Rabu, 15 Mei 2019

Identifikasi Wanita Korban Mutilasi Pasar Besar Malang Terkendala Jari Tangan Mengeras



RADARMETROPOLIS: Malang – Tim Inafis Polres Malang Kota belum berhasil mengungkap identitas mayat wanita korban mutilasi yang ditemukan di Lantai II Pasar Besar, Kota Malang. Proses otopsi mengalami kesulitan dikarenakan jari tangan korban yang akan dijadikan sebagai petunjuk identifikasi sudah mengeras. Sampai Selasa (14/5/2019) malam tim Inafis masih bekerja di Kamar Mayat RSSA Kota Malang.

Menurut Kanit Inafis Polres Malang Kota, Iptu Subandi, jika korban sudah melakukan rekam E-KTP, jari korban akan menjadi petunjuk identifikasi. Melalui sidik jari itulah korban bisa diketahui identitasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya harus melakukan injeksi agar daging di bagian jari korban melunak. Sebab, jari korban mutilasi ini mengeras karena kukunya dipotong oleh pelaku. Selain itu tubuh korban tak dikubur sehingga mengering terkena angin.

“Kendala sidik jari mengeras, karena kuku dipotong, otomatis menggelembung, kalau di luar kena angin mengering. Sekarang menunggu proses agar empuk, karena kalau keras tidak bisa dideteksi sidik jari. Kita tunggu normal nanti bisa diambil sampel sidik jari. Agar empuk kita lakukan injeksi,” papar Subandi.

Subandi masih mendalami apakah tubuh korban mutilasi diberi cairan kimia agar mengering. Namun, bagian tubuh yang mengering hanya jari. Sedangkan potongan tubuh yang dimutilasi menjadi enam bagian itu sudah membusuk.

“Apakah ada unsur sengaja menghilangkan sidik jari dengan kimia, belum tahu. Pokoknya selain jari, semua bagian tubuh membusuk,” ungkap Subandi.

Tim yang dipimpin Subandi memperkirakan bahwa wanita korban mutilasi ini dihabisi nyawanya lima hari yang lalu. Itu baru kemungkinan awal. Sebab, mereka masih bekerja melakukan otopsi untuk mengetahui hasilnya secara pasti.

“Kepastiannya tunggu hasil dari otopsi dan anatomi lainnya,” tandasnya. (de)

0 comments:

Posting Komentar