Kamis, 05 April 2018

Gus Ipul Janji Jaga Eksistensi Industri Padat Karya dan Teknologi



RADARMETROPOLIS: Madiun - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berjanji akan menjaga eksistensi industri yang padat karya dan teknologi. Pasangan Puti Soekarno ini pun berharap tumbuhnya pusat-pusat ekonomi berbasis kearifan lokal yang juga menyerap tenaga kerja setempat, di luar Madiun. Hal ini disampaikan saat bersafari ke perusahaan pembuatan sepatu perempuan di PT Karya Mitra Budi Sentosa, Caruban, Madiun, Rabu (4/4/2018).

Sesampainya di pabrik sepatu dengan 1.200 pekerja tersebut, Gus Ipul langsung berbaur dan menyapa karyawan. Selanjutnya mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu melihat secara langsung tahapan-tahapan pembuatan sepatu yang bakal diekspor ini. Dimulai dari cutting material, jahit (stiching) hingga finishing.

Armosa Pasaribu, pimpinan HRD, menyebutkan bahwa produksi sepatunya tersebut kebanyakan diekspor ke kawasan Eropa. Dimulai dari Jerman, Italia, Belanda, Prancis, dan Australia. Produksi dalam sehari mencapai kurang lebih 1.500 - 2.500 sepatu.

Mengenai kebutuhan bahan baku, Armosa mengaku tidak ada masalah. Hanya saja, ia mengakui kesulitan menjaga rasio untuk asal kulitnya. Saat ini bahan baku yang berasal dari dalam negeri 60 persen. Sedangkan dari luar negeri 40 persen.

"Rasio ini sudah susah-payah kami pertahankan. Masalahnya, kulit dari dalam negeri ini punya kapasitasnya sendiri. Kalau dipaksa ditingkatkan, akan berpengaruh di harganya, yang tidak bisa bersaing di pasaran, khusunya mancanegara," jelasnya.

Armosa menyampaikan keluhan. Menurutnya pemerintah belum maksimal membantu melalui kebijakan yang pro eksportir dari pengusaha lokal, terutama dalam masalah pajak ekspor dan impor.

"Industri sepatu merupakan industri padat karya. Seharusnya dalam memperlakukan pelaku industri yang menyerap tenaga kerja banyak ini, menyediakan kemudahan-kemudahan yang mendukung," tambahnya.

Merespon masukan dari kalangan usaha tersebut, Gus Ipul berkomitmen mendukung dan menjaga perusahaan-perusahaan yang membuka pasar ekspor di tingkat internasional, seperti produsen sepatu yang dikunjunginya. Karena tidak hanya padat karya tapi juga padat teknologi.

"Ini merupakan investasi yang harus kita jaga," kata keponakan Gus Dur tau KH Abdurrahman Wahid itu.

Gus Ipul pun berharap di daerah lainnya banyak tumbuh pusat-pusat ekonomi berbasis kearifan lokal yang juga menyerap tenaga kerja setempat.

Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno telah meluncurkan program 'Tebar Jala'. Selain mendorong terselesaikannya Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela), mereka juga mendorong terwujudnya pusat-pusat ekonomi di kawasan Jatim bagian selatan ini. (gun)

0 comments:

Posting Komentar