Kamis, 09 November 2017

Jatah Sudah Habis, Jasa Marga Surabaya Tak Ikut Perpanjangan E Toll Gratis


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Kebijakan perpanjangan pembagian kartu e-toll gratis yang dilakukan oleh pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) maupun Bank Indonesia, tidak diikuti oleh Jasa Marga Cabang Surabaya. Pasalnya, jatah yang diterima pengelola 15 pintu tol tersebut sudah habis dibagikan ke pengguna tol pada pembagian putaran pertama. Sementara secara nasional kartu gratis hanya terserap 30 persen.

“Kami mendapat jatah sebanyak enam puluh empat ribu lembar untuk lima belas titik dalam enam belas hari,” kata Humas PT. Jasa Marga Tbk, Cabang Surabaya-Gempol, Rabu (8/11/2017), di kantornya.

Ia pun memerinci. Bahwa gerbang tol yang dikelola pihaknya ada lima belas titik, yakni pintu tol Satelit, Gunungsari 1 dan 2, Dupak 1, 2, dan 3, Banyu Urip 1 hingga 5, Waru Sidoarjo, Sidoarjo 1 dan 2, dan Kejapanan.

Jasa Marga Surabaya mendapat jatah sebanyak 64.000 lembar. Kartu gratis E Toll sebanyak itu entunya dibagikan secara merata ke 15 titik gerbang tol dalam kurun waktu tanggal 16 hingga 31 Oktober atau selama 16 hari.

Jika dicari per hari, kartu sebanyak 64.000 itu dibagi 16 lalu dibagi lagi 15. “Jadi, per hari kami membagi 260 lembar,” kata Agus.

Jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi 750 lembar per hari. Karena pihaknya juga diminta untuk membagikan kartu gratis tersebut ke gerbang tol Suramadu (Surabaya-Madura). Menurutnya tol Suramadu sebenarnya bukanlah tol milik Jasa Marga. Tol Suramadu adalah milik pemerintah. Pihak Jasa Marga hanya diminta bantuan oleh pemerintah untuk memungut pembayaran tol di Suramadu.

Oleh karena itu, ketika ada instruksi untuk memperpanjang pembagian kartu e toll gratis, aktivitas ini tidak kita temukan di gerbang tol yang ada di bawah pengelolaan Jasa Marga Surabaya.

Ketika diinformasikan bahwa dari 1,5 juta kartu gratis yang disepakati antara BUJT dengan perbankan hanya terserap sebesar 30 persen, Agus menilai kondisi yang terjadi tidak sama di setiap daerah. Terbukti di tempatnya kartu sudah habis terbagi di bulan Oktober.

Agus lalu mengatakan bahwa kartu e toll tersebut sebenarnya bukan gratis, melainkan biayanya ditanggung oleh pihak BUJT dan bank. “Masing-masing menanggung sepuluh ribu. BUJT Rp 10 ribu, bank Rp 10 ribu,” ungkap Agus.


Sebagai pertanggungjawaban antara kedua belah pihak, yakni BUJT dan bank, maka kegiatan pembagian kartu gratis tersebut menurut Agus dilaporkan ke BI. (erha) 

0 comments:

Posting Komentar