Sabtu, 30 Maret 2019

Dipertahankan dalam Surat Suara, Identitas Baju Putih Milik Jokowi



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Calon Presiden Joko Widodo telah menjadikan baju putih sebagai identitasnya sejak terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2014. Jokowi konsisten menggunakan identitas tersebut hingga maju kembali menjadi capres pada Pilpres 2019. Untuk mempertahankan identitas tersebut, Jokowi-Ma’ruf menggunakan baju putih untuk foto kertas suara.

“Identitas putih itu telah menjadi identitasnya Pak Jokowi sejak awal pemerintahan. Karena kalau di kampanye 2014 itu pakai kotak-kotak, lalu ketika sudah memenangkan Pilpres, Pak Jokowi sudah beralih menjadi kemeja putih untuk warna kerjanya,” kata Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto, Sabtu (30/3/2019).

Andi lebih lanjut menjelaskan bahwa Jokowi menjadikan kemeja putih sebagai seragam kerjanya sejak awal bertugas. Selain itu, Jokowi juga sengaja menggulung lengan kemejanya sebagai simbol bahwa dirinya bekerja.

Jadi, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin menggunakan baju putih dalam kertas suara, menurut Andi hal itu adalah untuk mempertahankan identitas tersebut.

Selain baju, Andi menyampaikan bahwa Jokowi merupakan kandidat yang pertama mengkampanyekan untuk menggunakan baju putih saat hari pencoblosan Pilpres 2019 pada Rabu, 17 April nanti. Menurutnya, Jokowi mengkampanyekan hal itu saat kampanye terbuka perdana di Banten.

 “Mereka (kubu 02) tidak pernah menggunakan tagar Rabu Putih atau putih adalah kita. Itu yang benar-benar meluncurkan adalah Pak Jokowi di kampanye ke satu di Banten,” ujarnya.

Andi menegaskan, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sejak awal mengkampanyekan Rabu Biru. Identitas kubu 02 itu, merupakan identitas yang dibangun oleh Sandi.

Lebih lanjut, Andi mengklaim identitas putih yang dikampanyekan Jokowi memiliki filosofi netral dan bersih. Identitas itu, juga merupakan simbolisasi kebaruan dalam bekerja.

“Itu identitas yang terus-menerus dipakai sampai sekarang, sampai 2019 di surat suara,” ujar Andi.

Terkait kampanye baju putih yang dibuat Jokowi itu, Andi berharap dapat memunculkan satu identitas komunal bersama pada saat 17 April 2019.

“Dan semoga itu menguatkan agar pemilih 01 bisa semakin termotivasi untuk ke TPS dan nyoblos,” harap Andi. (ar)

0 comments:

Posting Komentar