Rabu, 03 Juni 2020

Terbukti Dapat Sembuhkan Pasien, Gubernur Ajak Survivor Covid-19 Jatim Aksi Donor Plasma Darah



RADAR METROPOLIS: Surabaya - Terapi plasma convalescent menjadi harapan besar dalam pengobatan pasien Covid-19. Untuk itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak survivor covid-19 Jawa Timur untuk bergotong-royong melakukan gerakan aksi sosial donor plasma.

Hal itu dilakukan untuk bersama-sama membantu kesembuhan pasien covid-19 di Jawa Timur dan menurunkan angka kematian pasien covid-19. Plasma dari pasien yang sudah sembuh akan menjadi harapan baru untuk pengobatan COVID-19.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada sebanyak 799 pasien covid-19 Jawa Timur yang sembuh. Bahkan kemarin pada tanggal 2 Juni 2020 pertambahan angka kesembuhan pasien covid-19 Jatim mencapai angka tertinggi, dengan 100 orang pasien sembuh dalam sehari.

“Saya mengajak warga Jawa Timur survivor covid-19, yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19, yang setelah 2 kali hasil swab dinyatakan negatif, untuk bersama-sama melakukan aksi donor plasma,” kata Gubernur Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Rabu 3 Juni 2020.

Donor plasma darah dari pasien sembuh tersebut akan digunakan sebagai terapi plasma convalescent pada pasien covid-19 yang berat dan juga sangat berat.

Sebagaimana diketahui saat ini vaksin untuk covid-19 belum ditemukan. Namun metode terapi plasma convalescent ini terbukti di Indonesia, Amerika, China, Inggris maupun Korea efektif untuk membuat pasien covid-19 sembuh total. FDA dan WHO juga telah memberikan izin untuk penggunaan plasma convalenscent pada pasien COVID-19 berat pada tanggal 29 Mei 2020. Ini karena dalam plasma darah pasien yang telah sembuh dari covid-19, telah terbentuk antibodi yang mampu untuk melawan virus covid-19.

Jika plasma darah tersebut diberikan pada pasien yang tengah berjuang untuk melawan virus SARS-CoV-2, maka antibodi yang ada di dalamnya akan menjadi bala tentara untuk membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh pasien tersebut.

“Darah dari para survivor, pasien covid-19 yang telah sembuh, bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Karena di dalamnya ada kekebalan yang bisa membunuh covid-19,” kata Khofifah.

Untuk itu Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meminta warga Jatim untuk bahu-membahu saling membantu, dengan cara mendonorkan plasma darahnya, sebelum vaksin ditemukan.

Namun demikian ada syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi para pendonor plasma darah untuk terapi plasma convalescent tersebut. Yaitu usia pendonor harus di antara 17 tahun hingga 60 tahun.

Kemudian pendonor harus sudah dinyatakan sembuh dari covid-19 dengan menunjukkan 2 dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pendonor negatif covid-19.

Sebagaimana diketahui, Jawa Timur baru saja mendapatkan bantuan 21 pack plasma darah untuk terapi plasma convalescent dari Kementerian Kesehatan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI bersama kepala gugus tugas Covid- 19 pusat Letjend. TNI Doni Monardo.

Akan tetapi dengan jumlah itu hanya cukup untuk membantu sekitar 6 orang pasien covid-19 dengan gejala berat dan sangat berat.

Padahal sampai hari ini Jatim tercatat mempunyai 799 orang pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19. Tetapi per hari ini, ternyata baru ada 5 orang yang secara sukarela bersedia untuk mendonorkan plasma darahnya.

Dengan masih minimnya kesadaran untuk menjadi pendonor tersebut, maka lewat gerakan aksi sosial itu Gubernur Khofifah mengajak agar aksi sukarela donor plasma darah bisa lebih masif dan digencarkan. Dengan tujuan agar covid-19 bisa disembuhkan, meningkatkan angka kesembuhan pasien covid-19 Jatim, dan menurunkan angka kematian pasien covid-19 Jatim.

“Rumah sakit kita, baik di RSUD Soetomo maupun RS Saiful Anwar di Jatim, sudah memiliki teknologi yang mumpuni untuk terapi plasma convalenscent,” kata Khofifah.

Aksi sosial donor plasma tersebut akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur. (sr)


0 comments:

Posting Komentar