Kolaborasi Khofifah Tekan Kematian Covid-19 Sampai Nol

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kedutaan Inggris untuk mengoptimalkan akses data real time terkait Covid-19 bagi masyarakat di seluruh Jatim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kematian sampai dengan nol.

Masih Mengakar, Polrestabes Terus Dalami Jaringan Iran

Sabu-sabu (SS) berlogo pohon kelapa yang diedarkan oleh jaringan Iran diprediksi masih akan terus diedarkan di Kota Surabaya sebagai wilayah baru peredaran.

Wakapolda Pimpin Pengamanan Pilkada Serentak Jatim

Pengamanan Pilkada Serentak Jatim 2020 dipimpin oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dalam audiensi dengan KPU Jatim, Senin (06/7/2020).

Mabes Polri Rilis Perkembangan Kasus Terorisme

Mabes Polri menggelar rilis perkembangan penangkapan kasus terorisme yang terjadi di Tanah Bumbu, Banjar Baru Kalimantan Selatan dan Cirebon Jawa Barat.

Khofifah Harap FESyar 2020 Gairahkan Ekonomi

Gubernur Jawa Timur berharap gelaran FESyar untuk Regional Jawa yang diadakan di Jawa Timur Jawa Timur untuk kembali menggairahkan geliat perekonomian syariah di tingkat daerah maupun pusat yang kini sedang menurun akibat pandemi.

Polrestabes Surabaya Deklarasi Tolak Anarkisme

Polrestabes Surabaya menggelar deklarasi damai dan pernyataan sikap menolak aksi anarkisme yang terjadi dalam unjuk rasa, Jumat (16/10/2020) malam. Deklarasi yang diselenggarakan di gedung Graha Bhara Daksa Mapolrestabes Surabaya itu mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Jadi Irup, Khofifah Ajak Segera Merdeka dari Covid

Pada momen peringatan HUT RI ke-75 di Gedung Negara Grahadi, 17 Agustus 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk mengikhtiarkan bisa segera merdeka dari COVID-19.

Sabtu, 18 April 2020

Pasar Kapasan Kembali Dibuka Setelah Terpapar Covid-19, Petugas Lakukan Protokol Ketat



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Setelah ditutup karena terpapar Covid-19, Pasar Kapasan Surabaya kembali dibuka, Sabtu (17/4/2020). Para petugas diinstruksikan melakukan protokol ketat guna antisipasi penyebaran Covid-19.

Protokol tersebut diantaranya memusatkan keluar masuk hanya di beberapa pintu akses pasar. Kemudian di pintu-pintu itu disediakan tempat cuci tangan portabel serta bilik sterilisasi.

Selain itu petugas juga memeriksa suhu tubuh seluruh pedagang dan pengunjung yang dating. Screening semacam itu dilakukan ketat oleh petugas.

Selain menerapkan protokol ketat, PD Pasar Surya juga membagikan hand sanitizer dan masker pada setiap pengunjung, karyawan maupun penjual saat masuk. Demikian dinyatakan oleh Taufiqurrahman, Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, kepada wartawan.

Dengan pembukaan tersebut aktivitas pasar kembali normal, hanya penyesuaian terkait protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat.

Bagi mereka yang tak mematuhi protokol pencegahan itu bakal dilarang beraktivitas di dalam pasar. Misalnya yang tak mengenakan masker maupun bersuhu tubuh di atas 38 derajat.

"Kalau selanjutnya kita tidak menyediakan masker, otomatis dia gak boleh masuk, karena di awal sudah kita bagikan," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasar grosir terkenal yang terletak di Jalan Kapasan Surabaya itu sebelumnya sempat ditutup karena harus melakukan karantina terbatas selama 14 hari.

Keputusan itu diambil untuk menerapkan protokol antisipasi Covid-19, setelah ada yang terpapar virus corona. (ar)

Positif Covid-19 di Surabaya Terus Tambah, Fraksi PDIP Minta Korban PHK Jadi Bagian Program MBR



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan Kota Surabaya berpandangan bahwa penanganan pandemi virus corona (Covid-19) harus dilakukan dari berbagai sisi, baik menyangkut kesehatan, jaring pengaman sosial maupun pemulihan dampak ekonomi. Untuk itu mereka mengusulkan enam langkah yang perlu dilakukan Pemkot Surabaya, salah satunya meminta korban PHK mendapat interensi program bantuan sembako bagi 250 ribu Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, Jumat (17/4/2020) langkah yang diusulkan tersebut penting untuk dilakukan mengingat jumlah pasien positif Covid-19 di Surabaya terus bertambah.

Langkah pertama, Pemkot perlu mendorong upaya perluasan cakupan uji cepat (rapid test) dengan melibatkan jajaran pengurus RT, RW, LPMK, kelurahan, dan kecamatan. Perluasan cakupan sasaran rapid test diperlukan untuk deteksi dini penderita, agar bisa segera dilakukan mitigasi.

Langkah kedua, Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah yang kosong untuk disiapkan menjadi rumah sakit darurat penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Hal itu penting, karena untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien. Minimal gedung-gedung itu bisa menjadi rumah sakit darurat untuk pasien positif dan PDP yang mengalami gejala klinis ringan tanpa serangan saluran pernapasan yang akut.

“Kalau yang agak berat, harus di rumah sakit rujukan,” kata Syaifuddin.

Sedangkan langkah ketiga adalah mendorong bekerja sama dengan para pengelola hotel, losmen, dan penginapan untuk disulap sementara menjadi rumah sakit darurat. Langkah ini sekaligus untuk membantu roda ekonomi para pelaku usaha perhotelan yang terdampak karena Pandemi Corona.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Syaifuddin, bahwa di losmen, penginapan, dan hotel sudah tersedia bed. Sudah ada toilet di dalam kamar. Tinggal diatur sistem pemantauan kesehatannya. Ini juga untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

“Khusus di losmen, penginapan, dan hotel hanya untuk pasien bergejala klinis ringan,” jelasnya.

Langkah keempat terkait dengan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak. Pemkot Surabaya telah menyiapkan skema bantuan sembako bagi 250 ribu Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Fraksi PDIP mendorong hendaknya masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendapat intervensi program tersebut.

“Pendataan harus cepat, melalui RT dan RW, agar tidak tumpang tindih dengan program pusat dan provinsi,” tegas Syaifuddin.

Usulan kelima dan keenam adalah yang berkaitan dengan upaya pemulihan dampak ekonomi.

Langkah kelima adalah Pemkot diminta untuk melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setiap program pengadaan Pemkot Surabaya dalam menangani Covid-19.

Diungkapkan Syaifudin, selain masker dan beberapa barang lain, Pemkot Surabaya juga menyediakan makanan kering tempe yang akan disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kami harapkan itu melibatkan UMKM, ibu-ibu di kampung-kampung,” ujarnya.

Langkah keenam ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi di Kota Surabaya. Untuk itu Pemkot diminta menyiapkan program padat karya serta pemberdayaan masyarakat sebagai langkah kongkrit.

Dengan demikian perlu dilakukan realokasi APBD Surabaya agar mayoritas mata anggaran dialihkan untuk program yang berorientasi padat karya, program yang menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin.

“Pemberdayaan-pemberdayaan masyarakat juga harus dipacu,” tandas Syaifuddin. (rie)

Jumat, 17 April 2020

Bagikan Masker Gratis, Cak Machfud Ingin Cegah Covid-19 sekaligus Bantu UMKM Surabaya



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Machfud Arifin membagikan puluhan ribu masker gratis kepada warga Surabaya. Selain mencegah penyebaran Covid-19 di Surabaya, hal itu dimaksudkan juga untuk membantu pelaku UMKM di Kota Pahlawan.

"Kita juga membantu UMKM di Surabaya agar roda bisnisnya lancar," ujar cak Machfud.

Masker tersebut memang dijahit oleh ibu-ibu pegiat UMKM di Kota Pahlawan. Ia memesan 10.000 masker untuk dibagikan ke masyarakat. Khususnya masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

Lebih lanjut Machfud menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan juga untuk membantu  mewujudkan imbauan pemerintah yang meminta masyarakan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Saat ini ketersediaan masker di pasaran sangat terbatas,” kata Cak Machfud, panggilan akrab pria asli Surabaya tersebut. Oleh karena itu ia berinisiatif untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan barang langka tersebut. (sr)

Meski Kena Badai Corona, Kadin Jatim Ungkap Industri di Jatim Masih Bisa Bertahan



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Meski terkena dampak pandemi Covid-19 kondisi industri di wilayah Jawa Timur masih bisa bertahan dan tetap kondusif. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto.

Kondisi tersebut disampaikan setelah Kadin melakukan koordinasi dengan sejumlah pelaku usaha terkait dampak Pandemi Corona Virus atau Covid-19 terhadap kinerja ekonomi Jatim, utamanya sektor logistik laut dan jalur kepulauan, yang digelar di Graha Kadin Jatim.

Diungkapkan lebih lanjut oleh Adik, bahwa memang ada beberapa yang terdampak dan mengalami penurunan kinerja, tetapi penurunan tersebut masih dalam kondisi wajar dan bisa diterima. Untuk itu, ia berharap pemerintah Provinsi Jatim tidak menerapkan kebijakan lockdown karena dampaknya justru akan memperburuk kondisi masyarakat, utamanya masyarakat kelas bawah.

Menurutnya, pemberlakuan lockdown harus hati-hati dan harus ditimbang dengan benar. Karena lockdown akan merugikan banyak pihak.

Para pimpinan asosiasi pengusaha hadir dalam acara koordinasi yang digelar oleh Kadin tersebut, diantaranya Ketua Umum DPD Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Jatim Romzi Abdullah, Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Jatim Steven H Lasawengen, dan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Jatim Henky Pratoko.

Ketua Umum DPD Ginsi Jatim Romzi Abdullah, memberikan pandangan yang senada dengan pimpinan Kadin Jatim. Menurutnya lockdown akan sangat memberatkan masyarakat kelas bawah. Untuk itu ia berharap berharap pemerintah tidak mengambil langkah lockdown.

Romzi menilai kondisi arus barang impor saat ini sudah mulai lancar pasca Tiongkok membuka kembali perdagangan mereka. Dengan mulai lancarnya arus barang impor dari Tiongkok, diharapkan bahan baku industri bisa terpenuhi.

Di saat awal Wuhan terkena dan ditutup, impor bahan baku dari Tiongkok memang distop. Tetapi para pengusaha yang tergabung dalam Ginsi masih dapat bahan baku dari Asia, seperti dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Korea, meskipun tidak sebanyak yang dari Tiongkok. Di saat bahan baku dari Asia berkurang, Tiongkok sudah dibuka.

“Nah, harapan kami ini akan semakin stabil. Kapal-kapal dari Tiongkok sudah mulai berdatangan, ada 16 kapal besar, bahan baku tidak berhenti," jelasnya.

Hanya saja produksi tidak seperti biasanya, dikarenakan industri di Jatim sudah mulai melakukan social distancing. Kalau biasanya jam kerja karyawan bisa tiga shift, maka sekarang hanya satu shift saja. (rcr)

Sabtu, 11 April 2020

Polda Jatim: Penyelundupan Benur Lobster Berjejaring dan Gunakan Juga Jalur Udara



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim meyakini bahwa penyelundupan benur lobster ke luar negeri berjejaring. Untuk itu sindikat lain yang berjejaring dengan tersangka AJ dan MDS didalami.

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arief Setyawan, juga mengungkapkan bahwa penyelundupan benur tersebut juga menggunakan jalur udara.

"Mereka ini pakai jalur udara juga," kata Gidion, Jumat, (10/04/2020).


Menurut Gidion, selain menyebabkan kerugian negara, kejahatan yang dilakukan oleh tersangka juga membuat kerusakan ekosistem.  Oleh sebab itu pihaknya akan menindak siapa saja yang masih melakukan penyelundupan benih lobster ke luar negeri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016, ekspor benur dilarang. Tindakan para pelaku di atas semakin merugikan negara, karena benur-benur yang diselundupkan ke luar negeri tersebut belum waktunya untuk diekspor. (rcr)

Tidak Hanya Fokus Covid-19, Jatim Juga Harus Atasi Demam Berdarah



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan data terakhir yang diperbarui pada Rabu (08/04/2020) lalu, penderita DBD di Jatim meningkat menjadi 3.280 orang. Dimana 26 orang di antaranya meninggal dunia. Dinkes Jatim meminta masyarakat tetap melaksanakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) meski juga harus menghadapi pandemi Covid-19.

Kasus DBD tertinggi terjadi di Kabupaten Malang dengan 587 kasus. Menyusul Jember (300), Trenggalek (242),  dan Pacitan (208). Sedang kematian tertinggi terjadi di Kabupaten Malang, Ngawi, dan Trenggalek.

Kenaikan angka penderita dan kematian tersebut tergolong tinggi. Sebab data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per Januari 2020 lalu masih sebanyak 811 orang dengan angka kematian sebanyak 6 orang. Kemudian saat diupdate pada 13 Maret lalu, jumlah penderita mencapai 2.016 kasus dan angka kematian 20 orang.

Berbagai upaya untuk menganggulangi serangan DBD tersebut telah dilakukan oleh Dinkes Jatim. Diantaranya adalah penggiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) melalui aksi 3M Plus dengan melaksanakan gerakan satu rumah satu jumantik di semua wilayah di setiap kabupaten/kota. jelas

Kepala Dinkes Jatim, dr Herlin Ferliana, meminta hendaknya masyarakat tetap melaksanakan PSN meski di situasi pandemi Covid 19 saat ini. Hal ini agar angka penderitanya tidak meningkat. Karena seseorang tidak akan terkena DBD jika tidak ada nyamuk.

"Saya harapkan upaya ini serempak dan berkesinambungan, dan tidak boleh ada yang tidak peduli dengan ini, semua harus melakukan," kata Herlin.

Upaya PSN paling efektif adalah melakukan 3M plus. Di antaranya menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, menyingkirkan/memanfaatkan barang bekas, plus menghindari gigitan nyamuk.

Tindakan ini harus dilakukan setiap satu minggu. Mengapa PSN ini perlu dilakukan per minggu, dikarenakan proses kembang biak nyamuk Aedes Aegepty sangat cepat.

Menurut Herlin, pada saat bertelur nyamuk akan menghasilkan 100 hingga dua ratus telur. Telur itu bisa hidup di air. Tiga hari kemudian nyamuk akan menjadi jentik.

Setelah menjadi jentik, dua hari kemudian nyamuk bisa berubah menjadi kepompong. Lima hari setelahnya menjadi nyamuk kecil, dan satu jam setelahnya menjadi nyamuk dewasa.

"Perkembangannya begitu cepat,” jelas Herlin. Karena itulah sumber air harus rajin dikuras, agar bakal nyamuk mati sebelum menjadi nyamuk.

Atas dasar fakta itulah mengapa Dinkes Jatim lebih menyarankan untuk melakukan PSN daripada fogging, yang hanya membunuh nyamuk dewasa. (sr)

Jumat, 10 April 2020

Update Penanganan Virus Corona di Surabaya dan Jatim: Total Sembuh Naik



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Perkembangan kasus pendemi virus corona di Surabaya dan Jawa Timur hingga Jumat (10/04/2020) mengalami peningkatan untuk jumlah orang yang sembuh. Jumlah orang yang sembuh virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur mengalami kenaikan. Kini penderita yang sembuh meningkat menjadi 57 orang.

Selain itu, update virus Corona di Jatim per 10 April 2020 menyatakan 233 orang positif COVID-19, 1260 PDP, dan 13.006 ODP.

Sedangkan perkembangan pendemi Covid-19 di Kota Surabaya, tercatat sebanyak 27 orang sembuh setelah dinyatakan positif covid-19.

Berdasarkan data yang dirilis Pemkot Surabaya per 10 April 2020, tercatat ada 1.167 ODP, 448 PDP, dan 93 konfirmasi COVID-19.

Berikut rincian jumlah positif COVID-19 di Surabaya dan Jatim.

­        Kabupaten Tuban : 2 positif

­        Kota Surabaya : 93 positif

­        Sidoarjo : 20 positif

­        Kabupaten Lamongan : 13 positif

­        Kabupaten Malang : 10 positif

­        Kabupaten Magetan : 9 positif

­        Kota Malang : 8 positif

­        Kabupaten Situbondo : 8 positif

­        Kabupaten Kediri : 7 positif

­        Kabupaten Nganjuk : 8 positif

­        Kabupaten Tulungagung : 7 positif

­        Kabupaten Gresik: 8 positif

­        Kabupaten Lumajang : 5 positif

­        Kabupaten Ponorogo : 5 positif

­        Kabupaten Jombang : 3 positif

­        Kabupaten Jember : 2 positif

­        Kabupaten Pamekasan : 2 positif

­        Kota Batu : 2 positif

­        Kota Blitar : 1 positif

­        Kabupaten Blitar : 1 positif

­        Kota Kediri : 2 positif

­        Kabupaten Banyuwangi : 1 positif

­        Kabupaten Madiun : 1 positif

­        Kabupaten Bondowoso : 1 positif

­        Kabupaten Trenggalek : 1 positif

(sr)

Senin, 06 April 2020

Kasus Aborsi yang Diungkap Polrestabes Surabaya: Modus Baru, Dilakukan di Hotel



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Praktik aborsi yang dilakukan tenaga medis di hotel diakui oleh Polrestabes Surabaya sebagai modus baru. Ini adalah kasus pertama yang ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kasus pengguguran kandungan terhadap perempuan berusia 17 tahun ini berhasil diungkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak atau PPA.

"Ini kasus aborsi baru yang menggunakan tempat di hotel," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Senin (06/04/2020).


Untuk itu pihaknya akan menguak tabir aborsi yang dilakukan tenaga medis itu. Termasuk akan mengungkap apakah tenaga medis yang praktik aborsi selalu menggunakan jasa hotel agar tak mudah terendus.

"Penyelidikan masih kami kembangkan. tunggu sampai selesai," terangnya.

Tim penyidik juga akan mencari bukti apakah yang dilakukan tenaga medis tersebut sudah sering.

Prktik aborsi ilegal yang dilakukan salah satu tenaga kesehatan di salah satu hotel di Surabaya dibongkar Unit (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kasubnit PPA Iptu Harun.

Polisi berhasil mengamankan  perempuan muda berusia 17 tahun yang diaborsi, seorang tenaga kesehatan, dan laki-laki yang menghamili. Sebelum membongkar praktik aborsi ilegal, polisi mendapat laporan dan langsung menindaklanjutinya.

"Kami mendapat laporan 19 Maret 2020. Laporan itu dari salah satu rumah sakit bila ada pasien mencurigakan.  Pasien tersebut diduga habis menjalani persalinan," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ardian Satrio Utomo, Minggu (05/04).

Beberapa hari berselang, polisi mendapat identitas pasien perempuan tersebut.  "Dari hasil interogasi terungkap, proses aborsi itu menggunakan jasa tenaga kesehatan," paparnya.

Ardian mengungkapkan, proses aborsi dilakukan di salah satu hotel. Lokasi aborsi diketahui usai polisi menginterogasi seorang tenaga kerja. Polisi telah mengamankan seorang tenaga kesehatan itu.

Perempuan muda yang melakukan aborsi itu tinggal di daerah Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Sedangkan perempuan tenaga kesehatan yang melakukan aborsi tinggal di wilayah Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.

"Kekasihnya juga sudah kami tangkap. Dari pengakuannya, jenazah janin dimakamkan di salah satu wilayah di Jalan Ir Soekarno (MERR)," ungkapnya.

Saat ini polisi masih mendalami dan mengembangkannya. Itu agar mengetahui lebih jelas praktik aborsi yang dilakukan tenaga kesehatan itu.

"Hasil pemeriksaan sementara terungkap, tenaga kesehatan itu sudah banyak menerima pasien yang minta janinnya digugurkan. Detail kasus dan perkembangannya akan kami sampaikan lagi," pungkas Kompol Ardian. (rcr)

Minggu, 05 April 2020

Balita Kecebur Got Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa Di Bawah Beton Penutup Saluran



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Balita yang terseret arus di saluran drainase Jalan Asem Mulyo, Asemrowo, Surabaya, akhirnya ditemukan petugas penyelamat, Minggu (5/4/2020). Pencarian yang dilakukan lebih dari 12 jam itu akhirnya menemukan korban di bawah beton penutup saluran yang panjangnya lebih dari 20 meter, dalam keadaan meninggal dunia.

“Kita kerahkan dua mobil pemadam untuk menyedot air di drainase. Akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada balita hilang usai kejebur ke dalam saluran drainase atau got di Jalan Asem Mulya, Asemrowo, Surabaya, Sabtu (4/4/2020). Korban merupakan anak semata wayang dari pasangan Saipul dan Rodyah. (ar)

Dapat Laporan Aborsi Hubungan Gelap dari RS, Polrestabes Surabaya Tangkap Pekerja Salon Galaxy Mall



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Polrestabes Surabaya menangkap YN (17) pekerja salon di Galaxy Mall. Ia diduga melakukan aborsi hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar, AS (32) yang sudah beristeri dan memiliki dua anak.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian kasus aborsi tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian mencium kasus aborsi itu dari laporan petugas.

Diungkapkan oleh Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ardian Satrio Utomo, kasus aborsi tersebut berhasil diungkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, usai mendapat laporan dari sebuah rumah sakit. Selanjutnya langsung dilakukan penangkapan kepada terduga.

“Awalnya kami mendapat laporan dari salah satu rumah sakit, bahwa ada pasien mencurigakan yang diduga habis bersalin,” ujar Wakasat Reskrim.

Setelah mendapatkan identitas pasien perempuan itu, Tim Unit PPA langsung melakukan pendalaman. Dalam interogasi itulah terungkap bahwa perempuan 17 tahun itu telah diaborsi dengan memakai jasa salah satu tenaga kesehatan.

“Kami amankan seorang perempuan tenaga kesehatan itu setelah melalui proses interogasi,” ujarnya.

Sementara itu menurut informasi dari sebuah sumber, diketahui bahwa pelaku sudah ditangkap polisi bersama pacarnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pertengahan Maret lalu. “Gadis ini juga belum ada setahun kerja dan ngekos di Surabaya. Dia dan pacarnya ini bukan orang Surabaya asli,” jelasnya, Minggu (5/4/2020). (ar)

Maklumat Kapolri Terkait Covid-19 Akan Dilaksanakan Humanis, Tapi Jika Masyarakat Bandel Akan Ditindak Tegas



RADARMETROPOLIS: Jakarta – Masyarakat diminta untuk menaati Maklumat Kapolri untuk tidak menggelar maupun berada di kerumunan atau keramaian. Terkait dengan maklumat tersebut, ada hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat. Walaupun bersifat imbauan, tetapi bila maklumat tersebut tidak ditaati, kepolisian akan melakukan tindakan tegas. Aparat Polri dan TNI akan diterjunkan di semua titik untuk mengamankan kebijakan ini.

Penjelasan di atas disampaikan oleh Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak. “Kita berusaha untuk menjaga jarak, melakukan physical distancing secara disiplin dan aparat Polri diperintahkan sesuai dengan maklumat Kapolri untuk melakukan penindakan. Polri akan melakukan dengan cara humanis, dengan sopan, akan melakukan peneguran,” kata Irjen Herry.

Tindak itu dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2. Maklumat tersebut dikeluarkan menindaklanjuti kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak atau sosial distancing di kerumunan atau antar individu.

“Kemudian juga kami berharap, bahwa kegiatan ini juga akan disosialisasikan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polri di daerah dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, Polsek, bahkan ke Babinkamtibmas, bersama-sama dengan aparat desa dan Babinsa,” tambahnya.

Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh aparat kepolisian untuk mensosialisasikan maklumat ini dan menyampaikan terus menerus kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan memahami imbauan menjaga jarak karena upaya tersebut sangat penting dalam memutus penyebaran Covid 19.

Terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Polri mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkumpul, mengumpulkan orang banyak.

“Kemudian juga meminta kepada semua masyarakat untuk tidak pulang kampung, atau tidak mudik untuk kita bersama-sama berusaha untuk mencegah penyebaran covid-19 ini,” tandas Irjen Pol. Herry.

Herry pun berharap masyarakat dapat dengan disiplin mematuhi imbauan pemerintah sehingga penyebaran virus tidak meluas. (khr)

Quick Response Covid-19: Khofifah Sulap Rumdis Jadi Posko Command Center dan Siapkan Kuburan



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Untuk percepatan penanganan (quick response) Covid-19 yang melanda Jawa Timur, Khofifah menyulap rumah dinasnya menjadi Posko Command Centre. Selain itu mantan Menteri Sosial tersebut juga menyiapkan lahan khusus untuk pemakaman warga yang meninggal akibat penyakit Covid-19.

“Di sebelah Gedung Grahadi ini ada rumah dinas gubernur yang memang belum saya tinggali. Sudah dua pekan ini kita fungsikan untuk menjadi Command Center, tempat untuk kita mengupdate seluruh perkembangan kasus covid-19 di Jatim. Tujuannya supaya kita bisa melakukan mitigasi bencana non alam wabah Covid-19 ini secara lebih terintegrasi,” tutur Gubernur Khofifah, Minggu (5/4/2020).

Rumah dinas Gubernur Jawa Timur tersebut berlokasi di sisi timur Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Di Command Center Covid-19 tersebut secara real time dikontrol dan juga dimonitor perkembangan kasus covid-19 mulai ODP, PDP maupun yang sudah terkonfirmasi positif covid-19.

“Posko Command Center Covid-19 ini berbasis 24 jam. Karena hari ini melakukan identifikasi secara real time itu penting agar kita bisa melakukan quick response,” tegasnya.

Sehubungan dengan itu pada Sabtu (04/04/2020) kemarin Gubernur Khofifah telah menyerahkan bantuan berupa swab kit, Alat Perlindungan Diri (APD), hand sanitizer serta satu unit handphone atau telepon seluler khusus pada 75 rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Di handphone yang kami bagikan itu sudah terinstal manualnya. Jadi, setiap perkembangan apapun itu yang terkait Covid-19 di rumah sakit mereka, kami harapkan setiap rumah sakit tersebut melapor ke kami, ke Posko Command Center Covid-19. Fungsinya banyak, untuk kepentingan pelayanan, tracing maupun best practice,” tuturnya.

Misalnya, ada pasien PDP yang membutuhkan rujukan untuk berpindah rumah sakit karena butuh ventilator, atau membutuhkan segera tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction), atau dibutuhkan adanya tindakan tertentu yang lain, pihak rumah sakit bisa melapor melalui handphone yang dibagikan tersebut.

“Kalau kami tidak mendapat update dari rumah sakit, maka quick response tidak bisa kami lakukan. Padahal kecepatan memberi pelayanan dan penanganan hari ini sangat penting, maka di sini kita ingin update secara realtime,” tegas Khofifah.

Untuk percepatan penanganan, selain beberapa hal di atas, saat ini di Gedung Negara Grahadi juga sudah standby sebanyak dua unit ambulance yang disiapsiagakan bagi kebutuhan penanganan Covid-19. Sebab beberapa kali terjadi adanya kendala penyediaan ambulance di rumah sakit untuk mengantar atau menjemput pasien Covid-19 maupun untuk jenazah. Maka dua unit ambulance yang standby di Grahadi akan selalu siap untuk digunakan. Enam orang driver pun sudah ditraining khusus untuk mengoperasikan ambulance tersebut. Termasuk jika ada korban Covid-19 yang meninggal dunia dan membutuhkan jasa layanan ambulance, maka bisa menghubungi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

Sedangkan untuk pemulasaran jenazah khusus korban Covid-19, Pemprov Jatim juga sudah berkomunikasi dengan Perhutani. “Sudah disiapkan sebidang tanah khusus untuk pemulasaran korban Covid-19 yang meninggal dunia,” jelas Gubernur Khofifah.

Perkembangan kasus Covid-19 di Jatim hingga kemarin diketahui ada sebanyak 152 kasus positif Covid-19, sebanyak 780 orang PDP dan sebanyak 10.116 orang berstatus ODP.

Selain itu juga terdapat penambahan kasus positif Covid-19 yang terkonversi negatif atau sembuh sebanyak 2 orang, sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 yang sembuh di Jatim menjadi 30 orang (19,74 persen). Sedangkan dari total kasus positif Covid-19 di Jatim yang meninggal dunia ada sebanyak 14 orang (9,21 persen). (rie)

Pemerintah Wajibkan Masker untuk Masyarakat yang Jalankan Aktivitas di Luar Rumah



RADARMETROPOLIS: Jakarta – Pemerintah mewajibkan masyarakat yang mengadakan aktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

“Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan #MaskerUntukSemua. Semua harus memakai masker ketika berkegiatan di luar,” kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu (05/04/2020).

Tetapi dalam melaksanakan kewajiban tersebut masyarakat diminta lebih bijak. Dalam arti, masker yang dipakai adalah masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali. Sebab, masker bedah dan N-95 yang sekali pakai ditujukan untuk petugas medis.

“Gunakan masker kain, karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit, ketika kita di luar rumah,” papar Yuri.

Menurutnya, masker dari kain dapat dicuci menggunakan air sabun agar tetap bersih dan efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Untuk penggunaan tidak lebih dari empat jam.

“Masker kain bisa dicuci. Masker kain digunakan tidak lebih dari empat jam. Rendam masker kain yang telah dipakai di air sabun, lalu dicuci,” urai Yuri.

ia mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan jaga jarak sosial (physical social distancing), dan menjaga kebersihan tubuh.

“Kami yakin bahwa kita bisa mengendalikan, memberantas penyakit ini, dan bersama-sama menyelesaikan permasalahan Covid-19,” kata Yuri.

“Kami meminta, mulai hari ini gunakan masker untuk semua. Saling mengingatkan kalau ada yang tidak pakai masker, menunda kepentingan di luar rumah, rencana kepergian, dan berkomunikasi sosial menggunakan jaringan telekomunikasi yang kita miliki,” kata Yuri. (khr)

Sabtu, 04 April 2020

Anggota dan PNS Polda Jatim Wajib Laksanakan Larangan Kapolri Mudik Lebaran 2020



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis  melarang seluruh anggota Polri dan PNS di lingkungan Polri mudik pada Lebaran 2020. Larangan ini dibuat untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Untuk itu Polda Jatim mengingatkan anggota dan PNS-nya untuk melaksanakan telegram Kapolri tersebut dengan taat.

“Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Nomor: ST/1083/IV/KEP./2020 tertanggal 3 April 2020 tentang ketentuan untuk tidak melakukan kegiatan bepergian keluar daerah dan atau mudik Lebaran bagi personel Polri dan pegawai negeri pada Polri beserta keluarga dalam rangka mencegah COVID-19 di wilayah NKRI,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (04/04/2020).

Lebih jauh dijelaskan bahwa ada empat hal yang ditetapkan dalam surat telegram tersebut. Yakni, Personel Polri maupun PNS di lingkungan Polri beserta keluarga tidak boleh bepergian keluar daerah dan atau kegiatan mudik dalam rangka Idulfitri 1441 Hijriah.

Selain itu diminta untuk menjaga jarak aman ketika melakukan komunikasi antarindividu (physical distancing). Berikutnya, membantu meringankan beban masyarakat yang lebih membutuhkan di sekitar tempat tinggal anggota Polri atau PNS di lingkungan Polri. Terakhir, menerapkan perilaku hidup bersih.

Sehubungan dengan telegram Kapolri tersebut, Kabid Humas Polda Jatim berharap seluruh anggota Polri dan PNS di lingkungan Polda Jatim serta keluarganya mematuhi. Karena hal itu untuk memutus rantai penyebaran penularan pandemi COVID-19.

‎”Kepada seluruh anggota Polri dan PNS, mohon telegram ini dipedomani untuk dilaksanakan demi memutus dan mencegah penyebaran virus corona,” tandas Trunoyudo Wisnu Andiko. (rcr)

Diyakini Efektif Tangkal Corona: Stok Melimpah, Dinas Pertanian Jatim Minta Warga Tak Usah Lakukan Aksi Borong Empon-empon



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Diyakini dapat menangkal serangan wabah Covid 19, masyarakat bergegas memburu empon-empon dan melakukan aksi borong. Hal ini direspon cepat oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo. Masyarakat Jatim diminta tidak perlu melakukan aksi borong empon-empon, karena stok empon-emon di Jatim melimpah. Mencapai puluhan juta kilogram.

"Stok Jahe dan kunyit di Jatim melimpah," kata Hadi, Jumat (03/04/2020).

Sebagaimana diketahui, seiring dengan merebaknya wabah Covid19 di Indonesia, rempah-rempah atau empon-empon banyak diburu oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan empon-empon mengandung curcumin sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh, sehingga diyakini bisa menangkal virus Corona.

Sesuai data yang dimiliki oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2019 produksi jahe di Jatim mencapai 49 juta kilogram dengan luas panen 28 juta meter persegi.

Daerah yang paling banyak menyumbang produksi Jahe di Jawa Timur adalah Kabupaten Pacitan dengan produksi mencapai 14 juta kilogram per tahun.

Setelah itu adalah Situbondo, Malang, Ponorogo, dan Trenggalek. Masing-masing mencapai 10,7 juta kilogram, 7,7 juta kilogram, 3,1 juta kilogram, dan 2,3 juta kilogram.

Sedangkan untuk tingkat produksi kunyit di Jatim, tahun 2019 mencapai 79,4 juta kilogram dengan luasan panen 42,2 juta meter persegi.

Daerah yang memiliki produksi paling tinggi adalah Bondowoso dengan 26,5 kilogram. Setelah itu Pacitan dengan jumlah 13,3 juta kilogram, Kediri sejumlah 12,7 juta kilogram, Gresik 8,8 juta kilogram, dan Trenggalek 3,2 juta kilogram. (sr)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites