SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2017

KPU Persilakan Parpol Daftar Pemilu

Parpol yang ingin mendaftar wajib mendaftar ke KPU Pusat. Pengaturan pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual, dan penetapan parpol peserta pemilu tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017.

Tak Berizin, Pemprov Investigasi Tambang Mojosari

Tim Dinas ESDM Provinsi Jatim akan melakukan investigasi terhadap penambangan pasir di wilayah Mojosari yang kesemuanya tak berizin.

Satpol PP Amankan Belasan PSK dan LHB di Randu Pitu

Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP menangkap puluhan wanita yang diduga PSK. Razia yang dilakjukan di Randu Pitu dekat stasiun KA Sidoarjo ini juga mengamankan para LHB (lelaki hidung belang).

Transportasi Surabaya Lumpuh, Truk Polisi Jadi Angkot

Imbas demo angkutan umum menolak keberadaan angkutan online, banyak penumpang di jalanan yang terlantar.

Pakde Akui Khofifah Maju Lewat Partainya

“Iya, sudah ambil (formulir Cagub) di DPD kemarin (Sabtu) malam,” kata Pakde Karwo, Minggu (1/10/2017).

Korban Bencana Pacitan Terus Bertambah

Sampai Sabtu (2/12/2017) data korban bencana banjir maupun longsor di Pacitan terus bertambah. Semula jumlah korban bencana banjir maupun longsor tercatat sebanyak 20 orang. Kini sudah bertambah lagi.

PAD Stagnan, Pakde Pertimbangkan Pemutihan Pajak

PAD Jatim dalam tiga tahun terakhir stagnan, bahkan berkurang. Kondisi ini mendorong gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, mempertimbangkan langkah mengadakan pemutihan pajak kendaraan pada tahun ini. Hal ini akan ia diskusikan dengan Komisi C DPRD Jatim.

Jumat, 30 Juni 2017

Halal Bihalal Pakde Karwo-Gus Ipul Diadakan 4 Juli Dibagi Tiga Kloter


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) – Pakde Karwo bersama Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menyelenggarakan halal bihalal  Idul Fitri 1438 H bersama berbagai komponen masyarakat dan PNS di Jatim, di halaman kantor Gubernur Jatim pada 4 Juli 2017. Acara direncanakan berlangsung mulai pukul 07.30-11.00

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan, kegiatan halal bihalal tersebut dibagi menjadi tiga kloter.

Kloter pertama pukul 07.30-08.30 WIB, gubernur dan wagub berhalal bihalal dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemprov Jatim.

Pada kloter kedua, pukul 08.30-09.30 WIB, Pakde Karwo dan Gus Ipul berhalal bihalal dengan anggota Forpimda Jatim, DPRD Jatim, para mantan gubernur dan wagub, konsul jenderal dan konsul kehormatan dan atau perwakilan asing, pimpinan BUMN, rektor PTN/PTS, pimpinan parpol, tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta pimpinan instansi vertikal.

Pada kloter ketiga, yang dijadwal berlangsung pada pukul 09.30-11.00 WIB, gubernur dan wagub berhalal bihalal dengan para bupati/walikota, wakil bupati/walikota, sekda, dan anggota Forkopimda kabupaten/kota.

Selama kegiatan berlangsung, Pakde Karwo dan Gus Ipul didampingi isteri masing-masing, yakni Ny Nina Soekarwo dan Ny Fatma Saifullah Yusuf. Selain itu juga hadir Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi dan Ny Chairani Soekardi.

“Pendampingan oleh isteri atau suami, juga berlaku untuk undangan lainnya, seperti Forkopimda, mantan gubernur/wagub, bupati/walikota, dan kepala OPD jajaran Pemprov Jatim,” kata Benny.

"Untuk kalangan internal di jajaran pemprov Jatim, khususnya pejabat eselon III dan IV tidak bersama isteri atau suami," tambahnya.

Demikian pula untuk staf di lingkungan Kantor Gubernur Jatim, yakni Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tentang pakaian yang dikenakan, untuk sipil memakai batik lengan panjang, militer menggunakan pakaian yang berlaku saat itu. “Sedangkan ibu-ibu, mengenakan pakaian bebas rapi,” kata Benny. (hr/ar)

Mabes Polri Turunkan Tim Selidiki Penerimaan Taruna Akpol Berbasis Putera Daerah


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Mabes Polri turun langsung ‎menyelidiki kasus penerimaan taruna Akademi Kepolisian di Polda Jawa Barat. Berdasarkan video yang menayangkan protes dari sejumlah orang tua peserta calon akpol yang viral di media sosial, diduga Kapolda Jabar memprioritaskan putera daerah saat tahapan pemeriksaan kesehatan atau rikkes. di Polda Jawa Barat.

Sejak  Rabu (28/6/2017) malam sudah beredar video protes dari sejumlah orang tua peserta calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Jawa Barat. Disini terlihat banyak orang tua yang tidak terima dengan hasil penerimaan seleksi di Polda Jawa Barat.

‎Sejumlah orang tua berteriak menyatakan Polri tidak transparan dalam meloloskan peserta calon taruna Akpol.

Penyebabnya diduga karena Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan, melakukan pemeriksaan kesehatan (rikkes) ulang dan memprioritaskan putra daerah.

"Sekarang ‎tim Evaluasi dari Panitia Pusat bersama Tim Propam Mabes Polri sedang melakukan verifikasi ke Polda Jabar," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, Jumat (30/6/2017) di Mabes Polri.
Rikwanto mengatakan tujuan tim tersebut diturunkan adalah untuk mengkaji ada tidaknya penyimpangan pelaksanaan seleksi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, para orang tua protes karena adanya kebijakan Kapolda Jawa Barat yang menerapkan kuota calon taruna Akpol yang dikirim ke Semarang dibagi menjadi dua kelompok, yakni putera daerah dan non putera daerah.

Setelah dirangking, untuk putera daerah dari 13 peserta yang berhasil lolos 12 orang. Sedangkan non putera daerah dari 22 peserta yang lolos untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol Semarang menjadi 11 orang. Selain itu Polda Jabar juga meloloskan 4 calon Taruni Akpol (Polwan).

Menanggapi hal tersebut, Rikwanto menjelaskan bahwa Polri tidak pernah menerapkan kebijakan putera daerah dan non putera daerah, apalagi untuk Akpol.

Yang selama ini diterapkan adalah Local Boy for Local Job/ Local Police, khusus untuk level Bintara.

Local boy dikonotasikan, warga/ calon yang telah tinggal di daerah tersebut dengan diberi batas waktu minimal satu tahun, tanpa melihat putera daerah atau bukan putera daerah.

"Karena Polri memberikan kesempatan sama kepada seluruh warga NKRI. Kebijakan ini juga merupakan manifestasi upaya Polri dalam mewujudkan bhineka tunggal ika," kata Rikwanto. (rez)

Lukita Pastikan Harga Pangan Usai Lebaran Turun dan Stabil


RADARMETROPOLIS: (Malang) - Harga komoditi pangan di Kabupaten Malang usai lebaran cenderung stabil. Hal ini dipastikan langsung Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita, saat memantau sejumlah pasar rakyat di wilayah Kabupaten Malang.

Menteri Perdagangan melihat langsung suasana Pasar Rakyat di Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (30/6/2017) siang, dengan didampingi Bupati Malang, Rendra Kresna. 

Pada sejumlah pedagang, Lukita menanyakan harga komoditi pangan seperti cabe, bawang merah, dan bawang putih serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. “Di pasar Kepanjen ini harga cenderung stabil, bahkan turun. Ini sebenarnya bisa kita lihat, bagaimana pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Malang secara intens mampu mengendalikan harga,” ungkap Lukita.

Menurutnya, pengendalian harga yang sangat baik oleh pemerintah daerah telah membuat para pedagang, petani, dan peternak di Kabupaten Malang tidak merugi. “Pengendalian harga yang baik dari pemerintah daerah, bukan pekerjaan satu hari atau dua hari saja. Namun sejak awal dan secara khusus, Pemkab Malang bersama-sama dengan kami semua, mempersiapkan pasokannya dengan sangat baik,” paparnya.

Lukita membeberkan, persiapan pasokan menjadi penting. Seperti yang dilakukan oleh Pemkab Malang, begitu ada kekurangan segera menghubungi kemendag untuk memasok kembali kebutuhan yang diinginkan masyarakat. Sehingga, tidak ada kekhawatiran mengenai ketersediaan pangan.

“Biasanya sampai H+7 karena pedagang sedikit, ada kecenderungan harga naik. Tapi di Kabupaten Malang harga sudah turun, bahkan lebih rendah daripada H-3 sebelum lebaran,” pungkasnya.

Komoditi yang turun salah satunya adalah harga cabe. Jika sebelum lebaran harga cabe di tempat ini masih berkisar Rp 30 ribu per kilogramnya, harga di tingkat pedagang pasar sudah mencapai harga Rp 20 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogramnya. (erha)

Harga Lebaran Stabil, Menteri Perdagangan Puji Kinerja Satgas Pangan dan Polri


RADARMETROPOLIS: (Malang) - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, memuji kinerja Satgas Pangan dan Polri yang dinilai cukup berperan aktif dalam mengatasi stabilitas harga komoditi pangan dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan pemantauannya, sampai H+5 lebaran tahun ini harga sejumlah komoditi pangan di Pasar Kepanjen ditemukan relatif stabil dan bahkan turun.

“Harga stabil bahkan cenderung turun. Ini bukti jika pemerintah daerah yakni Pemkab Malang, secara intens mampu mengendalikan harga. Pengendalian harga ini tidak membuat pedagang maupun petani dan peternak merugi,” ujar Lukita saat memantau langsung harga komoditi pangan di pasar tradisional Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (30/6/2017).

Menurutnya hal itu bisa tercapai karena kerjasama sejumlah pihak dengan Kementerian Perdagangan sejauh ini cukup berhasil.

Pemkab Malang bersama-sama mempersiapkan pasokan. Begitu ada kekurangan, Pemkab Malang langsung menghubungi Kementerian Perdagangan untuk memasok kembali. Sehingga hal itu menyebabkan tidak terjadi kekhawatiran mengenai ketersediaan pangan.

“Harga stabil dan cenderung turun ini, juga berkat dukungan penuh dari Satgas Pangan Polri yang memantau betul dengan sangat intens. Beberapa komoditi yang kita lihat di pasar Kepanjen ini justru turun,” paparnya.


Ia menambahkan, biasanya sampai H+7 lebaran harga cenderung naik dikarenakan jumlah pedagang sedikit. Tapi di Kabupaten Malang, harga sudah turun dan lebih rendah daripada H-3 sebelum lebaran. (erha)

Dishub Jatim Undur Larangan Kendaraan Barang Beroperasi Sampai H+7


RADARMTEROPOLIS: (Surabaya) - Dinas Perhubungan Provinsi Jatim mengundur larangan beroperasi angkuta barang yang seharusnya bisa beroperasi pada H+3 lebaran, menjadi H+7 lebaran. Ini dilakukan karena kepadatan lalu-lintas arus balik di Jatim padat.

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Jumat (30/6/2017) hari ini hingga Minggu (2/7/2017). Ini karena perkantoran pemerintah dan swasta mulai beroperasi pada Senin (3/7/2017).

"Mengingat kepadatan lalu lintas pada arus balik di Jawa Timur, maka dihimbau kepada kendaraan angkutan barang dengan jumlah berat diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, kendaraan sumbu tiga atau lebih, kereta tempelan dan kereta gandengan untuk menunda pengoperasiannya sampai H+7 lebaran," kata Kadishub Jatim, Wahid Wahyudi, Jumat (30/6/2017).

Menurutnya, bila terpaksa harus beroperasi maka jajaran kepolisian akan mengatur sesuai dengan kondisi di lapangan. Artinya, akan menghentikan sementara kendaraan barang tersebut ke pinggir jalan atau kantong-kantong parkir bila terjadi kepadatan lalu lintas.

Diberitakan sebelumnya, Dishub menegaskan untuk angkutan barang jenis tambang telah dilarang melintas sejak H-7 sampai H+7 lebaran. Sedangkan angkutan barang jenis lainnya, JBI lebih 14.000 kg atau bersumbu tiga lebih dan truk tempelan dilarang beroperasi sejak H-4 sampai H+3 lebaran.

Tetapi angkutan barang non tambang dihimbau juga beroperasi hingga H+7 lebaran, karena padatnya arus balik lebaran tahun ini.

"Larangan ini tidak berlaku bagi truk pengangkut sembako, barang hantaran pos, susu segar, BBM, angkutan sepeda motor mudik gratis, truk ekspor impor yang berizin Dishub," tegas Wahid. (hr/sr)

Menhub Akui Jalur Laut Belum Jadi Pilihan Pemudik Karena Masih Takut


RADARMETROPOLIS: (Semarang) - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengakui masyarakat yang melakukan mudik lebaran, selama ini belum memilih jalur laut dan menggunakan kapal laut. Ini karfena masyarakat mungkin masih takut.

"Feeling masyarakat belum ke laut. Ya, mungkin masih takut," katanya usai melepas "Mudik Gratis Sepeda Motor" menggunakan Kapal Motor Mutiara Sentosa III di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, ketakutan masyarakat menggunakan moda transportasi laut, masih ditambah pula dengan kekhawatiran belum adanya konektivitas moda transportasi dari pelabuhan ke simpul transportasi lain, seperti terminal.

Budi menegaskan kekhawatiran mengenai konektivitas moda transportasi dari pelabuhan sudah dikoordinasikan dengan PT Pelni, yang wajib mengangkut mereka menuju terminal sebagai satu paket transportasi.

Budi menjelaskan lebih lanjut, Kementerian Perhubungan tahun ini mencoba menawarkan konsep mudik yang menarik, yakni menggunakan kapal laut yang keistimewaannya pemudik bisa membawa sepeda motor dan gratis.

"Makanya, saya hari ini mengajak Pak Gubernur Ganjar Pranowo, karena banyak penduduk Jateng yang mudik. Tahun ini, kami memperkenalkan mudik menggunakan kapal laut yang punya keistimewaan," katanya.

Jalur laut dipilih, karena menurut Budi, kapasitas prasarananya masih longgar dan tahun ini ditargetkan 22-25 ribu pemudik yang bisa terangkut menggunakan kapal laut dari Jakarta-Semarang dan sebaliknya.

"Tahun ini, kurang lebih 22 ribu pemudik. Tetapi, tahun depan bisa ditingkatkan sampai 3-4 kali lipat. Ya, tahun ini memang semacam uji coba karena tahun lalu belum ada," katanya.

Untuk arus mudik menggunakan kapal laut gratis dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dimulai 16-23 Juni 2017, sementara arus balik dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dimulai 27 Juni-4 Juli 2017.

"Hari ini, memang sedikit karena belum waktunya balik dan mereka memilih besok. Namun, besok kapasitasnya sudah 95 persen. Harus ada sosialisasi, edukasi dalam keseharian untuk menggunakan kapal," katanya.

Yang jelas, Kemenhub akan terus mengembangkan program mudik gratis menggunakan kapal roro dari Jakarta ke Jateng dan Jawa Timur untuk mengurangi kepadatan sepeda motor di jalan.

"Kalau sekarang masih di kisaran 20 ribu, ya, belum terlalu signifikan dibanding jumlah pemudik 5-10 juta orang. Namun, kalau sudah sampai 100-200 ribu pemudik kan bagus juga," katanya.

Menhub juga mengajak gubernur dan kapolda untuk terus menyosialisasikan keuntungan melalui jalur laut agar semakin banyak masyarakat yang tertarik mudik menggunakan kapal laut.

"Mudik menggunakan kapal itu lebih entertain, lebih menghibur. Di atas tidak capek, dapat makan, punya pengalaman baru. Yang lebih penting, sepeda motor tidak memenuhi jalan antara Jakarta dan Semarang," tandasnya. (min)

Penyidikan Kasus Rizieq, Polisi Masih Bersikap Menunggu




RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Polda Metro Jaya menyatakan masih belum bisa meneruskan penyidikan kasus dugaan pornografi terhadap tersangka Habib Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di luar negeri. Mereka akan menunggu perkembangan yang terjadi. Tidak hanya itu, Polda Metro juga mengaku tak bisa melakukan pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Semua negara itu punya aturan masing-masing. Kami tak bisa mengintervensi negara orang lain. Kita tunggu saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (29/6/2017).

Argo menjelaskan lebih lanjut, pihaknya masih terus melengkapi berkas perkara kasus Rizieq yang juga melibatkan Firza Husein yang diduga ada di dalam konten baladacintarizieq.com. "Yang terpenting kami menyelesaikan berkasnya dulu," tuturnya.


Meskipun begitu, pihaknya tetap berupaya memulangkan Rizieq ke Tanah Air yang kini kabarnya berada di Yaman. (rez)

Tak Hiraukan Tembakan Peringatan, Pelaku Penusukan Dua Brimob Ditembak Mati


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Pelaku penikaman terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan yang berada di sebelah Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, akhirnya ditembak  mati. Polisi terpaksa menembak, karena pelaku tidak menghiraukan tembakan peringatan yang dilakukan beberapa personel kepolisian.

Brigjen Rikwanto Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, dalam keterangan persnya mengatakan, aksi pelaku bermula ketika usai sholat Isyak di Masjid Falatehan, pelaku tiba-tiba berteriak thogut dan menikam dua brimob yang berada di dekatnya. Saat sholat Isyak, pelaku berada di shaf ketiga sebelah kanan.


Usai menikam, pelaku sempat mengancam jamaah sholat lainnya sambil mengacungkan sangkur dan berteriak thogut. Polisi yang berada di lokasi lantas mengeluarkan tembakan peringatan, sayangnya pelaku terus melawan, sehingga polisi akhirnya menembak mati pelaku. (rez)

Polisi Terus Kejar Pelaku Teror Batu di Karang Pilang


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Tim Unit Reskrim Polsek Karang Pilang menyatakan akan terus mengejar pelaku teror batu yang beraksi di wilayahnya. Dalam patroli antisipasi sehubungan dengan insiden pelemparan batu yang menyasar pengemudi mobil di daerah Karangpilang selama beberapa hari terakhir, telah menangkap empat orang remaja. Namun demikian belum bisa menetapkan sebagai tersangka.

Iptu Marji Wibowo, Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang, dan anggotanya melakukan penyisiran di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Jumat (30/6/2017). Hingga pukul 01.15 dinihari tim mengamankan empar orang remaja yang mengendarai motor dengan knalpot brong. Mereka diduga terlibat insiden teror batu kepada pengendara.

Empat remaja tersebut lantas diperiksa dan diinterogasi hingga pagi. Bahkan, satu korban lagi yang sebelumnya memposting laporannya di e100 pagi tadi juga datang ke Polsek untuk melaporkan kejadian pelemparan batu ke mobilnya.

"Korban pagi ini juga kami ajak untuk mengenali beberapa remaja yang kami amankan. Menurut ciri-ciri hampir mirip, seperti menggunakan motor knalpot brong dan mengenakan topi yang dibalik," ujar Iptu Marji, Jumat (30/6/2017).

Namun Marji belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus ini. Empat remaja masih menjadi saksi dalam waktu 1x24 jam. Menurut Marji, empat remaja asal Driyorejo Gresik ini memang sering bermain ke Karang Pilang.

"Mereka anak-anak usia SMP yang sudah kenal minuman keras. Tujuan mereka juga tidak jelas, mondar-mandir bleyar-bleyer motor," katanya.

Meskipun demikian Marji menegaskan bahwa dirinya dan timnya akan bekerja keras mengungkap siapa pelaku pelemparan batu tersebut serta meningkatkan patroli keamanan di kawasan Karang Pilang.


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, setidaknya sudah ada dua orang pengendara mobil menjadi korban terkena serangan batu secara tiba-tiba di jalan Raya Mastrip Kebraon hingga Karang Pilang. (hr/rie)

Polisi Duga Pelempar Mobil di Kletek Alami Gangguan Jiwa


RADARMETROPOLIS: (Sidoarjo) - Kepolisian Sektor Taman Sidoarjo masih menyelidiki insiden pelemparan batu ke mobil di Jalan Raya Kletek pada Jumat (30/7/2017). Namun, Kapolsek menduga pelaku adalah penderita gangguan jiwa yang sudah beberapa kali diamankan.

"Siang tadi kami memang menerima laporan adanya kejadian ini. Korban juga berhasil merekam pelaku melalui kamera yang ada di mobilnya," kata Komisaris Polisi Sujud, Kepala Polsek Taman, Jumat malam.

Menurutnya, dari rekaman yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaku pelemparan mobil kemungkinan merupakan pelaku yang sama yang sudah dua kali diamankan oleh Polsek Taman.

"Kalau lihat ciri fisiknya, pelaku adalah sama, yakni warga Kedungturi. Tapi kami masih menyelidikinya," ujarnya.

Pelaku sudah beberapa kali ditangkap. Namun, saat berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan selalu saja ditolak, karena pelaku memiliki gangguan kejiwaan. Meski begitu, Sujud mengaku tetap akan menyelidiki kasus ini.

Video pelemparan batu yang dilakukan seorang pengendara motor terhadap sebuah mobil yang sedang melaju di kawasan Kletek, arah Jemundo, Sidoarjo tersebut saat ini viral di media sosial. Dalam video berdurasi 11 detik itu, tampak jelas aksi seorang pria mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm yang tiba-tiba melempar sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan.

Sementara itu, selain di Kletek, kejadian yang sama juga terjadi di jalan Raya Mastrip Kebraon hingga Karang Pilang. Dua hari lalu, Selasa (27/6/2017) Indah Nurul Laili memposting melalui Facebook E100, bahwa ia saat bersama temannya mengendarai mobil tiba-tiba dilempar batu oleh orang tak dikenal di dekat lapangan Karang Pilang.


Kemudian pada Kamis (29/6/2017) pukul 01.30 WIB dini hari, pengendara bernama Hendrawan Tommy juga mengalami serangan serupa. Setelah berlibur dari Malang, ia yang saat itu bersama tiga temannya di dalam mobil, ketika melintas di Kebraon tiba-tiba dilempar batu oleh orang yang mengendarai motor dengan kenalpot brong dari arah berlawanan. Bahkan, pecahan kaca mobil mengenai wajahnya. Menurut Tommy pelakunya masih muda dan tidak mengenakan helm. (wtk)

Diduga Teroris, Tusuk Dua Brimob Usai Sholat Bersama di Masjid Mabes Polri


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Dua anggota Brimob saat usai mengerjakan sholat Isyak di Masjid Falatehan dekat lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, ditusuk oleh seorang pria yang diduga teroris, Jumat (30/6/2017) malam. Pelaku diketahui ikut membaur dengan anggota saat sholat dilaksanakan dan berada di shaf ketiga bagian kanan.

Demikian diungkapkan oleh Brigjen Rikwanto, Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, dalam keterangan pers.

"Pelaku ikut sholat Isya di masjid. Dia di shaf ketiga bagian kanan," kata Rikwanto. Penyerangan sendiri terjadi sekitar pukul 19.40 WIB malam. Usai sholat, pelaku tiba-tiba berteriak. Lantas menikam dua anggota Brimob yang kebetulan juga sholat di sebelah pelaku.

Usai menikam, pelaku juga sempat mengancam jamaah lain yang sedang sholat sambil mengacungkan sangkur dan berteriak thogut.


Menurut Rikwanto, dua anggota Brimob yang tertusuk saat ini sudah dibawa ke ke RS Pertamina. (rez)

Peringati Hari Bhayangkara, Polrestabes Surabaya Open House untuk Masyarakat


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bhayangkara ke 71, Polrestabes Surabaya menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya, kerja bhakti dan Open House. Kegiatan awal dilakukan pada Jumat (30/6/2017) pagi tadi. Sebanyak seratus anggota melakukan kerja bakti membersihkan Monumen Perjuangan Polri di Jl Polisi Istimewa Surabaya.

Kompol Lily Djafar, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, kegiatan kerja bakti diikuti 100 anggota dipimpin Kasat Binmas, Kasi Um, dan Kapolsek Tegalsari.

"Di sela anggota lain masih melakukan pengamanan lebaran, sebagian dari anggota juga melakukan kerja bakti di Monumen Perjuangan Polri sebagai rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke 71," ujarnya.

Lily mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-71, Polrestabes Surabaya juga akan menggelar Open House untuk seluruh masyarakat Surabaya pada Sabtu 1 Juli, dimulai pukul 09.00 sampai 14.00 WIB.

"Silakan masyarakat yang mau menyampaikan saran-kritik atau harapan kepada Polri, telah kami siapkan papan pendapat. Disamping itu bisa berfoto dengan semua pejabat Polrestabes dan kendaraan dinas Kepolisian," ujarnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa mengenakan baju polisi saat berfoto booth. Tentunya, disiapkan juga makan siang bagi tamu pengunjung yang datang.
“Silakan kami tunggu kedatangannya di Polrestabes Surabaya Jl. Sikatan No 1," kata Lily. (hr/sr)

Kamis, 29 Juni 2017

Pemkab Sampang Hukum Turun Pangkat PNS yang Bolos Usai Lebaran


RADARMETROPOLIS: (Sampang) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang akan menjatuhkan hukuman penurunan pangkat satu tingkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja setelah lebaran Idul Fitri

Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono menegaskan, kalau sampai 2 - 3 hari pasca cuti lebaran tetap tidak masuk kerja, maka akan ada hukumannya. Sanksi yang diberikan mulai dari teguran sampai penurunan pangkat.

"Jangan coba-coba membolos, karena cutinya sudah cukup untuk lebaran ini," tegasnya, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya ketentuan masa cuti bersama ini sudah cukup untuk melakukan silaturahmi dengan keluarga, maka dari itu pada Senin 3 Juli mendatang semua ASN di daerahnya harus masuk kantor.

"Hari pertama masuk kantor akan dilakukan pemeriksaan dan dijatuhkan hukuman paling berat penurunan pangkat,"ujarnya.


Pemerintah telah menetapkan masa cuti bersama Idul Fitri 2017 bagi ASN mulai dari tanggal 23, 27, 28, 29, dan 30 Juni 2017. (ltr)

Jalur Pantura Masih Belum Dipadati Kendaraan Arus Balik


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) – Tidak seperti yang terjadi dari arah selatan, arus balik Lebaran di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) hingga Kamis (29/6/2017) dinihari masih belum dipadati kendaraan.

Humas PT Jasa Marga Semarang Batang, Iwan Abrianto mengungkapkan bahwa puncak arus balik di jalur Pantura diperkirakan baru dimulai pada Jumat (30/6/2017) nanti.

"Jalan Pantura masih biasa saja, lengang. Kemungkinan hari Jumat hingga Sabtu puncaknya," kata Iwan, Jakarta, Kamis (29/6/2017).

Ia menyatakankan pihaknya akan terus melakukan pemantauan perkembangan arus lalu lintas di lintasan utama yang ada di pulau Jawa tersebut. Hingga saat ini, belum dapat dilaporkan adanya titik parah kemacetan di jalan nasional rute satu itu.


"Sejauh ini belum ada pantauan yang berarti dari kami. Mungkin karena sampai saat ini belum memasuki puncak arus balik," ujarnya. (rez)

Jalur Fungsional Tol Mojokerto - Jombang Resmi Difungsikan untuk Arus Balik


RADARMTEROPOLIS: (Mojokerto) – Sejak Rabu kemarin (28/6/2017) jalur fungsional ruas Tol Mojokerto - Jombang resmi difungsikan untuk arus balik. Kendaraan dari arah Madiun bisa masuk ke Tol Mojokerto - Jombang langsung Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo) sejak tanggal 28 Juni kemarin.

Humas PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang hak konsesi, Dela Rosita mengatakan, "Setelah difungsikan untuk arus mudik selama 10 hari, mulai kemarin difungsikan untuk arus balik."

Jalur fungsional Tol Mojokerto - Jombang tersebut di seksi 2 sepanjang 19,9 KM dan di seksi 4 sepanjang 0,9 KM. Jalur fungsional tersebut beroperasi secara gratis mulai tanggal 19 Juni sampai 2 Juli 2017 mendatang dan pengoperasiannya sama dengan arus mudik lalu, yakni mulai pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB.

"Seksi 4 yakni batas Tol Mojokerto - Jombang sampai Bandarkedungmulyo, sedangkan seksi 2 menghubungkan Jombang dengan Gerbang Tol Mojokerto Barat. Dari 2 ruas tol jalur fungsional tersebut, pemudik tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk arus balik mulai tanggal 28 Juni sampai 2 Juli mendatang," katanya.


Sementara itu, jalur fungsional tersebut bisa dilewati kendaraan golongan I, non bus, non barang dengan kecepatan rata-rata 40 KM/jam. Setelah pukul 17.00 WIB akses menuju jalur fungsional tersebut ditutup. Total kendaraan yang melintas sejak Rabu (28/6/2017) pukul 06.00 WIB sampai Kamis (29/6/2017) pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 9.790 kendaraan. (pen)

Polres Bangkalan Siagakan Personil Bersenjata Laras Panjang


RADARMETROPOLIS: (Bangkalan) – Untuk mengantisipasi aksi kejahatan selama perayaan Lebaran 2017, seperti pembegalan, perampokan, dan pemalakan, jajaran Polres Bangkalan menerjunkan sejumlah personil bersenjata laras panjang di beberapa titik keramaian yang dilintasi pemudik maupun wisatawan.

"Personil yang kami sebar ada 25 orang, mereka dipersenjatai lengkap termasuk senjata laras panjang," terang Kabag Ops Polres Bangkalan, Kompol Agung Setyono, Kamis (29/6/2017).

Agung menambahkan, pengamanan khusus yang di prioritaskan yaitu di lokasi wisata bukit Jaddih, bekas galian batu kapur yang menjadi tempat wisata primadona saat ini. Kawsan ini pada momen libur lebaran banyak dikunjungi oleh wisatawan luar Madura dengan jarak tempuh 10 kilometer dari Kota Bangkalan ke arah selatan.


Lokasi menuju bukit Jaddih dengan panorama bongkahan batu kapur itu relatif sepi. Sehingga berpotensi adanya aksi kejahatan. "Kita juga mendirikan pos pantau serta menjaga pemudik dan wisatawan agar aman dan nyaman ketika memasuki Bangkalan," tandasnya. (ltr)

Lidik Balon Udara Peledak Petasan Jatuh di Masjid, Polres Ponorogo Periksa Ponpes di Mlarak


RADARMETROPOLIS: (Ponorogo) – Proses penyelidikan kasus balon udara peledak petasan yang jatuh di Masjid Jamiatul Mutaqin, Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, tim Kepolisian Resor Ponorogo dan Ngawi memeriksa salah satu pondok pesantren di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Penyelidikan tersebut didasarkan pada informasi pada serpihan kertas di balon udara yang mencantumkan nama dan alamat sebuah pondok pesantren.

" Kami sudah mendatangi lokasi pondoknya bersama rekan Polres Ngawi," kata Kanit Reskrim Polres Ponorogo, IPDA Fahmi Noor Fadly, Kamis (29/6/2017).

Dari penyelidikan tersebut diketahui tidak ada yang membuat balon udara saat lebaran tahun ini. Pemilik pondok di Mlarak, Ponorogo juga tidak mengetahui asal darimana balon itu. Termasuk nama yang tertera.

"Nomor handphone yang ada juga sudah tidak aktif saat dihubungi. Juga saat dilacak, lama tidak aktif," tambah Fahmi.

Menurut perwira lulusan Akpol tersebut, bisa saja serpihan kertas tersebut dibeli di pedagang loakan. Dan kertas sudah tidak terpakai bertahun-tahun lalu.


"Hasil sementara tidak berasal dari Kecamatan Mlarak. Tapi tetap kami usut sampai tuntas, berasal darimana balon tersebut," tandasnya. (gun)

Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya Gelar Patroli Amankan KBS


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Untuk menciptakan keamanan bagi pengunjung wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS), Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya, Rabu (28/6/2017) melakukan patrol di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Hal ini dilakukan untuk menciptakan keamanan bagi pengunjung yang sedang mengisi masa libur lebaran.

Dalam patroli tersebut tim patrol tersebut dibagi menjadi dua tim. Dan setiap tim terdiri atas sepuluh anggota. "Dua tim ini berpatroli di dalam KBS dan di luar KBS," kata Iptu Arief, Kasubnit Jatanras Polrestabes Surabaya, yang dalam patroli bertindak sebagai pemimpin Tim Anti Bandit, kepada wartawan.

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa setelah dilakukan patroli, keamanan masyarakat saat berlibur di tempat wisata dipastikan aman. Namun, selain memastikan keamanan, pihaknya juga perlu memberikan himbauan hendaknya masyarakat tetap waspada terhadap keselamatan diri dan barang berharganya saat di keramaian.

"Kami mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan diri dan barangnya dari tindak kejahatan. Kami juga koordinasi dengan Humas KBS, sejauh ini tidak ada tindakan kejahatan atau pengunjung yang kecopetan di dalam," ujarnya.

Sementara untuk patroli di beberapa lahan parkir di KBS, tim anti bandit juga tidak mendapati adanya pungutan liar oknum juru parkir. "Sebab, sejak pagi sudah diamankan dan dijaga betul oleh teman-teman Dishub kota Surabaya," ungkapnya. (hr) 

Rabu, 28 Juni 2017

Asyik Selfi di Kapal, Wisatawan Libur Lebaran Jatuh di Selat Bali



RADARMETROPOLIS: (Banyuwangi) - Seorang wisatawan libur lebaran kapal KMP Mutiara Alas III dari Pelabuhan ASDP Ketapang tujuan Pelabuhan Gilimanuk yang sedang selfi di dek kapal jatuh di Selat Bali, Rabu (28/6/2017). Korban terpeleset ketika kapal yang ditumpanginya hendak sandar. Perisitiwa ini terjadi sekitar pukul 01.15 WITA atau 00.15 WIB.

Korban tersebut bernama Mahbub (18). Ia berangkat bersama rombongan dari Pasaruan menuju ke Denpasar, Bali bersama dengan menggunakan bus pariwisata Pratista W 7085 US .

Menurut Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, Rabu (28/6/2017), berdasarkan keterangan dari saksi Chairul Anwar (25) dan Sami (23) yang beralamat Desa Semare, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan, yang saat kejadian sedang bersama korban duduk santai pada sisi kapal pada bagian bawah atau dek bawah, saat itu korban sedang bermain HP.

Kemudian, pada saat kapal akan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, korban berdiri pada sisi kapal. Gelombang cukup kencang. Hal ini akhirnya membuat korban terpeleset dan jatuh ke laut.

"Katanya, dari laut korban sempat teriak minta tolong kepada saksi,” jelas Subandi. Seketika temannya minta bantuan kepada petugas kapal. ABK kapal segera melempar life jacket, namun karena di perairan saat itu gelombangnya cukup deras dan agak gelap, korban menghilang tidak tertolong.

Saat ini sedang dilaksanakan pencarian oleh tim dari Polair, TNI AL,  dan SAR.

Subandi lebih lanjut menjelaskan bahwa berdasarkan data, di kawasan perairan ini memang arus bawahnya cukup deras. Terlebih gelombang saat ini juga cukup deras sehingga cukup mengganggu aktivitas penyeberangan. Meskipun demikian, gangguan tersebut masih dalam tahap aman dan normal.

"Seperti kejadian kapal yang sempat goyang hingga membuat kendaraan di dalamnya terbalik juga di kawasan ini," terangnya.


Pihaknya berpesan agar penumpang kapal berhati-hati saat berada di kapal terutama saat mau masuk ke dermaga. Untuk menghindari gangguan cuaca maupun gelombang, sebaiknya penumpang melakuan penyebrangan pagi sampai sore hari.


"Karena kondisi cuaca atau gelombang saat ini agak besar," pungkasnya.

Hingga saat ini proses pencarian korban masih dilakukan. Pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi maupun Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. (sin)

KPU Jatim Siapkan 68.511 TPS untuk Pelaksanaan Pilkada Serentak


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur menyatakan telah menyiapkan sejumlah 68.511 Tempat Pemungutan Suara untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni 2018.

"Jumlah kepastian TPS yang disiapkan adalah 68.511 unit dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim," ujar Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, Rabu (28/6/2017) .

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan TPS saat Pemilihan Presiden pada 2014 yaitu berjumlah lebih dari 75 ribu unit di Jatim.

"Tapi nanti juga bisa semakin berkurang, karena itu kami selalu intensif berkoordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota," kata Eko lebih lanjut.

Berdasarkan database KPU Jatim untuk Pilkada 2018, banyaknya jumlah TPS tersebut berada di 666 kecamatan, dengan 3.330 panitia pemilihan kecamatan (PPK), 25.491 panitia pemungutan suara (PPS), dan 479.557 kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Sedangkan untuk jumlah pemilih pada Pilkada yang digelar serentak mendatang diperkirakan mencapai 32.408.738 orang atau naik dibandingkan jumlah pemilih pada Pemilihan Presiden 2014 mencapai 30 ribu lebih orang.

Sementara itu, terkait persiapan Pilkada Jatim, Eko menyatakan telah melakukannya, bahkan sudah memulai tahapan sebagaimana yang disosialisasikan KPU Pusat.

Berdasarkan Peraturan KPU nomor 1/2017 tentang Program dan Jadwal Pilkada, pada Agustus 2017 akan mulai dilakukan pemutakhiran data pemilih, kemudian Desember 2017 dibuka pendaftaran calon perseorangan.

Berikutnya, pada 8-10 Januari 2018 dibuka pendaftaran calon yang diusung partai politik maupun gabungan partai politik, sebulan kemudian atau 12 Februari 2018 akan dilakukan penetapan pasangan calon.

Kemudian tiga hari setelahnya, atau mulai 15 Februari 2018 akan mulai kampanye yang diselenggarakan selama hampir lima bulan hingga 23 Juni, serta 24-26 Juni adalah masa tenang.


Masa rekapitulasi hasil pemungutan suara dilakukan paling lama 14 hari setelah hari pencoblosan, dan tiga hari berikutnya sudah bisa ditetapkan pemenang Pilkada sekaligus memimpin Jatim untuk periode 2019-2024. (erha)

Menpar: Banyuwangi Sekarang Sudah Lebih Maju dari Daerah Sekitar


RADARMETROPOLIS: (Banyuwangi) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan Banyuwangi sudah lebih maju dari daerah sekitar. Untuk itu ia mendorong Kabupaten Banyuwangi terus berkreasi agar bisa menjadi hub pariwisata bagi daerah sekitarnya, seperti Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Adapun dengan Bali, Banyuwangi harus bisa mengambil manfaat dengan mendapat limpahan dari wisatawan yang datang ke Pulau Dewata itu yang jumlahnya mencapai 4 juta orang per tahun.

Arief Yahya saat pertemuan Diaspora Banyuwangi, Selasa (27/6), mengatakan bahwa daerah yang menjadi hub bakal menjadi sentra wisata beserta sektor turunannya, yaitu perdagangan dan investasi. Wisatawan dan dunia usaha datang dulu ke Banyuwangi, baru kemudian melihat potensi daerah sekitarnya.

"Kalau sudah menjadi tempat pertemuan, maka Banyuwangi semakin maju dari daerah sekitarnya. Sekarang sudah lebih maju dari daerah sekitarnya, ke depan harus tambah maju lagi. Lalu daerah sekitarnya menjadi penyokong," ucap Arief Yahya.

Ia mencontohkan Singapura, Dubai, dan Hongkong. Negara dan daerah tersebut berhasil menjadi hub di kawasannya masing-masing. Mereka adalah contoh tempat pertemuan perdagangan dan investasi di kawasannya. Kalau dalam satu kawasan sudah ada hub-nya, maka akan sangat sulit daerah lain di sekitarnya menjadi hub yang baru. Banyuwangi berpotensi ambil peluang ini.

Untuk bisa menjadi hub sendiri, ada tiga faktor yang bisa menjadi penyokong. Yaitu, trade (perdagangan), investment (investasi), dan tourism (wisata). "Dari ketiganya, Banyuwangi berpotensi pada faktor tourism. Jika tourism di Banyuwangi bisa tumbuh dengan baik, maka tourism bisa menggerakkan trade dan investment," papar Arief.

Arief mencontohkan Pulau Bali. Ketika, pariwisata Bali maju pesat, maka perdagangan dan investasi pun ikut bergeliat di Bali.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, tiga sektor yaitu tourism, trade, dan Investment selama ini memang dikenal sebagai pola dasar pengembangan daerah. Di Banyuwangi pun hal itu digerakkan. "Tourism bergerak otomatis membawa banyak sektor turunan. Ada kuliner yang terkait erat dengan hasil pertanian. Ada suvenir yang terkait dengan para perajin. Di situ muncul trade. Lalu dalam skala menengah-besar ada investasi baru, ada yang bangun homestay, ada hotel, ada orang buka restoran, dan sebagainya," kata Anas.

Ia mengatakan lebih lanjut bahwa untuk membangun pariwisata, Banyuwangi terus melakukan inovasi. Selain mempersiapkan atraksi wisata berlevel nasional dan dunia, berbagai fasilitas wisata juga terus dibangun. Homestay hingga hotel-hotel berbintang dibangun di Banyuwangi. Aksesibilitas menuju ke Banyuwangi juga terus digenjot dengan pengembangan bandara, termasuk kehadiran rute baru Jakarta-Banyuwangi setiap hari.


"Saat ini cable car di kawasan Kawah Ijen sedang dalam proses perizinan di tingkat pemerintah pusat. Adapun marin, terintegrasi dalam proses konstruksi oleh PT Pelindo III, ditargetkan rampung total akhir 2018. Tahun ini Insyaallah selesai sebagian, kapasitas 40 yacht, restoran, dan eco park. Tahun depan dituntaskan kapasitas 140 yacht, lounge, boat yard,” kata Anas. (sin)

Arus Balik ke Surabaya, Antrian di Saradan Capai 6 Km


RADARMETROPOLIS: (Madiun) – Arus balik lebaran 2017, Antrian kendaraan yang hendak keluar Madiun menuju Surabaya terlihat semakin menumpuk di perbatasan Madiun-Nganjuk. Tepatnya pada lokasi di kawasan Desa Nampu, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Hari ini memang prediksi saya puncaknya. Volume kendaraan yang ingin keluar Madiun menuju Surabaya tambah banyak," kata Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Evon Fitrianto, kepada wartawan, Rabu, (28/6/2017) sore.

Bahkan, menurut Evon, antrian mencapai enam kilometer. Hal ini tentu dua kali lipat kemarin sore antriannya, yang hanya tiga kilometer.

Sementara, kendaraan yang melintas bisa jalan namun pelan-pelan. "Tidak lebih dari 20 km/jam. Asal bisa jalan saja," tambahnya.


Evon mengatakan, arus yang padat hanya dari Barat atau Madiun menuju Timur atau Surabaya. Arah sebaliknya tidak ada kemacetan. (no)

Polres Ponorogo Backup Lidik Pelaku Balon Udara Petasan



RADARMETROPOLIS: (Ponorogo) - Polres Ponorogo membantu penyelidikan (back up) yang dilakukan Polres Ngawi untuk mencari pemilik balon udara yang jatuh di Masjid Jamiatul Mutaqin, Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Dugaan sementara, balon udara berasal dari Mlarak, Ponorogo.

"Kami back up Polres Ngawi untuk melakukan lidik. Apakah benar dari wilayah hukum Ponorogo. Apalagi tulisan di serpihan kertasnya dari Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, kepada wartawan, Rabu (28/6/2017).

Ia mengatakan, semua kemungkinan selalu ada. Tapi harus ada pembuktian yang kongkrit balon udara yang merusak genteng Masjid berasal darimana. Agar tidak ada kerugian yang lebih lanjut.

Suryo pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menerbangkan balon udara. Apalagi sudah dilarang, baik dari Polres Ponorogo maupun Pemkab Ponorogo.

Diberitakan sebelumnya, balon udara yang jatuh di Masjid Jamiatul Mutaqin, Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi masih belum pasti berasal dari mana.

Kapolres Ngawi, AKBP Nyoman Budiadja, mengatakan bahwa memang benar ada serpihan kertas yang bertuliskan alamat di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Begitu juga isu yang berkembang di masyarakat sekitar.

Namun menurutnya itu tidak bisa menjadi dasar. "Belum tentu dari Ponorogo. Bisa jadi kota lain. Lha wong kertas bisa didapatkan dimana saja kok," tambah Nyoman kepada wartawan, Rabu (28/6/2017).


Ia mengatakan, lebih baik masyarakat tidak berspekulasi. Karena semua masih proses lidik. Dan yang jelas balon udara dan petasan sudah diamankan. (gun)

Selasa, 27 Juni 2017

Menteri PUPR: Infrastruktur Jalan untuk Arus Balik Sudah Siap


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, memastikan kondisi infrastruktur jalan untuk arus balik sudah siap pakai. Menurutnya sudah sejak lama menjalin koordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mewujudkan angkutan Lebaran yang bagus.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.  Ia mengaku sangat terbantu oleh Kementerian PUPR sehingga proses mudik berjalan lancar.

"Saya dibantu Pak Basuki (Menteri PUPR, red) membangun jalan, jembatan. Di selatan ada empat jembatan dibangun. Kita bersama-sama kepolisian, dengan Pertamina juga, petugas-petugas sama berkeringat dengan kita. Mereka tidak merasakan Lebaran, nah kita ingin makan bersama,” kata Menhub Budi merespon langkah Menteri PUPR.

Basuki Hadimuljono lebih jauh mengatakan, mudik kali ini harus dimaknai dengan bersama-sama guyub rukun, dimana semua merasakan sama dan tidak ada yang berbeda dengan yang lain.

"Jadi kita sama-sama merekayasa lalu lintas dengan infrastruktur yang ada. Insyaallah kita tunggu nanti arus balik. Kita ini baru 50 persen, tapi sampai hari ini, alhamdulilah, tidak ada kejadian yang ekstrim. Mudah-mudahan arus baliknya juga lancar. Evaluasinya nanti setelah arus balik," tuturnya.


Data Tol Fungsional

Menjelang Lebaran 2017, Kementerian PUPR bekerja ekstra keras mempersiapkan fasilitas jalan dan insfrastruktur lainnya.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, Jalan Tol Fungsional (JFT) Brebes-Gringsing memiliki panjang 110 km. Tol darurat tersebut terbagi tiga ruas tol. Pertama Brebes Timur hingga Pemalang, kedua Pemalang hingga Kabupaten Batang dan ketiga adalah Batang hingga Semarang. Setiap ruas memiliki seksi yang terbagi dalam beberapa jarak:

A. Brebes Timur - Pemalang

Seksi 3 Brebes Timur- Tegal 10,40 km

Seksi 4 Tegal - Pemalang 26,90 km

B. Pemalang - Batang

Seksi 1 Pemalang - Pekalongan 23,30 km

Seksi 2 Pekalongan - Batang 15,90 km

C. Batang - Semarang

Seksi 1 Batang - Batang Timur 3,20 km

Seksi 2 Batang Timur - Weleri 36,35 km

Seksi 3 Weleri - Kendal 11,05 km

Seksi 4 Kendal - Kaliwungu 13,5 km

Seksi 5 Kaliwungu - Ngaliyan (Semarang) 7,90 km.


Dengan adanya JTF itu, perjalanan arus mudik pun semakin lancar. "Diharapkan arus balik juga akan lancar dan aman," kata Menteri Basuki. (rez)

Ayo Manfaatkan Angkutan Gratis Kapal Laut, Jangan Naik Motor!


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) Kementerian Perhubungan menghimbau hendaknya masyarakat yang akan arus balik ke Jakarta tidak mengendarai motor. Sebaiknya memanfaatkan angkutan gratis kapal laut dari Tanjung Mas Semarang ke Tanjung Priok Jakarta.

"Kemenhub menganjurkan bagi pengguna sepeda motor pada masa arus balik lebaran lebih baik memanfaatkan program angkutan gratis dengan kapal laut," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, J. A. Barata di Jakarta, Selasa (27/6).

"Jadi, sepeda motor dan penumpangnya diangkut gratis dengan kapal laut. Ini merupakan solusi yang lebih selamat, aman, dan tanpa melelahkan," kata Barata.

Anjuran di atas disampaikan, mengingat penggunaan sepeda motor sebagai angkutan mudik lebaran masih menjadi pilihan pemudik dan terus meningkat setiap tahunnya. Pemudik diintai kecelakaan.

Kecelakaan tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti kelelahan.

Barata mengatakan, pemudik sepeda motor khususnya pada saat arus balik harus mempunyai persiapan yang ekstra dibanding saat arus mudik ke kampung halaman.

"Biasanya pada saat arus balik, spirit dan euphoria pengendara motor sudah berkurang, begitu juga energi dan perbekalan. Tentu ini juga berpengaruh pada tingkat konsentrasi dan daya tahan tubuh (kelelahan) dapat membuat resiko lebih berbahaya dalam mengemudi di jalan," terang Barata.


Karena itu, dia menyarankan agar pemudik sepeda motor menggunakan angkutan kapal gratis yang telah disiapkan Kemenhub. (rez)

ASDP Sukses Seberangkan 999.462 Pemudik Sumatera dari Jawa


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - PT ASDP Indonesia Ferry sukses menyeberangkan sebanyak 999.462 pemudik dari Jawa ke Sumatera. Jumlah ini terhitung naik 12,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 889.297 pemudik.

Untuk roda dua, tercatat sebanyak 85.868 unit atau naik 4,5 persen dibandingkan tahun lalu 82.157 unit. Roda empat mencapai 102.540 unit atau naik 14,9 persen dibandingkan tahun lalu 89.221 unit.

"Roda empat atau lebih tercatat 122.288 unit atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 106.101 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya mencapai 208.156," kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia, Ferry Christine Hutabarat.

Dan untuk kali pertama, jelas Ferry lebih lanjut, perseroan juga sukses menggelar layanan penjualan tiket online dengan pencapaian 24 persen.

"Untuk tahap awal, pencapaian ini sudah cukup baik, karena menunjukkan animo masyarakat terhadap tiket online sudah mulai muncul. Harapannya ke depan pengguna jasa akan beralih ke pembelian secara online," tandas Christine. (rez)

Titik Terang Kasus Novel Usai Idul Fitri



RADARMETROPOLIS: (Jakarta) Pengusutan untuk mencari titik terang kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, akan dilanjutkan usai Idul Fitri. Rencananya Polda Metro Jaya akan mengirim penyidik ke Singapura untuk memeriksa penyidik KPK, yang sebelumnya berstatus sebagai polisi tersebut.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. "Kami konfrontasi dulu saksi-saksinya, lalu koordinasi dengan KPK. Setelah itu, baru kesana (Singapura)," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu, Selasa (27/6/2017).

Ia menjelaskan, saksi-saksi yang dikonfrontasi adalah yang melihat pelaku penyiraman. ‎Nanti, hasil dari konfrontrasi saksi dikonfirmasikan kepada Novel selaku korban.

Ketika ditanya apakah dari penyelidikan sementara sudah mengarah kepada keterlibatan perwira tinggi Polri sebagaimana dugaan Novel, Argo mengatakan bahwa belum ada petunjuk yang mengarah ke sana.

"Belum ada dugaan ke arah sana.‎ Kalau memang hal itu terbukti, pasti kami sidik juga," kata Argo..

Untuk diketahui, polisi telah memeriksa 56 saksi. Kini, salah satu saksi kunci adalah tetangga Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Polisi sebelumnya sudah menangkap empat orang yang akhirnya dilepas lagi. Mereka adalah Mukhlis, Hasan, Muhammad Lestahulu, dan Niko Panji Tirtayasa. (rez)

RUU Pemilu Belum Selesai, Mendagri Segera Bertemu KPU


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) – Sampai saat ini pembahasan RUU Pemilu masih belum selesai. Masih terjadi perbedaan cukup tajam diantara sejumlah fraksi di DPR dan pemerintah terkait lima isu penting, terutama terkait perlu tidaknya syarat ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold).

Padahal, kehadiran undang-undang yang baru sangat penting bagi penyelenggara pemilu untuk dapat memulai tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden serentak 2019.

Misalnya untuk melakukan vverifikasi partai politik peserta pemilu. Selain itu juga sangat penting untuk menyusun sejumlah Peraturan KPU yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pemilu nantinya.

Menghadapi kondisi yang ada, Komisi Pemilihan Umum tidak tinggal diam. Penyelenggara diketahui mencoba menghadapi belum kelarnya pembahasan RUU Pemilu dengan menyiapkan dua model draft Peraturan KPU.

Model pertama, merumuskan PKPU dengan menerapkan adanya ambang batas pencalonan presiden. Sementara model sastunya, merumuskan aturan tanpa ambang batas.

Dengan kebijakan tersebut maka ketika pembahasan RUU Pemilu tuntas, penyelenggara dapat langsung berkoordinasi dengan DPR terkait PKPU yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan Pemilu 2019.

Kepastian terkait inisiatif KPU menyiapkan dua model draft PKPU di atas, disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.


Sehubungan dengan molornya pembahasan, pemerintah dan KPU akan bertemu dalam waktu dekat untuk membicarakan hal tersebut. (rez)

Senin, 26 Juni 2017

Puncak Mudik Lewat, di Purabaya Terjadi Penumpukan Penumpang Terlantar



RADARMETROPOLIS: (Sidoarjo) – Pada Minggu (25/6/2017) malam sekitar pukul 22.00 di Terminal Purabaya terlihat banyak calon penumpang terlantar di semua jalur.

Kondisi tersebut tentu tidak lazim. Mengingat, puncak arus mudik sudah lewat. Sebagaimana disampaikan Wakapolri, Komjen. Syafruddin, puncak arus mudik lebaran 2017 terjadi pada Kamis (22/6) hingga Jumat (23/6) dini hari.

Hardjo, Koordinator Operasional dan Keamanan UPTD (Unit Pelayanan Terpadu Daerah) Terminal Purabaya, menginformasikan situasi yang mengakibatkan terjadinya banyak calaon penumpang menjadi terlantar.

Menurutnya, pada Minggu (25/6/2017) banyak angkutan bus yang terlambat masuk ke dalam Terminal Purabaya. "Iya semalam itu banyak bus terlambat datang masuk di Terminal Purabaya," kata Hardjo, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (26/6/2017).

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa faktor penyebab bus terlambat masuk dan datang adalah karena semua jalur terjebak macet.

Kemacetan bus jalur barat terjadi di Mojoagung, Mojokerto. Wilayah selatan mengalami kemacetan di Purwosari.


Demikian juga bus dengan jalur wilayah Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo. Bus-bus ini juga terjebak macet. “Sehingga banyak penumpang menunggu bus yang datang," ujar Hardjo. (sli)

Komisi VI DPR Curigai Kemendag “Mainkan” Izin Impor Gula


RADARMETROPLIS: (Jakarta) Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, telah “membatalkan” pelaksanaan lelang gula rafinasi. Benarkah bahwa keputusan pembatalan ini terpaksa diambil Enggartiasto, karena DPR telah mencium adanya permainan?

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Zubir, mengatakan bahwa pembatalan oleh Mendag tersebut tidak terlepas dari upaya Komisi VI untuk mengkritisi --atau bahkan-- membatalkan kebijakan Menteri Perdagangan yang berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam tata niaga industri gula rafinasi/import raw sugar.

"Selama ini, Enggar mempersoalkan tentang rembesan gula rafinasi yang seharusnya diperdagangkan untuk industri makanan dan minuman, tapi ternyata merembes di pasar untuk konsumsi umum," kata Inas, Senin (26/6/2017)

Enggartiasto mencurigai faktor penyebab merembesnya gula rafinasi adalah tidak terkontrolnya pembelian gula rafinasi dari industri gula rafinasi ke industri makanan minuman.

Padahal, bisa jadi rembesan itu justru bersumber dari industri gula rafinasi sendiri.

"Anehnya, Komisi VI sudah berkali-kali meminta neraca gula rafinasi kepada Menteri Perdagangan, selalu saja tidak bisa diberikan dengan berbagai alasan," lanjutnya.

Neraca gula rafinasi itu diperlukan Komisi VI untuk menelusuri dari mana sumber kebocoran itu. Apakah rekomendasi import raw sugar dari Kementerian Perindustrian sudah sesuai dengan kebutuhan nasional industri makanan dan minuman?

Atau, apakah izin import raw sugar yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan sudah sesuai dengan rekomendasi import raw sugar dari Kementrian Perindustrian?

"Jangan-jangan izin import raw sugar yang dikeluarkan oleh Kementrian Perdagangan justru melebihi rekomendasi port raw sugar dari Kementrian Perindustrian," katanya.

Sehubungan dengan persoalan itu, Komisi VI DPR akan segera mengaktifkan kembali Panja Gula yang hampir 1 tahun belakangan vakum.


"Sesudah libur lebaran, kami akan aktifkan Panja Gula agar kembali bekerja untuk menyelidiki apakah benar ada praktik KKN dalam perizinan import raw sugar di Kementerian Perdagangan," tandas Inas. (rez)

Minggu, 25 Juni 2017

Warga Hingga Pejabat Antre Salaman dengan Jokowi-JK di Istana


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Presiden Joko Widodo mengadakan open house untuk yang hendak bersalaman dengannya di lebaran tahun ini. Tampak warga hingga Pejabat masuk ke Istana untuk bersalaman menyampaikan selamat dan maaf pada Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Proses bersalaman ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Minggu (25/6/2017). Prosesi salaman ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih dibalut jas dan kain sarung di bagian bawah. JK juga mengenakan setelan yang senada dengan Jokowi.

Sementara itu, Ibu Negara Iriana terlihat mengenakan gaun warna ungu. Sedangkan istri Wapres JK mengenakan gamis bermotif garis warna biru dan putih dengan selendang abu-abu.

Yang bersalaman mulai antre, dimulai dari teras sisi utara gedung Istana Negara. Antrean dimulai dari pejabat di lingkungan istana, Paspampres hingga menteri. Antrean juga diisi oleh warga yang hendak bersalaman dengan Jokowi-JK yang juga didampingi oleh Ibu Negara Iriana dan istri Wapres JK Mufidah Kalla.

Menteri Kabinet Kerja hadir untuk bersilaturahim dengan Presiden dan Wakil Presiden, diantaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Hadir pula petinggi TNI, yakni Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi.

Tidak hanya TNI, terlihat juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M Iriawan, dan jajaran polisi lainnya.

Dari kalangan partai politik juga hadir, diantaranya Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto, Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan beberapa tokoh partai lainnya.

Kegiatan open house di Istana ini merupakan pertama kalinya yang dilakukan oleh Jokowi. Sebelumnya dia berlebaran di beberapa daerah. (rez)

Pesan Lebaran Risma: Umat Muslim Surabaya Jangan Terpecah Belah


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, berharap kepada seluruh umat muslim di Kota Surabaya tetap bersatu dan tidak mudah terpecah-belah antar umat maupun antar bangsa.

"Jangan sampai terpecah belah, warga harus bersatu. Karena itu akan memudahkan saya dalam menjalankan tugas di Pemerintahan Kota Surabaya," kata Risma usai Salat Id di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (25/6/2017).

Risma yang mengenakan mukena warna krem didampingi suami, anak, menantu dan tak ketinggalan sang cucu tersayangnya, Gwen, ini diserbu warga yang berebut minta foto dan salaman.

"Saya juga meminta maaf bila ada kesalahan," kata Risma sambil menyalami warga.

Usai menjalankan sholat Ied, Risma dan keluarga menggelar open house di rumah dinasnya pada Pukul 09.00 Wib.

"Sebelum open house, saya mau nyekar (ziarah makam orangtua) dulu," kata Risma.

Pesan yang sama juga disampaikan Wakil Walikota, Wisnu Sakti Buana. Ketua PDIP Surabaya ini berharap momentum hari raya idul fitri akan kembali memperkuat kerukunan dan toleransi.


"Warga surabaya semakin menghargai dan menjaga toleransi antar umat beragama," kata Wisnu. (hw/sr)

Uskup Agung Jakarta Berharap Idul Fitri Jadi Berkat untuk Semua Orang


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) yang juga uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, berharap Idul Fitri menjadi berkat untuk semua orang. Harapan ini disampaikan setelah dirinya mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah kepada umat Islam di Indonesia.

Pernyataan di atas disampaikan Ignatius lewat video yang diunggah melalui akun Facebook Keuskupan Agung Jakarta, Minggu (25/6/2017).

"Saya Ignatius Suharyo Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia dengan penuh syukur dan tulus mewakili seluruh umat Katolik di Indonesia ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada saudara-saudariku umat Islam Indonesia," kata Suharyo.

Suharyo berharap lewat momen Lebaran 2017 ini warga Indonesia makin bersatu padu melibatkan diri membangun Indonesia.

"Kami berharap semoga ibadah suci dan hari suci yang kita rayakan ini juga menjadi berkat bagi seluruh bangsa Indonesia yang kita cintai ini, mendorong semua dan setiap warga negara Indonesia untuk melibatkan diri membangun Indonesia yang semakin adil dan semakin sejahtera dalam kebersamaan yang semakin erat dan di dalam kerelaan berkorban demi masa depan bangsa kita" ungkapnya.

"Sekali lagi selamat Hari Raya Idul Fitri," ucapnya.

Seiring dengan video ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dari Suharyo itu, banyak juga umat Katolik yang memberikan ucapan yang sama di kolom komentar.


Sebelumnya, para perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta juga telah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Ucapan tersebut disampaikan dalam festival pukul beduk dan gema takbir yang diadakan di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (24/6) kemarin. (rez)

Mabes Polri Ungkap Kronologis Aksi Teror di Polda Sumut


RADARMETROPOLIS (Jakarta) – Markas besar Kepolisian Republik Indonesia menjelaskan kronologis penyerangan teroris terhadap Mapolda Sumatera Utara. Dua teroris menyerang dan menikam salah satu petugas, Aiptu Martua Sigalingging, hingga tewas.

"Tadi pukul 03.00 WIB ada serangan diduga teroris. Dua orang melompat pagar di penjagaan Polda Sumut, kemudian menyerang salah satu pos," terang Setyo Wasisto, usai Salat Ied di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Setyo menerangkan Polda Sumut memiliki tiga pos penjagaan. Pos I digunakan untuk masuk, pos II khusus VIP, dan pos III sebagai pintu keluar. Ketiga pintu tersebut ditutup pada pukul 18.00 WIB.

"Tiga (pos) itu ditutup pukul 18.00 WIB, sebenarnya sudah ditutup tiga itu. Dua orang ini melompat kemudian menyerang," jelas Setyo.

Setyo menyebut polisi yang berjaga ada empat orang. Setyo mengatakan dua orang petugas sedang berpatroli, satu orang sedang di luar pos dan menyisakan Aiptu Martua yang sedang istirahat.

"Di pos dua orang, harusnya 4 (polisi), 2 patroli. Dia itu, satu di luar pos, satu istirahat. Yang diserang yang di dalam pos sedang istirahat. Pada saat diserang anggota Aiptu Martua gugur karena ditikam sajam (senjata tajam)," katanya.

Aiptu Martua sempat melakukan perlawanan. Rekannya yang bernama Ginting kemudian minta tolong anggota Brimob yang berjaga di pintu lain. Akhirnya, petugas Brimob melumpuhkan pelaku dengan tembakan.

"Kemudian Ginting minta tolong ke Brimob yang berjaga. Anggota Brimob di pintu lain mengambil tindakan dengan satu pelaku tewas di tempat karena dilumpuhkan dan satu dalam keadaan kritis," paparnya.

Setyo mengatakan beberapa waktu lalu Densus 88 menangkap tiga orang teroris. Setyo menduga dua teroris ini masuk jaringan tersebut.


"Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Densus 88 sudah menangkap 3 orang yang merencanakan, ini kayaknya kelompok mereka atau sel lain. Terbukti ada dua orang lagi menyerang langsung ke Polda Sumut," ungkapnya. (rez)

Selama Lebaran Waktu Besuk Tahanan KPK 1 Jam Lebih Lama


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - KPK membuka jam besuk lebih lama bagi tahanan KPK pada hari raya Idul Fitri ini. Jam Besuk dibuka dari pukul 10.00-13.00.

KPK menjadwalkan jam besuk pada 1 dan 2 Syawal 1438 Hijriah yang jatuh pada 25 dan 26 Juni 2017 selama 3 jam. Ini berarti lebih lama dari jam besuk rutin yang biasanya hanya pukul 10.00-12.00.

Pada Minggu (25/6/2017) keluarga tahanan dan pembesuk sudah mulai datang sekitar pukul 08.11 WIB. Hingga pukul 10.00 WIB meja pendaftaran masih dipadati keluarga yang akan membesuk.

Sebelum masuk mereka harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi formulir untuk kemudian mendapatkan stempel masuk dan kartu tanda pengenal bertuliskan 'Pengunjung Tahanan'.

Sebelumnya sekitar pukul 07.30 WIB, tahanan yang usai salat Idul Fitri di luar KPK tiba di Rutan KPK C-1, Jakarta Selatan. Mereka diangkut oleh dua mobil tahanan.

Mobil tahanan besar mengangkut tahanan pria, antara lain mantan Direktur Utama PT PAL M Firmansyah Arifin, mantan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Handang Soekarno, mantan Hakim MK Patrialis Akbar, dan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagi Irman.

Sementara itu mobil tahanan kecil mengangkut tahanan wanita, antara lain istri mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Lily Martiani Maddari, Kadis Peternakan Jawa Timur Rohayati, dan Siti Marwah.

Seluruhnya turun secara bergantian. Sempat terjadi obrolan di antara mereka. Namun petugas kemudian mengarahkan mereka masuk melalui pintu rutan.

Sebagian besar dari tahanan memakai baju putih. Hanya Patrialis Akbar yang mengenakan pakaian batik. (rez)


Ribuan Umat Islam Padati Masjid Istiqlal Sejak Lepas Subuh


RADARMETROPOLIS: (Jakarta) - Ribuan umat Islam dari wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, sejak lepas subuh.

Area parkir bahkan jalanan depan pintu masuk masjid yang berseberangan dengan Gereja Katedral, tampak sudah dipadati kendaraan jamaah yang ingin menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri.

Di areal pintu masuk dipasang detektor logam. Dengan demikian semua harus melewati mesin detektor logam, dan mesin x ray untuk barang bawaan.

Jamaah yang memasuki masjid dan sudah melewati pemeriksaan diarahkan mengisi saf-saf yang ada di dalam masjid yang terdiri dari lima lantai, dan bisa menampung sekitar 200 ribu jamaah.

Menurut panitia pelaksana, Sholat Ied akan dilaksanakan tepat pukul 7.00 WIB.  Diifnormasikan, KH.M Quraish Shihab akan bertindak sebagai khotib untuk menyampaikan khutbah Idul Fitri 1438 Hijriah.

Pasukan Pengaman Presiden didukung aparat kepolisian sudah melakukan penjagaan ketat di sekitar area masjid. Penjagaan itu dilakukan karena rencananya, Presiden Jokowi akan menunaikan Sholat Ied di Masjid Istiqlal bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla, serta sejumlah pejabat negara.

Sementara itu, untuk menghormati umat muslim yang akan melaksanakan sholat Ied hari ini, Gereja Katedral yang berada tepat di depan Masjid Istiqlal meniadakan perayaan Ekaristi minggu pagi.

Mgr Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta mengatakan, biasanya Gereja Katedral menyelenggarakan empat kali misa atau perayaan Ekaristi setiap hari minggu. Pertama pukul 06.00, 07.30, 09.00 dan terakhir pukul 11.00 WIB.

Khusus untuk minggu ini, Katedral hanya menyelenggarakan perayaan Ekaristi dua kali, yaitu pukul 10.00 dan pukul 12.00 WIB.

Selain mengubah jadwal misa, jamaah Sholat Ied Masjid Istiqlal juga dipersilakan menggunakan halaman gereja untuk parkir mobil atau motor, kalau lahan parkir di Istiqlal tidak cukup.

Menurut Uskup Agung, ini bukan kejadian baru. Sudah puluhan tahun antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal menjalin kerjasama baik dan menjaga toleransi. (rez)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites