Selasa, 19 Maret 2019

Polrestabes Surabaya Jamin Tak Ada Sweeping pada Ojol yang Tak Demo


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya memastikan tidak akan ada aksi sweeping yang dilakukan oleh pengemudi ojek online (ojol) dalam unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya. Sebab aparat kepolisian akan mengawal jalannya unjuk rasa yang dilakukan di beberapa titik tersebut. Untuk pengamanan ini Polrestabes Surabaya menyiagakan sebanyak 500 personel.

"Kita memastikan bahwa tidak ada aksi sweeping. Karena apa? Kita ikuti terus, mulai dari titik awal, bergerak, dan di akhir. Setiap mereka berhenti, kita ingatkan dari mobil komando bahwa aksi mereka adalah aksi damai," kata Wakapolestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simamarta, di lokasi unjuk rasa, Selasa (19/3/2019).

"Dan ini, Alhamdulillah, sampai sekarang mereka bisa tertib dan tidak ada aksi sweeping," ujarnya bersyukur.

Leo lebih lanjut mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan sekitar 500 personil untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. Seluruh personil itu kemudian disebar di beberapa titik strategis selama aksi unjuk rasa berjalan.

"Ada di 4 titik. Ada di kantor Gubernur, Grahadi, Klampis (kantor Grab) dan di Ngagel (kantor Gojek)," jelasnya.

Saat mengikuti konvoi, pengikut unjuk rasa beberapa kali menjumpai rekan mereka yang masih melayani order ojek online. Tetapi, tidak ada aksi anarkis terhadap para driver yang masih beroperasi itu. Massa hanya meneriaki rekan mereka yang tidak ikut serta dalam unjuk rasa.

Isu sweeping sempat berhembus sehari sebelum unjuk rasa tersebut digelar. Para ojol mengancam akan melakukan sweeping jika dalam aksinya mereka menemukan rekan mereka yang masih melayani order.    (rcr)

0 comments:

Posting Komentar