Kamis, 16 Agustus 2018

Pesan Religiusitas Pakde Karwo Saat Kukuhkan 74 Paskibraka



RADARMTEROPOLIS: Surabaya - Pakde Karwo berpesan hendaknya Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) serta seluruh generasi muda pada umumnya untuk terus giat belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun demikian penguasaan terhadap iptek tersebut harus diperkuat dengan rasa iman dan takwa (imtak).

Harapan itu disampaikan pada saat memberikan arahan dalam prosesi pengukuhan Paskibraka yang berlangsung secara khidmat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/8/2018) malam.

Lebih lanjut Gubernur Jawa Timur tersebut menjelaskan, seiring dengan kemajuan zaman, mereka yang besar dan kuat bukan lagi yang menjadi pemenang, melainkan adalah mereka yang mampu bertindak dan berbuat secara cepat. Untuk itu, iptek sangat menentukan perkembangan sekaligus tantangan bagi kemajuan zaman. Akan tetapi, kemajuan yang diraih itu harus dibekali oleh kemampuan imtak yang kuat.    

"Generasi muda saat ini telah masuk pada zaman digital iptek yang besar, di mana orang menjadi mesin atau mekanik. Namun, kondisi tersebut bisa merubah seseorang untuk menjadi humanis, jika keimanan dan ketakwaan yang dimiliki pada basis agama kuat di dalamnya," ujarnya.

Teknologi bisa memberi manfaat. Namun, penggunaan teknologi yang salah bisa menghancurkan generasi muda.

"Anak anak muda yang sangat menggandrungi teknologi akan tergelincir secepat teknologi itu, kalau imtak tidak kuat," imbuhnya.

Di hadapan 74 orang Paskibraka yang hadir didampingi oleh orang tua dan pelatih, Pakde Karwo menyebut, bahwa Paskibraka Jatim tahun 2018 ini, adalah anak-anak terpilih melalui proses belajar yang panjang. Bukan saja tentang kecerdasan yang dinilai, juga terbentuknya nilai nilai integritas, etika, dan moralitas serta jiwa disiplin dan menanamkan rasa cinta tanah air.

Anak anak yang terpilih menjadi Paskibraka diberikan materi yang paling mendasar tentang nasionalisme terutama dalam menumbuhkan Aku Cinta Indonesia (ACI) yang diimplementasikan melalui sikap disiplin, pembentukan karakter hinga menumbuhkan etika dan moralitas.

Paskibraka harus mengetahui sejarah bangsa. Semua proses yang ada hingga hari ini, dilalui oleh para pahlawan bangsa dengan perjuangan serta pengorbanan darah dan air mata. Bukan semata mata pemberian dari para penjajah.

"Esok setelah bertugas menjadi Paskibraka dan kembali pulang, yakinlah bahwa anak-anakku akan menjadi lilin dalam kegelapan di daerah masing-masing dengan membawa nilai nilai cinta kepada tanah air," tutur Pakde Karwo. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur mengukuhkan 74 Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka). Paskibraka yang terpilih tersebut terdiri dari 74 putra dan putri terbaik se-Jatim dan akan bertugas menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2018 di Gedung Negara Grahadi. (sr)

0 comments:

Posting Komentar