Jumat, 22 Maret 2019

Surabaya Vaganza 2019 Angkat Pesan Indahnya Keaneragaman Budaya Indonesia


RADARMETROPOLIS: Surabaya – Surabaya Vaganza 2019 mengangkat pesan tentang betapa indahnya keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-726, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar acara tahunan tersebutpada pada Minggu (24/3/2019) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan bahwa Surabaya Vaganza pada tahun ini mengusung tema Puspawarni. Tema ini merupakan penggabungan dari dua kata, yakni “puspa” dan “warni”. Puspa memiliki arti bunga, sementara “warni” berarti corak atau rupa yang beraneka ragam.

“Jadi, puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam,” kata Antiek, dalam jumpa pers di Humas Pemkot Surabaya, Kamis (21/03/2019)

Lebih lanjut dipaparkan bahwa dengan tema tersebut maka Surabaya Vaganza 2019 memiliki simbol keanekaragaman warna-warni yang terdapat di Indonesia. Dengan tema “Puspawarni Indonesia” diharapkan dapat mempersembahkan keanekaragaman warna-warni seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

Antiek pun memastikan bahwa acara tersebut akan diikuti oleh 40 mobil hias yang didesain dengan sangat menarik dan diikuti pula oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, siswa, mahasiswa, dan warga Surabaya serta beberapa grup drumband.

“Total, nanti ada tujuh puluh tujuh peserta yang siap memanjakan mata warga Kota Surabaya dan para pengunjung,” katanya.

Dari sekian peserta itu, ada tim istimewa yang baru ikut pada tahun ini. Tim tersebut adalah dari Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak. Dengan demikian pihak kepolisian tersebut tidak hanya terlibat dalam pengamanan saja, tapi juga akan terlibat aktif menjadi peserta dalam acara ini.

“Pihak Polrestabes dan Polres Tanjung Perak nanti akan mengamankan sepanjang jalur dan juga terlibat menjadi peserta,” ujarnya.

Peserta istimewa lainnya adalah para walikota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Para walikota ini sedang menggelar acara rapat koordinasi Komisariat wilayah IV (Rakorkomwil IV) di Surabaya, yang mana dalam rangkaian acaranya adalah mengikuti Surabaya Vaganza 2019.

Antiek mengungkapkan bahwa para walikota tersebut akan bergabung di Surabaya Vaganza dengan menaiki mobil wilis.

“Kami sudah menyiapkan 20 mobil wilis yang juga dihias dengan bunga-bunga. Sudah banyak walikota yang konfirmasi ikut, hanya satu dua mungkin yang tidak bisa ikut,” terangnya.

Diinformasikan Antiek bahwa rute Surabaya Vaganza 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, Surabaya Vaganza mulai start dari Jl. Pahlawan dan berakhir di Jl. Raya Darmo, tepatnya di depan SMAK Santa Maria.  Mobil hias dan peserta parade budaya akan melewati rute Jl. Pahlawan, Jl. Keramat gantung, Jl. Gemblongan, Jl. Tunjungan, Jl. Gubernur Suryo, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Raya Darmo dengan finish di SMAK Santa Maria.

Mereka akan lurus terus dan baru boleh melakukan bongkar bunga-bunganya di samping Masjid Al-Falah, setelah finish di depan SMAK Santa Maria. “Jadi, berbeda dengan tahun lalu,” imbuhnya.

Menurut Antiek agenda tahunan ini menjadi bagian dari produk industri pariwisata di Surabaya. Harapannya, agenda ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata, sehingga pihak perhotelan dan restoran di Surabaya juga ikut mempromosikan agenda besar ini.

“Agenda ini sudah dijual sejak akhir tahun 2015. Agenda ini ikut masuk dalam promo hotel dan restoran di Surabaya,” ujarnya.

Tunjung Iswandaru, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Surabaya, menjelaskan jajaran Pemkot Surabaya beserta jajaran kepolisian sudah siap mengamankan acara tersebut. Bahkan, mereka sudah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa digunakan oleh warga dan para wisatawan yang akan menyaksikan acara tersebut.

Khusus untuk tempat parkir di lokasi finish, Dishub sudah menyiapkan parkir khusus bagi parkir VIP, yaitu di halaman Santa Maria. Sedangkan parkir undangan bisa di Jalan Polisi Istimewa, Jalan Bintoro (sisi barat dan timur), Jalan Tumapel, Jalan Mojopahit (sisi barat dan timur), Jalan Ronggolawe, Jalan Dr. Wahidin, danJalan M.H. Tamrin.

Sedangkan khusus untuk membongkar kendaraan hias, tim tersebut sudah menyediakan tempat di depan Taman Bungkul, depan Masjid Al-Falah, dan Jalan Marmoyo. “Kami harap para peserta memperhatikan ini,” kata Tunjung. (ar)

0 comments:

Posting Komentar