Senin, 02 April 2018

Temui Pemilih Gus Ipul Minta Pedagang Coblos Gambar Sisi Kanan



RADARMETROPOLIS: Malang - Calon Gubernur Jawa Timur nomor paslon 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul mengunjungi Pasar Lawang dan Singosari di Kabupaten Malang, Senin (2/4/2018). Gus Ipul memperkenalkan cara mencoblos yang benar ketika berada di dalam bilik suara atau TPS.

"Jangan lupa, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara sekalian, pilih yang di sebelah kanan. Insya Allah baik. Barokah. Gambar saya dan Mbak Puti ada di kanan,” kata Gus Ipul pada warga di Pasar Lawang, Kabupaten Malang.

Ia pun menegaskan, bahwa dirinya merupakan pasangan calon nomor urut dua. "Jangan lupa coblos nomor 2 nggih,” ujarnya.

Di pasar tersebut, Gus Ipul mendapat dukungan dari seorang pedagang sate, saat dirinya menjalin perbincangan ringan dengan penjual sate dan mencoba memotong daging bahan sate.

“Gus Ipul, saya sudah dengar nama sampeyan. Saya akan pilih nomor 2,” kata penjual sate itu.

Ada momen menarik lainnya yang ditemukan dalam kunjungan di atas. Gus Ipul terlihat menggendong bayi seorang ibu yang kesulitan menembus ramainya pembeli. Gus Ipul juga membantu dengan menggendong bayi hingga keluar dari kerumunan pengunjung. “Maturnuwun Gus Ipul,” kata ibu itu.

Saat berada di Pasar Singosari, Gus Ipul sempat mengajak beberapa pengunjung untuk makan siang di rombong bakwan khas Malang yang ada tepat di pintu masuk pasar.

Sepanjang perjalanan masuk ke dalam lorong-lorong pasar, Gus Ipul terus mengembangkan dialog dengan pengunjung dan pedagang.

Keponakan Gus Dur itu juga menanyakan perihal pendapatan harian para pedagang hingga taraf kehidupannya.

Gus Ipul kembali menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi pasar-pasar rakyat di Jawa Timur. “Saya dan Mbak Puti akan melindungi pasar-pasar tradisional,” kata pasangan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno itu.

Menurut Gus Ipul, dengan revitalisasi pasar, maka tingkat penjualan pedagang diyakini dapat meningkat dan dapat menimbulkan suasana yang kondusif untuk melakukan kegiatan transaksi jual-beli.

"Bahkan kebijakan ini dinilai pro perempuan. Mengingat pasar menjadi tempat dimana kaum perempuan banyak beraktivitas," tutur Ketua PBNU tersebut. (erha)

0 comments:

Posting Komentar