Senin, 14 Oktober 2019

Atasi Kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang, Khofifah Minta Water Bombing



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah cepat menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Gunung Arjuno dan Welirang. Ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan pemadaman melalui udara (water bombing). Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno dan Welirang ini diupayakan secara maksimal, dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan, dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa.

“Insya Allah pada Senin (14/10/2019) helikopter untuk water bombing yang sedang digunakan di Jawa Barat untuk memadamkan karhutla di Gunung Malabar, akan dikirim ke Jawa Timur,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (14/10/2019).

Menurut Gubernur wanita pertama di Jatim itu, pemadaman karhutla melalui teknik water bombing tersebut sangat diperlukan, mengingat medan yang cukup berat dan titik lokasi kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih lima jam.

Namun demikian, bukan berarti Pemprov Jatim tidak melakukan pemadaman secara manual. Tata-cara ini sudah dilakukan. Namun, dengan ketinggian dan medan tebing curam 60 derajat ditambah angin kencang, sudah empat hari dilakukan tidak membuahkan hasil.

“Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, teknik water bombing ini sangat mendesak kita perlukan,” tegasnya.

Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno dan Welirang ini terus diupayakan, dikarenakan wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan, dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Akibat karhutla ini, beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam seperti Cemara Gunung, Pohon Manisrejo, Edelweis, Macan Tutul, Rusa serta Elang Jawa.

Bila tidak segera ditangani akan terjadi kerusakan pada ekosistem hutan pegunungan yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor di musim penghujan yang sebentar lagi akan dating. Apalagi periode Agustus sampai dengan Oktober 2019 ini tercatat sudah 28 kali kasus kebakaran cukup parah..

Penanganan karhutla Gunung Arjuno Welirang dilakukan secara lintas kabupaten. Untuk penanganan darurat saat ini telah diterbitkan surat pernyataan tanggap darurat bencana kebakaran hutan oleh Pemkab Mojokerto dan segera menyusul surat pernyataan dari Pemkab Malang, Pemkot Batu, dan Pemkab Pasuruan. Surat pernyataan tanggap darurat ini sebagai salah satu prosedur dilakukannya water bombing.

Dalam upaya pemadaman melalui water bombing tersebut, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim juga berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya. Koordinasi dan sinergi dengan TNI/Polri ini terus dilakukan dalam proses pemadaman karhutla di Jatim.

Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya dari TNI/Polri serta para relawan yang terus berupaya keras memadamkan karhutla di kawasan Gunung Arjuno Welirang. Untuk itu ia mengajak masyarakat Jatim untuk ikut mendokan para relawan serta TNI/Polri agar diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas dan misi kemanusiaan tersebut.

“Di momen Hari Jadi ke-74 Provinsi Jatim ini, saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan saudara kita para relawan serta TNI/Polri yang saat ini terus berupaya keras memadamkan karhutla di Jatim. Semoga mereka semua diberikan keselamatan dan kelancaran serta mendapat ridho dari Allah SWT,” harapnya. (sr)

0 comments:

Posting Komentar