Jumat, 10 November 2017

Pintu Rezeki Terbesar dari Dagang, Wapres Ajak Awali Usaha dengan Konsep Syariah


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Wakil Presiden Republik Indonesia, H Muhammad Jusuf Kalla menngutip sebuah ayat dari Alquran yang menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari berdagang. Untuk itu ia meminta generasi muda untuk menerjuni dagang dan mengawali usaha dengan konsep syariah.

“Sebab sudah dijelaskan dalam Alquran bahwa pintu rezeki itu 9 dari 10 pintu berasal dari berdagang,” tegas Wapres, saat meresmikan Indonesia Syari’ah Economic Festival (ISEF) 2017 di Surabaya, Kamis (09/11/2017).

Jusuf Kalla pun memberikan apresiasi atas digelarnya ISEF tersebut dan ia menyatakan penerapan ekonomi syariah mampu mendorong semangat generasi muda untuk mengawali usaha dengan konsep syariah.

Di bagian awal sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan bahwa ekonomi syariah merupakan penerapan sistem ekonomi bersandarkan hukum dan manfaat menurut aturan agama Islam. Akan tetapi, justru pengembangannya tak selalu diterapkan oleh negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Padahal untuk mengembangkan perekonomian syariah ini tidaklah sulit.


“Justru ekonomi syariah sudah diterapkan di sejumlah negara mayoritas non Islam. Diantaranya yang ada di Inggris, Korea Selatan, India, dan Jepang,” papar Wapres.

Sementara itu penetrasi ekonomi berbasis syariah di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam justru masih 5 persen. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Jika dimengerti, pengembangan ekonomi syariah mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa lebih masif


Wapres meresmikan ISEF ke 4 di tahun 2017 yang ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis. Peresmian ini juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardojo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. (sr)

0 comments:

Posting Komentar