1 Januari 2025 : Cagub-Cawagub Harus Berusia 30 Tahun

Ketentuan mengenai jadwal dan tata cara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota diatur dengan Peraturan Presiden

Pemkot Surabaya Nikahkan 330 Pasangan

Pemkot Surabaya menggelar garden party atau pesta kebun untuk merayakan pernikahan massal yang diikuti oleh 330 pasangan.

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Berantas Judi Online

Survei mencatat optimisme masyarakat sebanyak 56, 6 persen responden meyakini pemerintah bisa memberantas judol dengan dibentuknya satgas khusus. Sebanyak 39, 5 persen mengaku tidak percaya serta 3, 9 persen yang lain menanggapi tidak tahu.

164 Wartawan Terlibat Judi Online, Transaksi Rp.1 M Lebih

Data PPATK mencatat ada 164 orang wartawan ikut bermain judi online, transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp1.477.160.821 dan namanya juga ada lengkap.

Curi Barang Milik Penumpangnya Sendiri, Pegawai Lion Air Dibekuk Polisi

Pencurian dilakukan dengan modus pembobolan tas milik penumpang maskapai Lion Air tujuan Makassar-Jakarta saat pesawat sedang mengalami keterlambatan.

Selasa, 09 Juni 2020

Gugus Persilakan Rujuk Pasien Covid-19, Ketersediaan Bed RS Rujukan Kota Surabaya Aman



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menyatakan bahwa ketersediaan bed di rumah sakit rujukan di Surabaya aman. Dengan demikian dipastikan tidak ada kesulitan bagi pasien Covid-19 yang harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Menurut wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan itu saat ini ada sekitar 96 bed khusus dewasa yang saat ini tersedia. Dan tujuh bed khusus anak-anak dalam keadaan kosong. Jadi, kalau misalnya mau merujuk sudah tidak ada kesulitan.

Ia pun menegaskan bahwa rujukan yang dimaksud itu hanya untuk antar rumah sakit di Surabaya, bukan dari luar daerah.

Menurutnya, kemarin sudah ada kesepakatan dari Koorwil PERSI, bahwa perujuk harus memanfaatkan rumah sakit setempat.

Jumlah keseluruhan bed di rumah sakit di Surabaya yang dikhususkan untuk merawat pasien Covid-19 ada 455 yang bertekanan negatif.

Sedangkan sekitar 300 bed itu difungsikan untuk non tekanan negatif atau natural menggunakan Exhaust Fan.

"RS Husada Utama ada 71 tempat tidur di luar lantai 13-14 yang rencana penambahan kurang lebih 200, di luar itu," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya itu.

Di rumah sakit rujukan di Surabaya telah dilakukan pemisahan tempat antara pasien Covid-19 dengan yang non Covid-19. Ini juga berlaku bagi pasien yang dirawat di IGD rumah sakit.

Sedangkan khusus yang di Asrama Haji Surabaya, saat ini sudah terisi sekitar 126 dari total 359 ruang isolasi yang disediakan. Pemkot memang menyulap tempat ini untuk merawat pasien orang tanpa gejala atau OTG Confirm. (ar)

Surabaya Raya Masuk Masa Transisi, Tiga Kepala Daerah Pelaksana Putuskan Akhiri PSBB



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya diputuskan tidak diperpanjang. Menurut Koordinator PSBB Jatim, Heru Tjahjono, keputusan tersebut diambil oleh tiga Kepala Daerah Pelaksana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya, bukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kini Surabaya Raya memasuki masa transisi.

"Kabupaten maupun Kota sudah mengambil langkah PSBB tidak dilanjutkan,” kata Sekdaprov Jatim yang juga menjabat Koordinator PSBB Jatim, Heru Tjahjono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin malam, 8 Juni 2020.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa setelah berakhirnya PSBB Surabaya itu akan ada masa yang harus dilakukan yaitu masa transisi. Hal ini akan diatur di peraturan wali kota dan peraturan bupati.

Untuk itu besok pemprov dan ketiga pemda akan bertemu lagi untuk memasatikan perwali dan perbup dengan isi yang lebih teknis.

“Tapi, di dalamnya ada masa transisi. Jadi intinya masuk masa transisi dan berapa harinya adalah 14 hari,” kata Heru.

Dengan berakhirnya PSBB Surabaya Raya, bukan berarti COVID-19 sudah tidak ada. Pemerintah harus memastikan jaga jarak dapat dilakukan dengan baik di tempat umum seperti di pasar dan terminal. Untuk itu perlu dibuat peraturan walikota dan peraturan bupati untuk dapat memastikan masyarakat menerapkan jaga jarak dan hindari kerumunan dengan baik. (rie)

Senin, 08 Juni 2020

Mabes Polri Rilis Kasus Terorisme di Kalsel dan Cirebon, Pelakunya dari JAD dan JI



RADARMETROPOLIS: Jakarta – Mabes Polri menggelar rilis perkembangan penangkapan kasus terorisme yang terjadi di Tanah Bumbu, Banjar Baru Kalimantan Selatan dan Cirebon Jawa Barat. Terungkapnya kedua kasus tersebut terjadi pada Jumat, 5 Juni 2020 dan Kamis, 4 Juni 2020. Sedangkan pelakunya berasal dari JAD dan JI.

Karopenmas Divhumas Polri Brigadir Jenderal Polisi  Awi Setyono dalam keterangannnya menyebutkan pada hari Jumat, 5 Juni 2020 pukul 07.10 Wita Densus 88 telah menangkap 1 orang terduga teroris berinisial AS (33) di wilayah Baru Gelang, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, AS termasuk dalam anggota JAD Kalimantan Selatan yang berperan memberikan ide kepada tim amaliyah untuk melaksanakan aksi penyerangan dengan target anggota Polisi dan kantor Polisi,” kata Awi Setyono, Senin (08/06/2020) .

AS mengetahui dan ikut merencanakan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan dan telah membaiat 4 anggota lainnya atas nama MZ, N, AR, dan AS.

“Benar, bahwa pada hari Jumat, 5 Juni 2020 pukul 00.45 Wita Densus 88 telah menangkap 1 orang terduga teroris berinisial TA (24) di wilayah Laktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” tegas Awi.

Dalam aksi tersebut TA berperan dalam membentuk tim kecil JAD (tim amaliyah), memberikan uang Rp 500 ribu untuk pembuatan pedang samurai dan juga telah membaiat anggota JAD Kalsel.

Tidak hanya itu TA mengetahui dan ikut merencanakan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan dan telah membaiat lima anggota lainnya, atas nama MZ, AR, AS, AN, dan MR

Dalam rilis perkembangan pengungkapan kasus teroris di Cirebon, Jawa Barat, Polri menyampaikan bahwa pada Kamis, 4 Juni 2020 pukul 11.00 Wib Densus 88 menangkap 1 orang terduga teroris berinisial M (40) di Desa Purat Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa M berperan sebagai pengkader serta pembaiat untuk menjadi anggota JI. (khr)

Semua Nakes RSUA Terinfeksi Covid-19 Sembuh Total, RSUA Kini Lakukan Penataan Internal



RADARMETROPOLIS: Surabaya –Semua tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya, baik dokter maupun perawat yang terinfeksi Covid-19 dinyatakan sembuh sepenuhnya. Agar kejadian terpaparnya para nakes tersebut tidak terulang ataupun mengurangi terulangnya kejadian itu, kini pihak RSUA sedang melakukan penataan internal.

“Alhamdulilah semuanya sembuh, swab sudah negatif dua kali,” kata tim Satgas Corona RSUA, dr Alfian Nur Rosyid, Senin (08/06/2020).

Terkait dengan banyaknya tenaga medis RSUA yang sempat terjangkit Covid-19,  dr Alfian mengungkapkan bahwa pihak RSUA kini membatasi pelayanan rumah sakit untuk dikhususkan merawat pasien Covid-19 yang sudah dirawat sebelumnya dan melakukan penataan internal. Saat ini penataan internal masih dilakukan.

Dengan penataan internal tersebut diharapkan kedepannya bisa memberikan pelayanan terbaik dengan tetap memperhatikan keselamatan nakes yang berkerja.

“Alhamdulillah dengan upaya pencegahan yang lebih baik, insyaallah kedepan akan mengurangi staf terinfeksi,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, di tengah merebaknya pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan yang baik, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) justru dihadapkan pada situasi sulit. Tanaga kesehatan (nakes) dari Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 yang menerima pasien Covid-19 terbanyak itu justru berjatuhan terpapar Covid-19. Baik dokter maupun perawat didapati positif Covid-19. (ar)

Tidak Perpanjang PSBB, Wabup Sidoarjo Pilih Terapkan Transisi New Normal



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya tahap ketiga berakhir hari ini, Senin, (08/06/2020). Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin, tidak ingin kebijakan tersebut dilanjutkan. Pihaknya akan menggantikan PSBB dengan transisi New Normal. Namun dengan tetap tidak mengendorkan semangat pencegahan penyebaran Covid-19.

“Desa kelurahan akan tetap menjadi fokus pencegahan penyebaran pandemi Covid-19,” katanya, Senin (08/06/2020).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penguatan-penguatan desa kelurahan dengan Kampung Tangguh akan lebih ditingkatkan. Dengan begitu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan cepat terselesaikan.

“Kalau masyarakat sudah teredukasi di desa, maka masyarakat muncul kesadarannya dan mendukung program Covid-19 ini. Ini yang kami harapkan,” tandas Wakil Bupati Sidoarjo.

Menurut Wabup, dengan dukungan masyarakat seperti itu, angka kasus virus corona akan segera menurun. Pada saat itulah kehidupan new normal akan dijalani masyarakat.

“New Normal, masyarakat dapat beraktivitas secara leluasa namun tetap menjaga SOP (Standar Operasional Prosedur) kesehatan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas H. Nur Ahmad Saifuddin. (rik)

Nilai PSBB Tidak Efektif, PSI Dukung Walikota Surabaya Tolak Perpanjang PSBB



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Menilai pelaksanaan PSBB tidak efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19, Partai Solidaritas Indonesia mendukung langkah Walikota Surabaya menolak perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) III atau menolak diterapkannya PSBB jilid IV di Kota Pahlawan.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi PSI, William Wirakusumah, Senin (8/6/2020) menyatakan lebih sepakat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). “Saya tidak sepakat PSBB diperpanjang. Saya lebih sepakat diberlakukan PSBK. Yakni Pembatasan Sosial Berskala Kecil. PSBB seperti dipaksakan,” katanya.

Jangkauan pelaksanaan PSBB terlalu luas. Padahal yang terpapar virus Covid-19 masih berada di lingkup lingkungan kecil. Seharusnya yang dilokalisasi adalah lingkungan yang ada virus corona saja, bukan semua wilayah seperti konsep PSBB. Dengan demikian upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Surabaya akan bisa lebih fokus.

“Pelaksanaan PSBB tidak bisa fokus. Berbeda dengan PSBK yang lebih fokus pada lingkungan yang terpapar virus corona. Tentunya tanpa mengabaikan lingkungan yang masih belum terpapar virus corona,” ujar.

Lebih lanjut dinyatakan, agar pelaksanaan PSBK tersebut bisa berjalan maksimal, bisa memaksimalkan peran “Kampung Wani Jogo Suroboyo” yang telah dibentuk Pemkot Surabaya. Saat ini “Kampung Wani Jogo Suroboyo” telah terbentuk di tingkat RW di seluruh Kota Surabaya.

“Saat di kampung ada yang terkonfirmasi positif corona, ‘Kampung Wani Jogo Suroboyo’ inilah yang berperan di garda depan. Jadi penanganannya dilakukan secara gotong-royong melibatkan banyak pihak. Tidak mungkin penanganan ini hanya dilakukan pemerintah, tapi juga harus dilakukan secara gotong-royong melibatkan masyarakat juga,” kata William.

Jika ada ODP atau PDP yang melakukan karantina atau isolasi mandiri di rumahnya, semua harus dijamin kebutuhan sehari-harinya,seperti makanan dan kebutuhan lainnya. Pemkot Surabaya harus menyuplai makanannya. Begitu pula masyarakat bisa membantu kebutuhan lainnya.
 “Jadi, penanganan Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kesadaran dari masyarakat dan tindakan tegas dari pemerintah. Kalau hanya pemerintah yang tegas, kesannya juga tidak baik. Harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Dan, PSBB jangan diperpanjang lagi. Karena terbukti tidak efektif,” tandasnya. (rie)

Minggu, 07 Juni 2020

Penting bagi Pasien Kritis: Jatim Terima Bantuan Ventilator dari Polri



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Jawa Timur mengerima bantuan puluhan ventilator dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Bantuan untuk percepatan penanganan Covid-19 itu telah didistribusikan ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur, Sabtu (06/06/2020). Ventilator merupakan bagian penting upaya penyembuhan dan penyelamatan nyawa bagi pasien kritis.

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasinya atas bantuan ventilator yang diberikan Polri kepada jejaring RS Bhayangkara di Jawa Timur.

“Kami ucapkan terima kasih dan bersyukur atas kerja keras yang luar biasa dari tim Polri, Polda, Polres, Polsek hingga Babinkamtibmas yang telah mengawal penanganan Covid-19. Bahkan, sampai penanganan Kampung Tangguh, PSBB, hingga sekarang menyiapkan transisi New Normal,” kata Emil kepada wartawan di rumah dinasnya Jalan Margorejo Indah Surabaya, Sabtu (6/6/2020) malam.

Dinyatakan lebih lanjut, bahwa kini Polri juga telah mendukung upaya kuratif dengan menyediakan ventilator, yang merupakan bagian penting upaya penyembuhan dan penyelamatan nyawa bagi pasien kritis.

Menurut Emil, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung termasuk salah satunya ketersediaan ventilator.

“Jadi, tidak hanya upaya promotif preventif saja yang kami lakukan, upaya penyembuhan atau kuratif menjadi fokus utama kita bersama,” tegas Emil.

Terkait New Normal, Emil menekankan pentingnya proses transisi, serta turut memperhatikan aspek epidemiologis, yang di antaranya melibatkan angka R0 (indeks penularan) dan Rt (rate of transmission).

Baru-baru ini Pemprov Jatim juga baru saja menerima bantuan ventilator dari Kemenkes RI. Selain itu, berbagai instansi termasuk di antaranya BNPB, BIN, BUMN, TNI, hingga Polri terus memperhatikan kebutuhan Pemprov Jatim dalam rangka mendukung upaya penanganan pasien Covid-19 sesuai prinsip 3T yaitu tracing, testing, dan treatment.

“Di situasi seperti ini semangat gotong royong ini telah terbangun. Kita wajib optimis dalam menghadapi pandemi ini ditambah dengan semakin dewasanya masyarakat dalam memahami protokol kesehatan. Ini adalah modal awal untuk menyambut transisi menuju New Normal,” tandas Emil.

Secara rinci kota-kota yang mendapat bantuan alat ventilator dari Polri yang didistribusikan melalui jaringan RS Bhayangkara tersebut adalah Surabaya, Kediri, Tulungagung, Malang, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, dan Bojonegoro. (sr)


Sabtu, 06 Juni 2020

Tingkatkan Profesionalisme dan Naluri Tempur, Prajurit Yon Roket 2 Marinir Latihan Pelayanan Meriam



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam rangka LPD/LPK Triwulan (TW) II TA 2020, prajurit Batalyon Roket 2 Marinir melaksanakan latihan Pelayanan Meriam Dinas Baterai (PMDB) Roket MLRS VAMPIRE dan RM 70 GRAD, di Lapangan Trian Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya. Hal ini untuk meningkatkan profesionalisme dan naluri tempur para prajurit.

Dalam latihan Drill PMDB tersebut Danyon Roket 2 Mar Letkol Mar Suroso, M.Tr. Opsla meninjau langsung kesiapan prajuritnya yang dipimpin Kapten Marinir Yopi Arianes yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Baterai Charli Batalyon Roket 2 Marinir. Tujuan latihan ini adalah untuk memelihara, meningkatkan profesionalisme, dan naluri tempur prajurit Yonroket 2 Mar dalam menghadapi tugas Operasi Tempur ke depan.

 “Sebagai Satuan Pelaksana Resimen Artileri 2 Marinir, Yonroket 2 Mar mempunyai tugas pokok membina kemampuan dan menyediakan unsur-unsur pertahanan, guna mendukung bantuan tembakan dalam operasi tempur serta Operasi Satuan TNI,” kata Komandan Batalyon Roket 2 Marinir Letkol Marinir Suroso, M.Tr. Opsla.

Letkol Marinir Suroso, M.Tr Opsla mengharapkan kepada seluruh prajurit untuk selalu bersikap profesional dan mengikuti ketentuan serta prosedur faktor keamanan yang telah ditentukan, serta tidak lupa melaksanakan program pemerintah dengan menjaga physical distancing dan selalu memakai masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. (rcr)

Masjid Makodam Dibuka Kembali dengan Protokol Ketat, Sementara Khusus untuk Prajurit



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Masjid AT-Taqwa yang berada di Makodam V/Brawijaya, kembali dibuka dan diperbolehkan untuk menjalankan ibadah. Tetapi untuk sementara masjid yang ditutup seiring dengan merebaknya wabah Corona itu hanya diperbolehkan untuk para prajurit di lingkungan Makodam saja dan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Hanya untuk prajurit di lingkungan Makodam saja,” kata Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

Selain terkait dengan pembukaan masjid, Pangdam juga mengeluarkan imbauan kepada para prajurit untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan yang saat ini wajib dipatuhi oleh setiap prajurit.

“Terutama menjaga jarak, sampai membawa sajadah sendiri. Sosial distancing dan physical distancing, wajib ditaati,” tegasnya.

Mayjen TNI Widodo Iryansyahjuga mengimbau Komandan Satuan untuk melakukan rapid test terhadap keluarga masing-masing. “Itu berlaku pada Komandan Satuan yang isterinya berprofesi sebagai perawat, dokter, dan tenaga medis,” tandasnya.

Selama peribadahan pihaknya akan melakukan pengawasan sekaligus pembatasan terhadap jumlah jamaah di masjid tersebut.

“Ketentuan protokol kesehatan harus dipedomani oleh seluruh prajurit di lingkungan Kodam Brawijaya selama menjalankan kegiatan ibadah di masa pandemi ini,” tegas Pangdam. (rcr)

Pandemi Belum Selesai, Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jatim Diperpanjang



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Pandemi Covid=19 belum selesai, program pemutihan pajak kendaraan bermotor diperpanjang mulai 3 Juni hingga 31 Juli 2020. Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Jatim. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno.

“Kebijakan ini sesuai arahan Ibu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Dengan pertimbangan pandemi Covid-19 di Jatim yang belum selesai dan banyak warga masyarakat yang terdampak,” kata Boedi.

Dengan adanya perpanjangan tersebut maka masyarakat bisa menikmati kembali pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dalam jangka waktu dua bulan ke depan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sanksi yang dibebaskan adalah diberikan untuk seluruh kendaraan yang mengalami keterlambatan pajak selama dua tahun terakhir. Sedangkan mengenai tata-cara pembayarannya bisa menggunakan online. Mulai dari e-Samsat Jatim, Samsat Online Nasional, Bank Jatim, Tokopedia, Link Aja, Griya Bayar Bank BTN, Indomaret, Alfamart, dan juga lewat PT Pos Indonesia.

Dengan metode tersebut masyarakat bisa melakukan pembayaran selama 24 jam.

“Selain itu, juga membantu program pemerintah untuk melakukan social distancing,” terang Boedi.

Tidak hanya online, Bapenda Provinsi Jatim  juga membuka layanan secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni, menyediakan wastafel untuk cuci tangan dengan sabun dan memeriksa suhu tubuh. Juga menyediakan hand sanitizer. Wajib pajak diharuskan menggunakan masker atau face shield hingga tetap harus menjalankan physical distancing.

Ada sebanyak 46 layanan Samsat Induk di seluruh Jatim yang tetap beroperasi. Selain itu juga 20 titik layanan drive thru. Layanan ini buka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Yang ditiadakan sementara adalah mobil samsat keliling. Karena berpotensi membuat kerumunan antrean.

Berdasarkan data Bapenda Jatim diketahui bahwa selama sepanjang April dan Mei 2020 ada sebanyak 101.336 wajib pajak yang memanfaatkan program pemutihan ini. Dari jumlah itu penerimaan pajak yang diperoleh Rp 41.919.508.000.

“Dampak pembebasan pajak kendaraan bermotor ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Jadi, Gubernur telah membebaskan denda sebesar Rp 339.464.750,” katanya.

Sementara itu yang membayar secara online ada 147.705 wajib pajak. Diungkapkan Boedi bahwa total penerimaan pembayaran online mencapai Rp 69.944.345.250. (rie)

Jatim Antisipasi Kebutuhan Pangan Nasional di Tengah Pandemi, Hadi Sulistyo: Target di 6 Kabupaten Percepat Masa Tanam 25.459 Ha



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Mengantisipasi kebutuhan pangan nasional di tengah Pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Timur meminta enam kabupaten, yaitu Bojonegoro, Jember, Nganjuk, Ngawi, Tuban, dan Tulungagung mempercepat masa tanam padi. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, sasaran tanam padi pada enam kabupaten yang merupakan lumbung padi nasional di Jawa Timur itu mencapai 25.459 Ha.

Sebagaimana telah diberitakan, bahwa Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, pada  Senin (01/06/2020) mengadakan rapat koordinasi dalam rangka ketersediaan pangan menghadapi musim kemarau sebagai antisipasi Dampak Pamdemik Covid dengan Kabupaten Jember, Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Nganjuk, dan Tulungagung melalui vidcom di Gedung Negara Grahadi.

Dalam dialog melalui Vidcom dengan enam kepala daerah tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 16 provinsi lain di Indonesia bagian timur yang suplai pangannya 80 persen tergantung pada Jatim, terutama beras.

Sementara itu BMKG memprediksikan, bahwa dalam beberapa bulan kedepan akan terjadi kemarau panjang. Agar jangan sampai terlambat, perlu dilkukan percepatan masa tanam. Untuk itu Khofifah meminta bulan Juni ini harus sudah mulai masuk tanam kembali.

Gubernur pertama perempuan di Jatim itu pun mengatakan, bahwa presiden dan juga menteri pertanian juga sudah meminta untuk mempercepat masa tanam.

Mantan Menteri Sosial itu lantas berharap, percepatan tanam di bulan Juni ini bisa termonitor dengan baik oleh seluruh bupati, sehingga ketahanan pangan nasional yang sebagian besar bertumpu pada surplusnya produksi padi di Jawa Timur bisa dijaga.

Agar usaha maksimalisasi seluruh produk pangan berhasil, terutama padi, Gubernur meminta seluruh peralatan harus disiapkan, apakah itu yang terkait dengan traktor roda dua maupun traktor roda empat, termasuk kesiapan pupuk.

Ia pun meminta, semua hal yang dibutuhkan benar-benar sampai ke petani. Untuk itu harus dipastikan distribusi benih dan penyaluran pupuk subsidi terkawal sampai ke petani dengan baik. Terlebih, pada akhir 2019 kemarin, kuota pupuk subsidi dari kementerian pertanian untuk Jatim terpangkas sampai 40% sehingga tinggal 60%.

Menurut Khofifah, biasanya memang dari kabupaten langsung ke Kementerian Pertanian. Tidak semuanya memberikan tembusan kepada Pemprov serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hal ini berdasarkan pengalaman dari tahun kemarin.

"Karena itu, saat menyusun RDKK khusus untuk subsidi pupuk 2021, kami mohon agar tembusan dari surat yang dikirim ke pusat, Pemprov bisa mendapatkan salinannya. Agar kami bisa melakukan monitoring. Sesungguhnya khusus untuk penyaluran pupuk bersubsidi, kita bisa bersama-sama ikut melakukan pengawalan jadi proses koordinasi," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, Jumat (05/06/2020) menyampaikan bahwa  prakiraan luas panen padi di Jawa Timur semester I tahun 2020 seluas  1.120.153 ha. Prakiraan produksi padi di Jawa Timur pada semester I tahun 2020 adalah 6.185.310 Ton GKG.

Potensi ketersediaan perberasan Semester I tahun 2020 adalah setara dengan 4.066.348 ton beras; potensi konsumsi (pangan, pakan, dan industri) sebesar 2.133.143 ton beras, sehingga surplus  beras pada Semester I di tahun 2020 mencapai 1.933.205 ton  beras. (update data per tanggal 29 Mei 2020).

Rata-rata Harga GKP sebesar 4.450/kg; GKG sebesar Rp 5.400/kg; Beras medium sebesar Rp 8.830/kg dan Beras Premium sebesar Rp 10.000/kg. Harga masih diatas HPP.

Sementara sasaran tanam padi Bulan Juni 2020 di Jawa Timur seluas 98.797 Ha dan prediksi luas panen pada bulan Juni seluas 110.662 Ha dengan perkiraan produksi sebesar 626.564 Ton GKG atau setara beras sebesar 407.267 Ton.

Sedangkan sasaran tanam padi pada enam Kabupaten yang yang diminta untuk melakukan percepatan masa tanam padi sebesar 25.459 Ha. Kabupaten Bojonegoro dengan target seluas 6.315 Ha, Kabupaten Jember dengan target seluas 5.620 Ha, Kabupaten Nganjuk dengan target seluas 3.709 Ha, Kabupaten Ngawi dengan target seluas 2.637 Ha, Kabupaten Tuban dengan target seluas 3.788 Ha, dan Kabupaten Tulungagung target seluas 3.390 Ha.

Petrokimia Gresik, menyatakan kesiapannya mendukung program Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk mempercepat masa tanam padi selama musim tanam kemarau di 6 daerah lumbung pangan nasional di Jatim. Sebab langkah itu sangat penting guna menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di masa pandemi Covid-19.

Sebagai upaya mendukung program percepatan tersebut, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu siap memberikan pengawalan komprehensif dengan menjamin ketersediaan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi, hingga menghadirkan layanan dan produk pendukung lainnya. (ADV)


Jumat, 05 Juni 2020

Diprediksi Masih Mengakar, Polrestabes Surabaya Terus Dalami Peredaran Sabu Jaringan Iran



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Sabu-sabu (SS) berlogo pohon kelapa yang diedarkan oleh jaringan Iran diprediksi masih akan terus diedarkan di Kota Surabaya sebagai wilayah baru peredaran. Hal ini diperkuat  dengan fakta bahwa dari total 1 ton sabu yang diamankan dari jaringan Timur Tengah tersebut, ternyata 100 kg lebih diamankan di Kota Surabaya.

“Kita masih selidiki bagaimana para pengedar dan pemakai sabu di Surabaya yang tertangkap. Kita lakukan pengecekan jenis sabu yang beredar apakah memiliki kesamaan, baik itu kualitas kristal, tekstur serpihan, dan cepatnya proses penguapan,” kata AKBP Memo Ardian, Jumat (05/06/2020).

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya itu sabu yang diedarkan oleh masing-masing jaringan memiliki ciri tersendiri. Perbedaan menyolok antara sabu asal Asia, baik itu jaringan Tiongkok atau China dengan jaringan Iran, juga terdapat pada fisik. Orang awam memang tidak bisa membedakan secara kasat mata, tapi bagi kepolisian, perbedaan tersebut tampak jelas.

Selain memiliki kualitas dan kuantitas yang berbeda saat masuk Indonesia, jaringan narkoba Tiongkok juga memilah sejumlah rekan bisnis barang haram ini dengan rapi. Para bandar pemasok merekrut pengedar menengah yang diamankan untuk menjadi bandar.

“Kemungkinan besar adalah para pelaku bandar yang direkrut ini bekerjasama dan patungan memesan narkoba. Sehingga para bandar medium atau menengah ini bisa ‘naik status’ menjadi bandar. Maka dipilihlah para penghuni lapas yang terjerat narkoba sebagai anggotanya,” ungkap Memo.

Usai merekrut para bandar baru, pemasok barang haram itu memfokuskan peredaran narkobanya. Yakni masuk dari Jakarta yang dikirim langsung dari Iran dengan sistem kurir internasional. Dengan begitu, usai barang masuk dari Jakarta, maka ‘kuda’ atau pengantar sabu ini mengirim ke Surabaya. Selanjutnya proses pengumpulan di gudang dilakukan para bandar dengan sistem rapi.

“Rapi dan sangat rapi, para pelaku gembong narkoba baru ini. Tak hanya menaruh beberapa tempat yang menjadi gudang. Tapi tempat penyimpanan sabu juga dipilih secara berbeda, yakni rumah mewah, apartemen, dan juga rumah kos atau rumah pribadi kecil,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian mengembangkan sistem baru untuk menekan pergerakan bandar dan pengedar narkoba di Surabaya. Sistemnya adalah membuat kampung teladan bebas narkoba. Para RW akan diajak untuk berpartisipasi membentuk tim penanggulangan dan sosialisasi anti narkoba di wilayahnya.

“Kita masih rancang dan kita akan segera luncurkan kampanye ini. Sehingga peredaran narkoba di Surabaya bisa ditekan sedini mungkin,” tandas Memo.

Peredaran tersebut diprediksi masih mengakar. Meski tak sekuat awal 2020 lalu. Kelompok pengedar sabu jaringan Iran ini masih bisa terus masuk ke Surabaya melalui jaringan non-aktif atau yang masuk penjara. (ar)



Kamis, 04 Juni 2020

Gubernur Khofifah Nyatakan Penerapan New Normal di Gresik Tergantung Alat Kontrol



RADARMETROPOLIS: Gresik – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah akan menerapkan new normal bagi Kabupaten Gresik. Sebab untuk menuju new normal ada angka-angka secara terminologi yang akan dijadikan alat pengontrol, apakah sudah saatnya transisi menuju new normal. Bisa jadi akan diterapkan langkah lainnya.  

Hal itu menjawab pertanyaan wartawan saat mengunjungi Pasar Tradisional Pondok Permata Suci (PPS) di Kecamatan Manyar, Gresik Khofifah sehubungan dengan kesiapan Kabupaten Gresik menuju new normal di tengah berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III.

“Ada 6 item menurut WHO terkait dengan pemberlakuan new normal pasca PSBB. Pertama penyebaran Covid-19 dapat dikontrol. Kedua, layanan kesehatan terpenuhi, baik itu rapid test, PCR test maupun treatmen-nya. Ketiga, ada perlindungan bagi kelompok rentan, selanjutnya peran dan partisipasi masyarakat,” kata Khofifah saat berada di pasar tradisional Pondok Permata Suci (PPS) Manyar, Gresik, Kamis (04/06/2020)..

Keenam item di atas harus terpenuhi sebelum menuju fase new normal.

Di Gresik sudah mulai dilakukan penguatan kampung tanggung berbasis desa. Kampung tangguh tersebut ada yang dalam asuhan Pangdam V Brawijaya maupun Kapolda Jatim. Kalau nanti masuk ke fase new normal maka kampung tangguh tersebut yang akan mengawal kedisplinan warga sebagai bagian yang sangat penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan demikian kasus Covid-18 tidak mengalami kenaikan.

Saaat mengunjungi pasar tradisional PPS Suci Manyar, Gresik, Khofifah berkeliling pasar meninjau langsung protokol kesehatan dan menyapa para pedagang.

Dari peninjauan tersebut diketahui bahwa para pedagang pasar tradisional PPS telah menerapkan protokol kesehatan. Selain jarak satu meter. Mereka juga menggunakan alat keselamatan masker dan face shield.

“Format pasar tradisional di Suci ini kalau bisa terkawal. Hari ini mereka pakai masker, hari ini mereka pakai face shield, tentu besok harus tetap terkawal penjualnya pembelinya pastikan tetap pakai masker. Penjualnya disediakan pakai face shield untuk perlindungan mereka, perdagangan tetap berjalan. Tetapi mereka terlindungi semuanya,” ungkapnya.

Selain mengunjungi pasar tradisional PPS Suci Manyar, Gresik. Khofifah beserta rombongan akan mengunjungi dua tempat lagi di Gresik. Yaitu, PT Karunia Alam Segar dan kampung tangguh di Kecamatan Driyorejo.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran. (sri)

Kapolda: Kampung Tangguh Kuat Akan Akselerasi Penurunan Covid-19 di Jatim



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, MSi, menyatakan bahwa keberadaan Kampung Tangguh Semeru yang kuat akan menciptakan akselerasi yang signifikan dalam mencegah berkembangnya penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Jika keberadaan Kampung Tangguh Semeru di masing-masing wilayah sebagai titik terdepan atau ujung tombak dalam kondisi kuat, akan mampu mengatasi permasalahan sosial di lingkungan warganya. Saya yakin, upaya pencegahan berkembangnya Covid-19 di wilayah Jawa Timur akan mengalami akselerasi yang signifikan yang menjadi kebanggaan kita semua. Di lingkup yang kecil, para relawan Kampung Tangguh Semeru tentu lebih efektif untuk melakukan tracing, testing, dan treatment terhadap ODP covid 19,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kamis (04/06/2020).

Untuk itu Kapolda mengontrol efektivitas dan mengoptimalkan peran keberadaan Kampung Tangguh Semeru di wilayah Polres Jajaran.

“Saya telah memerintahkan Pamatwil atau Perwira asistensi untuk melaksanakan supervisi terhadap Kampung Tangguh Semeru di wilayah Polres jajaran,” ujar Muhammad Fadil Imran.

Supervisi tersebut  dimaksudkan untuk mengetahui sarana-prasarana yang telah dimiliki oleh masing-masing Kampung Tangguh Semeru  di Wilayah Polres/ta Jajaran. Selain itu untuk mengetahui kendala maupun kekurangan yang dijumpai serta untuk mengetahui seberapa jauh efektivitasnya dalam rangka melindungi warganya terhadap Covid 19 dan dalam menangani dampak sosial yang ditimbulkannya di masa pandemi Covid- 19 maupun dalam menangani permasalahan sosial lainnya.

Besar kecilnya daya kemampuan Kampung Tangguh Semeru untuk menangani permasalahan sosial yang terjadi di wilayahnya, menggambarkan besar-kecilnya semangat kerukunan atau kegotong-royongan masyarakat yang ada di lingkungan wilayah Kampung Tangguh Semeru tersebut.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menambahkan bahwa keberadaan Kampung Tangguh Semeru dengan perangkat-perangkatnya mempunyai peran yang besar dalam upaya pencegahan Covid-19, yaitu memberikan edukasi, menyampaikan anjuran pemerintah serta mendisiplinkan warganya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat menyongsong tata kehidupan baru atau new normal life di bawah bayang-bayang Covid 19.

“Karena keberadaan virus tersebut dan virus yang lain akan tetap ada di lingkungan kita, seperti yang telah disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, MSi, ” tandasnya. (rcr)

Rabu, 03 Juni 2020

Dunia di Ambang Krisis Pangan Akibat Covid-19, Lantamal V Panen Raya



RADAR METROPOLIS: Surabaya - Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono melakukan panen raya padi varietas Ciherang di Komplek Lahan Pesawahan TNI AL Kenjeran Surabaya, Selasa (02/6/20). Ini merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan ketahanan pangan yang dilakukan pemerintah yang akan terus dilakukan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya tersebut. Terlebih saat ini dunia sedang di ambang  krisis pangan.

Laksma Tedjo dalam sambutannya mengatakan bahwa Badan Pangan Dunia (FAO) telah mengingatkan bahwa saat ini dunia di ambang krisis pangan. Oleh karena itu kebutuhan akan pangan merupakan sektor penting di tengah pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.

“Ketahanan pangan sangatlah penting dilakukan mulai dari kesiapan produksi, kesiapan industri, pengolahan pasca panen dan pendistribusiannya harus kita siapkan sebaik mungkin. Dan Alhamdulillah, panen kali ini sangat melimpah sesuai harapan, “ ujar Tedjo.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh seluruh satuan TNI AL di jajaran Koarmada II tidak terlepas dari instruksi Pangarmada II Laksda TNI, Heru Kusmanto, yang begitu peduli terhadap peran dan eksistensi prajurit dalam membantu pemerintah dalam mengatasi situasi dan kondisi yang timbul akibat pandemi Covid-19 di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Panen raya itu ditandai dengan pemotongan secara simbolis padi varietas Ciherang oleh Laksma Tedjo, yang selanjutnya diikuti oleh seluruh Asisten dan Kasatker Jajaran Lantamal V. Padi varietas Ciherang merupakan jenis padi hasil dari persilangan antara varietas unggul padi lokal yang bertujuan menghasilkan varietas padi unggulan.

Dalam program menghasilkan padi yang berkualitas tersebut Lantamal V telah bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yakni Kelompok Tani Lebak dan Kelompok Tani Kenjeran, dengan luas lahan pertanian kurang lebih 72 hektar. (rcr)


Terbukti Dapat Sembuhkan Pasien, Gubernur Ajak Survivor Covid-19 Jatim Aksi Donor Plasma Darah



RADAR METROPOLIS: Surabaya - Terapi plasma convalescent menjadi harapan besar dalam pengobatan pasien Covid-19. Untuk itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak survivor covid-19 Jawa Timur untuk bergotong-royong melakukan gerakan aksi sosial donor plasma.

Hal itu dilakukan untuk bersama-sama membantu kesembuhan pasien covid-19 di Jawa Timur dan menurunkan angka kematian pasien covid-19. Plasma dari pasien yang sudah sembuh akan menjadi harapan baru untuk pengobatan COVID-19.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada sebanyak 799 pasien covid-19 Jawa Timur yang sembuh. Bahkan kemarin pada tanggal 2 Juni 2020 pertambahan angka kesembuhan pasien covid-19 Jatim mencapai angka tertinggi, dengan 100 orang pasien sembuh dalam sehari.

“Saya mengajak warga Jawa Timur survivor covid-19, yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19, yang setelah 2 kali hasil swab dinyatakan negatif, untuk bersama-sama melakukan aksi donor plasma,” kata Gubernur Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Rabu 3 Juni 2020.

Donor plasma darah dari pasien sembuh tersebut akan digunakan sebagai terapi plasma convalescent pada pasien covid-19 yang berat dan juga sangat berat.

Sebagaimana diketahui saat ini vaksin untuk covid-19 belum ditemukan. Namun metode terapi plasma convalescent ini terbukti di Indonesia, Amerika, China, Inggris maupun Korea efektif untuk membuat pasien covid-19 sembuh total. FDA dan WHO juga telah memberikan izin untuk penggunaan plasma convalenscent pada pasien COVID-19 berat pada tanggal 29 Mei 2020. Ini karena dalam plasma darah pasien yang telah sembuh dari covid-19, telah terbentuk antibodi yang mampu untuk melawan virus covid-19.

Jika plasma darah tersebut diberikan pada pasien yang tengah berjuang untuk melawan virus SARS-CoV-2, maka antibodi yang ada di dalamnya akan menjadi bala tentara untuk membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh pasien tersebut.

“Darah dari para survivor, pasien covid-19 yang telah sembuh, bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Karena di dalamnya ada kekebalan yang bisa membunuh covid-19,” kata Khofifah.

Untuk itu Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meminta warga Jatim untuk bahu-membahu saling membantu, dengan cara mendonorkan plasma darahnya, sebelum vaksin ditemukan.

Namun demikian ada syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi para pendonor plasma darah untuk terapi plasma convalescent tersebut. Yaitu usia pendonor harus di antara 17 tahun hingga 60 tahun.

Kemudian pendonor harus sudah dinyatakan sembuh dari covid-19 dengan menunjukkan 2 dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pendonor negatif covid-19.

Sebagaimana diketahui, Jawa Timur baru saja mendapatkan bantuan 21 pack plasma darah untuk terapi plasma convalescent dari Kementerian Kesehatan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI bersama kepala gugus tugas Covid- 19 pusat Letjend. TNI Doni Monardo.

Akan tetapi dengan jumlah itu hanya cukup untuk membantu sekitar 6 orang pasien covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat.

Padahal sampai hari ini Jatim tercatat mempunyai 799 orang pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19. Tetapi per hari ini, ternyata baru ada 5 orang yang secara sukarela bersedia untuk mendonorkan plasma darahnya.

Dengan masih minimnya kesadaran untuk menjadi pendonor tersebut, maka lewat gerakan aksi sosial itu Gubernur Khofifah mengajak agar aksi sukarela donor plasma darah bisa lebih masif dan digencarkan. Dengan tujuan agar covid-19 bisa disembuhkan, meningkatkan angka kesembuhan pasien covid-19 Jatim, dan menurunkan angka kematian pasien covid-19 Jatim.

“Rumah sakit kita, baik di RSUD Soetomo maupun RS Saiful Anwar di Jatim, sudah memiliki teknologi yang mumpuni untuk terapi plasma convalenscent,” kata Khofifah.

Aksi sosial donor plasma tersebut akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur. (sr)


Pemkot Banyak Dapat Bantuan, DPRD Surabaya Pertanyakan Penggunaan Anggaran Covid-19 dari APBD



RADAR METROPOLIS: Surabaya - Komisi A DPRD Kota Surabaya mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Biaya yang dianggarkan melalui APBD Surabaya itu mencapai Rp196 miliar. Sementara dalam upaya penanganan tersebut Pemkot Surabaya lebih banyak menggunakan sumbangan dari berbagai pihak, bukan dari APBD.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam teleconference Pemkot Surabaya dengan DPRD Surabaya pada Maret 2020 menyatakan telah menganggarkan Rp196 miliar untuk penanganan Covid-19 di Surabaya.

“Tapi sampai sekarang belum terlihat penggunaan anggaran itu,” kata anggota Komisi A DPRD Surabaya, M Machmud. Menurutnya, selama ini Pemerintah Kota Surabaya banyak mendapatkan bantuan penanganan Covid-19 dari sejumlah pihak, baik dari instansi pemerintahan maupun swasta serta perorangan. Dengan demikian anggaran yang telah disediakan tidak terpakai banyak.

Dijelaskan lebih lanjut, selama ini DPRD Surabaya hanya diberi lembaran kertas sebagai formalitas laporan penerimaan bantuan penanganan Covid-19 dari berbagai pihak termasuk para pengusaha dan didisitribusikan ke mana saja bantuan itu.

Namun sampai sekarang belum ada laporan penggunaan APBD. Yang dipakai sudah berapa dan untuk apa saja.

“Saya malah dapat laporan, katanya banyak sembako yang menumpuk di kantor kecamatan,” katanya.

Machmud menilai Pemkot Surabaya selama ini terkesan hanya menunggu bantuan-bantuan saja untuk membantu warga Surabaya di tengah pandemi Covid-19. “Sebenarnya siapa yang menyelesaikan masalah ini, pemkot apa pengusaha,” ujarnya.

Menurut mantan Ketua DPRD Surabaya itu, sebenarnya ada saran dari beberapa pihak agar Pemkot Surabaya membeli mobil laboratorium PCR. Namun ini dinilai terlambat, karena pandemi Covid-19 sudah berjalan tiga bulan ini.

Machmud pun meminta Pemkot Surabaya agar lebih fokus dalam penanganan Covid-19 yang sampai ini masih terus bertambah. Ia berharap agar pemkot fokus penyembuhan pasien Covid-19 dan menekan angka kematian akibat Covid-19.

Selain itu ia juga meminta Pemkot Surabaya bersikap bijak jika ada kritik dari Pemerintah Provinsi Jatim terkait penanganan Covid-19 di Surabaya sebagai masukan.

“Jadi, buat introspeksi diri untuk melengkapi dan menyempurnakan tindakan selama ini yang mungkin dianggap kurang tepat guna atau tepat sasaran,” katanya.

Untuk itu harus ada evaluasi kegiatan apa saja yang sudah dilakukan selama ini. Tentunya harus lebih baik dan bisa menurunkan angka korban. Jika memang menurun berarti tepat, tapi jika korban naik berarti kurang tepat. (rie)

Putus Penyebaran Covid-19, Truk PMI Gresik Semprot Makorem Bhaskara Jaya Disinfektan



RADAR METROPOLIS: Surabaya – Semua pihak mulai gencar melakukan berbagai upaya guna memutus penyebaran rantai covid-19. Satu unik truk PMI Gresik, sengaja dikirim ke Makorem 084/Bhaskara Jaya. Dengan dikendarai oleh beberapa petugas PMI, truk itu menyusuri setiap sudut area Makorem.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, petugas PMI Gresik mengatakan bahwa pengiriman truk bermuatan cairan disinfektan itu merupakan instruksi langsung dari pimpinan PMI Gresik.

“Kami diperintahkan oleh pimpinan PMI Gresik untuk melakukan penyemprotan di Makorem,” jelas Slamet, petugas PMI Gresik, Rabu (03/6/2020).

Kepala Penerangan Korem, Mayor Inf Agung Prasetyo Budi, dalam kesempatan terpisah mengungkapkan bahwa pihak PMI memang sudah berkoordinasi dengan Korem terkait penyemprotan yang saat ini sedang berlangsung. “Sebelumnya sudah ada tembusan ke Korem,” tegasnya.

Adanya penyemprotan itu mendapat apresiasi langsung dari Korem Bhaskara Jaya. Pasalnya, upaya itu merupakan bukti sinergitas antar semua institusi dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.
“Kita sangat mendukung penyemprotan ini. Kita semua berharap, wabah ini akan segera berakhir,” pungkasnya. (rcr)

Selasa, 02 Juni 2020

Akan Datang Kemarau Panjang, Gubernur Khofifah Minta 6 Kabupaten Percepat Masa Tanam Padi



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Sebab sebentar lagi musim kemarau panjang akan datang. Agar tidak telat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta enam kabupaten lumbung padi nasional di Jatim mempercepat masa tanam padi. Jika terlambat petani akan menghadapi ancaman kekurangan air.

Keenam kabupaten tersebut yaitu, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Jember. Gubernur menilai enam kabupaten tersebut dinilai memiliki potensi besar produksi padi sehingga mampu menopang kebutuhan padi Jatim dan nasional.

“Prediksi BMKG, dalam beberapa bulan kedepan akan terjadi kemarau panjang. Percepatan sebagai langkah antisipasi bersama, jangan sampai telat. Bulan Juni ini harus sudah mulai masuk tanam kembali,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (02/06/2020).

Menurut Khofifah, apabila petani mulai menanam benih, maka ketika memasuki kemarau, tanaman padi tersebut sudah besar sehingga tidak lagi membutuhkan banyak air. Dengan adanya percepatan tanam, petani dapat menanam dan memanen tiga kali per tahun. Namun, apabila terlambat tanam, maka petani akan menghadapi ancaman kekurangan air pada musim kemarau ini.

“Kemarin Senin (01/06) digelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama enam kepala daerah, yaitu Bupati Bojonegoro, Bupati Jember, Bupati Ngawi, Bupati Nganjuk, Bupati Tuban, dan Bupati Tulungagung," katanya.

Gubernur bersyukur bahwa seluruh daerah tersebut telah siap mengawal dan memonitor jalannya masa tanam. Dengan demikian diharapkan Provinsi Jatim tetap menjadi lumbung pangan nasional.

Sebagaimana telah diketahui bersama, Jatim merupakan salah satu wilayah berstatus lumbung pangan nasional. Saat ini memiliki luas panen pada semester I 2020 seluas 1.120.153 ha. Sedangkan untuk produksi padi pada semester I ini diperkirakan mencapai 6.185.310 ton GKG atau setara dengan 4.066.348 ton beras. Adapun, potensi konsumsi Jatim diperkirakan mencapai 2.133.143 ton beras. Sehingga pada Semester I 2020 ini surplus beras Jatim mencapai 1.933.205 ton beras.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, percepatan masa tanam tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Pemprov bersama pemerintah daerah akan melakukan pengawasan pendistribusian benih dan penyaluran pupuk subsidi kepada petani. (ar)