1 Januari 2025 : Cagub-Cawagub Harus Berusia 30 Tahun

Ketentuan mengenai jadwal dan tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota diatur dengan Peraturan Presiden

Pemkot Surabaya Nikahkan 330 Pasangan

Pemkot Surabaya menggelar garden party atau pesta kebun untuk merayakan pernikahan massal yang diikuti oleh 330 pasangan.

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Berantas Judi Online

Survei mencatat optimisme masyarakat sebanyak 56, 6 persen responden meyakini pemerintah bisa memberantas judol dengan dibentuknya satgas khusus. Sebanyak 39, 5 persen mengaku tidak percaya serta 3, 9 persen yang lain menanggapi tidak tahu.

164 Wartawan Terlibat Judi Online, Transaksi Rp.1 M Lebih

Data PPATK mencatat ada 164 orang wartawan ikut bermain judi online, transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp1.477.160.821 dan namanya juga ada lengkap.

Curi Barang Milik Penumpangnya Sendiri, Pegawai Lion Air Dibekuk Polisi

Pencurian dilakukan dengan modus pembobolan tas milik penumpang maskapai Lion Air tujuan Makassar-Jakarta saat pesawat sedang mengalami keterlambatan.

Rabu, 18 Agustus 2021

Terlibat Curanmor, Pecatan Polisi Kasus Narkoba Ditangkap Unit Reskrim Polsek Sawahan


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Mantan anggota polisi yang dipecat dari kesatuannya karena terlibat narkoba, Angga Febrianto, ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Sawahan karena kasus dugaan Curanmor di Jl Prapanca, Surabaya, Rabu (18/8/2021).

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto, tidak membantah atas adanya informasi terkait penangkapan terhadap pelaku. Namun ia meminta wartawan untuk melakukan konfirmasi secara langsung kepada Kapolsek.

“Saya masih melakukan pengembangan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Sawahan, AKP A. Risky Fardian Caropeboka, belum memberikan tanggapan apapun. Namun demikian penangkapan terhadap, Angga Febrianto dibenarkan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M. Faqih.

“Iya benar, tapi pelaku sudah bukan anggota Polri lagi, karena surat pemecatannya sudah turun,” ungkapnya.

Angga Febrianto berdinas terakhir di Polsek Tenggilis. Sebelumnya sempat menjabat Sarpras Polrestabes Surabaya, sebelum akhirnya ia dipecat dari kesatuan. Surat pemecatan Angga Febrianto baru saja turun awal pekan ini dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi (Brigpol).

Kompol Faqih menjelaskan lebih lanjut, pelaku dipecat dari anggota Polri karena terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. “Dalam sidang disiplin, pelaku divonis PTDH, dan suratnya sudah turun. Artinya dia sudah bukan anggota Polri lagi dan akan diproses dengan pidana umum,” tandasnya. (ar)

Percepatan Surabaya Menuju Zona Kuning, Walikota Minta FGD Tidak Teori


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pentahelix atau multipihak yang terdiri dari pemerintah, media, komunitas, pengusaha, businessmen, dan juga akademisi serta berbagai elemen masyarakat. Wali Kota Surabaya meminta diskusi ini tidak ada teori lagi tetapi langsung praktek. Setelah didiskusikan, langsung bergerak,

FGD yang digelar melalui zoom meeting itu diikuti oleh Wali Kota Eri bersama jajarannya dari lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam zoom tersebut adalah Pakar Epidemiologi/Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Santi Martini, dr, M.Kes.

Kemudian Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Windhu Purnomo, dr, MS.

Lalu Ketua IDI Cabang Surabaya Dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, dr, Sp.OG(K).

Dan terakhir Pembina Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Estiningtyas Nugraheni, SKM.

Dalam acara tersebut mereka memberikan materi yang berbeda-beda, namun tetap dalam tema: “Surabaya Menuju Zona Kuning.”

Mengawali diskusi itu Wali Kota Surabaya Eri Cahydi menyampaikan bahwa Surabaya hari ini terus melakukan langkah-langkah percepatan, baik percepatan untuk berubah dari zona orange menuju zona kuning, termasuk pula percepatan vaksinasi Covid-19.

Sehubungan dengan itu Ery minta arahan dan masukan dari para narasumber dan semua elemen masyarakat.

“Langkah-langkah apa saja yang harus kami lakukan dalam rangka percepatan ini. Sebab, kami punya tekad dengan Forkopimda untuk bisa merubah zona oranye ke kuning dalam jangka waktu satu bulan ke depan,” kata Ery memberikan pengantar dalam FGD, Rabu (18/8/2021).

Ia juga sangat yakin bisa mengubah zona dan mempercepat vaksinasi jika dikerjakan secara bersama-sama. Apalagi dalam kebersamaan itu juga ada seluruh partai yang ada di Surabaya, seluruh ormas, dan semua elemen masyarakat lainnya.

“Kalau kita bersama-sama turun memberikan pengertian dan sosialisasi, maka perubahan itu bisa segera terwujud di Kota Surabaya, dan perekonomian di Surabaya bisa segera bergerak kembali,” ujarnya.

Dengan kebersamaan dan gotong-royong dari semua elemen masyarakat, Ery sangat meyakini bisa melewati semua itu. Ia juga sadar bahwa membangun sebuah kota harus dilakukan dengan kebersamaan dan gotong-royong.

“Mari didiskusikan langkah-langkah apa saja yang mungkin bisa kita lakukan, tidak ada teori lagi, langsung prakteknya. Setelah kita diskusikan, kita langsung bergerak,” tegasnya.

Sementara itu Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Windhu Purnomo mengatakan bahwa saat ini posisi Surabaya masuk dalam level 4 sesuai dengan asesmen level situasi. Tentunya itu harus terus diturunkan.

“Kalau kita lihat dari situasinya, sudah banyak yang bagus karena sudah banyak penurunan,” kata Dr. Windhu.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) yang ada di Kota Surabaya. Namun begitu, ia meminta semua orang yang sudah berhasil dilacak, harus dites semuanya. “Saya kira kita mampu melakukan ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi vaksinasi di Kota Surabaya yang dinilainya saat ini sudah hebat dan bagus. Meski begitu ia meminta untuk tidak cepat puas dan berhenti di sini saja.

“Kalau bisa, kita kejar vaksinasi sampai 100 persen penduduk Surabaya. Karena ketika varian delta meluas, sebenarnya kita ini mustahil mencapai herd immunity alamiah. Makanya kita harus kejar vaksinasi 100 persen, supaya Surabaya bisa masuk ke hijau. Yang paling penting, ayo kita perangi bersama-sama Covid-19 ini,” tandasnya. (rie)

Masyarakat Jangan Takut Dipindahkan ke Isoter, Bupati Sidoarjo Pimpin Apel Kesiapan Personel


 

RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Forkopimda Sidoarjo melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka memeriksa kesiapan personel dalam mendukung percepatan pelaksanaan pemindahan warga isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter) yang tersebar di sembilan tempat di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Apel dipimpin Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali. Upaya pemindahan isoman ke isoter bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo

Apel gelar pasukan dilaksanakan di Mapolresta Sidoarjo dengan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Ormas, dan komunitas.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) didampingi Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini untuk memeriksa kesiapan seluruh personel yang nantinya akan mendukung pelaksanaan percepatan pemindahan isoman ke sembilan tempat isoter yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Upaya pemindahan isoman dan isoter bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Warga yang isoman tidak perlu takut untuk dipindahkan ke tempat isoter, karena kami bersama TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta pihak terkait menjamin pelayanan medis maupun penunjang lainnya cukup mumpuni, lebih nyaman dan terpenting kondisi kesehatan isoman lebih terpantau,” kata Ahmad Muhdlor Ali.

Ia pun meminta kepada para petugas, termasuk dari TNI, Polri, dan tenaga kesehatan hingga tingkat desa untuk melakukan pendekatan humanis yang sifatnya mengedukasi masyarakat.

Mereka harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa langkah tersebut adalah efektif dan mempercepat memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Sehingga tidak sampai menular ke keluarga terdekat atau orang sekitarnya.

Menurut Gus Muhdlor, di Kabupaten Sidoarjo laju penyebaran Covid-19 saat ini sudah menunjukan penurunan signifikan semenjak diberlakukannya PPKM.

“Dilihat dari BOR ICU, sebelumnya sampai 96 persen terisi pasien Covid-19, sekarang turun 58-56 persen. Dari hasil ini, kami akan tekan agar terus menurun lagi. Termasuk melalui percepatan pemindahan isoman ke isoter sampai dengan tingkat desa, serta penguatan sinergitas kerja cepat perangkat desa, TNI, Polri dan bidan desa,” ujarnya.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan pihaknya bersama Kodim 0816 Sidoarjo akan memaksimalkan langkah pemindahan isoman ke isoter.

“Kami akan bersinergi, termasuk bhabinkamtibmas dan babinsa siap bersama-sama perangkat desa juga bidan desa untuk mengedukasi warga isoman, agar mau dipindahkan ke isoter dengan tempat lebih memadai plus perawatan medis terpantau,” kata Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro.

Dengan langkah-langkah itu penyebaran Covid-19 di Sidoarjo dapat segera terputus.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Mohammad Iswan Nusi menghimbau masyarakat, khususnya warga yang menjalani isolasi mandiri turut mendukung langkah baik pemindahan ke isoter ini. Karena adalah sebagai upaya percepatan menekan laju penyebaran Covid-19.

 

Di isoter, pasien dapat lebih terpantau secara medis didukung tempat yang nyaman. “Serta terpenting adalah dengan dipindahkannya isoman ke isoter, tidak sampai menyebar ke orang terdekat atau tetangga sekitar,” pungkasnya. (rik)

Pindahkan Pasien Isoman ke Isoter, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gresik Diminta Humanis


 

RADARMETROPOLIS: Gresik – Ratusan personel dari Babinsa Kodim 0827 dan Bhabinkamtibmas Polres Gresik dikerahkan untuk membantu pemindahan pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah ke isolasi terpusat (Isoter). Baik itu di Rumah Sakit Lapangan Stadion Gelora Joko Samudro maupun rumah sakit. Agar warga tidak takut, mereka diminta mengedepankan pendekatan humanis.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menuturkan, program isoter merupakan perintah pusat. “Sesuai arahan pusat, sekarang tidak ada lagi isolasi mandiri. Seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat. Baik di Gejos maupun rumah sakit,,” tuturnya, Rabu (18/08/2021).

Taufik Ismail berpesan agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan mengkedepankan upaya preventif.

“Ajak pasien isoman secara humanis agar dengan sukarela mau menjalani isolasi terpusat. Pengertian dan pemahaman harus diberikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Diinformasikan bahwa pasien yang menjalani isoter di Gejos 100 persen sembuh. Tidak ada yang meninggal dunia. Untuk itu upaya preventif tetap dikedepankan untuk menghindari bentrokan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan pihaknya berharap masyarakat atau pasien isoman agar secara sadar menjalani isoter, karena fasilitas dan layanan Kesehatan yang diberikan lebih lengkap dan memadai.

“Upaya semaksimal mungkin harus kita lakukan dalam rangka penanganan Covid-19. Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus terus bersinergi,” katanya.

Menurutnya jajaran Forkopimda Gresik saat ini tengah meramu kebijakan agar pasien isoman mau menjalani isoter. Termasuk mencari inovasi agar isoter tidak lagi menakutkan, melainkan destinasi bagi pasien Covid-19 agar cepat sembuh.

Wilayah Gresik per tanggal 17 Agustus 2021 sudah keluar dari zona merah menjadi zona oranye. Bahkan, bed occupancy ratio (BOR) juga terus menurun. Namun, penerapan PPKM masih berada di level 4 karena masuk aglomerasi.

“Gresik mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Pasalnya, berhasil mecatatkan hasil tracing tertinggi di Jawa Timur,” ujar Arief. (sri)

Kejari Ponorogo Setorkan Miliaran Rupiah Uang Rampasan Kasus Korupsi RSUD dr. Harjono ke Kas Negara




 

RADARMETROPOLIS: Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo pada hari ini, Rabu (19/08/2021) melakukan eksekusi uang rampasan kasus korupsi proyek pembangunan RSUD dr. Harjono sebesar Rp 3,5 miliar. Selain disetorkan ke kas negara, ada juga yang dikemablikan dikembalikan ke PT. DGI selaku kontraktor pembangunan RSUD dr. Harjono Ponorogo saat itu

“Perkara ini pada tahun 2015, dengan tersangka dr. Yuni Suryadi yang saat itu menjabat sebagai direktur RSUD dr. Harjono, dalam pengadaan Ia sebagai kuasa pengguna anggaran,” kata Kasie Pidsus Kejari Ponorogo Farkhan Djunaedi, Rabu (18/8/2021).

Eksekusi uang sebesar Rp 3,5 miliar itu berdasarkan putusan Kasasi nomor 356 k/pidsus/ 2019 pada tanggal 27 Maret 2019, Junto Pengadilan Tinggi Surabaya nomor 71/2016/ pada tanggal 18 November 2016, dan Junto Pengadilan Tipikor Surabaya nomor 85 tanggal 8 November 2015.

Uang rampasan itu sebagian disetorkan ke kas negara melalui bank milik pemerintah. Sementara sisanya dikembalikan ke PT Duta Graha Indah (DGI), sebagai kontraktor pembangunan RSUD dr Harjono pada masa itu.

“Sebanyak Rp 1,9 miliar lebih disetorkan ke kas negara, sementara sisanya Rp 1,5 miliar lebih dikembalikan ke PT. DGI selaku kontraktor pembangunan RSUD dr. Harjono Ponorogo saat itu,” katanya.

Penyerahan uang rampasan ke PT. DGI dilakukan melalui virtual dengan diwakili oleh Dudung selaku direktur PT. DGI yang saat ini mendekam di lapas Sukamiskin dan kuasa hukumnya yang juga hadir di Kejari Ponorogo. Tetapi pemidanaan Dudung tersebut tidak dalam perkara korupsi di RSUD dr. Harjono.

“Untuk direktur PT. DGI Pak Dudung yang menjadi terpidana di lapas Sukamiskin itu karena perkara lain. Bukan penanganan Kejari Ponorogo. Selain tadi diserahkan secara virtual, kuasa hukumnya tadi datang ke sini,” ungkap Farkhan.

Selain melakukan eksekusi uang rampasan sebanyak Rp 3,5 miliar, Kejari Ponorogo sebelumnya juga sudah melakukan eksekusi badan terhadap terdakwa dr. Yuni Suryadi.

Eksekusi badan dilakukan pada tanggal 4 Agustus lalu. Saat ini terdakwa dr. Yuni Suryadi dimasukkan ke Rutan kelas 2B Ponorogo.

Berdasarkan putusan di tingkat kasasi yang diterima oleh Kejari Ponorogo, dr. Yuni Suryadi terkena pidana 5 tahun dengan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

“Tidak ada uang pengganti yang dibebankan kepada dr. Yuni Suryadi,” kta Farkhan. (gun)

Sidang Mediasi Gono Gini Rp 10M, Penggugat Minta Dibagi Dua Sama Rata


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pengadilan Negeri 9PN) Surabaya menggelar sidang mediasi gugatan harta gono-gini Rp 10 miliar antara Roestiawati Wiryo Pranoto dan mantan suami Wahyu Djajadi Kuari, Rabu (18/08/2021). Sidang ini dipimpin hakim Suswanti, SH, MH. Penggugat minta harga bersama dibagi dua sama rata.

Melalui kuasa hukumnya Dr. B. Hartono, SH, SE, SE.Ak, MH, CA, penggugat menyampaikan bahwa pihaknya tetap meminta agar harta gono-gini dari hasil selama penggugat dan tergugat menjalin ikatan perkawinan agar dibagi dua.

Hal-hal seperti stok barang, kendaraan, piutang dan lainnya diabaikan.

“Dari mediasi tadi kita sudah sampaikan bahwa kita menginginkan dua properti dan uang senilai Rp 10 M dengan mengabaikan hal-hal seperti stok barang, kendaraan, piutang dan lainnya,” ujar Hartono.

Apabila permintaan penggugat ini tidak disetujui oleh tergugat maka pihaknya minta agar dilakukan audit harta kekayaan penggugat dan tergugat selama mereka menjalin perkawinan.

Kalo dia tidak mau damai maka kita akan perkarakan merek LUCKY dikarenakan merk tersebut ada atau lahir dari hasil semasa perkawinan. Selain itu, apabila tetap tidak disetujui, maka saya tadi menyampaikan akan menempuh jalur pidana yakni melaporkan kasus pemukulan terhadap teman klien saya yang bernama Soewanto,” ujar Hartono.

Hartono menegaskan, apa yang diminta kliennya adalah mutlak yang harus diberikan tergugat selama mereka menjalin ikatan perkawinan. Permintaan yang tidak berlebihan.

“Hanya berupa hak yang mestinya diberikan sebagai seorang isteri selama mereka Bersama, yakni dua toko dan uang Rp 10 miliar,” ujarnya.

Berdasarkan gugatan yang tercatat sebagai perkara nomor 650/pdt G/2021/PN Sby tertuang sejumlah harta yang disoal. Diantaranya adalah lima kendaraan roda empat, empat bidang tanah, dua unit rumah mewah, hak sewa atas beberapa counter di sebuah mall serta sejumlah uang yang ada di bank dengan total sekitar Rp 8 miliar.

“Dengan aset serta uang sebanyak itu tapi klien saya cuma dikasih Rp 3 miliar. Ini kan jelas tidak adil. Kita tuntut dibagi samalah, karena ini harta bersama jadi masing-masing memiliki hak yang sama,” ujar Hartono.

Sebelumnya Rose menceritakan bahwa pernikahannya bersama sang suami yang sudah berlangsung selama 16 tahun itu akhirnya kandas sebagaimana tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 319/Pdt.G/2016 PN.Sby tanggal 19 September 2016 lalu. Tak ada yang disoal dengan putusan cerai ini. Namun Rose merasa sang suami tak adil karena sang suami tak memberikan hak-haknya sebagai seorang isteri terkait pembagian harta gono-gini.

“Jadi selama kami menjalin rumah tangga, kami memulai dari nol. Karena diantara kami tidak ada yang mempunyai harta peninggalan dari orang tua,” ujar Rose.

 

Bisnis jual beli aksesoris handphone yang mereka kelola berkembang hingga memiliki karyawan sejumlah 60 orang dan memiliki kurang lebih 21 kios/toko aksesoris Handphone.

“Sebelum kami bercerai memang ada surat perjanjian perdamaian. Tapi bukan membahas harta gono-gini secara keseluruhan yang diperoleh selama perkawinan. Karena ada unsur tekanan sehingga saya menerima yang dikehendaki oleh Wahyu,” ujar Rose.

Menurut Hartono dalam akta perjanjian yang dibuat tergugat dan penggugat jelas tidak adil. Sebab pembagiannya tidak seimbang, yang mana harta gono gini yang ditafsir sekitar Rp 40 miliar namun yang diberikan ke penggugat hanya Rp 3 miliar.

Karena adanya faktor tekanan Hartono mendampingi Rose melakukan upaya hukum dengan menggugat sang suami.

“Bahwa, adapun bagian penggugat dalam “Perjanjian” tersebut sangat tidak proposional, berbanding terbalik dengan yang didapatkan oleh tergugat yang mendapatkan hampir seluruh “Harta Bersama” antara penggugat dengan tergugat,” ujar Hartono saat dijumpai usai sidang gugatan.

Sementara itu kuasa hukum tergugat yakni Dr Yory Yusran saat dimintai tanggapan terkait mediasi ini menyatakan bahwa dirinya selaku kuasa hukum tergugat Wahyu menyerahkan semua pada kliennya.

“Mediasi tadi sudah sempat sidang, terus oleh mediator diminta supaya para pihak saling komunikasi. Dan saya sudah menjalin komunikasi juga sekaligus dengan prinsipal. Kalau ada yang mau ditawarkan ya silakan, kalau damai kan lebih bagus. Cuma kalau tidak bisa damai ya sudah kita kembalikan lagi pada para pihak,” ujarnya.

Terkait permintaan penggugat yang meminta agar aset dibagi dua dan juga agar diberikan uang Rp 10 miliar, Yory menyatakan dirinya menyerahkan ke klien. “Kalau klien setuju berarti ya damai kalau tidak ya berarti gugatan jalan terus,” imbuhnya.

Terkait langkah pidana yang akan ditempuh penggugat atas pemukulan terhadap korban Soewanto, Yory enggan berkomentar karena ia ditunjuk kliennya untuk menangani perkara harta gono-gini bukan untuk yang lain. (rcr)

Polda Jatim Tangkap Pembuat Tabung Oksigen Palsu, Kapolda: Tabung Palsu Oksigen Bahayakan Kesehatan


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – NW, pemalsu tabung pemadam kebaran menjadi tabung oksigen ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim. Tabung yang sebelumnya berwarna merah itu dicat menjadi warna putih untuk mengelabui pembeli. Korban merasa ada keanehan dalam dirinya saat menghirup oksigen yang tersedia dalam tabung tersebut.

“Alat pemadam kebakaran tabungnya dimodifikasi, kemudian diubah sehingga menjadi seolah-olah tabung oksigen yang dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 4 juta,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol  Nico Alfinta, dalam jumpa pers, Rabu (18/08/2021).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa modus yang dilakukan tersangka adalah mengeluarkan isi tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan CO2) bekas tersebut. Setelah kosong tersangka lalu membersihkan bagian dalamnya. Tabung tersebut kemudian dirakit dengan menambah regulator oksigen dan dipasang tulisan O2 Oxygen.

“Hal ini berawal dari seorang konsumen yang membutuhkan oksigen kemudian yang bersangkutan mendatangi TKP milik tersangka NW di daerah Simorejo. Setelah membeli seharga Rp 4 juta, kemudian yang bersangkutan mendapatkan satu tabung oksigen namun setelah dipakai korban merasa keanehan dalam dirinya yaitu tidak seperti biasanya,” jelas orang nomor satu di Polda Jatim itu.

Lalu konsumen yang menjadi korban itu pun melapor ke Polda Jatim. Saat tim melakukan Penggeledahan di CV SAK milik tersangka ditemukan sebanyak 800 tabung oksigen palsu.

“106 diantaranya siap edar. Yang masing-masing berisi 1 meter kibik oksigen, 1,5 meter kibik, 5 meter kibik, dan 6 meter kibik,” terangnya.

Kapolda menilai bahwa hal yang dilakukan oleh NW tentu sangat berbahaya. Hal ini karena tabung tersebut tidak sesuai dengan standar yang ada.

“Dengan ini menghimbau kepada masyarakat agar tetap membeli pada tempat-tempat yang telah ditentukan,” ujar Nico.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membahayakan nyawa orang lain untuk keuntungan pribadi.

Sementara tersangka yang telah merubah tabung pemadam kebakaran menjadi tabung oksigen itu dikenai pasal dengan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara. (rcr)

Polisi Akan Kawal Tugas Nakes, Irwasum Polri dan Kapolda Jatim Tinjau Vaksinasi di Polrestabes Surabaya


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto bersama Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta meninjau langsung program vaksinasi di Polrestabes Surabaya, Rabu, (18/07/2021). Irwasum menyatakan kepolisian akan mengawal tugas nakes agar pandemi cepat selesai.

Datang pukul 13.00 WIB, Irwasum beserta rombongan langsung meninjau antrean vaksinasi di Graha Bhara Daksa. Disini Irwasum sempat menyemangati nakes yang sedang bertugas.

“Semangat mengabdi untuk negara, kami kepolisian akan mengawal tugas bapak/ibu para nakes agar pandemi ini cepat selesai,” kata Agung.

Kapolda Jatim mengapresiasi langkah-langkah Polrestabes Surabaya dalam percepatan program vaksinasi agar pandemi Covid-19 segera berhenti.

“Selama sinergi ini terus berjalan, saya optimis kita akan menang melawan pandemi dan ekonomi masyarakat segera bangkit,” ujar Nico.

Ia berharap ke depannya sinergi antar lini semakin baik. Tidak lupa ia berpesan kepada masyarakat agar tetap taat terhadap protokol kesehatan dan mengajak masyarakat vaksin.

Kapolda menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh institusinya, seperti halnya membuat gerai vaksin, adalah untuk kebaikan bersama.

“Mari bersinergi untuk memenangi perang melawan pandemi,” tandas Nico. (rcr)

Tepat HUT RI ke-76: 13.837 WBP dan Anak di Jatim Peroleh Remisi Umum 2021, 432 Langsung Bebas


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam rangka peringatan HUT  RI ke-76 sebanyak 13.837 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak di Jawa Timur mendapatkan haknya berupa remisi umum 2021. Dari jumlah itu, 432 diantaranya bisa langsung bebas karena mendapatkan remisi umum (RU) II. Pemberian remisi umum secara simbolis itu dilakukan tepat pada peringatan HUT RI ke-76 hari ini (17/08/2021).

Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono, memimpin jajarannya mengikuti seremonial secara daring dengan Menkumham Yasonna H Laoly dari Aula Lapas I Surabaya di Porong. Krismono memberikan SK remisi secara simbolis kepada lima perwakilan WBP Lapas I Surabaya.

Krismono menjelaskan bahwa saat ini ada 28.045 WBP dan Anak yang tersebar di 39 lapas/ rutan/ LPKA se-Jatim.

Pada 30 Juli 2021 lalu pihaknya mengirimkan usulan sebanyak 13.618 WBP dan Anak untuk mendapatkan remisi umum kepada Ditjen Pemasyarakatan.

“Kami mendapatkan balasan berupa sembilan SK kolektif dengan total sebanyak 13.837 WBP dan Anak yang berhak mendapatkan remisi,” tutur Krismono.

Selisih itu dikarenakan pihak Ditjen Pemasyarakatan membuka kembali keran pengusulan setelah tahap awal yang telah ditetapkan per 30 Juli 2021. Dibuka kembali hingga 5 Agustus 2021. Terutama bagi usulan yang mendesak.

“Ada tambahan untuk RU II, sehingga otomatis jumlah usulan dan yang mendapatkan SK remisi bertambah,” terangnya.

Pada kesempatan itu pihak Ditjenpas menjalankan rekomendasi dari KPK. Yaitu bila WBP dan Anak tidak masuk dalam register F (pelanggaran), maka otomatis dianggap berkelakuan baik. Untuk itu mereka berhak memperoleh remisi secara otomatis walaupun tanpa diusulkan oleh lapas/ rutan/ LPKA.

Bahkan, jumlah itu dipastikan bertambah. Pasalnya setelah tanggal 17 Agustus 2021, jajarannya dapat mengusulkan kembali bagi WBP dan Anak yang belum memperoleh remisi umum tahun 2021.

“Mereka akan diklasifikasikan sebagai usulan susulan setelah melakukan beberapa perbaikan data dan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain remisi pada 2021 tersebut jajaran Kanwil Kumham Jatim telah memberikan hak WBP dan Anak berupa asimilasi dan integrasi di rumah. Pemberian hak tersebut sesuai dengan amanat Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021. Totalnya mencapai 5.846 orang.

“Dengan rincian asimilasi sebanyak 4.193 orang dan sisanya 1.653 orang mendapatkan hak integrasi,” ungkap Krismono. (rie)

Selasa, 17 Agustus 2021

Tetap Khidmat, Upacara HUT RI ke-76 di Gedung Negara Grahadi Dilakukan dengan Prokes Ketat dan Tamu Terbatas


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pemprov Jatim menggelar Upacara HUT ke-76 RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya dengan menerapkan prokes ketat dan tamu terbatas. Namun demikian upacara tetap berlangsung khidmat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin jalannya upacara.

Pada upacara kali ini hanya ada 50 undangan. Pada tahun-tahun sebelumnya jumlah undangan biasanya mencapai 3.500 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan kapasitas halaman teras Gedung Negara Grahadi.

Tidak hanya membatasi jumlah peserta, para hadirin pun wajib melakukan tes swab sebelum masuk ke lingkungan Gedung Negara Grahadi. Sejumlah tamu diundang untuk mengikuti upacara via daring, seperti misalnya gubernur yang sudah berganti jabatan. Mereka disiapkan undangan virtual.

Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara.

Jumlah pasukan upacara hanya 40 orang dari TNI dan Polri. Lalu untuk Paskibraka yang bertugas ada 38 orang yang mewakili tiap kabupaten/kota di Jatim.

Upacara ini terasa khidmat dengan diiringi sekitar 30 orang yang berperan sebagai tim paduan suara Gita Bahana Jatim, di bawah panduan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Setelah rangkaian upacara pagi selesai dilaksanakan, Gubernur Khofifah beserta jajaran Forkopimda memberikan tanda kehormatan Jer Basuki Mawa Bea emas kepada atlet angkat besi Eko Yuli Irawan yang memenangkan medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya itu, Eko juga mendapat bonus senilai Rp 500 juta dari Pemprov Jatim.

Setelah itu Khofifah dan Forkopimda Jatim mengikuti upacara secara virtual dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memperingati detik-detik Proklamasi, Untuk ini dipersiapakan tempat di ruang sisi tengah Gedung Negara Grahadi.

Diinformasikan oleh Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan yang menaungi Humas Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, upacara peringatan HUT RI ke-76 digelar empat kali. Yakni dua kali pada pagi hari, pertama pukul 08.00 WIB di tingkat provinsi berupa pengibaran bendera merah putih diikuti virtual seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pemprov. Kedua, mengikuti upacara virtual yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta.

Sorenya pun juga demikian. “Kita laksanakan upacara penurunan bendera jam 16.30 WIB di sini (Grahadi). Jam 17.30 WIB, kita mengikuti yang di Istana Negara secara virtual," terang Aries.

Dalam edaran pemerintah pusat, seluruh masyarakat diwajibkan untuk hening sejenak dari aktivitas untuk memperingati detik-detik proklamasi pukul 10.17 WIB. Semua aktivitas baik di jalan hingga di rumah diminta berhenti sejenak.

" Aparat sudah paham betul bagaimana kesiapan kita kalau bisa ada lonceng, sirene nyala bersamaan sehingga masyarakat berhenti selama satu menit," tandas Aries. (sr)

Senin, 16 Agustus 2021

Bantu UMKM Hadapi Pandemi, Rayakan HUT RI ke-76 Polda Jatim Bagikan 76 Ribu Bendera Merah Putih Produksi UMKM


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melepas pembagian 76.000 Bendera Merah Putih, Senin (16/8/2021) sore, di depan Gedung Tribrata, Mapolda Jatim. Bendera yang dibagikan ke masyarakat itu merupakan buatan UMKM Jawa Timur.

Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan bahwa bendera tersebut dibuat oleh para pengrajin UMKM di Surabaya dan seluruh Jawa Timur.

“Tujuannya adalah kita tetap semangat dalam rangka HUT Indonesia ke-76. Kegiatan ini tidak berhenti disini saja, salah satu sasarannya agar tetap UMKM di Jatim tetap hidup berkembang di saat pandemi Covid-19 seperti saat Ini,” kata Irjen Nico Afinta, Senin (16/8/2021) sore.

Dalam acara pelepasan pembagian 76 ribu bendera itu Kapolda Nico didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim.

Dari penjelasan Kapolda lebih lanjut dapatlah diketahui bahwa memborong bendera Merah Putih produksi UMKM tersebut sudah biasa dilakukan oleh Kapolda Jatim sebelum kegiatan peringatan HUT RI ke-76.

Kapolda mengungkapkan bahwa Polda Jatim beserta jajarannya sebelum kegiatan pembagian 76 ribu bendera Merah Putih ke masyarakat yang dilakukan dalam rangka memperingat hari kelahiran Republik Indonesia ke-76 itu juga sudah sering membeli bendera merah putih dari para penjual dan pengrajin kecil dan menengah.

“Sebelum kegiatan ini, Polda Jatim bersama Polres-Polres jajaran juga giat menyemangati UMKM dengan membeli bendera-bendera merah putih dari para penjual dan pengrajin kecil dan menengah” kata Irjen Nico Afinta.

Hal itu dimaksudkan untuk menyemangati para UMKM dalam menghadapi Pandemi.

Usai melepas pembagian bendera merah putih, Kapolda Jatim juga berkesempatan menyerahkan bansos sembako kepada perwakilan pelaku UMKM yang ada di Kota Surabaya. (rcr)

Minggu, 15 Agustus 2021

Peringatan Hari Pramuka ke-60: Jadi Contoh, Kapolres Gresik Ajak Pramuka Ikut Sukseskan Vaksinasi



RADARMETROPOLIS: Gresik - Pramuka menjadi contoh untuk mensukseskan vaksinasi. Untuk itu Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, mengajak para anggota Pramuka untuk ikut menyukseskan vaksinasi untuk menciptakan Herd Immunity terhadap Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan usai mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-60 di Ruang Putri Cempo lantai I Kantor Pemkab Gesik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail beserta 10 undangan mengikuti upacara secara virtual, Minggu (15/8/2021).

Digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, peringatan HUT Pramuka ke-60 tahun 2021 tersebut mengusung tema "Berbakti Tanpa Henti."

Dalam sambutannya, pembina upacara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pramuka Jatim menyampaikanbahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Sementara Presiden RI Joko Widodo berpesan, meminta anggota Pramuka untuk meng\uasai ilmu setinggi-tingginya sehingga dapat menjadi Pramuka yang produktif.

Peringatan hari kepanduan pada tahun ini masih di tengah pandemi Covid-19. Rangkaian upacara virtual menerapkan prokes ketat dan diakhiri dengan pemberian santunan kepada 5 orang anak yatim oleh Kwarcab Pramuka Cabang Gresik.

Di akhir wawancara, Kapolres Gresik mengajak anggota pramuka untuk turut serta mensukseskan program vaksinasi. Dengan harapan target herd immunity segera terealisasi.

“Pramuka menjadi contoh untuk mensukseskan vaksinasi. Saya melihat di semua daerah termasuk Gresik giat vaksinasi pramuka,” ungkap alumnus Akpol 2001 itu.

Kepada warga ia berpesan untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Gencarnya vaksinasi untuk menciptakan herd immunity di masyarakat terus bergulir. Bersama TNI, Polri siap mengawal vaksinasi di masyarakat.

"Menghimbau masyarakat agar dengan kesadaran disiplin mematuhi protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksinasi masyarakat jangan sampai lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat," tegasnya.

Menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas) untuk menghindari penularan atau penyebaran Covid19. (sri)

 

Jumat, 13 Agustus 2021

Gotong-royong Menangani Covid-19 di Jatim: Kadin Bantu 2 Truk Tangki Besar Oksigen Cair, 1 Kontainer Tabung Oksigen Plus Regulator



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Hari ini, Jumat (13/08/2021) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyerahkan bantuan kepada Pemprov Jatim berupa 41 ton oksigen cair, 500 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik dan 200 regulator. Bantuan yang diangkut dengan dua truk tangki besar satu truk kontainer ini sangat diapresiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, karena sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jatim untuk memaksimalkan kebutuhan oksigen di layanan isolasi terpusat (isoter). Layanan isoter tidak boleh sampai kekurangan oksigen.

Di sisi lain Khofifah menilai bahwa dukungan dari Kadin tersebut merupakan bentuk gotong-royong yang ditunjukkan oleh Kadin dalam membantu penanganan Covid-19.

Sebagaimana pendapat para ahli yang disampaikan dalam berbagai media selama ini, dalam menangani pandemik, Pemerintah memang tidak bisa bergerak sendiri. Gotong-royong dari seluruh elemen bangsa ini menjadi suatu keharusan dalam memenangkan perang melawan pandemi.

Bantuan yang diserahkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Joseph Pangalila yang mewakili Ketum Kadin Indonesia tersebut diterima langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

“Terima kasih kepada Kadin Indonesia atas supportnya yang luar biasa dalam memberikan bantuan oksigen kepada masyarakat melalui Pemprov Jatim. Saat ini oksigen dan silinder oksigen menjadi hal yang penting dalam penanganan Covid-19,” kata Khofifah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa salah satu fokus Pemprov Jatim saat ini adalah mengevakuasi seluruh bagi pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter).

Sebab, isoman tidak menjamin kebutuhan layanan kesehatannya, baik itu terkait dengan kebutuhan oksigen ataupun layanan medik lainnya, bisa tersuplai dengan baik. Hal ini menjadi kekhawatiran Gubernur.

“Layanan isoter ini tidak boleh kekurangan oksigen. Karenanya bantuan ini sangat penting bagi supply terhadap layanan isoter di Jatim,” ujarnya.

Untuk itu keberadaaan layanan isoter diharapkan dapat memenuhi suplai yang lebih komprehensif. Baik dari sisi kebutuhan oksigen, obat, tenaga kesehatan (nakes) dan terkoneksi dengan RS rujukan Covid-19, jika membutuhkan layanan lanjutan.

Gubernur optimis bahwa layanan yang demikian itu akan bisa menaikkan tingkat kesembuhan serta menurunkan angka kematian di Jatim akibat Covid-19.

“Diharapkan dengan isolasi terpusat, jika ada kebutuhan oksigen bisa tersuplai, kebutuhan nakes bisa tersuplai, kebutuhan obat bisa relatif tersuplai, konektivitas dengan RS rujukan juga bisa terhubung,” terang mantan Mensos itu.

Khofifah lebih jauh mengungkapkan bahwa isi ulang oksigen gratis tidak lagi bersifat stasioner. Saat ini pemprov telah meluncurkan mobile reaksi cepat untuk memberikan layanan gratis oksigen isi ulang yang saat ini di standby-kan di wilayah Madiun Raya.

Kemungkinan pada Minggu (15/08/2021) selain stasioner, akan disiapkan mobile isi ulang oksigen gratis di wilayah Kediri Raya. “Jadi, format-format untuk bisa jemput bola pada layanan-layanan isi ulang oksigen gratis akan terus kami lakukan. Sementara yang stasioner juga akan tetap disiapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia, Joseph Pangalila, berharap bantuan oksigen cair, tabung oksigen, dan regulator yang diberikan oleh pihaknya bisa membantu penanganan Covid-19 di Jatim.

“Semoga ini bisa membantu mempercepat mengatasi pandemic dan mengurangi angka kematian sekaligus membantu mengatasi kekurangan pasokan oksigen,” ujar Joseph Pangalila, usai memberikan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Jatim.

Dalam membantu pemerintah mengatasi penanganan Pandemi Covid-19, dilakukan Kadin melalui program “Kadin Perang Melawan Pandemi.”

Turut hadir pada kegiatan tersebut, antara lain Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Dirut RSU dr Soetomo Surabaya, Direktur RSU Haji Surabaya, Kepala Disperindag Jatim, Kepala Dinas ESDM Jatim, dan jajaran Kadin Jatim.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, dalam kesempatan ini berharap bahwa bantuan oksigen dan tabung bisa nermanfaat untuk semua, khususnya warga yang menjalani proses penyembuhan.

“Dan yang paling penting bisa membantu menurunkan angka kematian Covid-19, khususnya di Jatim,” ujarnya.