Senin, 03 Agustus 2020

Sukses Bertahan Lebihi Kesembuhan Nasional, Gubernur: Insyaallah Jatim Segera Lewati Pandemi



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dalam 25 hari terakhir Jawa Timur berhasil mencapai kesembuhan tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia selama 20 kali. Dari segi jumlah pasien yang dirawat pun persentasenya juga lebih rendah di tingkat nasional. Dengan capaian ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, optimis Jatim bisa segera melewati pandemi Covid-19.

 

Khofififah bersyukur dengan keberhasilan tersebut. “Alhamdulilah, kabar baik terus datang bagi masyarakat Jatim, karena jumlah kesembuhan semakin bertambah. Terlebih, jumlah persentase kesembuhan ini mampu melebihi nasional. Dengan kerja keras dan dedikasi semua pihak, kita optimistis Jatim Insyaallah akan bisa segera melewati pandemi Covid-19,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (03/08/2020).

 

Mantan Menteri Sosial di era Pemerintahan Jokowi itu menjelaskan bahwa berdasarkan data per Minggu (02/08/2020) dari jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 22.504, tercatat yang masih dirawat sebanyak 5.717 atau 25,4 persen. Sedangkan di tingkat nasional dari total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 111.455 orang yang masih dirawat 37.244 orang atau setara 33,4 persen.

 

Dengan pencapaian baik itu Gubernur perempuan pertama di Jatim itu berharap Jawa Timur akan bisa terus mempertahankan jumlah persentase kesembuhan melebihi kasus aktif yang masih dirawat.

 

“Terimakasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI-Polri serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut melawan Covid-19 di Jatim,” ungkap Khofifah.

 

Khofifah lebih lanjut menegaskan bahwa intervensi agresif akan terus dilakukan untuk bisa menangani Covid-19 di Jatim. Di antaranya yaitu dengan meningkatkan kapasitas testing dengan 47 mesin PCR, 23 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) dan 1 mobil PCR. Sehingga kemampuan testing harian yang bisa dilakukan di Jatim mencapai 4.000-5.000 sampel.

 

Dengan dukungan mesin tersebut, per Minggu (02/08/2020) jumlah rapid test yang telah dilakukan di Jatim mencapai 773.015. Hal ini ini berarti 1 dari 52 penduduk Jatim telah dites cepat Covid-19 dengan rapid test. Sementara jumlah sampel PCR yang diperiksa di Jatim mencapai 134.496, yang berarti 1 dari 297 penduduk Jatim telah dites Covid-19 dengan swab dan PCR Test.

 

“Kami terus konsisten meningkatkan kapasitas Testing, Tracing, dan Treatment dengan meningkatkan tes masif. Serta meningkatkan jumlah RS rujukan menjadi 127,” tanas Khofifah.

 

Selain itu juga ditunjang dengan optimalisasi RS Lapangan Indrapura untuk percepatan penanganan penyembuhan pasien ringan dan tanpa gejala. Efektivitas penanganan yang diberikan RS Lapangan juga sudah banyak diakui oleh pasien yang pernah dirawat di rumah sakit tersebut.

 

Bahkan beberapa  pasien yang dirawat disana hasil swabnya sudah dinyatakan konversi negatif atau sembuh, padahal baru dirawat kurang dari seminggu.

 

Keberhasilan itu kuncinya adalah pemberian makanan yang bergizi tinggi, ruang perawatan yang nyaman, pemberian vitamin yang cukup, senam pagi rutin, monitoring yang ketat dari para nakes hingga pendampingan saat pulang untuk menghindari stigma warga sekitar.

 

Selanjutnya Gubernur juga kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia meminta kesembuhan-kesembuhan tersebut justru membuat masyarakat terlena dan abai, padahal bahaya masih mengancam. Mengingat dalam beberapa hari ini juga masih ditemukan kluster baru yang membuat jumlah kasus tiba-tiba meningkat cukup signifikan.

 

“Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Semua berpotensi tertular dan menularkan. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” harap Khofifah. (sr)


0 comments:

Posting Komentar