Rabu, 11 September 2019

Khofifah: Jatim Tepat Jadi Cabang Kedua Market Place IWAPI Setelah Jakarta



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik rencana IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang akan membuat marketplace sendiri. Karena hal itu seiring dengan upaya yang dilakukan Pemprov Jatim untuk mewujudkan penjangkauan layanan ekonomi yang makin mudah, makin murah, dan makin cepat.

“Apakah DPP IWAPI akan memulai marketplace induknya di Jakarta, kemudian cabang keduanya ada di Jatim? Karena kita punya peluang besar. Apalagi Kementerian Perindustrian menjadikan Jatim sebagai provinsi pilot project Making Indonesia 4.0. Insya Allah dalam waktu dekat KEK Singhasari di Malang akan segera diresmikan yang di dalamnya ada klaster digital IT,” kata Khofifah saat menghadiri Pembukaan Rapat Kerja Nasional IWAPI XXIX di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyampaikan tentang ‘no one left behind’sebagai salah satu prinsip dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Prinsip ini mengandung arti bahwa pelaksanaan pembangunan harus memberi manfaat untuk semua serta melibatkan semua kepentingan, termasuk kaum perempuan.

“Jangan ada satupun yang tertinggal. Agar tujuan tersebut bisa dicapai,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengajak IWAPI untuk ikut mendorong lahirnya perempuan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing, terutama di era Revolusi Industri 4.0 dengan menyisir semua elemen dan daerah agar tidak ada yang tertinggal.

Sebagai sebuah bangsa, yang menjadi target dunia ‘no one left behind’ mantan Mensos tersebut berharap perempuan semuanya betul-betul akan tersisir, terangkat harkat dan martabatnya.

“Ada yang bisa mandiri secara ekonomi, lalu kemudian dia juga memandirikan orang lain. Tidak sekadar dirinya yang mandiri, tapi dia juga membuka peluang bekerja bagi yang lain. Kami harap IWAPI menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ini,” tandas Khofifah.

Supaya tidak ada satupun perempuan Indonesia yang tertinggal dalam meraih kesejahteraan dan kemajuan, Khofifah juga meminta IWAPI untuk mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk bangkit, mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

“Posisi IWAPI sebagai organisasi para pengusaha perempuan Indonesia sangat strategis terutama di era industri 4.0,” ujar Khofifah.

Dalam kesempatan ini, Khofifah mengingatkan kembali pesan Bung Karno pada HUT Kemerdekaan RI tahun 1963 tentang pentingnya menyiapkan investasi keterampilan manusia (human skill investment), investasi material (material investment), dan investasi mental (mental investment) dalam proses pembangunan Indonesia.

“Human skill investment itu bisa dilakukan IWAPI dengan menyiapkan perangkat organisasinya sampai dengan tingkat kecamatan. Sementara, saat yang sama juga sudah go international. Sehingga, pendidikan vokasi dan keterampilan lainnya dapat disinergikan,” kata Khofifah.

Dalam material investment, Khofifah mengajak IWAPI ikut menarik para investor dan mendorong investasi sebanyak-banyaknya baik dari dalam dan luar negeri.

Untuk itu Khofifah berharap human skill, material, dan mental investment harus menjadi catatan dalam Rakernas IWAPI kali ini.

“Pesan Bung Karno tersebut saat ini  masih sangat relevan. Apalagi pada tahun 2016 lalu Presiden Jokowi menyampaikan program pemerintah Indonesia  mewujudkan Making Indonesia 4.0,” katanya.

Selain ketiga pesan di atas, Khofifah juga menyampaikan pesan Bung Karno dalam Pidato Trisakti-nya pada HUT Kemerdekaan RI tahun 1964 yang isinya adalah berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.

“Kita panggil memori kita sebagai warga bangsa, karena kita mendapat mandat mengisi kemerdekaan RI. Saat ini PR kita sebagai sebuah bangsa adalah pertama persatuan, kedua persatuan, dan ketiga persatuan.” Ujar Khofifah.

Khofifah berpandangan IWAPI ikut berperan menyatukan berbagai perbedaan dalam kerangka persatuan Indonesia. Pengusaha wanita dari Aceh sampai Papua ketemu di IWAPI.

“Kita semua dipersatukan bukan karena agama, bukan karena budaya, juga bukan karena status sosial. Kita dipersatukan  oleh Indonesia,” katanya.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Gede Ngurah Puspayoga, mengatakan bahwa seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati segelintir orang. Untuk itu ia mengajak IWAPI untuk ikut membantu mewujudkan program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Gede Puspayoga, banyak program pemerintah terutama di Kementerian Koperasi UKM yang bisa dimanfaatkan oleh IWAPI, seperti sertifikasi hak cipta. Selain itu ada juga program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang sudah banyak dimanfaatkan di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Boyolali.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI, Nita Yudi, mengatakan tahun ini IWAPI berencana akan membuat marketplace. Hal ini menjadi peluang apalagi jumlah anggota IWAPI lebih dari 30 ribu orang pengusaha. Selain itu dalam kesempatan ini dirinya juga menyampaikan kesiapan IWAPI menjadi mitra strategis dari pemerintah.

Tema Rakernas IWAPI XXIX adalah ‘IWAPI ke-44 Tahun Memberdayakan Perempuan UMKM 4.0 Untuk Berdaya Saing, Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Berkeadilan dan Berkelanjutan’. Rakernas ini diikuti sekitar 1.538 orang anggota IWAPI dari 33 provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula penghargaan bagi pemenang DPD IWAPI Teladan tingkat nasional. Dimana juara 1 diraih DPD IWAPI Provinsi Kalimantan Selatan, Juara 2 diraih DPD IWAPI Provinsi Sulawesi Selatan, Juara 3 diraih DPD IWAPI Provinsi DI Yogyakarta. Sementara penghargaan juga diberikan kepada perempuan pengusaha berprestasi tingkat nasional tahun 2019-2020. (sr)

0 comments:

Posting Komentar