Jumat, 05 April 2019

Polda Jatim Yakin Pelaku Mutilasi Guru dalam Koper Lebih Satu Orang



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Setelah melakukan penyisiran di TKP atau Tempat Kejadian Perkara, tim penyidik Polda Jatim berkeyakinan bahwa pelaku pembunuhan sadis terhadap Budi Hartanto (28) lebih dari satu orang.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Jumat (05/04/2019) kalau dilihat dari penyisiran yang dilakukan tim Polda di TKP, dapatlah diduga mutilasi dikerjakan bukan hanya satu orang. Minimal pembunuhan sadis tersebut ada yang membantu.

Sejauh ini penyidik dari Polres Blitar dan Kediri sudah memeriksa 13 saksi. Dan pemeriksaan ini dikoordinir langsung oleh tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim. “Sudah ada 13 saksi yang diperiksa, 6 orang dari Polres Blitar dan 7 dari Polres Kediri,” kata Barung.

Tetapi, Barung belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan, karena pelaku belum tertangkap. “Motifnya nanti akan terungkap kalau pelaku sudah tertangkap. Apakah motif ekonomi, motif asmara atau motif balas dendam,” ujar Barung.

Selain dibunuh, korban juga ditengarai menjadi korban perampokan. Pasalnya, sejumlah uang dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik korban hilang.

Menurut paman korban, Nasuha, Rabu (3/4/2019) Budi saat itu membawa uang banyak. Uang hasil jualan dari kafe dan uang milik sekolahan. Uang bisa ada di tangan Budi, karena ia adalah tenaga administrasi di SDN Banjarmlati.

Nasuha lebih lanjut menjelaskan, hingga kini sepeda motor korban Honda Scoopy juga belum ditemukan. Sepeda motor ini digunakan korban sebelum ditemukan menjadi korban pembunuhan.

Dari pihak keluarga lain didapatkan informasi, korban berkomunikasi terakhir pada Selasa (2/4/2019) sore. Saat itu ia mengabarkan sedang berada di kafenya yang sekaligus digunakan sebagai sanggar tari di area GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Malam harinya korban mengikuti technical meeting di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri untuk persiapan acara dance di Grand Panglima Kediri. Korban mendapatkan tawaran untuk menari di acara tersebut.

Selanjutnya Budi Hartanto (28) diberitakan menjadi korban pembunuhan dengan cara dimutilasi yang mayatnya ditemukan di dalam koper di wilayah Udanawu, Blitar. Mayatnya kemudian diotopsi di RSU Mardi Waluyo Blitar. Tetapi hingga kini, ada bagian tubuh pria asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang belum ditemukan. (rcr)

0 comments:

Posting Komentar