Rabu, 08 Mei 2019

Sikap Resmi Bravo-5 Jatim Tanggapi Gerakan Kivlan Zen Diskualifikasi 01



RADARMETROPOLIS: Surabaya – Bravo-5 Jatim mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait gerakan protes yang diprakarsai oleh Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Eggi Sudjana, dan elit politik lain. Dalam video yang viral di internet, diketahui Kivlan Zen mengajak berbagai elemen bangsa untuk unjuk rasa ke kantor KPU dan Bawaslu RI di Jakarta pada 9 Mei 2019.

Dalam video itu Kivlan pun mengatakan bahwa tujuan unjuk rasa tersebut adalah menuntut kedua lembaga penyelenggara pemilu itu untuk mendiskualifikasi paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menanggapi gerakan tersebut, Ketua Bravo-5 Jatim, HM Ubaidillah Amin Moech (Gus Ubed) mengimbau kepada seluruh pihak agar menahan diri, tidak terpancing hasutan dan provokasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Indonesia adalah negara hukum. Segala sesuatunya haruslah diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku. Jika dianggap terjadi kecurangan atau ketidakberesan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu, hendaknya diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Ia pun meminta hendaknya bulan Ramadan sebagai bulan yang dimuliakan oleh umat Islam tidak dinodai dengan kebisingan yang bersifat politis.

Bravo-5 Jatim juga mengimbau kepada pihak TNI dan Polri untuk bertindak tegas, jika dirasa ada gerakan atau sikap subversif, melanggar hokum, dan mengancam stabilitas publik di tanah air.

Imam Abdullah Alawi al Haddad dalam “Kitab al Hikam” berkata:
من أكبر الكبائر الباطنة والظاهرة أن تلتمس من اصحابك الدنيا وهم يلتمسون منك الآخرة

“Di antara lebih besarnya dosa-dosa besar, bathinan wa zhahiran, adalah kamu mencari duniawi dari kawan-kawan (murid) kamu, sementara mereka mencari akhirat dari diri kamu”

“Mungkin diantara contohnya adalah penceramah, muballigh, kiai atau ustaz yang berpidato atau memberi tausiyah karena murni mencari bayaran (kekayaan duniawi), sementara hadirin yang hadir datang benar-benar tulus mencari ilmu, belajar dan niat memperbaiki diri. Wallahu A’lam,” ujar Gus Ubed.

Kepada para petugas KPPS, saksi dan Bawaslu yang gugur dalam menjalankan tugas mulia menegakkan demokrasi di Indonesia, pihaknya tidak lupa mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Semoga Allah SWT menerima segala amal perbuatan baik mereka yang telah mendahului kita,” ujarnya.

Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia, membuat pernyataan akan menggelar unjuk rasa di di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 Mei 2019.

“Siapa pun yang menghalangi kita lawan,” kata Kivlan Zen dalam sebuah konferensi pers di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Tujuan unjuk rasa itu adalah menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01, Jokowi-Ma’ruf. (sr)

0 comments:

Posting Komentar