1 Januari 2025 : Cagub-Cawagub Harus Berusia 30 Tahun

Ketentuan mengenai jadwal dan tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota diatur dengan Peraturan Presiden

Pemkot Surabaya Nikahkan 330 Pasangan

Pemkot Surabaya menggelar garden party atau pesta kebun untuk merayakan pernikahan massal yang diikuti oleh 330 pasangan.

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Berantas Judi Online

Survei mencatat optimisme masyarakat sebanyak 56, 6 persen responden meyakini pemerintah bisa memberantas judol dengan dibentuknya satgas khusus. Sebanyak 39, 5 persen mengaku tidak percaya serta 3, 9 persen yang lain menanggapi tidak tahu.

164 Wartawan Terlibat Judi Online, Transaksi Rp.1 M Lebih

Data PPATK mencatat ada 164 orang wartawan ikut bermain judi online, transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp1.477.160.821 dan namanya juga ada lengkap.

Curi Barang Milik Penumpangnya Sendiri, Pegawai Lion Air Dibekuk Polisi

Pencurian dilakukan dengan modus pembobolan tas milik penumpang maskapai Lion Air tujuan Makassar-Jakarta saat pesawat sedang mengalami keterlambatan.

Sabtu, 18 Juli 2020

Satlantas Polres Malang Beri Kemudahan dan Gratiskan Perpanjangan SIM Bagi Tenaga Medis



RADARMETROPOLIS: Malang – Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Malang memberikan fasilitas kemudahan pengurusan dan gratis beaya bagi para tenaga medis dalam melakukan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal ini sebagai bentuk dukungan atas kinerja petugas medis selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Tim medis merupakan garda terdepan dalam hal penanganan kesehatan. Makanya kami beri kemudahan, bahkan kami gratiskan untuk Tenaga Medis yang melakukan perpanjangan SIM,” kata Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati, Sabtu (18/7/2020).

Lebih lanjut ditegaskan bahwa selain sebagai bentuk support atau dukungan, kebijakan di atas juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Satlantas Polres Malang terhadap tenaga medis di Kabupaten Malang dalam melawan Covid-19.

Menurut Diyana saat melakukan pelayanan, resiko terus mengancam para tenaga medis. “Sehingga perlunya kita berikan dukungan dan support kepada meraka,” jelasnya.

Sebanyak 18 orang tenaga medis yang berada di wilayah hukum Polres Malang ikut dalam kegiatan pemberian pelayanan perpanjangan SIM secara gratis itu.

“Dari jumlah pengajuan tersebut, kami mencetak sebanyak SIM A 7 keping dan SIM C 15 keping, dengan total 22 keping SIM,” terang Diyana.

Berikut rincian kegiatan pemberian pelayanan perpanjangan SIM Gratis yang diikuti oleh puluhan tenaga medis:
1.      1.Tenaga Medis dari RSUD Kepanjen ada 5 orang dengan menghasilkan 7 keping SIM
2.      2.Tenaga Medis dari RS Wafa Husada ada 3 orang dengan jumlah 5 keping SIM
3.      Tenaga Media dari RSUD Lawang ada 2 orang dengan jumlah 2 SIM
4.      Tenaga Medis dari RS Prima Husada sebanyak 8 orang dengan menghasilkan 8 SIM.
(de)

Sembuh Covid-19, Staf BKD Jatim Disambut Tumpengan



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur bidang Bidang Pembinaan Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum (BPKPH) dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dirawat selama 14 hari di RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Atas kesembuhan ini rekan sekantor menyambutnya dengan potong tumpeng.

“Teman-teman saya sejak awal perhatiannya sangat tinggi. Saat dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura, teman-teman sering mengirim kebutuhan makanan. Setelah masuk kantor, teman-teman juga langsung welcome dan mengadakan tasyakuran,” kata Dani kepada wartawan di kantor BKD Jatim, Jumat (17/7/2020).

Selain Dani, ada dua ASN BKD Provinsi Jatim yang terpapar Covid-19. Tetapi dua orang ini setelah diswab ternyata negatif. Dengan demikian hanya Dani yang harus menjalani perawatan selama 14 hari di RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya dan isolasi mandiri di rumah 14 hari setelah dinyatakan sembuh.

Dani menceritakan pengalamannya selama 14 hari menjalani karantina di RS Darurat Lapangan mulai 15-30 Juni 2020. Selama perawatan ia hanya menjalani terapi dengan makan makanan bergizi, berjemur di bawah sinar matahari, dan olahraga secara rutin.

“Jadi, pagi kita sarapan, terus senam, berjemur sampai siang, makan siang dan kemudian kegiatan mandiri sampai ketemu makan malam. Jadi, intinya menjaga kondisi tubuh saja,” katanya.

Dengan rutinitas semacam itu berat tubuh Dani naik hingga 7 kg. Selama dinyatakan terpapar Covid-19, ia tidak merasakan gejala apapun. Statusnya termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Tidak merasakan apa-apa. Batuk tidak, flu, bersin-bersin juga tidak. Jadi, seperti orang sehat begitu,” katanya.

Setelah menjalani isolasi di RS Darurat Lapangan dan dinyatakan terkonversi negatif, Dani kembali melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Terkait tracing yang dilakukan ke keluarga, Dani mengaku rapid test yang dilakukan ke isteri dan anak-anaknya hasilnya non reaktif. “Dua kali isolasi. Jadi, genap satu bulan izin tidak masuk kantor. Saya tidak tahu tertularnya dari mana,” jelasnya.

Sehubungan dengan tumpengan yang dilakukan instansinya, Kepala BKD Provinsi Jatim, Nurcholis, mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk menyambut pegawainya yang kembali aktif bekerja setelah cuti sakit selama satu bulan. Ia pun berharap, tasyakuran ini menjadi doa agar seluruh pegawainya dilindungi serta terbebas dari Covid-19.

“Kami keluarga besar BKD Jatim menyambut dengan baik. Karena memang orang yang terpapar Covid-19 tidak boleh distigmakan negatif atau dikucilkan dalam lingkungan sosialnya,” tegas Nurcholis. (sr)


Jumat, 17 Juli 2020

Mutasi di Tubuh Polri Hal Biasa, Kapolres Gresik Pimpin Sertijab Kasatreskrim dan Kasat Lantas



RADARMETROPOLIS: Gresik – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan mutasi di tubuh Polri merupakan hal yang biasa untuk peningkatan kinerja kepolisian. Hal ini disampaikan sehubungan dengan pergantian dua pejabat utama (PJU) Polres Gresik, yakni Kasatreskrim dan Kasatlantas. Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Jumat (17/7/2020).

AKP Panji Pratistha Wijaya mendapatkan promosi jabatan baru menjadi Kasubagpangkat Bagbinkar Ro SDM Polda Jatim. Posisinya sebagai Kasatreskrim Polres Gresik diganti oleh AKP Bayu Febrianto Prayoga, yang sebelumnya menjabat sebagai Pama Polda Jatim.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra, SIK, MH diganti AKP Yanto Mulyanto yang sebelumnya menjabat Kanit Regident Satlantas Polrestabes Surabaya.

AKP Erika selanjutnya mendapat promosi jabatan baru menjadi Kaurbinpam Subdit paminal Bidpropam Polda Jatim.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, mengatakan bahwa mutasi di tubuh Polri merupakan hal yang biasa untuk peningkatan kinerja kepolisian. Menurutnya, serah terima jabatan yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian dari dinamika organisasi Polri dalam pengembangan karier serta pembinaan personel khusus, dan umumnya sebagai bentuk peningkatan kinerja organisasi dalam mencapai visi dan misi Polri dalam melaksanakan tugas kedepan.

“Saya berharap dengan adanya mutasi jabatan ini akan berdampak terhadap pelaksanaan tugas-tugas pokok yang telah dirumuskan. Sehingga, akan berjalan secara efektif dan efesien dalam mereformasi diri serta meningkatkan kualitas kinerjanya secara profesional,” tandas Arief Fitrianto. (sri)

Kapolda Jatim Perintahkan Bhabinkamtibnas se Mojokerto Raya Putus Rantai Covid-19



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Para Bhabinkamtibmas dan Kapolse se Mojokerto Raya serta Kapolres dan Kapolresta Mojokerto mendapat perintah langsung dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, MSi untuk memutus rantai penularan Covid-19. Untuk itu mereka diminta harus terus melakukan pemantauan, penanganan, dan penyelesaian segera terhadap kasus Covid-19 di daerah masing-masing. Hal ini disampaikan ketika bertatap muka langsung dengan seluruh Bhabinkamtibmas dari Polres Mojokerto Raya, pada Jumat siang, (17/7/2020), di Graha Bina Sehat, Stikes PPNi, Mojokerto.

Kegiatan di atas dilakukan oleh Kapolda Jatim dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19. Dalam acara ini Kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Kapolda memberikan pengarahan kepada seluruh Bhabinkamtibmas dan Kapolsek se-Mojokerto Raya serta Kapolres dan Kapolresta Mojokerto.

Kapolda meminta hendaknya semua bisa satu suara, satu langkah dalam menangani kasus Covid-19 di kota Mojokerto, “Kita harus satu suara, satu langkah dalam menangani kasus Covid-19,” tegas Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.

Kapolda Jatim pun melakukan testing kepada Bhabinkamtibmas, dengan berinteraksi terkait bagaimana cara membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Bahkan Kapolda juga melakukan cek langsung kepada masyarakat dengan cara video call kepada masyarakat yang mengalami kasus covid, dan apa saja yang sudah dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di daerah masing-masing.

Dalam percakapan dalam video call itu, Kapolda selalu menanyakan kondisi masyarakat yang terpapar virus covid, dan sudah mendapatkan obat serta sejauh mana penanganan Bhabinkamtibmas dimasyarakat yang terpapar Covid-19.

Selain Bhabinkamtibmas, Kapolda juga mengecek Kapolsek. Hal ini juga dilakukan cek dengan cara video Call dengan Masyarakat yang terpapar Covid-19.

Selanjutnya Kapolda menginginkan hendaknya Kapolres selalu menyapa warga, tidak hanya mencatat saja.

“Saya ingin Kapolres harus sering menyapa warga, tidak mencatat saja, turun ke masyarakat, bantu masyarakat yang terpapar covid,” tegas Mohammad Fadil Imran.

Orang nomor satu di Polda Jatim itu pun meminta hendaknya seluruh Bhabinkamtibmas agar melakukan seperti yang dilakukan oleh Kapolda –sebagaimana yang sudah dicontohkan-- untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

“Jangan pernah ragu, jangan pernah bosan melakukan optimalisasi dengan masyarakat dengan cara menyapa warga, bantu masyarakat dan jangan lupa terapkan protokol kesehatan, agar kita tetap waspada dan terhindar dari virus Covid-19,” tandasnya.

Selain itu Kapolda juga meminta Bhabinkamtibmas harus dapat menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19, meningkatkan kesembuhan, dan meminimalkan angka positif di daerah. (rcr)

Ingin Ada Banyak Pabrik Tangguh Semeru, Kapolda Jatim Kunjungi Pabrik Kopi Kapal Api



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Kapolda Jatim Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran berharap sektor industri dapat ikut berperan aktif dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya, sehingga ada banyak Pabrik Tangguh Semeru. Untuk mengetahui seberapa tangguhnya sektor industri, Kapolda Jatim beserta rombongan mengadakan kunjungan kerja ke pabrik Kopi Kapal Api, PT. Santos Jaya Abadi, di Taman Sidoarjo.

“Sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, di masa adaptasi kebiasaan baru ini kami pastikan sektor industri menjadi Pabrik Tangguh Semeru dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, Jumat (17/7/2020).

Dalam kunjungan itu Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Slamet HS, pejabat utama Polda Jatim, dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Di pabrik kopi Kapal Api tersebut, Jenderal Fadil mengecek langsung bagaimana proses screening terhadap karyawan atau para tamu yang masuk dengan menggunakan alat deteksi penyakit serta pengukur suhu tubuh. Bila ada seseorang yang ditengarai sakit, maka akan dimasukkan ke dalam poliklinik pabrik. Selain itu tampak sterilisasi dalam pengemasan produk juga menjadi prioritas pabrik.

Di lingkungan kerja pabrik kapal api juga terlihat pola penerapan physical distancing terhadap para karyawan pabrik. Kapolda Jatim berharap pola protokol kesehatan seperti yang dilakukan oleh parbik Kapal Api, diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Sehingga di Jawa Timur, semakin banyak Pabrik Tangguh Semeru. (cas)


Whisnu Sakti: New Normal, Surabaya Tetap Fokus Kesehatan, Tapi Juga Fokus Ekonomi Warga


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pandemi Covid-19 yang menghantam negeri ini benar-benar berdampak sangat signifikan di berbagai aspek kehidupan, khususnya perekonomian masyarakat. Untuk itu Pemerintah Kota Surabaya saat ini dan ke depan sedang fokus untuk kembali membangun perekonomian warga. Demikian disampaikan oleh Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Jumat (17/7/2020).

Politisi PDIP itu selanjutnya menyatakan jika ingin kembali normal seperti sebelum covid-19, maka dalam kehidupan new normal kegiatan yang harus diutamakan adalah membangun ekonomi rakyat. Mereka harus dibantu dan diberi stimulus, agar ekonomi mereka bisa kembali menggeliat.

Menurut Whisnu, pada prinsipnya yang harus diselamatkan adalah warga secara keseluruhan, baik kesehatan ataupun ekonominya.

“Kita bicara kesehatan, ya bicara ekonomi mereka. Untuk hidup juga, tidak bisa dilepaskan. Meski new normal harus ada protokol ini itu, yang utama adalah ekonomi rakyat ini,” kata Whisnu.

Lebih lanjut diinformasikan, Pemerintah Kota Surabaya saat ini maupun nanti akan berusaha maksimal untuk bergerak secara tepat, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya selama era new normal.

Untuk menyukseskan program Pemkot menyelamatkan ekonomi warga, khususnya menengah ke bawah, Wawali Whisnu meminta adanya bantuan dari warga Kota Surabaya untuk ikut melakukan program Pemkot tersebut secara bersama-sama.

“Ini bekerja semua. Semua pihak harus ikut andil. Tidak bisa sendiri-sendiri. Ya, prinsipnya, istilahnya, kopling sama gasnya harus pas. Kapan kita harus bergerak secara ekonomi, kapan harus kita tahan,” kata WS.

Sebagai contohnya Gerakan Gotong-Royong Belanja Tetangga dan pendirian Kampung Tangguh. Menurutnya dua program itulah yang akan bisa membantu Pemkot secara masif dalam menyelesaikan kasus Covid-19 dan menyelamatkan ekonomi warga Kota Surabaya.

Program belanja tetangga itu adalah salah satu cara membantu penyelamatan ekonomi warga. Kampung tangguh juga.

“Selain ekonomi, itu juga bisa melandaikan kasus Covid-19,” tandas Whisnu. (rie)

Ngaku TNI Tipu Tukang Las: Tinggalkan Honda Legenda, Dapat Vario 150 Baru



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Tukang las warga Desa Rejeni RT 03 RW 09 Kecamatan Krembung, Sidoarjo menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku anggota bataliyon Kikavser 3/Serbu. Korban diperdaya pelaku di Jembatan Sumput dekat Markas Kikavser 3/Serbu. Karena mengira pelaku adalah anggota batalyon, korban tidak curiga saat pelaku meminjam motornya. Motor Vario 150 milik korban dibawa kabur, sepeda Legenda milik pelaku ditinggal.

Warga setempat, Fitriyah (30), yang mengetahui peristiwa tersebut menceritakan bahwa saat kejadian dirinya berada di sekitar TKP.

Ia melihat ada dua orang yang datang ke warung mie. Keduanya datang bersamaan tapi naik motor sendiri-sendiri. Orang yang pertama mengendarai sepeda motor Honda Legenda. Sedangkan yang kedua mengendarai motor Vario 150, yang masih baru.

Beberapa saat kemudian terlihat satu orang keluar mengendarai Vario 150. Dan temannya yang ada di warung terlihat kebingungan.

“Ternyata seseorang yang kebingungan itu bernama Hariyanto yang motornya dibawa kabur oleh temannya yang baru ia kenal,” kata Fitriyah, Jumat (17/7/2020).

Lebih jauh ia menceritakan bahwa sesuai pengakuan korban, pria yang kabur itu mengaku anggota TNI yang bermarkas di seberang jalan.

“Ternyata yang bawa kabur motor itu, orang yang ngaku TNI dan tugas di depan,” ujar Fitriyah sambil menunjuk ke arah kantor Markas TNI tersebut.

Fitriyah menambahkan, awal mula ketemu, korban bertemu seorang yang mengaku anggota Batalyon Panser Sumput Sidoarjo, bernama Nurdin Salam di lapangan Desa Kenongo Tulangan.

Pria yang bernama Nurdin Salam itu sedang mencari tukang las guna memperbaiki pagar rumahnya.
“Hariyanto pun sanggup mengerjakan tawaran Nurdin Salam,” jelas saksi mata.

Kemudian mereka berangkat bersama sama dengan mengendarai motor sendiri-sendiri. Saat tiba di Jembatan Sumput, Nurdin mengajak ke warung mie ayam yang berada di sebelah utara sungai.

Sepeda motor Hariyanto diparkir depan warung mie ayam. Mesin pun sudah dimatikan dengan remote. “Tetapi tiba-tiba sepeda motor dibawa Nurdin Salam pergi dan sepeda motor Legenda No Pol S 4642 SA milik pelaku ditinggal,” ungkapnya.

Khawatir motornya hilang, Hariyanto datang ke pos penjagaan anggota Panser untuk menanyakan keberadaan Nurdin. Ternyata aparat penjaga tidak mengenal orang tersebut. Hariyanto pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Sidoarjo.

Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Novi Try Handono membenarkan adanya laporan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku anggota TNI. “Kasusnya sekarang dalam proses penyelidikan. Kerugian korban sekitar kurang lebih Rp 24 juta,” ujarnya. (rik)

Residivis Penculikan Beraksi Bobol 5 Toko Elektronik di Surabaya dan Gresik



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Tiga tahun dipenjara, Masram (24), residivis kasus penculikan kembali melakukan aksi kriminal. Tak mau lagi menculik, delapan bulan terakhir ini ia menjadi pencuri. Lima toko elektronik di Surabaya dan Gresik dibobol. Untuk mengamankan aksinya, ia mengintai kondisi keamanan toko terlebih dulu dan mencari celah masuk ke toko dengan mudah.

“Delapan bulan terakhir ini saya mencuri. Biasanya saya mendatangi toko dan melihat kondisi toko. Datang ke toko elektronik untuk menservis laptop. Selanjutnya datang ke toko beberapa kali untuk mencari celah agar bisa memasuki toko saat malam hari,” kata Masram, di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (17/7/2020).

Marsam telah diamankan oleh tim reserse Polrestabes Surabaya pada 14 Juli lalu. Diungkapkan oleh Kasat Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky, pelaku pada aksinya yang pertama mencuri laptop di Toko Joskom Siwalankerto. Di toko ini pelaku mengambil 4 laptop, 2 ponsel, 1 tas laptop beserta chargernya.

“Pelaku mencari konter ponsel yang memungkinkan untuk dibobol. Pelaku juga pernah melakukan pencurian di Magelang. Pelaku pura-pura servis ponsel atau laptop,” kata Arief.

Aksi pelaku tertangkap kamera pengawas. Petugas selanjutnya bergerak cepat mengumpulkan barang bukti. Petugas pun memburu pelaku yang sudah terindentifikasi. Sampai akhirnya pelaku yang kesehariannya menjual kentang goreng di Keputran Surabaya ini diamankan petugas.

Selain mengamankan pelaku dan barang bukti hasil curian, petugas juga mengamankan beberapa alat yang dipakai pelaku saat mencuri. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (rcr)

Selasa, 07 Juli 2020

Putus Mata Rantai Covid-19, Warga Kampung Tangguh di Kabupaten Mojokerto Siapkan Sayur Gratis



RADARMETROPOLIS: Mojokerto – Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satunya dilakukan warga Kampung Tangguh Covid-19 Desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong. Mereka membuat papan sayur gratis bagi warga.

Untuk membantu warga yang memerlukan bantuan penanganan Covid-19, papan sayur gratis bermottokan ‘Ingat Saudaramu yang Lain, Ambil Seperlunya Taruh Semampunya’ tersebut menyertakan informasi tentang nomor telepon tanggap darurat Covid-19.

Sebenarnya papan sayur gratis tersebut sudah terbentuk sebelum adanya pandemi. Dengan adanya pandemi, inovasi tersebut diharapkan mampu meringankan kebutuhan warga terdampak Covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung.

Papan sayur gratis itu diinisiasi oleh Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

KRPL sendiri diwujudkan dalam satu RT/RW dusun (kampung) yang telah menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestari dengan menambahkan intensifikasi pemanfatan pagar hidup, jalan desa, dan fasum lain. Misalnya sekolah, lahan terbuka hijau serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto pun mengapresiasi dan terus mendorong desa-desa lain untuk terus berinovasi.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan logistik Covid-19 untuk Kampung Tangguh Gunungsari dan Kampung Tangguh Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (7/7/2020) memberikan wejangan kepada warga.

“Kampung Tangguh untuk saat ini memang kita siagakan untuk penanggulangan Covid-19. Namun, sekalipun Covid-19 telah berhasil kita lalui nanti, saya ingin kampung ini tetap eksis dan mandiri. Potensi desa bisa hidup lagi. Kalau bisa, ciptakan lebih banyak inovasi,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa pemotongan mata rantai Covid-19 harus dikerjakan bersama-sama dari seluruh elemen. Menurutnya pemerintah daerah hanya bertindak sebagai pendorong dan pemberi stimulus. Namun warga masyarakat lah yang paling mengetahui kondisi real di lapangan.

“Namun kalau ada yang dibutuhkan, harus kita komunikasikan sama-sama. Kita ingin pandemi ini segera berakhir,” katanya.

Sebelum menilik Kampung Tangguh Desa Gunungsari dan Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong, Bupati menerima penyerahan bantuan sembako penanggulangan Covid-19 dari PT. Ajinomoto berupa 15 ton beras dalam dua tahap.

Pada masa pandemi ini PT Ajinomoto tetap beroperasi normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di PT Ajinomoto. Untuk mencegah terjadinya penularan dan melindungi keselamatan karyawan, PT Ajinomoto menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home atau WFH. (fik)

24 Warga Terdampak Covid-19 Adukan Pemkot ke KPK: Inspektorat Bantah, Hanya 20



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Sejumlah warga terdampak Covid-19 mengadukan Pemerintah Kota Surabaya ke laman aplikasi JAGA Bansos milik Komisis Pemberantasan Korupsi atau KPK. Pengaduan tersebut terkait Bantuan Sosial atau Bansos. Hingga hari ini ada sebanyak 20 laporan atau pengaduan yang diajukan oleh masyarakat. Bukan 24. Rata-rata pengaduan diajukan karena warga belum menerima bantuan.

 “Total pengaduan masuk ke Pemkot Surabaya per pagi ini ada 20. Dari total tersebut, 15 status selesai dan 1 dalam proses ditindaklanjuti. Sedangkan 4 laporan, belum ada respon dari pelapor (status dari KPK),” kata Basari, Kepala Inspektorat Kota Surabaya, Rachmad Basari Selasa (07/07/2020).

Basari lebih lanjut memastikan, bahwa hingga hari ini ada 20 laporan dan bukan 24 laporan yang diterima. Artinya, laporan yang telah masuk di sistem Pemkot Surabaya hingga saat ini ada 20. Jika ada yang menyampaikan jumlahnya 24, maka selisih 4 laporan itu belum diteruskan ke Pemkot Surabaya, karena masih perlu diverifikasi kebenarannya oleh KPK.

Ditegaskan Basari, pihaknya sudah melihat di loginnya pemkot. Empat laporan itu belum masuk. Berarti oleh KPK itu belum diteruskan ke pemkot karena masih perlu diverifikasi.

“Kan laporan itu harus diverifikasi dulu oleh KPK sebelum diteruskan ke pemerintah kota atau kabupaten untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Laman atau aplikasi JAGA Bansos milik KPK bertujuan untuk menampung keluhan masyarakat tentang penyaluran bansos di lapangan. Laporan masyarakat yang masuk ke JAGA bansos, selanjutnya akan disampaikan KPK kepada pemerintah kota/kabupaten atau provinsi terkait untuk ditindaklanjuti.

KPK akan melihat mana yang layak untuk ditindaklanjuti. Jika layak, pengaduan akan dikirim ke masing-masing admin pemerintah, kabupaten, dan provinsi se-Indonesia untuk ditindaklanjuti.

“Nah, setelah itu kita langsung tindak lanjuti. Kemudian mengirim laporan tindak lanjut hasil pengaduan ke web itu kembali. Nanti oleh KPK begitu dinyatakan oke, statusnya selesai,” jelas Basari.

Menurutnya laporan yang diterima Pemkot Surabaya dari laman aplikasi JAGA bansos KPK itu bukan terkait penyimpangan.

“Rata-rata pengaduan yang ke Surabaya bukan penyimpangan, tapi belum menerima. Mungkin itu warga baru terdampak, tapi pada prinsipnya dipenuhi. Kan memang belum tercatat, dan sepanjang tidak menerima double akan diberi,” ujarnya.

Selain terkait belum diterimanya bansos, warga Surabaya juga mengadukan tentang keterlambatan mengambil bantuan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Suharto Wardoyo menjelaskan dari 20 laporan yang diterima Pemkot ada bermacam-macam jenis. Mulai dari warga belum tercatat menerima dana BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kementerian Sosial (Kemensos), keterlambatan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) mengambil dana BST, hingga penerima double bansos.

“Misal laporan warga tidak bisa ambil dana BST karena batas waktu penyaluran BST tahap I sudah selesai. Nah, dana BST tahap I yang terlambat diambil itu dikembalikan ke Kemensos. Sehingga warga itu selanjutnya hanya dapat mencairkan dana BST tahap II dan III,” kata Soeharto.

Selain itu ada pula warga yang melaporkan tidak menerima bantuan berupa dana BST. Padahal setelah diverifikasi Dinsos, ternyata warga tersebut sebelumnya telah menerima bantuan sembako regular dari Kemensos berupa BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

“Sebagaimana diatur dalam Juknis penyaluran bantuan, dalam 1 KK hanya diperbolehkan menerima 1 jenis bantuan saja. Karena dia sebelumnya sudah menerima BPNT,” katanya.

Namun demikian, Soeharto menyatakan bahwa setiap laporan atau pengaduan yang diterima Pemkot Surabaya dari laman aplikasi JAGA bansos itu langsung ditindaklanjuti. Dari hasil tindaklanjut kemudian dilaporkan kembali ke laman aplikasi KPK untuk diteruskan ke pelapor.

“Hasil tindak lanjut itu kita sampaikan ke inspektorat, dan kemudian dilanjutkan ke aplikasi milik KPK. Kan laporan sudah secara by sistem di aplikasinya KPK itu. Jadi setiap pengaduan langsung dijawab disana,” tegas Soeharto. (ar)

Terancam 15 Tahun Penjara, Tersangka Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RS Paru Surabaya Terkonfirmasi Positif



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Satu dari empat tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Paru Surabaya beberapa waktu lalu dinyatakan positif Covid-19. Ia diharuskan menjalani isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Tiga tersangka lainnya yang terkonfirmasi negatif juga menjalani isolasi di Rumah Sakit yang sama. Selain menjalani prosedur kesehatan, mereka juga mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (07/7/2020) mengatakan empat tersangka tersebut, yakni MR (28), ADS (25 tahun), MKA (23 tahun) dan BPP (22 tahun) telah menjalani uji swab dan satu diantara mereka hasil uji swabnya positif.

Trunoyudo lebih lanjut menyatakan bahwa diberlakukannya proses hukum terhadap para pelaku ambil paksa tersebut hendaknya menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang lain agar tidak melakukan perbuatan yang sama.

“Jenazah pasien covid juga berbahaya dan bisa menularkan kepada orang sekitar sehingga pemakaman juga harus sesuai dengan prosedur Covid-19,” ujarnya.

Untuk itu meski mereka menjalani perawatan dan isolasi, penyidikan kasus tersebut tetap berlanjut. Keempatnya dijerat pasal berlapis yakni Undang-undang Karantina/undang-undang wabah penyakit dan KUHP pasal 214 dan 216 tentang perlawanan secara bersama-sama kepada petugas berwenang dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. (rcr)

SPDP Perkara Narkoba Jaringan Lapas BB 1,8 Kg dan 7 Tersangka Diterima Kejari Surabaya



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara sindikat narkoba jaringan Lapas dari penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya telah diterima oleh Kejaksaan Negeri Surabaya. Perkara ini melibatkan tujuh orang tersangka dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1,8 kg yang terdiri atas 153,50 gram sabu-sabu warna hijau dan 1,6465 kg sabu-sabu warna putih.

“Kita terima SPDP nya sekitar seminggu lalu,” kata Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Siregar, Selasa (7/7/2020).

Kronologis pengungkapan kasus narkoba jaringan lapas tersebut berawal dari penangkapan dua orang yang diduga berprofesi sebagai pengedar oleh Tim Idik I yang dipimpin Iptu Dwi Kennardi di salah satu rumah kos di Jalan Semambung, pada Jumat (12/6/2020) lalu. Mereka adalah M Enjang (31), warga Perumahan Oma Green Land Gresik dan Ahmad Farid (51), warga Driyorejo Gresik.

Dari tangan mereka tim menyita barang bukti sabu hijau dan delapan butir pil koplo jenis dobel L. Keduanya mengaku bekerja di bawah kendali seseorang berinisial JN, seorang napi. JN sendiri ternyata juga dikendalikan oleh salah satu napi di Lapas Jatim berinisial TB.

Setelah meringkus tersangka Enjang dan Farid, tim melakukan pengembangan. Hasilnya, tim berhasil menangkap seorang tersangka lagi, yakni Setiawan Ari (35) di tempat tinggalnya di kawasan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (17/6/2020) petang.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil menyita barang bukti dua poket sabu dengan berat 0,50 gram. Ia mengaku membeli sabu dari tersangka Enjang dan Farid.

Setelah mengamankan tersangka Setiawan Ari, tim kembali mengamankan tersangka Jonni di rumahnya Jalan Dukuh Gemol, Surabaya. Tetapi, disini tim tidak menemukan barang bukti apapun dari tangan Jonni.

Setelah diinterogasi, Jonni mengaku sabu-sabu miliknya ada di rumah kosnya di kawasan Kedurus, Surabaya. Ternyata di rumah kos itu ada dua orang yang merupakan pasangan suami istri siri tengah asyik mengonsumsi sabu-sabu.

Pasutri siri itu adalah Febrianto Krisna (32) dan Sulis Mulyasari (32), warga Jalan Kedurus, Surabaya. Tersangka Febrianto merupakan adik kandung tersangka Jonni. Ialah yang selama ini ikut serta memuluskan bisnis haram kakaknya tersebut.

Petugas berhasil menyita barang bukti dua bungkus plastik berisi sabu seberat 41,87 gram, empat buah pipet kaca yang masih berisi sisa sabu.

Jonni mengakui masih memiliki sabu di rumah kosnya. Dari keterangan itu, tim bergerak ke rumah kos yang disebut oleh tersangka Jonni. Hasilnya, ditemukan barang bukti sabu seberat lebih dari 1,36 kilogram. Jonni mengaku mendapat perintah dari napi di salah satu lapas di Jawa Timur berinisial HN.

Dari keterangan Jonni, tim kemudian mengamankan tersangka Aris Anton (47), di rumah kos kawasan Dukuh Kupang, Surabaya.

Jaringan peredaran narkoba yang dilakukan oleh para tersangka di atas sangat rapi. Tidak hanya dijalankan oleh satu bos, mereka juga memiliki banyak bos yang mengendalikan dari balik jeruji besi.

Untuk langkah selanjutnya Kejaksaan Negeri Surabaya masih menunggu berkasnya dari penyidik kepolisian. (rcr)

Tekan Kematian Sampai Nol, Pemprov Jatim Gandeng Kedutaan Inggris Perluas Akses Data Real Time Covid-19



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kedutaan Inggris untuk mengoptimalkan akses data real time terkait Covid-19 bagi masyarakat di seluruh Jatim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19, meningkatkan angka kesembuhan hingga menekan angka kematian sampai dengan nol.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan visualisasi materi kesehatan publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai wilayah dengan risiko kesehatan rendah, sedang, dan tinggi.

Kolaborasi dalam Program Digital Access itu akan memberikan akses internet yang inklusif, terjangkau, dan aman bagi komunitas terpencil. Program ini mengembangkan dan memelihara sistem pengumpulan data Covid-19.

Masyarakat bisa mengetahui bagaimana sebenarnya situasi epidemiologis dari Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing di seluruh Jatim dengan mengakses http://infocovid19.jatimprov.go.id/index.php/data.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa dengan adanya perluasan akses data real time, maka intervensi kebijakan yang diambil oleh Pemprov Jatim bisa langsung diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh stakeholder, sehingga terkonfirmasi langsung di masyarakat.

“Jika kita mendapat support data real time, maka intervensi kebijakan juga bisa dilakukan dengan presisi yang lebih tinggi dan hasil yang lebih signifikan,” kata Gubernur Khofifah usai mengikuti rakor analisa dan evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung Mahameru Polda Jatim.

Penciptaan platform digital tersebut diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan melalui visualisasi rate of transmission hingga attack rate secara real time tiap kab/kota. Ia berharap bisa memberi perluasan akses data, sehingga siapapun yang mengakses data khususnya gugus tugas di semua tingkatan bisa mengukur dari rate of transmissionnya.

Dengan memperoleh akses secara real time, Khofifah berharap agar setiap elemen masyarakat bisa bersama-sama menyuarakan pentingnya protokol kesehatan kepada satu sama lain. Pemerintah daerah dan masyarakat juga bisa mewaspadai apabila rate of transmission naik di atas satu, maka upaya testing, tracing, dan penegakan protokol kesehatan harus makin ditingkatkan. Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19, meningkatkan angka kesembuhan hingga menekan angka kematian sampai dengan nol.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan bantuan tersebut bekerjasama dengan gerakan swadaya masyarakat LaporCovid-19 yang merupakan wadah berbagi informasi terkait Covid-19 dan Pemerintah Jawa Timur.

Menurut Owen Jenkins proyek tersebut merupakan bagian dari program Digital Access di bawah Kedutaan Inggris di Jakarta dan akan dilaksanakan dengan koordinasi bersama Pemerintah Indonesia.

“Jawa Timur adalah wilayah pertama yang bekerjasama dengan kami dan menjadi prioritas,” ujar Owen Jenkins. (ar)

Asal Ikuti Protokol Kesehatan dan Tidak Destruktif, Mahfud MD Bebaskan Demo RUU HIP



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan pihaknya tidak akan menghalangi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat. Tetapi pembolehan ini dengan catatan asalkan aksi tersebut tidak dijalankan secara destruktif. Selain itu peserta aksi juga harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Jika mau demo tidak apa-apa. Itu menunjukan demokrasi tumbuh. Kami tidak akan menghalangi demo. Demo silakan asal jangan destruktif dan ikuti protokol kesehatan,” kata Mahfud di Jakarta, Senin (6/07/2020).

Pejabat berdarah Madura itu juga meminta DPR kembali mempertimbangkan dan meminta masukan dari masyarakat. Menurutnya sikap pemerintah sudah final. Pemerintah menolak segala tafsir tentang Pancasila dalam RUU tersebut.

Terkait adanya usulan untuk diubah menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud akan mempertimbangkan dan akan dibicarakan lebih lanjut. Karena tidak ada yang secara prinsip menentang ideologi Pancasila.

“BPIP sudah ada. Kalau sekarang mau ditingkatkan menjadi undang-undang silakan saja. Karena tidak ada yang secara prinsip menentang Ideologi Pancasila. Itu hanya organisasi yang wajib mensosialisasikan dan membumikan Pancasila di dalam kehidupan bernegara, bukan dengan tafsir baru,” tandasnya.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi pancasila (RUU HIP) semakin marak. Hari ini sejumlah elemen masyarakat di Surabaya mengadakan unjuk rasa. Sebelumnya di wilayah Jawa Timur lainnya ratusan massa ulama dan santri juga telah melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sampang untuk melakukan penolakan terhadap RUU HIP. Pernyataan Menkopolhukam di atas menanggapi maraknya aksi unjuk rasa menolak RUU HIP. (rie)

Senin, 06 Juli 2020

Pandemi: Ekspor Komoditas Pertanian Jatim Naik Signifikan, New Normal: Diharap Makin Melejit



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Di tengah hantaman Covid-19 yang membawa konsekuensi pada terbatasnya gerak masyarakat maupun pemerintah di berbagai aspek, ekspor komoditas pertanian Jatim justru mengalami kenaikan signifikan. Dengan diberlakukannya New Normal, ekspor komoditas pertanian Jatim semakin melejit.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo, mengungkapkan bahwa perbandingan data nilai ekspor secara umum pada periode yang sama pada tahun 2019 dengan tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 74,85 persen. Nilai ekspor sampai dengan tanggal 25 Juni 2019 mengalami sebesar Rp 1.706.561.994.149 atau 1,70 triliun. Sedangkan pada periode yang sama pada tahun 2020 nilai ekspor mencapai Rp 2.984.255.733.333 atau 2,98 triliun. Jika diprosentasekan terjadi kenaikan sebesar 74,85 persen.

"Kemudian, berdasarkan volume, pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 127.595.586,24 (127,595 ton), sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 158.868.623,73 (158,868 ton). Artinya terjadi kenaikan sebesar 24,50 persen," kata Hadi Sulistyo, Senin (06/7/2020).

Adapun komoditas pertanian asal Provinsi Jawa Timur yang diekspor ada sembilan macam, yakni bubuk kakao, kopi, margarin, sarang burung walet, bakso, minyak kelapa, premix, susu, dan pakan ayam.

Dalam kegiatan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Produk Pertanian dan Turunannya asal Jatim di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya belum lama ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo melaporkan kepada Kementerian Pertanian bahwa secara simbolis telah dilepas komoditas pertanian menuju 17 negara tujuan ekspor dengan total sertifikat 225 senilai Rp 58,13 miliar.

Terdiri dari kopi robusta 372 ton senilai Rp 7,9 miliar dengan negara tujuan ekspor Mesir, margarin 16,5 ton senilai Rp 188 Juta menuju Liberia, minyak kelapa 135 ton senilai Rp 1,9 miliar menuju Amerika Serikat dan Srilangka, tepung kakao 1.000 ton senilai Rp 418 miliar ke 6 negara (Pakistan, Arab Saudi, Australia, India, Srilangka, Belanda), sarang burung walet 2,432 ton senilai Rp 60 juta ke Amerika, Singapura, dan Hongkong.

Bakso 726 Kg senilai Rp 72 juta ke Hongkong, premix 530 ton senilai Rp 5 miliar ke Bangladesh, Yunani, Finlandia, dan Amerika. Susu 73,37 ton senilai Rp 883 juta ke Brunei dan Singapura, serta pakan ayam 60 Ton senilai Rp 332 juta ke Timor Leste.

Selain produk yang akan diekspor dalam skala industri, ada dua komoditas yang mulai bertumbuh menjadi produk unggulan ekspor, yakni Konjac atau tepung porang sebanyak 121,8 ton ke Thailand dan daun alas sebanyak 5,6 ton ke Australia.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan jajaran pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga berdampak bagi kesejahteraan petani, ketersediaan pangan, dan berjayanya produk pertanian dalam negeri di pasar dunia. Ke depan akan terus mendorong investasi dan inovasi.

Mentan lebih lanjut menyatakan bahwa berdasarkan catatan sertifikasi ekspor di Karantina Pertanian Surabaya, di masa pandemi Covid-19 jumlah ekspor Jatim tetap menunjukan tren positif.

Tercatat sebanyak 998,1 ribu ton komoditas pertanian Jatim diekspor pada periode antara Januari sampai dengan Juni 2020. Sedangkan pada periode sama di tahun 2019 hanya mencapai 812,3 ribu ton saja.

"Kita berharap semoga dengan pemberlakukan new normal memberikan angin segar, sehingga Jawa Timur dapat kembali meningkatkan ekspornya," ungkapnya.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, secara khusus hadir ke Karantina Pertanian Surabaya untuk melepas komoditas pertanian Jatim ke 17 negara.

17 Negara tujuan ekspor tersebut adalah Mesir, Liberia, Amerika, Srilangka, Pakistan, Arab Saudi, Australia, India, Belanda, Hongkong, Bangladesh, Yunani, Finlandia, Amerika, Brunei, dan Singapura.

Total komoditas ekspor komoditas pertanian yang diekspor adalah 6,7 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 191,9 miliar. Namun yang dilepas secara simbolis sebesar 2,19 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 58,13 miliar. (ADV)

Pertemuan Polda dan KPU Jatim: Pengamanan Pilkada Serentak 2020 Dipimpin Wakapolda



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Sehubungan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menggelar audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur di Lobby Tribrata lantai 2, Senin (06/7/2020). Diputuskan, pengamanan Pilkada dipimpin oleh Wakapolda Jatim.

Pertemuan antara Kapolda Jatim dan Ketua KPU Jatim membahas perihal kesiapan tahapan pilkada serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2020.

Dalam acara itu Kapolda didampingi oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo serta Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko,

Kapolda Jatim mengungkapkan, audiensi yang dilakukan dengan KPU Jatim tentang tahapan pilkada tersebut cukup baik. Meski kurang empat bulan, namun semua harus disiapkan, agar pada waktunya nanti, pilkada bisa berjalan lancar, aman dan damai. Segala persiapan mulai dari keamanan, gangguan kamtibmas maupun semua tahapan pilkada harus disiapkan sejak awal.


Diterangkan lebih lanjut, bahwa pengamanan tahapan di Pilkada Jawa Timur akan dipimpin oleh Wakapolda Jatim. Nantinya akan dibentuk Satgas Nusantara, guna menciptakan suasana, aman, damai dan sejuk, sehingga Pilkada di Jatim aman dan berjalan dengan baik.

Pilkada serentak di Jatim dilaksanakan di 19 Kabupaten/Kota. Tiga pemilihan Walikota dan 16 pemilihan Bupati. “Polda Jatim siap mengamankan jalannya pilkada. Selain itu, Kapolres jajaran juga membackup penuh, mulai tahapan pemilihan hingga pencoblosan,” tandas Kapolda.

Sementara itu, Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya juga telah melakukan beberapa tahapan pilkada. Mulai dari persiapan tahapan pilkada, pembentukan anggota KPPS, dan juga APD bagi anggota KPU maupun KPPS. Pasalnya, pilkada saat ini digelar di tengah pandemi Covid-19.

“Kami sudah melaksanakan tahapan persiapan pilkada, mulai dari pembentukan KPPS, anggaran, bahkan persiapan rapid test bagi komisioner KPU baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” jelas Anam. (rcr)

Positif Covid-19 di Jatim Makin Banyak, Polda Evaluasi Rencana Perpanjang Kawasan Physical Distancing



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Polda Jatim akan mengevaluasi pemberlakuan kawasan physical distancing di tiga ruas jalan Kota Surabaya. Apakah akan diperpanjang ataukah dihentikan? Sebelumnya Polda Jatim menerapkan Physical distancing tersebut selama seminggu, mulai tanggal 3 hingga 9 Juli 2020. Penerapan physical distancing selama ini dinilai efektif untuk menghalau kerumunan massa. Evaluasi ini dilakukan karena angka positif Covid-19 di Jawa Timur semakin banyak.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan, mengatakan keputusan memperpanjang atau menghentikan baru akan diambil usai melihat bagaimana evaluasi final dari penerapan kawasan physical distancing tersebut. Dalam evaluasi, polisi akan melibatkan Forkopimda.

“Nanti kita lihat, kita evaluasi sama Forkopimda setempat,” kata Budi, Senin (06/7/2020).

Kawasan physical distancing merupakan penutupan akses untuk seluruh kendaraan dan aktivitas masyarakat di ruas jalan tertentu. Di Surabaya, tiga ruas jalan yang ditutup yakni Jalan Darmo, Jalan Pandegiling, dan Jalan Tunjungan.

Penutupan tersebut dilakukan selama seminggu mulai tanggal 3 hingga 9 Juli. Tiga ruas jalan tersebut ditutup mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB. Sedangkan pada Minggu, jalanan ditutup sejak pukul 21.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Ketika ditanyakan apakah pihaknya akan memperbanyak jalanan physical distancing di Surabaya, Budi mengatakan pihaknya masih melihat situasi. Ia ingin kebijakan ini berjalan efektif dan tidak merugikan masyarakat.

“Yang penting tidak boleh terganggu yang lainnya. Sekarang Pandegiling, Darmo, dan Tunjungan aja dulu,” tegas Budi. (rcr)