Selasa, 21 November 2017

Prediksi Gubernur BI Terkait Tekanan Inflasi di Sisa Tahun Meleset


RADARMETROPOLIS: Jakarta - Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI) yang dilakukan pada minggu kedua November 2017 mencatat inflasi bulanan sebesar 0,18%. Terjadi kenaikan tipis dibandingkan dengan inflasi minggu sebelumnya sebesar 0,14%. Padahal Gubernur BI memprediksikan tekanan inflasi di sisa tahun 2017 akan lebih ringan.  

Menurut Gubernur BI, Agus DW Martowardojo, tekanan inflasi hingga minggu kedua November 2017 masih bisa dikendalikan.

Agus meyakini inflasi tahunan pada 2017 masih berada di rentang aman sebesar 3% hingga 5%. Atau tepatnya 3% sampai dengan 3,5%.

"Inflasi pada pekan kedua 0,18 persen, sedikit naik dibandingkan minggu lalu 0,14 persen," kata Agus.

Sebelumnya, Agus menilai di sisa tahun 2017, tekanan inflasi akan jauh lebih ringan. Tekanan berasal dari kelompok harga komoditas pangan bergejolak (volatile food) bakal mengemuka hingga akhir tahun.

Hal itu disebabkan karena pasokan barang yang terjaga, yang pada akhirnya menjaga stabilitas harga. Untuk kelompok harga barang dan jasa yang diatur pemerintah (administered prices), juga tetap terkendali.


Hingga akhir Oktober 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merekam inflasi tahunan 3,58% (year on year/yoy). Kelompok volatile food, tercatat deflasi 0,53% (mtm) dan administered prices tercatat deflasi 0,01% (mtm). Sedangkan untuk 2018, BI menjangkar infasi tahunan berada di level 3,5% plus-minus 1%. (rez)

0 comments:

Posting Komentar