Sabtu, 25 Agustus 2018

Prajurit Yonmarhanlan V Amankan Kunjungan Kapal Perang Thailand di Surabaya



RADARMETROPOLIS: Tuban - Perusahaan semen PT. Holcim Indonesia,Tbk, di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, menyatakan bahwa tiga WNA yang diamankan di sekitar pintu masuk pabrik bukanlah pekerja mereka.

Bahkan PT Holcim juga menegaskan bahwa mereka juga bukan merupakan WNA yang akan melakukan kunjungan. Dikarenakan, per tanggal 24 Agustus 2018 itu tidak ada agenda tenaga kerja asing melakukan kunjungan ke pabrik Tuban.

"Per tanggal 24 Agustus 2018 ini tidak ada tenaga asing yang bekerja atau melakukan kunjungan ke pabrik Tuban," jelas Indriani Siswati, Corporate Communication East Java and East Indonesia PT Holcim Indonesia dalam siaran persnya.

Diterangkan lebih lanjut, bahwa setiap warga negara asing yang melakukan kunjungan ke seluruh area PT Holcim Indonesia Tbk, baik keperluan pekerjaan, studi maupun keperluan lainnya, dilengkapi dengan dokumen resmi sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia dan atas persetujuan manajemen PT Holcim Indonesia Tbk.

Manajemen Holcim akan memastikan seluruh aspek legalitas dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menginformasikan jumlah tenaga kerja asing yang ada dan mengirim dokumen-dokumen yang diperlukan via email.

Terhadap tiga WNA asal China yang menyusup dan akan masuk ke pabrik, PT Holcim menyatakan bahwa hal itu di luar pengetahuan dari pihak perusahaan.

Sesuai dengan prosedur, tim security PT Holcim Indonesia Tbk melimpahkan kewenangan terhadap ketiga warga negara asing itu kepada tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Tuban dan Polres Tuban untuk proses lebih lanjut.

Pihak perusahaan berkomitmen akan terus senantiasa membangun komunikasi dan hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan situasi yang kondusif.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal China diamankan oleh pihak security perusahaan semen PT Holcim Indonesia Tbk yang ada di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Ketiga WNA itu sembunyi di belakang kendaraan truk. Mereka diduga hendak menyelundup masuk ke PT Holcim. (alw)

0 comments:

Posting Komentar