Rabu, 21 November 2018

Jenderal Mulyono Resmi Tutup Latma Safkar Indopura ke-30


RADARMETROPOLIS: Situbondo - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menutup secara resmi Latihan Bersama (Latma) Safkar Indopura ke-30 antara TNI-AD dan Singapores Armed Force atau SAF.

Selama berlangsungnya proses latihan tersebut, TNI-AD menerjunkan 290 personel. Ratusan personel itu, terdiri dari 27 prajurit Markas Brigif 16/Wira Yudha, 117 prajurit Yonmek 521/QY, 116 prajurit Yonmek 516/CY, dan 30 personel dari Yonkav 8/2-Kostrad. Sedangkan, dari pihak SAF sendiri, melibatkan 170 prajurit yang berasal dari Batalyon 3 Singapores Army.

Dalam Latihan bersama yang berjalan selama kurang lebih satu pekan itu peserta tidak hanya melaksanakan latihan tempur saja, tetapi juga melakukan beberapa kegiatan yang ditujukan untuk menyamakan persepsi antara kedua Angkatan Darat dan meningkatkan persahabatan.

Selain olahraga bersama, latihan diisi dengan penampilan budaya dan pengenalan tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Situbondo.

Selama berlangsungnya kegiatan yang dilaksanakan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kedua Angkatan Darat tersebut menampikan materi-materi prosedur teknis dan taktis tempur.

Pasukan Angkatan Darat RI dalam latihan tersebut di bawah komando Danbrigif 16/Wira Yudha, Kolonel Inf Slamet Riadi. Sedangkan Angkatan Darat Singapura /SAF yang mengirimkan Brigade 3 SAF berada di bawah komando Colonel Goh Pei Ming.

Dalam Latihan bersama itu TNI-AD dan SAF melatihkan materi latihan Command Post Exercise (CPX/Latihan Posko 1) dan Field Training Exercise (FTX/Latihan Lapangan). Juga dilaksanakan latihan taktis dengan Pasukan Infanteri Mekanis dalam Operasi Lawan Insurjensi (OLI).

Dalam latihan Pos Komando (CPX/ Latihan Posko 1) merupakan latihan dimana pasukan disimulasikan. Latihan ini diikuti komandan, staf, dan prosedur komunikasi diantara para pejabat markas komando.

Sedangkan dalam Latihan FTX, yang merupakan latihan lapangan, dilaksanakan dalam skala penuh, dengan menggunakan skenario rencana operasi yang melibatkan tim fungsional dan tim yang ada lapangan. Hal itu bertujuan untuk melakukan koordinasi, komando, dan kontrol pasukan. Disini materi teknis dan taktis tempur dilatihkan secara bertahap.

Latihan lapangan tersebut dilaksanakan dengan metode latihan drill teknis, drill taktis, dan drill Tempur. Pelaksanaan drill tempur bertujuan untuk membiasakan dan mempermahir kemampuan tempur satuan, baik aspek taktis maupun aspek teknisnya, dilakukan di medan sebenarnya yaitu Puslatpur 5 Marinir Baluran, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo.

Drill tempur yang dilaksanakan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang utuh, dimana selain melibatkan satuan infanteri mekanis, dalam latihan ini juga dikerahkan satuan kavaleri dengan alutsista Tank Leopard dari Batalyon Kavaleri 8/2 Kostrad. (nis)

0 comments:

Posting Komentar