Sabtu, 16 Maret 2019

Kerugian Infrastruktur dan Pertanian Banjir Ponorogo Capai Rp 8,8 Miliar


RADARMETROPOLIS: Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghitung kerugian akibat banjir yang menerjang enam kecamatan beberapa waktu lalu mencapai Rp 8,8 miliar. Dengan rincian, sektor infrastruktur sebesar Rp 6,8 miliar dan pertanian Rp 1,8 miliar.

“Dan ada tambahan lagi, plengsengan sekolah di Kecamatan Ngrayun longsor, kerugian sekitar Rp 200 juta. Jadi total kerugian akibat banjir tersebut Rp 8,8 miliar,” kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Sabtu (16/3/2019).

Sektor infrastruktur menyumbang kerugian terbesar karena banjir membuat beberapa jembatan putus. Ipong mencontohkan, jembatan Broto jika diperbaiki biayanya Rp 1 miliar. Tetapi kalau ingin dibangun kembali biayanya mencapai Rp 1,3 miliar.

Beberapa jembatan yang rusak akibat banjir, antara lain jembatan di desa Broto, Nambak II, dan Krisik.

Selain jembatan, banjir juga membuat beberapa talud atau plengsengan ambrol. “Talud kerugiannya tidak besar karena masih terbuat dari tanah. Namun banyak jumlahnya, sekitar 13 talud yang ambrol,” katanya.

Sedangkan untuk sektor pertanian, lahan yang terendam banjir seluas 1.700 hektar. Kemudian jumlah tanaman yang mengalami puso seluas 305 hektar. Untuk penghitungan kerugian di sektor ini, Ipong mengacu pada nilai klaim asuransi pertanian. Dimana lahan 1 hektar mendapatkan asuransi Rp 6 juta.

“Kerugiannya, 305 hektar dikali Rp 6 juta. Jadi, total untuk sektor pertanian Rp 1, 8 miliar,” katanya.

Ipong menyatakan bahwa Pemkab Ponorogo akan membantu benih dan pupuk bagi para petani yang mengalami puso atau gagal panen.


Langkah ke depan, untuk talud-talud yang ambrol, Pemkab Ponorogo meminta balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo membangun talud yang permanen. Karena itu merupakan wewenang dari BBWS Bengawan Solo.

Pemkab Ponorogo juga sedang menganalisis beberapa jembatan yang putus. Kalau digunakan oleh orang banyak, Pemkab setempat memrioritaskan untuk segera dibangun. (gun)

0 comments:

Posting Komentar