Sabtu, 01 Desember 2018

DPT Tak Valid, Pemilu 2019 Terancam Tak Legitimasi



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Sebanyak 31 juta warga yang telah melakukan perekaman E-KTP tidak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ahmad Riza Patria memandang hal itu mempengaruhi legitimasi Pemilu 2019. Untuk itu Ketua DPP Partai Gerindra itu meminta Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri merekam data kependudukan secara akurat.

"Ini kan bikin orang kaget, bikin orang marah, bikin KPU kerja lagi menyisir ulang lagi dari bawah. Ini menunjukkan perekaman data di Kemendagri tidak akurat," ujar, Sabtu (1/12/2028).

Ia pun mengatakan bahwa sejak awal koalisi pendukung Prabowo-Sandi menemukan banyak persoalan terkait data pemilih.

Menurut Riza persoalan data pemilih harus menjadi perhatian khusus. Sebab data tersebut menentukan legitimasi dari Pemilu 2019.

Riza meminta agar persoalan data pemilih menjadi atensi khusus bagi semua pihak. Sebab, peserta pemilu 2019 akan sangat dirugikan bila KPU abai soal data pemilih ganda ini.

"Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau demokrasinya berlangsung damai, lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya gak bener, kan jadi bermasalah. Jadi, datanya harus bener!" kata Riza.

Ia menambahkan, data pemilih yang tak akurat rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak berkepentingan. Karenanya, koalisi Prabowo-Sandi ingin memastikan seluruh masyarakat yang telah memiliki hak pilih masuk ke dalam DPT.

"Koalisi kita ingin memastikan DPT akurat. Karena ini rawan disalahgunakan. Kalau tidak dikelola dengan baik data ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab," tegas Riza. (khr)

0 comments:

Posting Komentar