Kamis, 01 Agustus 2019

Ramaikan TMMD ke-105, DPMD Jatim Beri Bimtek Pengelolaan Bumdesa di Bojonegoro



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Bimtek Badan Usaha Milik Desa dan pelatihan usaha untuk para ibu rumah tangga di Bojonegoro. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka meramaikan kegiatan TNI-Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 ini diadakan di Balai Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (31/7/2019).

Dalam kegiatan tersebut ibu-ibu rumah tangga mendapatkan materi bimbingan teknis Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa). Selain itu juga mendapat pelatihan pembuatan kerajinan Kain Jumputan produk olahan dari bahan baku produk jagung.

Untuk mendukung kegiatan itu pihak panitia mendatangkan pakar pengembangan bisnis dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur serta pelatih dari Sampoerna Entepreneurship Training Center.

“Kami diperintah langsung oleh Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk ikut bersama-sama TNI dengan instrumen program yang kami miliki,” kata Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, dalam sambutan pembukaannya.

Menurut Yasin, salah satu tujuan TMMD adalah melakukan akselerasi atau percepatan penanggulangan kemiskinan di pedesaan.

Dalam kesempatan itu, Yasin mengajak warga untuk kembali membangunkan Bumdesa di Desa Tondomulo yang selama ini kurang maksimal. “Dengan pengelolaan yang baik, Bumdesa bisa menjadi mesin pencetak uang untuk tujuan kesejahteraan warga desa,” jelasnya.

Ia lantas memberikan contoh Bumdesa yang dinilai berhasil di beberapa daerah yang saat ini aset dan omsetnya mencapai angka miliaran rupiah, seperti Bumdesa di Pujon Kidul dan Boonpring di Kabupaten Malang.

Menurut Yasin keberhasilan Bumdesa, selain dipengaruhi faktor sumberdaya alam, juga karena pengurusnya yang kaya ide dan inisiatif.

Selain revitalisasi Bumdesa, Yasin juga mengingatkan pentingnya mengelola sumberdaya alam di Desa Tondomulo.

“Rumusnya, petik, olah, kemas, jual. Jika ada produk unggulan berupa buah-buahan jangan hanya dijual mentahnya. Pemprov Jatim akan membantu mempromosikan lewat marketpalace di bukalapak. Sehingga produk desa bisa dilihat oleh orang di seluruh dunia,” ujar pejabat asli Bojonegoro itu.

TMMD tahun ini di Bojonegoro terpusat di Kecamatan Kedungadem. “Selain pembangunan fisik seperti jalan, drainase dan RTHL, kami juga melakukan pembangunan non fisik menggandeng pihak terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat,” kata Kepala Staf Kodim 0813 Bojonegoro, Mayor (Inf) Khairul Ahmad.

Ia berharap warga bisa memanfaatkan kesempatan pelatihan dan bimbingan teknis tersebut dengan sebaik-baiknya. “Sayang jika tidak dimanfaatkan, karena pengetahuan ini akan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya. (yot)

0 comments:

Posting Komentar