1 Januari 2025 : Cagub-Cawagub Harus Berusia 30 Tahun

Ketentuan mengenai jadwal dan tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota diatur dengan Peraturan Presiden

Pemkot Surabaya Nikahkan 330 Pasangan

Pemkot Surabaya menggelar garden party atau pesta kebun untuk merayakan pernikahan massal yang diikuti oleh 330 pasangan.

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Berantas Judi Online

Survei mencatat optimisme masyarakat sebanyak 56, 6 persen responden meyakini pemerintah bisa memberantas judol dengan dibentuknya satgas khusus. Sebanyak 39, 5 persen mengaku tidak percaya serta 3, 9 persen yang lain menanggapi tidak tahu.

164 Wartawan Terlibat Judi Online, Transaksi Rp.1 M Lebih

Data PPATK mencatat ada 164 orang wartawan ikut bermain judi online, transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp1.477.160.821 dan namanya juga ada lengkap.

Curi Barang Milik Penumpangnya Sendiri, Pegawai Lion Air Dibekuk Polisi

Pencurian dilakukan dengan modus pembobolan tas milik penumpang maskapai Lion Air tujuan Makassar-Jakarta saat pesawat sedang mengalami keterlambatan.

Selasa, 12 Oktober 2021

Gubernur Serukan Jatim Bangkit dari Pandemi dan Terus Inspirasi Daerah Lain


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa optimistis bahwa Jawa Timur akan bangkit dari pandemi Covid-19 dan ekonomi segera pulih. Khofifah juga yakin Jatim dapat terus menginspirasi serta menjadi teladan terutama dalam membangun hidup guyub rukun bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Optimisme ini disampaikan sehubungan dengan momentum HUT ke-76 Jatim yang jatuh pada 12 Oktober kemarin.

“Insyaallah, dengan social capital yang luar biasa, basis kultural Majapahit, saya yakin Jawa Timur akan selalu menjadi yang terdepan di segala bidang. Menjadi rumah yang ramah dan toleran bagi semua anak bangsa, sejahtera, dan bahagia,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (12/08/21).

Khofifah lebih jauh menyatakan bahwa warga Jawa Timur merupakan individu-individu tangguh yang mampu keluar dari masa-masa sulit seperti sekarang. Salah satu bukti nyatanya adalah Jatim menjadi satu-satunya provinsi Level 1 Covid-19 di Jawa dan Bali serta 32 kabupaten / kota level 1 sesuai asesmen level Kemenkes tanggal 9 Oktober 2021. Keberhasilan ini tentu menginsipirasi wilayah lain untuk juga bisa masuk ke Level 1 sebagai penanda pengendalian covid- 19 terjaga.

“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyerukan untuk segera bangkit dari hantaman pandemi Covid-19 ini. Tunjukkan bahwa Jawa Timur berjiwa kuat, penuh semangat, dan selalu optimis,” ujarnya.

Sementara itu, Khofifah mengungkapkan, berdasarkan Asesmen level Kemenkes RI hingga 9 Oktober lalu, tercatat 32 Kab/Kota di Jatim dari 38 Kabupaten/Kota dinyatakan Level 1 dan 6 Kab/Kota lainnya dinyatakan Level 2. Dengan kondisi tersebut, Khofifah yakin Jawa Timur bisa masuk pada tahap uji coba kenormalan baru yang saat ini baru di uji coba di Kota Blitar sehingga roda perekonomian bisa kembali berputar kencang.

Tidak lupa Gubernur Khofifah juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Forkopimda Jawa Timur, instansi vertikal, Bupati/ Walikota dan Forkopimda, ormas dan ormas keagamaan, perguruan tinggi, pelaku ekonomi, tenaga pendidik dan kependidikan, tenaga kesehatan, insan pers, atlet olah raga dan warga Jawa Timur yang sudah bekerja keras, bahu membahu menangani Covid-19. “Selamat HUT Jawa Timur Ke-76,” ucap Khofifah.

Khofifah menyebut dengan senantiasa diiringi do’a dalam setiap ihtiar, Jawa Timur Insya Allah selalu dalam lindungan, pertolongan dan keberkahan Allah SWT dalam segala situasi. Menurutnya, doa masyayikh, ulama, dan santri serta tokoh agama yang terus berseiring dengan upaya Pemprov Jawa Timur beserta seluruh Forkompimda, dan masyarakat untuk melepaskan Jawa Timur dari Pandemi Covid-19 serta segera pulih ekonomi Jatim. (sr)

 

DPRD Tidak Pentingkan APBD Jatim 2022 Disahkan Tepat di Hari Pahlawan, Anik: Lazimnya Berdasar Permendagri


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah, menyatakan tidak mementingkan APBD Jatim 2022 dapat disahkan tepat pada Hari Pahlawan. Menurutnya, yang terpenting adalah APBD tersebut dapat disahkan sesuai mekanisme pembahasan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 27 Tahun 2021.

“Karena lazimnya berdasarkan mekanisme pembahasan Permendagri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022,” kata Anik Maslachah, di Gedung DPRD Jatim, Selasa (12/10/21).

Ia menjelaskan dalam Permendagri tersebut diatur bahwa pengesahan APBD Jatim 2022 maksimal dilakukan tanggal 30 Desember 2021. Karena itu, pihaknya menginginkan agar pengesahan APBD tidak melebihi batas waktu yang ditentukan.

“Itu maksimal 30 Desember 2021. Bagi kami itu saja,” katanya.

Dengan memberikan batas sesuai dengan Permedagri, berarti ada dua aspek yang telah dilakukan oleh DPRD Jatim. Pertama, hal itu berarti bahwa pihaknya mematuhi aturan yang berlaku, yakni pengesahannya tidak sampai tahun anggaran baru 2022.

Kedua, berhubungan dengan pengaruhnya terhadap reward bagi daerah-daerah yang menyelesaikan APBD sesuai dengan waktu yang ditentukan

“Bagi kami itu yang terpenting. Bonus itu diberikan ketika maksimal Desember 2021 (selesai) dan akan hilang ketika 1 Januari (2022). Satu, sesuai mekanisme Permendagri dan bonus tidak hilang,” terangnya.

Saat ditanya apabila pengesahan APBD Jatim 2022 melebihi tanggal 10 November atau Hari Pahlawan, Anik berpendapat bahwa hal itu bukanlah menjadi masalah. Bahkan, pengesahan sebelum 1 Januari 2022 juga tidak akan berimplikasi terhadap APBD Jatim.

“Karena hanya ada momentum besar nasional yang ada di Surabaya saja, itu kemudian dijadikan hari bersejarah di Indonesia untuk pengesahan APBD. Tapi sebenarnya tidak ada implikasinya,” tandasnya. (rie)

Dana Kompensasi dan Naker Jadi Isu: Pembangunan Trans Icon Ahmad Yani Masih Sisakan Masalah


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pembangunan gedung Trans Icon di di Jalan Ahmad Yani 260 Surabaya masih menyisakan permasalahan bagi warga sekitar yang terdampak. Diantaranya masih ada yang belum mendapat kompensasi dari adanya pembangunan Gedung, dampak lingkungan hidup hingga adanya oknum yang memanfaatkan situasi mempermainkan dana kompensasi.  

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna, bahwa hasil hearing (rapat dengar pendapat) dengan agenda mediasi sebenarnya sudah berjalan dengan lancar.

Meski demikian legislator perempuan yang akrab disapa Ayu itu mengakui bahwa saat ini memang masih ada warga yang menyampaikan kalau belum mendapat kompensasi pembangunan Gedung Trans Icon.

“Tapi nanti dari pihak Trans Icon akan mengecek ulang,. karena memang pada saat di Komisi C periode lalu sudah dimediasi dan setujui. Akan tetapi mungkin dampak bangunannya yang mulai meninggi, artinya dampaknya juga semakin tinggi dan meluas,” ujarnya di ruang Komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (11/10/21).

Sehubungan dengan itu pihaknya juga telah menyarankan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan musyawarah lagi di kantor kecamatan.

“Artinya dari sisi Trans Icon sudah menyampaikan pada kami siapa- siapa by name by addres (sesuai nama dan alamatnya) yang sudah menerima bantuan. Kalau kemarin waktu kami sidak itu belum ada data resminya sehingga kami wajib menelaah izinnya. Apalagi di Dinas Lingkungan Hidup, semuanya sudah terpenuhi. Kalau tidak patuh pada seluruh persyaratan yang telah diitentukan, mau tidak mau kami akan meluncurkan pencabutan surat izin,” tandas Ayu.

Dilihat dari perjalanan rapat tadi, politisi asal Fraksi Partai Golkar tersebut menilai bahwa kedua belah pihak sudah bersepakat.

“Jadi trans sudah sampai dengan asuransi akan mengcover all risk. Apakah karena dampak di pembangunan apa ada kejatuhan baik cacat maupun meninggal sudah ada kategori asuransi dari kontraktor total. Kami akan memerintahkan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mengukur ulang apa dampak udara yang disebabkan oleh bahan bangunan yang bertebaran itu bisa disampaikan kepada Trans Icon,” uja Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya tersebut.

Ia pun menyatakan bahwa pihaknya menunggu kesediaan camat beserta kedua belah pihak ketika ditanya kapan pihak Trans Icon dan pihak warga terdampak bermusyawarah di Kecamatan setempat.

“Barangkali mencari waktu yang pas. Waktunya dengan pihak Trans seperti apa, nanti kami tinggal diundang,” terangnya menduga kemungkinan yang dilakukan oleh camat setempat.

Aan Ainurrofik salah satu Ketua RT yang mewakili warga terdampak mengaku bahwa pihaknya bersama seluruh warga Gayungan akan melakukan investigasi terkait penerima dana kompensasi.

“Jangan-jangan ada orang yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadinya. Untuk itu secepatnya kita akan mencocokkan data siapa sesungguhnya yang menerima dana kompensasi tersebut,” terang Aan.

Apabila permasalahan ini bisa selesai, mereka berharap warga setempat meminta agar bisa dikaryakan demi merasakan manfaat atas pembangangunan yang ada di wilayah mereka.

Menanggapi hal itu Pertiwi Ayu Krishna menyampaikan bahwa soal tenaga kerja, Trans Icon siap memperkerjakan warga setempat tapi tidak semua.

“Trans Icon bersedia, tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Kita juga tidak boleh terlalu keras terhadap investor. Karena kita juga butuh investor hadir di Surabaya untuk meningkatkan PAD kita. Kenapa PAD harus ditingkatkan, karena untuk masyarakat kita semua,” tandas Ayu. (ar)

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia, Gubernur Khofifah Minta Utamakan Naker Jatim


 

RADARMETROPOLIS: Gresik - Presiden RI Joko Widodo meresmikan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/21).  Dalam tahapan konstruksi, pembangunan smelter terbesar di dunia ini diperkirakan dapat menyerap 40.000 tenaga kerja. Gubernur Jatim pun meminta kepada Menteri BUMN untuk mengutamakan tenaga kerja asal Jatim.

Pembangunan smelter untuk pemurnian konsentrat tembaga tersebut diperkirakan bakal menelan investasi USD3 Miliar atau senilai Rp 42 Triliun.

Dengan kapasitas 1,7 juta ton per tahun tentu industri yang dibangun di atas lahan seluas 100 hektare itu akan menjadi smelter single line terbesar di dunia.

“Kapasitas pengolahan konsentrat tembaga mencapai 1,7 juta ton per tahun dan ini merupakan jumlah yang sangat besar sekali. Semoga pembangunan smelter ini bisa menjadi daya tarik industri lain untuk masuk di Jawa Timur,” ungkap Presiden Jokowi.

Sedangkan kapasitas pabrik pemurnian lumpur anoda untuk menjadi emas adalah mencapai 6.000 ton per tahun.

Pembangunan tersebut menurut Presiden adalah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah Indonesia berhasil menguasai 51 persen saham Freeport. “Dan saat itu juga, kita mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri. Karena sekali lagi, kita ingin nilai tambah itu ada di sini,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Presiden, bahwa Indonesia masuk dalam kategori tujuh negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia.

“Potensi yang sangat besar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi kita,” tegasnya.

Selain di atas, Presiden pun menyatakan bahwa pembangunan smelter di dalam negeri ini akan memperkuat hilirisasi industri. Untuk itu pihaknya akan meminta perusahaan tambang, baik swasta maupun BUMN, untuk melakukan hilirisasi agar komoditas tambangnya memiliki nilai lebih tinggi.

“Jangan sampai kita memiliki tambang, kita memiliki konsentrat, smelternya, hilirisasinya ada di negara lain,” tegasnya.

Tidak hanya itu, menurut Presiden hilirisasi juga akan memberikan nilai tambah bagi negara yang juga berarti akan memberikan pemasukan yang lebih tinggi pada negara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo Ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut.

Sementara itu dengan dibangunnya smelter PT Freeport Indonesia di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik tersebut Gubernur Khofifah merasakan bahwa kehadiran smelter PT Freeport di KEK Gresik itu menjadi salah satu hadiah terbaik yang diperoleh Jawa Timur di hari ulang tahunnya ke-76.

Menurutnya keberadaan smelter tersebut akan memberikan multiplier effects atau dampak positif yang besar bagi pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat.

Khofifah menilai bahwa pembangunan smelter merupakan amanat UU No.3 Tahun 2020 tentang Minerba, dimana perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan agar bukan hasil tambang mentah yang dipasok ke pasar, tetapi sudah produk jadi, Hal ini dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan negara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan, pemurnian serta pemanfaatan mineral dan batubara.

Tidak hanya menguntungkan bagi industri tambang di dalam negeri, kehadiran smelter tersebut menurut Gubernur juga akan menekan angka pengangguran karena dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Diperkirakan pada tahapan konstruksi saat ini akan menyerap 40.000 tenaga kerja, disamping munculnya industri-industri pendukung terkait.

“Selama masa konstruksi pembangunan smelter di Gresik, setidaknya menyerap sekitar 40 ribu pekerja. Tadi saya sudah sampaikan ke Menteri BUMN supaya para pekerja lebih diutamakan dari Jawa Timur,” imbuhnya.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran pabrik smelter tersebut akan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara signifikan.

“Terimakasih Pak Presiden yang melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia. Ini menjadi hadiah ulang tahun Jawa Timur yang sangat berharga. Insyaallah ini membawa banyak kebaikan bagi Jawa Timur. Agar bisa cepat bangkit, cepat tumbuh, setelah dihantam pandemi Covid-19,” harap Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyatakan bahwa smelter PT Freeport Indonesia yang berdiri di lahan seluas 103 hektar tersebut ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2023 mendatang. Dipilhnya Gresik sebagai lokasi smelter, karena di wilayah tersebut terdapat pabrik semen yang dapat memanfaatkan hasil pengolahan asam sulfat, perak dan gipsum. (sr)

Presiden Jokowi Tinjau KEK di Gresik, Pangdam V/Brawijaya Sambut di Bandara Juanda


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/10/21). Kedatangan ini dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI ke Gresik untuk meninjau Kawasan Ekonomi Khusus.

Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra, kedatangan Presiden Joko Widodo disambut Forkopimda Jatim. “Dalam hal ini Pangdam V/Brawijaya yang langsung menyambut Bapak Presiden,” katanya.

Lebih jauh Kusdi menjelaskan bahwa kunjungan kerja Presiden Jokowi dalam rangka peletakan batu pertama atau “Groundbreaking” pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) tambang milik PT. Freeport Indonesia yang lokasinya berada di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Gresik.

Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi ditemani Menteri BUMN, Erick Thohir; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono; Sekretaris Militer Presiden, Marsda TNI M. Tonny Harjono, dan Komandan Paspampres, Mayjen TNI Tri Budi Utomo. Serta Forkopimda Jatim Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim.

“Beliau meninjau Kawasan Ekonomi Khusus di Gresik. Dengan didampingi Forkopimda Jatim,” ujar Kapendam Brawiajya. (sr)

Senin, 11 Oktober 2021

Kapolsek Sukomanunggal Bantah Jl Kupang Jaya Marak Jambret



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Minggu (10/10/21) warga Desa Kuncup, Kecamatan Pucuk, Lamongan, meninggal dunia menjadi korban penjambretan saat berkendara Bersama isteri dan anaknya yang masih kecil melintas di jalan Kupang Jaya sekitar pukul 22.30 WIB. Ini adalah aksi yang ketiga kalinya dilakukan para penjambret di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ali, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

“Yang saya tahu, ini, beberapa waktu ke belakang, sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan disini,” katanya, Minggu (10/10/2021).

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Esti Setija Oetami, ketika dikonfimasi sehubungan dengan pernyataan warta terkait maraknya penjambretan di Kupang Jaya tersebut menjelaskan bahwa pihaknya ternyata baru mendapat satu laporan. Untuk itu ia meminta hendaknya warga yang mengetahui aksi kejahatan jalanan tersebut untuk melapor ke pihaknya.

“Laporan yang masuk baru sekarang ini. Itu info dari mana? Suruh dia buat laporan biar jelas. Jadi, semua harus sesuai fakta,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/10/2021).

Ia menambahkan bahwa saat adanya aksi penjambretan yang merenggut nyawa Edi, anggota yang melakukan kring serse telah menyambangi titik tersebut. Namun, Kompol Esti menyebut anggotanya telah bergeser.

“Lokasi tersebut juga tempat kringnya anggota Reskrim. Pada kejadian tersebut, anggota baru saja bergeser patroli kring Reskrim ke lokasi yang lain,” ujarnya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti dari rekaman closed circuit television atau CCTV guna melakukan penyelidikan.

“Doakan semoga tertangkap. Ini anggota lagi cari CCTV di seputaran lokasi, semoga ada petunjuk,” tandasnya. (rcr)

 

Naik Motor Bersama Isteri dan Anaknya yang Masih Kecil, Warga Pucuk Lamongan Tewas Jadi Korban Jambret di Kupang Jaya


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Edi Sutrisno (50) warga Desa Kuncup, Kecamatan Pucuk, Lamongan, meninggal dunia akibat kendaraan yang ia kendarai bersama isteri dan anak perempuannya yang masih kecil, terjatuh karena menjadi korban penjambretan di Jl Kupang Jaya, Surabaya, pada Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Tarikan para penjambret yang merebut tas milik sang isteri membuat keseimbangannya terganggu, sehingga motornya terjatuh.

Salah satu saksi yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke RS William Booth. Sayangnya upaya ini sia-sia karena ditolak oleh pihak rumah sakit.

“Melihat korban mengalami luka parah, kami membawanya ke RS William Booth. Namun oleh pihak rumah sakit ditolak dan diarahkan dibawa ke RSAL dr Ramelan,” kata Yoga, saksi yang melihat kejadian penjambretan tersebut, di lokasi.

Lebih lanjut dijelaskan, sesaat tiba di RSAL dr Ramelan, korban ternyata lebih dulu meninggal saat dokter berusaha menyelamatkan nyawanya.

Sementara Ali, yang saat kejadian juga berada di lokasi, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara benturan cukup keras. Seiring dengn itu terdengar jeritan minta tolong sambil meneriakkan kata-kata jambret.

“Kami sedang menutup warung, lalu kami dengar suara motor jatuh dan suara teriakan jambret dari sang isteri. Saat saya datangi dengan teman, korban sudah tergeletak dan kondisinya cukup parah,” ujarnya.

Ia pun menginformasikan bahwa korban mengendarai motor Honda Beat putih S 4478 JAU. Saat itu korban berboncengan dengan isteri dan anak perempuannya yang masih kecil. Ia juga sempat melihat bahwa pelaku menggunakan sepeda motor kopling dengan berboncengan.

“Korban dari arah barat, tasnya ditarik oleh pelaku hingga terjatuh. Pelaku menggunakan motor kopling dan berboncengan dua orang. Kasihan juga sama anaknya, dia luka di keningnya,” ujarnya.

Ali juga mengungkapkan, bahwa dalam beberapa bulan terakhir di lokasi tersebut sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan.” Sekitar sebulan ini, sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan disini” pungkasnya. (rie)

Sabtu, 09 Oktober 2021

Polisi Dalami Pengakuan Baru Sekali Mencuri: Warga Bulak Banteng Surabaya Gang Pandu 4


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Demi memenuhi hasrat ingin berkaraoke dan minum miras (minuman keras) Lukman Hakim (28) warga Bulak Banteng Gang Pandu 4 nekat mencuri handphone Redmi Note 9 milik Septian di daerah Tanjung Batu, Senin (13/10/2021). Karena aksi nekatnya tersebut, ia ditangkap Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kepada penyidik tersangka mengaku baru pertama kali melakukan pencurian. Tapi penyidik tidak begitu saja percaya. Pengakuan ini akan didalami lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung, Perak AKP Giadi Nugroho, Sabtu (08/10/2021) menjelaskan bahwa dalam operasinya pelaku terlebih dahulu berkeliling mengendarai motor untuk mencari target.

Setelah sekian lama berkeliling, perhatian tersangka tertuju pada kantor perusahaan yang pintunya sedang terbuka. Ia pun mengamati kondisi dan nekat menyelinap masuk ke dalam kantor itu.

Pelaku memarkirkan motornya, kemudian menyelinap masuk ke dalam kantor dan mencuri ponsel korban saat tertidur.

Tim yang telah diterjunkan untuk melakukan pengintaian langsung menyergap pelaku. Ketika digeledah, akhirnya ditemukan ponsel milik korban yang sama persis.

Lukman diringkus pada 4 Oktober 2021 di Jembatan Suramadu saat hendak menjual ponsel tersebut.

“Kami temukan handphone korban yang dicuri itu di dalam tasnya,” kata Giat.

Petugas pun langsung membawa yang bersangkutan ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara Kanit Jatanras Ipda Agung Suciono menambahkan bahwa hasil penyidikan yang telah dilakukan, tersangka :ukman Hakim baru kali ini melakukan pencurian. Rencananya ponsel itu dijual dan hasil uangnya dibuat untuk foya-foya.

“Ngakunya baru sekali ini, dan pencuriannya memang sudah direncanakan. Katanya uang hasil jual hp mau dibuat senang-senang di tempat hiburan malam. Namun pengakuannya masih akan kami dalami lagi,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka polisi menyita Redmi Note 9 beserta dos book nya dan satu unit motor Yamaha Xeon yang digunakan pelaku saat beraksi. Atas perbuatannya, ia dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, sehingga terancam menjalani hukuman 5 tahun penjara. (ar)

Jumat, 08 Oktober 2021

Beraksi di Jalan Tunjungan, Residivis Melawan dan Melarikan Diri Ditembak


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – HB (31) residivis warga Sulawesi Selatan ditembak kaki kanannya oleh Anggota Unit Jatanras Polrestabes Surabaya menembak kaki kanan HB (31). Tindakan tegas terukur ini dilakukan dikarenakan reisidivis asal Sulawesi Selatan itu beraksi melakukan penjambretan dengan kekerasan di Jalan Tunjungan Surabaya pada Kamis (30/9/2021) lalu.

“Kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena tersangka sempat melarikan diri dan melawan. Dari data kepolisian pelaku merupakan seorang residivis dan pernah ditahan di Polsek Bajo, Makassar tahun 2019, terkait pencurian handphone,” kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Kurnia, Jumat (8/10/2021).

Ihwal kejahatan yang dilakukan oleh HB, Agung Kurnia menjelaskan bahwa pelaku terlebih dahulu membuntuti korban berinisial J (37) warga Keputran, Surabaya. Saat di Jalan Tunjungan, korban menepi dan duduk di atas motornya. Kemudian pelaku mendatangi korban, lalu menarik perhiasan kalung yang melingkar di leher korban.

Atas kejahatan yang menimpa dirinya itu, korban langsung melapor ke Polrestabes Surabaya. Usai menerima laporan, Unit Jatanras melakukan serangkaian penyelidikan dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Berbekal dari rekaman tersebut, tim reserse unit Jatanras Polrestabes Surabaya tersebut langsung memburu HB. Petugas berhasil mengamankannya pada Jumat (1/10/2021) pukul 18.00 WIB, di Jalan Tambak Gringsing, Surabaya.

Dalam melakukan aksi kejahatan jalanan itu pelaku tidak sendirian. Menurut Agung saat ini teman aksinya masih menjadi DPO (daftar pencarian orang).

Kejahatan HB tergolong sadis. “Tidak hanya menarik kalung, pelaku juga melukai wajah korban dengan menggunakan sajam jenis pisau. Setelah berhasil, pelaku langsung melarikan diri. Saat ini anggota masih melakukan pengembangan guna mengungkap dan mencari pelaku lain yang terlibat,” terang Agung.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan HB. Yakni satu unit motor Suzuki Satria nopol L5903NT (sarana) sesuai rekaman CCTV, satu buah rekaman CCTV, pisau, helm sesuai rekaman CCTV, HP, jaket dan celana sesuai rekaman CCTV. (rcr)

Toko Emas Pasar Atom Rugi Rp 6 M: Polisi Tangkap Karyawan PT IGS Bawa Kabur Emas 7 Kg


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – DJ, umur 38 tahun, karyawan PT IGS, yang membawa kabur emas 7 kilogram milik toko emas Sumber Baru, Pasar Atum Surabaya ditangkap polisi. Selain DJ polisi juga menangkap penadah, SB (34). Di tempatnya bekerja, DJ adalah karyawan pemurni emas. Sementara Toko Emas Sumber Baru adalah customer PT IGS.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, mengungkapkan kronologis kejadian penggelapan emas oleh karyawan PT IGS tersebut. Bahwa, pada 31 Agustus 2021, emas tersebut oleh pemilik toko hendak dimurnikan ke PT IGS. Untuk itu PT IGS mengutus karyawannya guna mengambil emas itu.

Tersangka DJ dengan ditemani oleh satu orang rekannya, ditugaskan oleh manajemen PT IGS untuk mengambil emas yang akan dimurnikan tersebut di Toko Emas Sumber Baru. Saat DJ mengambil emas ke toko Sumber Baru. rekan DJ menunggu di luar toko.

Beberapa jam ditunggu, DJ tak kunjung datang menemui rekannya. DJ ternyata membawa kabur emas tersebut.

“Barang dibawa kabur, dibawa oleh pelaku. Ini, ada yang sudah dipotong-potong, dijual di Sidoarjo. Kemudian, ada sebagian lagi yang dibawa ke daerah Tangerang,” jelas Wakapolda.

Setelah membawa emas, DJ sempat berputar-putar di wilayah Sidoarjo untuk menjual emas yang dibawanya tersebut dengan cara memotong kecil-kecil. Setelah dipotong emas pecahan tersebut dijual kepada tersangka SB sebagai penadah di Pasar Wadung Asri Waru Sidoarjo seberat 20 gram dengan harga Rp 8.000.000.

Selain menjual kepada SB, tersangka DJ juga menjual potongan emas tersebut di Pasar Stasiun Tangerang, Banten. “Total nilai kalau kita lihat harga emas sekarang sekitar Rp 6 miliar,” terang Wakapolda Jatim.

Untuk itu ia menghimbau masyarakat agar berhati-hati membawa barang dengan nilai besar. Masyarakat bisa meminta bantuan kepada kepolisian jika membutuhkan bantuan keamanan. “Pihak kepolisian siap membantu setiap saat, sehingga kita bisa mengantisipasi sedini mungkin, akibat kelengahan kita terkait faktor keamanan,” tandasnya.

Dalam kasus tersebut polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Dari tersangka DJ disita sebanyak 6 batang emas utuh dengan berat masing-masing 1,43 Kg, emas berat 727,55 gram, uang tunai sebesar Rp 7.589.500, HP, buku tabungan, ATM, rompi, grenda, tang. Sementara dari tersangka SB disita uang tunai sebesar Rp 1.000.000 dan timbangan digital.

Kedua tersangka di atas oleh Polda Jatim dijerat Pasal 374 KUHP Sub Pasal 372 KUHP dan Pasal 480 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara. (rcr)

Pungli Dokumen Pertanahan: Tim Saber Pungli Polres Sidoarjo Tangkap Kades Klantingsari dan PTSL


 

RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Kades Klantingsari Wawan Setyo Budi Utomo dan panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ditangkap Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo. Mereka diduga telah melakukan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen PTSL Desa Klantingsari tahun anggaran 2021.

Mereka ditangkap pada Kamis (07/10/21) sekitar pukul 18.30 WIB di rumahnya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Oscar Stefanus Setja, membenarkan dilakukannya penangkapan Kades Klantingsari, Kecamatan Tarik dan panitia PTSL tersebut. “Iya, sekarang menjalani pemeriksaan penyidik,” ujarnya, Jumat (08/10/2021).

Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan beberapa barang bukti dalam Operasi Tangkap Tangan itu. Di antaranya uang tunai, beberapa laptop, printer serta satu dus berkas permohonan PTSL.

Salah seorang warga Klantingsari mengungkapkan bahwa dirinya melihat petugas membawa satu kardus berisi dokumen, beberapa laptop, dan printer.

“Dimasukkan ke dalam mobil,” kata Santoso. (rik)

Kamis, 16 September 2021

Tabrak Lari di Jalan Raya By Pass Mojokerto: Korban Tewas Seketika di Lokasi Kejadian


 

RADARMETROPOLIS: Mojokerto – Ahmad Nasifan (23) warga Sekarputih, menjadi kotban tabrak lari di Jalan Raya By Pass Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Rabu (15/09/2021). Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu seketika tewas di lokasi kejadian.

Korban yang mengendarai motor Honda Mega Pro W-5021-OL melintas di Jalan Raya By Pass, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sekitar pukul 21.20 WIB. Ketika korban hendak mengemudikan motornya menyebrang jalan dari arah barat ke timur, di saat bersamaan terlihat mobil Daihatsu Grandmax S-8655-WJ dari arah berlawanan.

Untuk itu korban berhenti di tengah jalan, bermaksud memberikan kesempatan kepada pengendara mobil Daihatsu Grandmax S-8655-WJ yang datang dari arah berlawanan, Candra Ridhoilahi (36) warga Kecamatan Tembelang, Jombang. Namun dari arah selatan tiba-tiba melaju mobil yang tidak diketahui identitasnya dan menabrak motor korban. Korban jatuh terpental ke aspal jalan dan tewas seketika di lokasi kejadian.

Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Mojokerto yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo.

Kanit Laka Lantas Polresta Mojokerto, Ipda Basoeni, mengatakan bahwa jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto guna dilakukan visum. Pengemudi mobil Daihatsu Grandmax diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait.

“Sepeda motor milik korban dan mobil Daihatsu Grandmax sementara kita amankan sebagai barang bukti,” jelasnya. (fur)

Tim Satreskrim Polres Jombang Tembak Pencuri Spesialis “Jarah Sekolah”


 

RADARMETROPOLIS: Jombang – Sat Reskrim Polres Jombang menangkap pelaku pencuiran spesialis jarah sekolah. Pelaku ditangkap di rumahnya. M Jinar Ridwan (37) menyasar sekolah yang ada di Jombang, baik SD maupun SMP. Dalam aksinya, sejumlah barang berharga berhasil disikat. Mulai dari proyektor, layar monitor CCTW hingga laptop.  Bahkan sepatu pun tak luput disikatnya. Warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Jombang itu ditangkap di rumahnya.  

“Dia pencuri spesialis sekolah,” kata Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, saat merilis kasus tersebut, Kamis (16/9/2021).

Selama sembilan bulan beraksi sudah dua puluh dua sekolah telah menjadi korban aksinya tersebut. Aksi dilakukan mulai Januari 2021.

Saat penangkapan, polisi melumpuhkan dengan timah panas. Sebutir peluru bersarang di kaki kanannya.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya, bahwa ia telah melakukan pencurian di 22 TKP yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang.

Aksi terakhir bapak dua anak itu dilakukan pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 01.00 dini hari di SDN Podoroto, Kecamatan Kesamben. Disini pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga. Di antaranya, 3 proyektor, 1 layar monitor CCTV, 2 spiker aktif,1 laptop merk asus, 2 printer, serta sepasang sepatu merk Vladio.

Barang elektronik curian tersebut ia masukkan ke dalam karung. Kemudian diangkutnya menggunakan sepeda motor Vario warna merah untuk dibawa ke rumah. Atas pencurian itu, kerugian sekolah ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Barang-barang serupa juga didapatkan pelaku saat beraksi di 21 TKP lainnya. Barang bukti tersebut ada yang sudah dijual ke Surabaya, tetapi ada juga yang masih tersimpan di rumahnya. Dalam konferensi pers, polisi membeber barang bukti di atas meja.

Kapolres Jombang mengungkapkan, modus operasi tersangka dalam menjalankan aksinya adalah mencari sasaran dengan memperhatikan gembok pada pintu gerbang sekolah.

Posisi gembok yang berada di luar pagar menjadi sasarannya. Pelaku menyimpulkan bahwa jika gembok berada di luar pagar, maka dipasatikan tidak ada orang di dalam lingkungan sekolahan.

Kemudian tersangka masuk dengan cara merusak gembok tersebut dan kemudian mencongkel jendela sebagai jalan masuk ke ruangan untuk mengambil barang berharga. “Pengakuan sementara, dia beraksi sendiri. Namun tetap kita dalami,” kata Kapolres.

Polsisi menjerat pelaku dengan pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara. (fur)

Rabu, 15 September 2021

Ditangkap Polres Genteng: Agar Kuat Melek, Pria Paruh Baya Warga Plemahan Nyabu dan Jadi Pengedar


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Yahya (58) pria paruh baya ditangkap anggota Reskrim Polsek Genteng di depan ruko Jalan Jagalan karena kasus narkoba. Kepada polisi warga Jalan Plemahan Besar, Surabaya mengaku mengkonsumsi sabu agar kuat melek. Tapi polisi juga mendapatkan bukti bahwa yang bersangkutan juga mengedarkan sabu.

Di sakunya ditemukan 1 poket sabu seberat 0,9 gram saat digeledah polisi. Ia pun langsung digelandang ke Polsek Genteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka bukan hanya mengonsumsi sabu, tapi juga juga mengedarkan kepada teman-temannya dan dapat komisi,” ungkap Kanitreskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno, Rabu (15/9/2021).

Pengungkapan kasus narkoba tersebut bermula dari informasi yang didapatkan anggota bahwa tersangka adalah pengguna sekaligus pengedar sabu. Dari informasi ini reskrimum selanjutnya menyelidiki aktivitas pria berstatus duda itu di sekitar rumahnya di Jalan Plemahan Besar. Kebetulan anggota melihat tersangka pergi dengan mengendarai motor. Kemudian dibuntuti oleh anggota.

“Ternyata diketahui dia sedang transaksi. Dia sedang menunggu di depan ruko Jalan Jagalan,” kata Sutrisno.

Anggota langsung menghampiri dan menyergap Yahya yang hendak pergi meninggalkan lokasi. Saat diringkus. “Tersangka kaget saat kami tangkap. Namun dia mengaku usai transaksi sabu,” lanjutnya.

Karena kaget, sabu itu pun masih tergenggam di tangan kanannya ketika ditangkap.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yahya dibawa petugas ke Mapolsek Genteng dan langsung dijebloskan tahanan.

“Pengakuan Yahya, mengonsumsi sabu agar betah melek. Harga sabu yang mahal, Rp 300 per poket, membuatnya berat untuk membelinya. Apalagi dia pengangguran,” katanya.

Oleh karena itu, agar bisa beli sabu terus, Yahya juga menerima titipan dari teman yang ingin membeli sabu. Dari situlah tersangka mendapat komisi. Kepada polisi Yahya berterus terang sudah dua bulan lamanya berkecimpung di dunia narkoba. (rcr)

Paruh Baya Tapi Licin, Warga Kedung Klinter Surabaya Akhirnya Tertangkap Saat Nyabu


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Penyelidikan dan pengintaian tim reserse Polsek Karangpilang membawa hasil. M Sholeh (48) warga Jalan Kedung Klinter, Surabaya yang sudah lama menjadi target operasi, berhasil dibekuk. Saat ditangkap di rumahnya, pria paruh baya itu sedang mengonsumsi sabu-sabu.

“Orang ini sudah lama menjadi target operasi dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Yang bersangkutan ini meskipun paruh baya usianya tapi licin orangnya,” kata Iptu Irwan Nugroho, Kanitreskrim Polsek Karangpilang, Rabu (15/9/2021).

Penangkapan tersebut berawal dari informasi adanya terduga penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut. Kemudian anggota Reskrim Polsek Karangpilang melakukan lidik hingga mengikuti setiap tingkah lakunya.

Setelah mengetahui keberadaan target, petugas bergerak cepat melakukan penangkapan. Akhirnya pelaku berhasil dibekuk di rumahnya sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket sabu yang disimpan di saku celana pendek sebelah kiri. “Serbuk putih itu diketahui seberat kotor 0,98 gram,” terang Irwan.

Kemudian tersangka digelandang ke mapolsek guna penyelidikan lanjutan. Dari hasil interogasi didapat keterangan bahwa tersangka mendapatkan barang terlarang itu dengan cara membeli dan dipakainya sendiri.

“Kita masih kembangkan untuk mencari orang yang berperan sebagai penjual sabu berinisial IR,” tegas Irwan. (rcr)

 

Rabu, 18 Agustus 2021

Terlibat Curanmor, Pecatan Polisi Kasus Narkoba Ditangkap Unit Reskrim Polsek Sawahan


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Mantan anggota polisi yang dipecat dari kesatuannya karena terlibat narkoba, Angga Febrianto, ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Sawahan karena kasus dugaan Curanmor di Jl Prapanca, Surabaya, Rabu (18/8/2021).

Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto, tidak membantah atas adanya informasi terkait penangkapan terhadap pelaku. Namun ia meminta wartawan untuk melakukan konfirmasi secara langsung kepada Kapolsek.

“Saya masih melakukan pengembangan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Sawahan, AKP A. Risky Fardian Caropeboka, belum memberikan tanggapan apapun. Namun demikian penangkapan terhadap, Angga Febrianto dibenarkan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M. Faqih.

“Iya benar, tapi pelaku sudah bukan anggota Polri lagi, karena surat pemecatannya sudah turun,” ungkapnya.

Angga Febrianto berdinas terakhir di Polsek Tenggilis. Sebelumnya sempat menjabat Sarpras Polrestabes Surabaya, sebelum akhirnya ia dipecat dari kesatuan. Surat pemecatan Angga Febrianto baru saja turun awal pekan ini dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi (Brigpol).

Kompol Faqih menjelaskan lebih lanjut, pelaku dipecat dari anggota Polri karena terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. “Dalam sidang disiplin, pelaku divonis PTDH, dan suratnya sudah turun. Artinya dia sudah bukan anggota Polri lagi dan akan diproses dengan pidana umum,” tandasnya. (ar)

Percepatan Surabaya Menuju Zona Kuning, Walikota Minta FGD Tidak Teori


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pentahelix atau multipihak yang terdiri dari pemerintah, media, komunitas, pengusaha, businessmen, dan juga akademisi serta berbagai elemen masyarakat. Wali Kota Surabaya meminta diskusi ini tidak ada teori lagi tetapi langsung praktek. Setelah didiskusikan, langsung bergerak,

FGD yang digelar melalui zoom meeting itu diikuti oleh Wali Kota Eri bersama jajarannya dari lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam zoom tersebut adalah Pakar Epidemiologi/Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Santi Martini, dr, M.Kes.

Kemudian Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Windhu Purnomo, dr, MS.

Lalu Ketua IDI Cabang Surabaya Dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, dr, Sp.OG(K).

Dan terakhir Pembina Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Estiningtyas Nugraheni, SKM.

Dalam acara tersebut mereka memberikan materi yang berbeda-beda, namun tetap dalam tema: “Surabaya Menuju Zona Kuning.”

Mengawali diskusi itu Wali Kota Surabaya Eri Cahydi menyampaikan bahwa Surabaya hari ini terus melakukan langkah-langkah percepatan, baik percepatan untuk berubah dari zona orange menuju zona kuning, termasuk pula percepatan vaksinasi Covid-19.

Sehubungan dengan itu Ery minta arahan dan masukan dari para narasumber dan semua elemen masyarakat.

“Langkah-langkah apa saja yang harus kami lakukan dalam rangka percepatan ini. Sebab, kami punya tekad dengan Forkopimda untuk bisa merubah zona oranye ke kuning dalam jangka waktu satu bulan ke depan,” kata Ery memberikan pengantar dalam FGD, Rabu (18/8/2021).

Ia juga sangat yakin bisa mengubah zona dan mempercepat vaksinasi jika dikerjakan secara bersama-sama. Apalagi dalam kebersamaan itu juga ada seluruh partai yang ada di Surabaya, seluruh ormas, dan semua elemen masyarakat lainnya.

“Kalau kita bersama-sama turun memberikan pengertian dan sosialisasi, maka perubahan itu bisa segera terwujud di Kota Surabaya, dan perekonomian di Surabaya bisa segera bergerak kembali,” ujarnya.

Dengan kebersamaan dan gotong-royong dari semua elemen masyarakat, Ery sangat meyakini bisa melewati semua itu. Ia juga sadar bahwa membangun sebuah kota harus dilakukan dengan kebersamaan dan gotong-royong.

“Mari didiskusikan langkah-langkah apa saja yang mungkin bisa kita lakukan, tidak ada teori lagi, langsung prakteknya. Setelah kita diskusikan, kita langsung bergerak,” tegasnya.

Sementara itu Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Dr. Windhu Purnomo mengatakan bahwa saat ini posisi Surabaya masuk dalam level 4 sesuai dengan asesmen level situasi. Tentunya itu harus terus diturunkan.

“Kalau kita lihat dari situasinya, sudah banyak yang bagus karena sudah banyak penurunan,” kata Dr. Windhu.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) yang ada di Kota Surabaya. Namun begitu, ia meminta semua orang yang sudah berhasil dilacak, harus dites semuanya. “Saya kira kita mampu melakukan ini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi vaksinasi di Kota Surabaya yang dinilainya saat ini sudah hebat dan bagus. Meski begitu ia meminta untuk tidak cepat puas dan berhenti di sini saja.

“Kalau bisa, kita kejar vaksinasi sampai 100 persen penduduk Surabaya. Karena ketika varian delta meluas, sebenarnya kita ini mustahil mencapai herd immunity alamiah. Makanya kita harus kejar vaksinasi 100 persen, supaya Surabaya bisa masuk ke hijau. Yang paling penting, ayo kita perangi bersama-sama Covid-19 ini,” tandasnya. (rie)

Masyarakat Jangan Takut Dipindahkan ke Isoter, Bupati Sidoarjo Pimpin Apel Kesiapan Personel


 

RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Forkopimda Sidoarjo melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka memeriksa kesiapan personel dalam mendukung percepatan pelaksanaan pemindahan warga isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (isoter) yang tersebar di sembilan tempat di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Apel dipimpin Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Ali. Upaya pemindahan isoman ke isoter bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo

Apel gelar pasukan dilaksanakan di Mapolresta Sidoarjo dengan diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Ormas, dan komunitas.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) didampingi Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. M. Iswan Nusi.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini untuk memeriksa kesiapan seluruh personel yang nantinya akan mendukung pelaksanaan percepatan pemindahan isoman ke sembilan tempat isoter yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Upaya pemindahan isoman dan isoter bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Warga yang isoman tidak perlu takut untuk dipindahkan ke tempat isoter, karena kami bersama TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta pihak terkait menjamin pelayanan medis maupun penunjang lainnya cukup mumpuni, lebih nyaman dan terpenting kondisi kesehatan isoman lebih terpantau,” kata Ahmad Muhdlor Ali.

Ia pun meminta kepada para petugas, termasuk dari TNI, Polri, dan tenaga kesehatan hingga tingkat desa untuk melakukan pendekatan humanis yang sifatnya mengedukasi masyarakat.

Mereka harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa langkah tersebut adalah efektif dan mempercepat memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Sehingga tidak sampai menular ke keluarga terdekat atau orang sekitarnya.

Menurut Gus Muhdlor, di Kabupaten Sidoarjo laju penyebaran Covid-19 saat ini sudah menunjukan penurunan signifikan semenjak diberlakukannya PPKM.

“Dilihat dari BOR ICU, sebelumnya sampai 96 persen terisi pasien Covid-19, sekarang turun 58-56 persen. Dari hasil ini, kami akan tekan agar terus menurun lagi. Termasuk melalui percepatan pemindahan isoman ke isoter sampai dengan tingkat desa, serta penguatan sinergitas kerja cepat perangkat desa, TNI, Polri dan bidan desa,” ujarnya.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan pihaknya bersama Kodim 0816 Sidoarjo akan memaksimalkan langkah pemindahan isoman ke isoter.

“Kami akan bersinergi, termasuk bhabinkamtibmas dan babinsa siap bersama-sama perangkat desa juga bidan desa untuk mengedukasi warga isoman, agar mau dipindahkan ke isoter dengan tempat lebih memadai plus perawatan medis terpantau,” kata Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro.

Dengan langkah-langkah itu penyebaran Covid-19 di Sidoarjo dapat segera terputus.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Mohammad Iswan Nusi menghimbau masyarakat, khususnya warga yang menjalani isolasi mandiri turut mendukung langkah baik pemindahan ke isoter ini. Karena adalah sebagai upaya percepatan menekan laju penyebaran Covid-19.

 

Di isoter, pasien dapat lebih terpantau secara medis didukung tempat yang nyaman. “Serta terpenting adalah dengan dipindahkannya isoman ke isoter, tidak sampai menyebar ke orang terdekat atau tetangga sekitar,” pungkasnya. (rik)

Pindahkan Pasien Isoman ke Isoter, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gresik Diminta Humanis


 

RADARMETROPOLIS: Gresik – Ratusan personel dari Babinsa Kodim 0827 dan Bhabinkamtibmas Polres Gresik dikerahkan untuk membantu pemindahan pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah ke isolasi terpusat (Isoter). Baik itu di Rumah Sakit Lapangan Stadion Gelora Joko Samudro maupun rumah sakit. Agar warga tidak takut, mereka diminta mengedepankan pendekatan humanis.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menuturkan, program isoter merupakan perintah pusat. “Sesuai arahan pusat, sekarang tidak ada lagi isolasi mandiri. Seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat. Baik di Gejos maupun rumah sakit,,” tuturnya, Rabu (18/08/2021).

Taufik Ismail berpesan agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan mengkedepankan upaya preventif.

“Ajak pasien isoman secara humanis agar dengan sukarela mau menjalani isolasi terpusat. Pengertian dan pemahaman harus diberikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Diinformasikan bahwa pasien yang menjalani isoter di Gejos 100 persen sembuh. Tidak ada yang meninggal dunia. Untuk itu upaya preventif tetap dikedepankan untuk menghindari bentrokan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan pihaknya berharap masyarakat atau pasien isoman agar secara sadar menjalani isoter, karena fasilitas dan layanan Kesehatan yang diberikan lebih lengkap dan memadai.

“Upaya semaksimal mungkin harus kita lakukan dalam rangka penanganan Covid-19. Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus terus bersinergi,” katanya.

Menurutnya jajaran Forkopimda Gresik saat ini tengah meramu kebijakan agar pasien isoman mau menjalani isoter. Termasuk mencari inovasi agar isoter tidak lagi menakutkan, melainkan destinasi bagi pasien Covid-19 agar cepat sembuh.

Wilayah Gresik per tanggal 17 Agustus 2021 sudah keluar dari zona merah menjadi zona oranye. Bahkan, bed occupancy ratio (BOR) juga terus menurun. Namun, penerapan PPKM masih berada di level 4 karena masuk aglomerasi.

“Gresik mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Pasalnya, berhasil mecatatkan hasil tracing tertinggi di Jawa Timur,” ujar Arief. (sri)

Kejari Ponorogo Setorkan Miliaran Rupiah Uang Rampasan Kasus Korupsi RSUD dr. Harjono ke Kas Negara




 

RADARMETROPOLIS: Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo pada hari ini, Rabu (19/08/2021) melakukan eksekusi uang rampasan kasus korupsi proyek pembangunan RSUD dr. Harjono sebesar Rp 3,5 miliar. Selain disetorkan ke kas negara, ada juga yang dikemablikan dikembalikan ke PT. DGI selaku kontraktor pembangunan RSUD dr. Harjono Ponorogo saat itu

“Perkara ini pada tahun 2015, dengan tersangka dr. Yuni Suryadi yang saat itu menjabat sebagai direktur RSUD dr. Harjono, dalam pengadaan Ia sebagai kuasa pengguna anggaran,” kata Kasie Pidsus Kejari Ponorogo Farkhan Djunaedi, Rabu (18/8/2021).

Eksekusi uang sebesar Rp 3,5 miliar itu berdasarkan putusan Kasasi nomor 356 k/pidsus/ 2019 pada tanggal 27 Maret 2019, Junto Pengadilan Tinggi Surabaya nomor 71/2016/ pada tanggal 18 November 2016, dan Junto Pengadilan Tipikor Surabaya nomor 85 tanggal 8 November 2015.

Uang rampasan itu sebagian disetorkan ke kas negara melalui bank milik pemerintah. Sementara sisanya dikembalikan ke PT Duta Graha Indah (DGI), sebagai kontraktor pembangunan RSUD dr Harjono pada masa itu.

“Sebanyak Rp 1,9 miliar lebih disetorkan ke kas negara, sementara sisanya Rp 1,5 miliar lebih dikembalikan ke PT. DGI selaku kontraktor pembangunan RSUD dr. Harjono Ponorogo saat itu,” katanya.

Penyerahan uang rampasan ke PT. DGI dilakukan melalui virtual dengan diwakili oleh Dudung selaku direktur PT. DGI yang saat ini mendekam di lapas Sukamiskin dan kuasa hukumnya yang juga hadir di Kejari Ponorogo. Tetapi pemidanaan Dudung tersebut tidak dalam perkara korupsi di RSUD dr. Harjono.

“Untuk direktur PT. DGI Pak Dudung yang menjadi terpidana di lapas Sukamiskin itu karena perkara lain. Bukan penanganan Kejari Ponorogo. Selain tadi diserahkan secara virtual, kuasa hukumnya tadi datang ke sini,” ungkap Farkhan.

Selain melakukan eksekusi uang rampasan sebanyak Rp 3,5 miliar, Kejari Ponorogo sebelumnya juga sudah melakukan eksekusi badan terhadap terdakwa dr. Yuni Suryadi.

Eksekusi badan dilakukan pada tanggal 4 Agustus lalu. Saat ini terdakwa dr. Yuni Suryadi dimasukkan ke Rutan kelas 2B Ponorogo.

Berdasarkan putusan di tingkat kasasi yang diterima oleh Kejari Ponorogo, dr. Yuni Suryadi terkena pidana 5 tahun dengan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

“Tidak ada uang pengganti yang dibebankan kepada dr. Yuni Suryadi,” kta Farkhan. (gun)

Sidang Mediasi Gono Gini Rp 10M, Penggugat Minta Dibagi Dua Sama Rata


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pengadilan Negeri 9PN) Surabaya menggelar sidang mediasi gugatan harta gono-gini Rp 10 miliar antara Roestiawati Wiryo Pranoto dan mantan suami Wahyu Djajadi Kuari, Rabu (18/08/2021). Sidang ini dipimpin hakim Suswanti, SH, MH. Penggugat minta harga bersama dibagi dua sama rata.

Melalui kuasa hukumnya Dr. B. Hartono, SH, SE, SE.Ak, MH, CA, penggugat menyampaikan bahwa pihaknya tetap meminta agar harta gono-gini dari hasil selama penggugat dan tergugat menjalin ikatan perkawinan agar dibagi dua.

Hal-hal seperti stok barang, kendaraan, piutang dan lainnya diabaikan.

“Dari mediasi tadi kita sudah sampaikan bahwa kita menginginkan dua properti dan uang senilai Rp 10 M dengan mengabaikan hal-hal seperti stok barang, kendaraan, piutang dan lainnya,” ujar Hartono.

Apabila permintaan penggugat ini tidak disetujui oleh tergugat maka pihaknya minta agar dilakukan audit harta kekayaan penggugat dan tergugat selama mereka menjalin perkawinan.

Kalo dia tidak mau damai maka kita akan perkarakan merek LUCKY dikarenakan merk tersebut ada atau lahir dari hasil semasa perkawinan. Selain itu, apabila tetap tidak disetujui, maka saya tadi menyampaikan akan menempuh jalur pidana yakni melaporkan kasus pemukulan terhadap teman klien saya yang bernama Soewanto,” ujar Hartono.

Hartono menegaskan, apa yang diminta kliennya adalah mutlak yang harus diberikan tergugat selama mereka menjalin ikatan perkawinan. Permintaan yang tidak berlebihan.

“Hanya berupa hak yang mestinya diberikan sebagai seorang isteri selama mereka Bersama, yakni dua toko dan uang Rp 10 miliar,” ujarnya.

Berdasarkan gugatan yang tercatat sebagai perkara nomor 650/pdt G/2021/PN Sby tertuang sejumlah harta yang disoal. Diantaranya adalah lima kendaraan roda empat, empat bidang tanah, dua unit rumah mewah, hak sewa atas beberapa counter di sebuah mall serta sejumlah uang yang ada di bank dengan total sekitar Rp 8 miliar.

“Dengan aset serta uang sebanyak itu tapi klien saya cuma dikasih Rp 3 miliar. Ini kan jelas tidak adil. Kita tuntut dibagi samalah, karena ini harta bersama jadi masing-masing memiliki hak yang sama,” ujar Hartono.

Sebelumnya Rose menceritakan bahwa pernikahannya bersama sang suami yang sudah berlangsung selama 16 tahun itu akhirnya kandas sebagaimana tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 319/Pdt.G/2016 PN.Sby tanggal 19 September 2016 lalu. Tak ada yang disoal dengan putusan cerai ini. Namun Rose merasa sang suami tak adil karena sang suami tak memberikan hak-haknya sebagai seorang isteri terkait pembagian harta gono-gini.

“Jadi selama kami menjalin rumah tangga, kami memulai dari nol. Karena diantara kami tidak ada yang mempunyai harta peninggalan dari orang tua,” ujar Rose.

 

Bisnis jual beli aksesoris handphone yang mereka kelola berkembang hingga memiliki karyawan sejumlah 60 orang dan memiliki kurang lebih 21 kios/toko aksesoris Handphone.

“Sebelum kami bercerai memang ada surat perjanjian perdamaian. Tapi bukan membahas harta gono-gini secara keseluruhan yang diperoleh selama perkawinan. Karena ada unsur tekanan sehingga saya menerima yang dikehendaki oleh Wahyu,” ujar Rose.

Menurut Hartono dalam akta perjanjian yang dibuat tergugat dan penggugat jelas tidak adil. Sebab pembagiannya tidak seimbang, yang mana harta gono gini yang ditafsir sekitar Rp 40 miliar namun yang diberikan ke penggugat hanya Rp 3 miliar.

Karena adanya faktor tekanan Hartono mendampingi Rose melakukan upaya hukum dengan menggugat sang suami.

“Bahwa, adapun bagian penggugat dalam “Perjanjian” tersebut sangat tidak proposional, berbanding terbalik dengan yang didapatkan oleh tergugat yang mendapatkan hampir seluruh “Harta Bersama” antara penggugat dengan tergugat,” ujar Hartono saat dijumpai usai sidang gugatan.

Sementara itu kuasa hukum tergugat yakni Dr Yory Yusran saat dimintai tanggapan terkait mediasi ini menyatakan bahwa dirinya selaku kuasa hukum tergugat Wahyu menyerahkan semua pada kliennya.

“Mediasi tadi sudah sempat sidang, terus oleh mediator diminta supaya para pihak saling komunikasi. Dan saya sudah menjalin komunikasi juga sekaligus dengan prinsipal. Kalau ada yang mau ditawarkan ya silakan, kalau damai kan lebih bagus. Cuma kalau tidak bisa damai ya sudah kita kembalikan lagi pada para pihak,” ujarnya.

Terkait permintaan penggugat yang meminta agar aset dibagi dua dan juga agar diberikan uang Rp 10 miliar, Yory menyatakan dirinya menyerahkan ke klien. “Kalau klien setuju berarti ya damai kalau tidak ya berarti gugatan jalan terus,” imbuhnya.

Terkait langkah pidana yang akan ditempuh penggugat atas pemukulan terhadap korban Soewanto, Yory enggan berkomentar karena ia ditunjuk kliennya untuk menangani perkara harta gono-gini bukan untuk yang lain. (rcr)

Polda Jatim Tangkap Pembuat Tabung Oksigen Palsu, Kapolda: Tabung Palsu Oksigen Bahayakan Kesehatan


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – NW, pemalsu tabung pemadam kebaran menjadi tabung oksigen ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim. Tabung yang sebelumnya berwarna merah itu dicat menjadi warna putih untuk mengelabui pembeli. Korban merasa ada keanehan dalam dirinya saat menghirup oksigen yang tersedia dalam tabung tersebut.

“Alat pemadam kebakaran tabungnya dimodifikasi, kemudian diubah sehingga menjadi seolah-olah tabung oksigen yang dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 4 juta,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol  Nico Alfinta, dalam jumpa pers, Rabu (18/08/2021).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa modus yang dilakukan tersangka adalah mengeluarkan isi tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan CO2) bekas tersebut. Setelah kosong tersangka lalu membersihkan bagian dalamnya. Tabung tersebut kemudian dirakit dengan menambah regulator oksigen dan dipasang tulisan O2 Oxygen.

“Hal ini berawal dari seorang konsumen yang membutuhkan oksigen kemudian yang bersangkutan mendatangi TKP milik tersangka NW di daerah Simorejo. Setelah membeli seharga Rp 4 juta, kemudian yang bersangkutan mendapatkan satu tabung oksigen namun setelah dipakai korban merasa keanehan dalam dirinya yaitu tidak seperti biasanya,” jelas orang nomor satu di Polda Jatim itu.

Lalu konsumen yang menjadi korban itu pun melapor ke Polda Jatim. Saat tim melakukan Penggeledahan di CV SAK milik tersangka ditemukan sebanyak 800 tabung oksigen palsu.

“106 diantaranya siap edar. Yang masing-masing berisi 1 meter kibik oksigen, 1,5 meter kibik, 5 meter kibik, dan 6 meter kibik,” terangnya.

Kapolda menilai bahwa hal yang dilakukan oleh NW tentu sangat berbahaya. Hal ini karena tabung tersebut tidak sesuai dengan standar yang ada.

“Dengan ini menghimbau kepada masyarakat agar tetap membeli pada tempat-tempat yang telah ditentukan,” ujar Nico.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membahayakan nyawa orang lain untuk keuntungan pribadi.

Sementara tersangka yang telah merubah tabung pemadam kebakaran menjadi tabung oksigen itu dikenai pasal dengan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara. (rcr)

Polisi Akan Kawal Tugas Nakes, Irwasum Polri dan Kapolda Jatim Tinjau Vaksinasi di Polrestabes Surabaya


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto bersama Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta meninjau langsung program vaksinasi di Polrestabes Surabaya, Rabu, (18/07/2021). Irwasum menyatakan kepolisian akan mengawal tugas nakes agar pandemi cepat selesai.

Datang pukul 13.00 WIB, Irwasum beserta rombongan langsung meninjau antrean vaksinasi di Graha Bhara Daksa. Disini Irwasum sempat menyemangati nakes yang sedang bertugas.

“Semangat mengabdi untuk negara, kami kepolisian akan mengawal tugas bapak/ibu para nakes agar pandemi ini cepat selesai,” kata Agung.

Kapolda Jatim mengapresiasi langkah-langkah Polrestabes Surabaya dalam percepatan program vaksinasi agar pandemi Covid-19 segera berhenti.

“Selama sinergi ini terus berjalan, saya optimis kita akan menang melawan pandemi dan ekonomi masyarakat segera bangkit,” ujar Nico.

Ia berharap ke depannya sinergi antar lini semakin baik. Tidak lupa ia berpesan kepada masyarakat agar tetap taat terhadap protokol kesehatan dan mengajak masyarakat vaksin.

Kapolda menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh institusinya, seperti halnya membuat gerai vaksin, adalah untuk kebaikan bersama.

“Mari bersinergi untuk memenangi perang melawan pandemi,” tandas Nico. (rcr)

Tepat HUT RI ke-76: 13.837 WBP dan Anak di Jatim Peroleh Remisi Umum 2021, 432 Langsung Bebas


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam rangka peringatan HUT  RI ke-76 sebanyak 13.837 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak di Jawa Timur mendapatkan haknya berupa remisi umum 2021. Dari jumlah itu, 432 diantaranya bisa langsung bebas karena mendapatkan remisi umum (RU) II. Pemberian remisi umum secara simbolis itu dilakukan tepat pada peringatan HUT RI ke-76 hari ini (17/08/2021).

Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono, memimpin jajarannya mengikuti seremonial secara daring dengan Menkumham Yasonna H Laoly dari Aula Lapas I Surabaya di Porong. Krismono memberikan SK remisi secara simbolis kepada lima perwakilan WBP Lapas I Surabaya.

Krismono menjelaskan bahwa saat ini ada 28.045 WBP dan Anak yang tersebar di 39 lapas/ rutan/ LPKA se-Jatim.

Pada 30 Juli 2021 lalu pihaknya mengirimkan usulan sebanyak 13.618 WBP dan Anak untuk mendapatkan remisi umum kepada Ditjen Pemasyarakatan.

“Kami mendapatkan balasan berupa sembilan SK kolektif dengan total sebanyak 13.837 WBP dan Anak yang berhak mendapatkan remisi,” tutur Krismono.

Selisih itu dikarenakan pihak Ditjen Pemasyarakatan membuka kembali keran pengusulan setelah tahap awal yang telah ditetapkan per 30 Juli 2021. Dibuka kembali hingga 5 Agustus 2021. Terutama bagi usulan yang mendesak.

“Ada tambahan untuk RU II, sehingga otomatis jumlah usulan dan yang mendapatkan SK remisi bertambah,” terangnya.

Pada kesempatan itu pihak Ditjenpas menjalankan rekomendasi dari KPK. Yaitu bila WBP dan Anak tidak masuk dalam register F (pelanggaran), maka otomatis dianggap berkelakuan baik. Untuk itu mereka berhak memperoleh remisi secara otomatis walaupun tanpa diusulkan oleh lapas/ rutan/ LPKA.

Bahkan, jumlah itu dipastikan bertambah. Pasalnya setelah tanggal 17 Agustus 2021, jajarannya dapat mengusulkan kembali bagi WBP dan Anak yang belum memperoleh remisi umum tahun 2021.

“Mereka akan diklasifikasikan sebagai usulan susulan setelah melakukan beberapa perbaikan data dan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Selain remisi pada 2021 tersebut jajaran Kanwil Kumham Jatim telah memberikan hak WBP dan Anak berupa asimilasi dan integrasi di rumah. Pemberian hak tersebut sesuai dengan amanat Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021. Totalnya mencapai 5.846 orang.

“Dengan rincian asimilasi sebanyak 4.193 orang dan sisanya 1.653 orang mendapatkan hak integrasi,” ungkap Krismono. (rie)

Selasa, 17 Agustus 2021

Tetap Khidmat, Upacara HUT RI ke-76 di Gedung Negara Grahadi Dilakukan dengan Prokes Ketat dan Tamu Terbatas


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya - Pemprov Jatim menggelar Upacara HUT ke-76 RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya dengan menerapkan prokes ketat dan tamu terbatas. Namun demikian upacara tetap berlangsung khidmat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin jalannya upacara.

Pada upacara kali ini hanya ada 50 undangan. Pada tahun-tahun sebelumnya jumlah undangan biasanya mencapai 3.500 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan kapasitas halaman teras Gedung Negara Grahadi.

Tidak hanya membatasi jumlah peserta, para hadirin pun wajib melakukan tes swab sebelum masuk ke lingkungan Gedung Negara Grahadi. Sejumlah tamu diundang untuk mengikuti upacara via daring, seperti misalnya gubernur yang sudah berganti jabatan. Mereka disiapkan undangan virtual.

Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara.

Jumlah pasukan upacara hanya 40 orang dari TNI dan Polri. Lalu untuk Paskibraka yang bertugas ada 38 orang yang mewakili tiap kabupaten/kota di Jatim.

Upacara ini terasa khidmat dengan diiringi sekitar 30 orang yang berperan sebagai tim paduan suara Gita Bahana Jatim, di bawah panduan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Setelah rangkaian upacara pagi selesai dilaksanakan, Gubernur Khofifah beserta jajaran Forkopimda memberikan tanda kehormatan Jer Basuki Mawa Bea emas kepada atlet angkat besi Eko Yuli Irawan yang memenangkan medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya itu, Eko juga mendapat bonus senilai Rp 500 juta dari Pemprov Jatim.

Setelah itu Khofifah dan Forkopimda Jatim mengikuti upacara secara virtual dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk memperingati detik-detik Proklamasi, Untuk ini dipersiapakan tempat di ruang sisi tengah Gedung Negara Grahadi.

Diinformasikan oleh Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan yang menaungi Humas Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, upacara peringatan HUT RI ke-76 digelar empat kali. Yakni dua kali pada pagi hari, pertama pukul 08.00 WIB di tingkat provinsi berupa pengibaran bendera merah putih diikuti virtual seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) pemprov. Kedua, mengikuti upacara virtual yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta.

Sorenya pun juga demikian. “Kita laksanakan upacara penurunan bendera jam 16.30 WIB di sini (Grahadi). Jam 17.30 WIB, kita mengikuti yang di Istana Negara secara virtual," terang Aries.

Dalam edaran pemerintah pusat, seluruh masyarakat diwajibkan untuk hening sejenak dari aktivitas untuk memperingati detik-detik proklamasi pukul 10.17 WIB. Semua aktivitas baik di jalan hingga di rumah diminta berhenti sejenak.

" Aparat sudah paham betul bagaimana kesiapan kita kalau bisa ada lonceng, sirene nyala bersamaan sehingga masyarakat berhenti selama satu menit," tandas Aries. (sr)

Senin, 16 Agustus 2021

Bantu UMKM Hadapi Pandemi, Rayakan HUT RI ke-76 Polda Jatim Bagikan 76 Ribu Bendera Merah Putih Produksi UMKM


 

RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melepas pembagian 76.000 Bendera Merah Putih, Senin (16/8/2021) sore, di depan Gedung Tribrata, Mapolda Jatim. Bendera yang dibagikan ke masyarakat itu merupakan buatan UMKM Jawa Timur.

Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan bahwa bendera tersebut dibuat oleh para pengrajin UMKM di Surabaya dan seluruh Jawa Timur.

“Tujuannya adalah kita tetap semangat dalam rangka HUT Indonesia ke-76. Kegiatan ini tidak berhenti disini saja, salah satu sasarannya agar tetap UMKM di Jatim tetap hidup berkembang di saat pandemi Covid-19 seperti saat Ini,” kata Irjen Nico Afinta, Senin (16/8/2021) sore.

Dalam acara pelepasan pembagian 76 ribu bendera itu Kapolda Nico didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim.

Dari penjelasan Kapolda lebih lanjut dapatlah diketahui bahwa memborong bendera Merah Putih produksi UMKM tersebut sudah biasa dilakukan oleh Kapolda Jatim sebelum kegiatan peringatan HUT RI ke-76.

Kapolda mengungkapkan bahwa Polda Jatim beserta jajarannya sebelum kegiatan pembagian 76 ribu bendera Merah Putih ke masyarakat yang dilakukan dalam rangka memperingat hari kelahiran Republik Indonesia ke-76 itu juga sudah sering membeli bendera merah putih dari para penjual dan pengrajin kecil dan menengah.

“Sebelum kegiatan ini, Polda Jatim bersama Polres-Polres jajaran juga giat menyemangati UMKM dengan membeli bendera-bendera merah putih dari para penjual dan pengrajin kecil dan menengah” kata Irjen Nico Afinta.

Hal itu dimaksudkan untuk menyemangati para UMKM dalam menghadapi Pandemi.

Usai melepas pembagian bendera merah putih, Kapolda Jatim juga berkesempatan menyerahkan bansos sembako kepada perwakilan pelaku UMKM yang ada di Kota Surabaya. (rcr)