RADARMETROPOLIS: Surabaya - SMK mini diyakini bisa menekan
pengangguran di Jawa Timur. Optimisme Gubernur Jatim Soekarwo itu dikarenakan
kualitas SDM SMK mini disatukan antara ilmu pengetahuan, keterampilan serta
menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk standarisasi.
Pada tahun 2017 tercatat bahwa pengangguran lulusan SD
sederajat mencapai 37 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan
pada tahun 2006 yang mencapai 67 persen.
"SMK mini yang sejatinya ada di dalam pesantren di
Jatim menekankan pada produktivitas SDM dan hasil produksi. Jika tidak begitu,
maka akan kalah dengan SMK formal," kata Soekarwo.
Ada sebanyak 264 SMK mini di Jatim. Tetapi saat ini turun
menjadi 240. Penurunan disebabkan kurangnya kreativitas sekolah sehingga
keberadaannya tidak bisa diselamatkan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful
Rachman, menyatakan piohaknya tetap membuka peluang bagi pondok pesantren yang
ingin membuka SMK mini, dengan batas maksimal 270 SMK. “Syaratnya, mampu
bersaing dan produktivitas kerja dijaga," katanya. (sr)
0 comments:
Posting Komentar