Sabtu, 03 November 2018

Tiga Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi Lewat Sepatu, Tato, dan Sidik Jari



RADARMETROPOLIS: Jakarta - Tiga jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Investigation (DVI) di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Kepala Pusat Inafis, Brigjen Pol Hudi Suryanto, dalam jumpa pers Jumat (02/11/2018) malam mengungkapkan bahwa ketiga penumpang tersebut berhasil dikenali melalui tiga cara yang berbeda.

Ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI tersebut adalah atas nama Hizkia Jorry Siaroinsong, Chandra Kirana, dan Monni.

Untuk Chandra Kirana, nomor manifes 084, tim DVI berhasil mengenali identitas pria berusia 29 tahun itu berdasarkan sepatu korban yang masih melekat di tubuh jenazah. Sepatu berwarna putih ini selanjutnya menjadi petunjuk bagi tim antemortem DVI menggali informasi lebih jauh ke pihak keluarga dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari rekaman CCTV bandara, mendiang tampak sedang berjalan menggunakan sepatu yang identik dengan hasil temuan.

Untuk identifikasi penumpang bernama Monni, penumpang dengan nomor manifes 097, data sekunder kembali memainkan peran penting. Awalnya tim DVI mendapati ada tato pada jasad perempuan berusia 41 tahun tersebut. Tim kemudian mencocokkan data antemortem dari keluarga yang memiliki anggota dengan tato serupa.

Sementara itu penumpang ketiga bernama Hizkia Jorry Saroinsong, laki-laki berusia 23 tahun, berhasil diidentifikasi tim DVI berdasarkan sidik jari. Ada tiga sidik jari dari lengan kanan penumpang dengan nomor manifes 140 tersebut. Hal ini menjadi bekal tim DVI menelusuri identitasnya.

Dengan alat pengenal sidik jari yang tersambung ke basis data Dukcapil Kemendagri, tim DVI berhasil mengonfirmasi bahwa sidik jari tersebut milik Hizkia.

“Untuk memastikan apakah itu penumpang yang bersangkutan, kami ambil perbandingan sidik jari jempol kanan dengan sidik jari jempol kanan di e-KTP dan ternyata kami menemukan 14 titik persamaan yang berarti sudah melebihi 12 titik yang jadi keharusan,” jelas Brigjen Pol Hudi Suryanto.

Sementara itu Kepala RS Polri, Kombes Pol Musyafak, menyampaikan dengan identifikasi tersebut pihak RS Polri bakal mengirimkan jasad ke pihak keluarganya.

“Rencana penyerahan jenazah, setelah rekonsiliasi masih proses menghubungi keluarga dan kita sudah tangani, dimasukkan ke dalam peti,” katanya.

Sebelumnya, Tim DVI Polri juga berhasil mengidentifikasi satu jenazah atasnama Jannatun Cintya Dewi, penumpang asal Sukodono, Sidoarjo. (khr)

0 comments:

Posting Komentar