Minggu, 06 Oktober 2019

Hardepo 80%, KRI Banjarmasin 592 Ditargetkan Uji Coba Beban Penuh pada November


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia Banjarmasin 592 menjalani pengedokan di dermaga PT. PAL, Surabaya. Perbaikan dan pemeliharaan tingkat Depo (hardepo) terhadap kapal produksi kebanggaan negeri ini pada kali ini mencapai 80 persen. Mulai dari perawatan mesin hingga lambung. Sarana dan prasarana anggota juga diperbaiki. Meskipun pengerjaan dimulai agak terlambat, perbaikan dan pemeliharaan tersebut ditargetkan selesai pada November 2019. Kapal akan diuji coba dengan beban penuh.

“Jika perawatan dan perbaikan yang dilakukan tingkat depo, idealnya dilakukan pada awal tahun,” kata Komandan KRI Banjarmasin-592,” kata Letkol Laut (P) Yulius Andreas Lorentius, M.Tr (Hanla), Komandan KRI Banjarmasin-592, Senin (03/10/2019).

Tapi dalam kesempatan ini, pelaksanaan hardepo KRI Banjarmasin 592 mundur. Yang seharusnya dilakukan pada awal tahun, baru dilaksanakan pada bulan Maret. Pengedokan tahap pertama dilakukan di dermaga atau dok Semampir pada Juni 2016. Disini mesin pendorongan dibongkar. Termasuk poros atau as kapal.

Pekerjaan tersebut dilakukan sebelum kontrak dibuat. Yulius menyebutnya dengan istilah ‘Curi Start’. Ini dilakukan untuk mengetahui kerusakan yang belum diketahui. Hal ini baru diketahui setelah dibongkar.

Dijelaskan Yulius, perbaikan yang sifatnya pakem atau rutin sudah bisa diketahui sejak awal. Tapi dalam pekerjaan yang bersifat rutin itu biasanya ada kerusakan yang tidak diketahui. Oleh karena itu perlu dibongkar terlebih dulu.

”Start mulai bulan Maret. Sudah mulai ada yang dibongkar. Sedikit-dikit. Bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau diganti, dibongkar. Ini nanti targetnya selesai bulan November,” ungkap Letkol  Yulius.

Pada 16 Agustus 2019 lalu, pemeliharaan dan perbaikan dilanjutkan di dok atau dermaga Irian. Di dok kedua ini dilakukan perawatan sekaligus pembersihan. Kemudian dipasang lagi. “Turun dok sebentar. Hanya dua minggu,” terang Yulius.

Pengerjaan tersebut tidak memakan waktu lama, karena hanya melepas dan menguji ketebalan plat. Ketebalan plat perlu diperiksa untuk mengetahui apakah masih memenuhi syarat atau tidak. “Kalau ketebalannya sudah di bawah syarat, harus diganti,” tambah Yulius.
Bagian badan kapal yang terendam air, masih terus didiskusikan pola perbaikannya. Karena menggunakan sistem baru, perawatannya agak berbeda.

“Kami melihat (system baru) kurang bagus. Makanya sekarang ini kita diskusikan untuk mencari penanganan yang terbaik,” ungkap Yulius.

Sistem pemeliharaan yang lama menggunakan blasting. Sistem ini tidak menggunakan air. Hanya memakai pasir yang disemprot.
Sekarang ini pemeliharaan badan kapal di bawah garis air memakai sistem fiberglass. Disini ada air yang disemprotkan. Memang tidak banyak partikel yang bertebaran, tetapi hasilnya di plat kurang bagus. Masih jauh lebih bagus sistem yang lama. Karena platnya tidak terkena air, plat tidak teroksidasi.

Selain di atas, juga dilakukan perbaikan akomodasi, yakni perbaikan di dalam ruangan-ruangan. Lantai kapal akan di epoxy ulang. Mesin-mesin pintu hidrolis diperbaiki semua. Termasuk sarana dan prasarana anggota diperbaiki. Antara lain lemari-lemari yang rusak.

Sebagian dikerjakan secara mandiri oleh anggota. Seperti misalnya ada kerusakan di tempat tidur. Ini tidak dikerjakan oleh pihak lain. Tetapi dikerjakan sendiri oleh anggota. Misalnya dicat sendiri oleh anggota, agar terlihat baik. 

Saat ini di KRI Banjarmasin ada 119 personil, mulai dari perwira hingga prajurit. Ada dua anggota Korps Wanita Ankatan Laut atau Kowal. Satu dari akademi. Satu dari bintara.

Setelah perbaikan belum diketahui kemana ditugaskan. “Tapi kalau bersandar, ya kembali ke Semampir,” ujar Yulius.

Perlu diketahui, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin-592 adalah salah satu hasil karya kebanggaan negeri. Kapal ini dibuat oleh BUMN yang bergerak di bidang industri galangan kapal, PT PAL Indonesia (Persero) pada tahun 2003.

KRI Banjarmasin-592 adalah salah satu dari empat kapal perang logistik jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL. Kapal ini memiliki panjang 125 M (410,10 Ft) dengan lebar 18 M (72,18 Ft) dengan kecepatannya 16 knots. Kapal ini dilengkapi persenjataan, diantaranya Meriam. Kapal ini bisa menampung sekitar 500 orang.

Terdapat perbedaan dari 2 kapal perang bertipe sama yang diproduksi di Korea Selatan. KRI Banjarmasin-592 mampu mengangkut 5 unit helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar) dari yang sebelumnya hanya 3 daya angkut helikopter dan getaran kapal kali ini sangat rendah sehingga dapat menambah kenyamanan dari awak kapal.

KRI Banjarmasin-592 merupakan salah satu dari 13 kapal perang milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaa,n dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter.

Dengan spesifikasi tersebut, selain sebagai kapal tempur yang berteknologi desain semi-siluman, KRI Banjarmasin-592 juga telah berperan penting dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di dalam maupun luar negeri.

Dilengkapi dengan dua unit Landing Craft Units (LCU) yang berfungsi menurunkan pasukan dan muatan ketika tidak tersedia dermaga untuk berlabuh di laut, KRI Banjarmasin-592 didesain khusus untuk membantu operasi amfibi TNI AL. (rcr)

0 comments:

Posting Komentar