Rabu, 22 Januari 2020

Jokowi Sudah Terbitkan Perpres: Gerbangkertasusila Bakal Terhubung dengan MRT dan LRT



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kawasan Gerbangkertosusila bakal terhubung dengan sistem transportasi cepat berbasis rel. Untuk itu Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Peraturan Presiden.

“Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan atau Gerbangkertosusila sebagai kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek, akan segera terhubung dengan moda transportasi massal, yakni kereta. Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan peraturan presiden untuk ini,” kata Eddy Paripurna, kepada wartawan di Surabaya, Rabu, 22/01/2020.

Perpres dimaksud adalah Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Lebih lanjut Eddy mengungkapkan bahwa berdasarkan ketentuan yang dituangkan dalam perpres serta kondisi kewilayahan yang ada, akan ada dua jenis moda transportasi kereta. Yakni, Mass Rapid Transit (MRT) untuk Gerbangkertosusila dan Light Rail Transit (LRT) untuk Surabaya. MRT di Gerbangkertosusila direncanakan menggunakan jalur rel darat dan LRT jalur rel layang.

LRT Surabaya menggunakan kereta berjarak tempuh lebih pendek dengan kapasitas angkut lebih sedikit, yakni antara 5001.000 penumpang dalam satu rangkaian kereta. Sedangkan MRT Gerbangkertosusila menjadi jalur utama dengan kereta berkapasitas angkut berjumlah mencapai dua ribuan penumpang per rangkaian.

Sistem tersebut diibaratkan Eddy Paripurna seperti pohon. MRT Gerbangkertosusila adalah batang besarnya, dan LRT adalah dahan atau rantingnya untuk keperluan mobilisasi penumpang dalam jarak yang lebih pendek lagi.

Dingkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPD PDI Perjuangan Jatim itu, bahwa investasi untuk mendanai proyek MRT Gerbangkertosusila diperkirakan mencapai Rp 8,3 triliun. Sementara untuk LRT Surabaya Rp 15,36 triliun. (ar)

0 comments:

Posting Komentar