Terlebih, jumlah persentase kesembuhan ini mampu melebihi nasional. Dengan kerja keras dan dedikasi semua pihak, kita optimistis Jatim Insyaallah akan bisa segera melewati pandemi Covid-19,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (03/08/2020).

 

Mantan Menteri Sosial di era Pemerintahan Jokowi itu menjelaskan bahwa berdasarkan data per Minggu (02/08/2020) dari jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 22.504, tercatat yang masih dirawat sebanyak 5.717 atau 25,4 persen. Sedangkan di tingkat nasional dari total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 111.455 orang yang masih dirawat 37.244 orang atau setara 33,4 persen.

 

Dengan pencapaian baik itu Gubernur perempuan pertama di Jatim itu berharap Jawa Timur akan bisa terus mempertahankan jumlah persentase kesembuhan melebihi kasus aktif yang masih dirawat.

 

“Terimakasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI-Polri serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut melawan Covid-19 di Jatim,” ungkap Khofifah.

 

Khofifah lebih lanjut menegaskan bahwa intervensi agresif akan terus dilakukan untuk bisa menangani Covid-19 di Jatim. Di antaranya yaitu dengan meningkatkan kapasitas testing dengan 47 mesin PCR, 23 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) dan 1 mobil PCR. Sehingga kemampuan testing harian yang bisa dilakukan di Jatim mencapai 4.000-5.000 sampel.

 

Dengan dukungan mesin tersebut, per Minggu (02/08/2020) jumlah rapid test yang telah dilakukan di Jatim mencapai 773.015. Hal ini ini berarti 1 dari 52 penduduk Jatim telah dites cepat Covid-19 dengan rapid test. Sementara jumlah sampel PCR yang diperiksa di Jatim mencapai 134.496, yang berarti 1 dari 297 penduduk Jatim telah dites Covid-19 dengan swab dan PCR Test.

 

“Kami terus konsisten meningkatkan kapasitas Testing, Tracing, dan Treatment dengan meningkatkan tes masif. Serta meningkatkan jumlah RS rujukan menjadi 127,” tanas Khofifah.

 

Selain itu juga ditunjang dengan optimalisasi RS Lapangan Indrapura untuk percepatan penanganan penyembuhan pasien ringan dan tanpa gejala. Efektivitas penanganan yang diberikan RS Lapangan juga sudah banyak diakui oleh pasien yang pernah dirawat di rumah sakit tersebut.

 

Bahkan beberapa  pasien yang dirawat disana hasil swabnya sudah dinyatakan konversi negatif atau sembuh, padahal baru dirawat kurang dari seminggu.

 

Keberhasilan itu kuncinya adalah pemberian makanan yang bergizi tinggi, ruang perawatan yang nyaman, pemberian vitamin yang cukup, senam pagi rutin, monitoring yang ketat dari para nakes hingga pendampingan saat pulang untuk menghindari stigma warga sekitar.

 

Selanjutnya Gubernur juga kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia meminta kesembuhan-kesembuhan tersebut justru membuat masyarakat terlena dan abai, padahal bahaya masih mengancam. Mengingat dalam beberapa hari ini juga masih ditemukan kluster baru yang membuat jumlah kasus tiba-tiba meningkat cukup signifikan.

 

“Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Semua berpotensi tertular dan menularkan. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” harap Khofifah. (sr)


Minggu, 02 Agustus 2020

Babinsa Koramil 0803/04 Jiwan Sosialisasi Penggunaan Masker kepada Pedagang Pasar Tempel



RADARMETROPOLIS: Madiun – Pedagang pasar Tempel, Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun diimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dimaksudkan untjk mencegah terjadinya penyebaran wabah Covid-19. Demikian disampaikan Babinsa Koramil 0803/04 Jiwan, Kodim 0803/Madiun Sertu Sarin dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Kepala Desa Ngetrep.

 

Menurut Lettu Inf Misto, selaku Plh Danramil Koramil 0803/04 Jiwan, jajaran Kodim 0803/Madiun, Sabtu (01/08/2020), para Babinsa selama ini rutin menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama di tiap-tiap wilayah binaan masing-masing.

 

Selain itu menurutnya Babinsa Koramil 0803/04 juga memberikan pemahaman kepada warga agar mematuhi protokol Kesehatan dari Tim Gugus tugas Covid-19 Kecamatan Jiwan.

 

Menurut Misto, kegiatan Komsos Babinsa Sertu Sarin tersebut sekaligus juga menyampaikan imabuan kepada pedagang untuk tetap memakai masker. Apabila ada yang berbelanja tidak memakai masker agar saling mengingatkan dan saling menjaga. Hal ini perlu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

 

“Pada kegiatan Komsos Babinsa, Sertu Sarin juga mengimbau kepada pedagang untuk tetap mengunakan masker dan memperhatikan kebutuhan masyarakar agar tidak ada kelangkaan bahan pokok sembako,” jelas Misto. (gun)


KONI Kabupaten Malang Targetkan Kontingen Masuk 3 Besar Porprov 2021



RADARMETROPOLIS: Malang - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, Rosyidin, menargetkan kontingen Kabupaten Malang bisa masuk tiga besar dalam Porprov 2021. Untuk itu berharap pengurus KONI Masa Bhakti 2020-2024 usai pengukuhan dan pelantikan bisa bekerja maksimal.

 

“Target kami di Porprov nanti bisa masuk tiga besar. Pak Bupati tadi juga ingin kalau bisa jadi juara umum. Kita amini saja. Kita optimis dan mampu,” kata Rosyidin usai pelantikan pengurus KONI Kabupaten Malang di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Minggu (02/08/2020)

 

Rosyidin lebih lanjut menginformasikan bahwa  untuk tahun ini KONI Kabupaten Malang menerima anggaran sebesar Rp 9,87 miliar. Namun di tengah pandemi Covid-19, anggaran tersebut dipergunakan untuk penanganan dan percepatan pencegahan wabah Covid-19. Dengan demikian pihaknya hanya memperoleh sisa anggaran Rp 2,9 miliar.

 

Selanjutnya Rosyidin mengaku bahwa ia sudah mengajukan dan mengusulkan anggaran pada Perubahan Anggaran Keuangan sebesar Rp 10 miliar. Sementara untuk dana hibah KONI di tahun 2021 nanti sebesar Rp 20 miliar.

 

“Kami berharap dana hibah itu bisa terealisasi. Sehingga seluruh aspek pembinaan cabor bisa maksimal dan mendulang banyak prestasi,” terangnya.

 

Dalam kesempatan itu Rosyidin menyempatkan menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Malang, HM Sanusi yang ikut peduli terhadap masa depan olahraga di Kabupaten Malang.

 

“Alhamdulillah kita dapat bantuan mobil operasional dari Bupati hari ini. Ini langkah baik yang bisa kita gunakan dalam bekerja,” ujarnya.

 

Rosyidin lebih lanjut mengungkapkan bahwa tahun ini sejumlah cabang olahraga seperti kempo, senam, gulat, panahan, dan silat sudah kembali berlatih. Ia pun optimis seluruh cabor mampu melahirkan atlet berprestasi baik tingkat nasional hingga internasional. Terbukti banyak atlet dari Kabupaten Malang yang terpilih untuk mewakili provinsi Jawa Timur di PON Papua mendatang. “Ini peran serta dari pelatih dan pembinaan yang sangat baik tentunya,” tandas Rosydin. (da)


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites