Kamis, 12 Maret 2020

Kemenko Perekonomian Gandeng Banyuwangi Kembangkan Pisang Cavendish untuk Ekspor



RADARMETROPOLIS: Banyuwangi – Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian RI mengajak Kabupaten Banyuwangi bersama-sama mengembangkan pisang Cavendish. Banyuwangi dinilai memiliki potensi pertanian yang cukup bagus, begitu juga kualitas produk perkebunannya, seperti kakao dan kopi. Hal ini menjadi dasar pertimbangan Kemenko Perekonomian) RI memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lokasi pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor.

“Kami yakin kalau kondisi tanah disini bakal cocok untuk pengembangan pisang cavendisih. Langkah awalnya, petani kami ajak mengoptimalkan lahan yang ada. Kita akan bantu penuh untuk tingkatkan produktivitasnya,” kata Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti, Rabu (11/03/2020).

Dijelaskan Yuli bahwa Kemenko Perekonomian saat ini sedang melakukan program pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor untuk mendorong peningkatan devisa negara. Salah satu komoditas yang dibidik adalah tanaman pisang cavendish. Komoditas pisang ini memiliki potensi pasar yang luas, terlebih untuk ekspor.

“Menariknya, dari program ini Kemenko telah menggandeng perusahaan eksportir untuk pemasaran produknya, yakni PT Great Giant Pineapple, perusahaan eksportir buah skala besar di Indonesia yang telah berpengalaman puluhan tahun. Perusahaan ini, akan menjadi offtaker yang membeli semua produk petani,” tandas Yuli.

Dengan adanya kerjasama tersebut maka petani tidak perlu khawatir bahwa pisangnya tidak ada yang membeli, karena sudah disiapkan buyer-nya.

“Dijamin semua produknya pasti terserap pasar. Dengan demikian, negara akan untung karena ekspornya meningkat, petani juga semakin sejahtera karena pendapatannya ikut terkerek,” jata Yuli.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa selain memastikan pangsa pasarnya, perusahaan tersebut juga akan menyediakan semua kebutuhan petani. Mulai bibit, pupuk, pendampingan penanganan pasca panen, hingga proses packaging yang standar ekspor.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas langsung meminta Dinas Pertanian untuk membantu menyiapkan lahan. Sehingga pisang cavendish bisa segera dikembangkan di Banyuwangi.

Menurutnya, program tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani Banyuwangi.

“Ini program bagus karena bisa memberdayakan petani daerah. Pendampingan yang diberikan tim ahli akan memperkaya pengetahuan petani, apalagi standarnya sudah kualitas ekspor,” kata Anas.

Pengembangan pisang di cavendish tersebut akan memperkaya ragam buah lokal di Banyuwangi.

“Kita sudah ada manggis, jeruk, buah naga hingga durian. Kami pasti akan support program ini, apalagi ini adalah bagian gotong-royong semua daerah untuk menghasilkan devisa di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini,” papar Anas.

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembangbiakkan menggunakan metode kultur jaringan. (nis)

0 comments:

Posting Komentar