Rabu, 18 Agustus 2021

Pindahkan Pasien Isoman ke Isoter, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Gresik Diminta Humanis


 

RADARMETROPOLIS: Gresik – Ratusan personel dari Babinsa Kodim 0827 dan Bhabinkamtibmas Polres Gresik dikerahkan untuk membantu pemindahan pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah ke isolasi terpusat (Isoter). Baik itu di Rumah Sakit Lapangan Stadion Gelora Joko Samudro maupun rumah sakit. Agar warga tidak takut, mereka diminta mengedepankan pendekatan humanis.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menuturkan, program isoter merupakan perintah pusat. “Sesuai arahan pusat, sekarang tidak ada lagi isolasi mandiri. Seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus menjalani isolasi terpusat. Baik di Gejos maupun rumah sakit,,” tuturnya, Rabu (18/08/2021).

Taufik Ismail berpesan agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan mengkedepankan upaya preventif.

“Ajak pasien isoman secara humanis agar dengan sukarela mau menjalani isolasi terpusat. Pengertian dan pemahaman harus diberikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Diinformasikan bahwa pasien yang menjalani isoter di Gejos 100 persen sembuh. Tidak ada yang meninggal dunia. Untuk itu upaya preventif tetap dikedepankan untuk menghindari bentrokan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan pihaknya berharap masyarakat atau pasien isoman agar secara sadar menjalani isoter, karena fasilitas dan layanan Kesehatan yang diberikan lebih lengkap dan memadai.

“Upaya semaksimal mungkin harus kita lakukan dalam rangka penanganan Covid-19. Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus terus bersinergi,” katanya.

Menurutnya jajaran Forkopimda Gresik saat ini tengah meramu kebijakan agar pasien isoman mau menjalani isoter. Termasuk mencari inovasi agar isoter tidak lagi menakutkan, melainkan destinasi bagi pasien Covid-19 agar cepat sembuh.

Wilayah Gresik per tanggal 17 Agustus 2021 sudah keluar dari zona merah menjadi zona oranye. Bahkan, bed occupancy ratio (BOR) juga terus menurun. Namun, penerapan PPKM masih berada di level 4 karena masuk aglomerasi.

“Gresik mendapat apresiasi dari Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Pasalnya, berhasil mecatatkan hasil tracing tertinggi di Jawa Timur,” ujar Arief. (sri)

0 comments:

Posting Komentar