Selasa, 29 Juni 2021

Sukses Budidaya Porang Secara Masif, Kadis Pertanian Jatim: Tak Diekspor Meski Permintaan Tinggi


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Provinsi Jawa Timur sukses mengembangkan komoditas pertanian porang. Hal ini membawa Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Jatim, Kamis (17/06/2021) guna Panen Bersama Tanaman Porang. Meski banyak permintaan dari luar negeri, Jatim tetap tidak akan mengekspor bibit porang atau yang biasa disebut juga dengan katak.

"Gubernur menerbitkan Pergub supaya tidak ada ekspor porang," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, Senin (28/06/2021).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menginginkan pengolahan porang dilakukan di Jatim. Guberbur perempun pertama di Jatim ini meminta Kepala Daerah benar-benar menjaga agar katak atau bibit porang tidak diekspor.

Negara lain akan mendapatkan manfaat lebih besar dari Indonesia, jika umbi atau kataknya diekspor, seperti halnya benur. Selain itu, terkait dengan pelarangan ekspor itu Gubernur tidak ingin petani menghadapi keseulitan memperoleh katak.

Hasil olahan porang Jatim sudah banyak yang diekspor ke sejumlah negara tujuan, seperti Jepang, Vietnam, China, dan Singapura. Porang menjadi komoditas andalan baru.

Banyaknya manfaat yang terdapat pada porang, membuat berbagai macam industri berebut porang, mulai dari industri makanan, kecantikan, kesehatan hingga industri pesawat terbang.

Jawa Timur sangat intensif membudidayakan porang. Bahkan Pemprov telah memberikan bantuan KUR bagi petani porang dengan nilai mencapai Rp70 trilliun. Selain itu juga melindungi petani porang dengan payung hukum.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun menilai jika Jatim layak menjadi contoh. Untuk itu daerah lain diminta untuk belajar ke Jatim.

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain. Porang tumbuh sebagai tumbuhan semak (herba) yang produksinya berupa umbi dengan kandungan polysacharida (glucomanan) yang tinggi. Tanaman ini mampu tumbuh di jenis tanah apa saja mulai dari ketinggian 0 hingga 700 mdpl, dapat dibudidayakan di hutan di bawah naungan tegakan pohon dan tanaman lain serta memiliki nilai toleran naungan 60%.

Manfaat dari porang diantaranya adalah sebagai bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, bahan pembuatan lem, dan jelly serta sebagai pembuatan komponen pesawat terbang.

Selain itu porang juga memiliki khasiat pengobatan, yakni untuk menekan peningkatan kadar glukosa darah, mengurangi kadar kolesterol, kaya akan serat, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kegemukan hingga kencing manis.

Masyarakat Jepang banyak menggunakan porang untuk membuat makanan khas mereka, seperti misalnya untuk beras/mie (shirataki) dan tahu (konjagu).

Tanaman porang harga jualnya tinggi dan budidayanya terbilang mudah.

Sebagai komoditas yang terbukti memiliki nilai ekonomi tinggi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mendukung penuh petani yang tengah memperluas area tanam porang.

Di Jawa Timur sendiri, luas lahan existing tanaman porang adalah seluas 22.021,01 hektar yang berada di 17 kabupaten.

Pada Tahun 2020, pengembangan porang di Jawa Timur dilaksanakan melalui dua kegiatan. Yaitu \ Pilot Project Kebun Bibit Porang seluas 15 hektar dengan lokasi di Kabupaten Madiun (15 hektar), Tulungagung dan Probolingo masing-masing 1 hektar.

Sedangkan kegiatan yang kedua adalah Pengembangan Porang seluas 10.700,24 ha yang dialokasi di 12 kabupaten (Madiun, Lamongan, Malang, Situbondo, Trenggalek, Banyuwangi, Jombang, Bojonegoro, Ponorogo, Lumajang, Sumenep, dan Pacitan). Kegiatan ini didanai melalui APBN Tahun 2020.

Tahun 2021 Jawa Timur mendapat alokasi kegiatan pengembangan porang melalui anggaran APBN (Satker Pusat) seluas 1.500 hektar yang dialokasikan di 11 kabupaten (Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan,  Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Bojonegoro dan Pamekasan).

Kementerian Pertanian memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pembudidayaan yang massif di Jawa Timur, terutama Kabupaten Madiun yang telah memiliki dan mematenkan bibit porang unggulan asli Kabupaten Madiun yang diberi nama Porang Madiun 1

Madiun mendapat bantuan untuk pengembangan komoditas porang dari pemerintah pusat. Termasuk bantuan untuk mempermudah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sehubungan dengan pemberian KUR itu, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim hanya bertugas sebagai fasilitator. Sementara yang menentukan berhasil atau tidaknya KUR adalah dari bank yang bersangkutan.

"Petani yang mengajukan ke bank, nanti bank yang mengucurkan dana KUR. Kita hanya fasilitator saja,"  terang Hadi.

Pada kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri PMK dan Menteri Pertanian yang diantaranya adalah untuk menunjukkan kepedulian serta memberikan dukungan bagi pengembangan komoditas pertanian, khususnya porang, tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan Kepala Dinas Kehutanan. Hadir pula Bupati Madiun Ahmad Dawami. (ADV)

0 comments:

Posting Komentar