Selasa, 07 Mei 2019

Sukses Uji Coba, DTPHP Malang Siapkan 30 Hektar Lahan Tanaman Padi Brang Biji



RADARMETROPOLIS: Malang – Setelah sukses melakukan uji coba tanam padi Brang Biji di Desa Banjararum, kini Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menyiapkan lahan seluas 30 hektar di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Untuk itu sejumlah bibit padi Hibrida jenis Brang Biji telah disiapkan.

Budiar Anwar, Kepala DTPHP Kabupaten Malang, mengatakan bahwa hasil panen dari uji coba tanam padi jenis brang biji di Desa Banjararum bisa dibilang bagus. Dimana hasil panen per hektarnya mencapai angka 10 ton. Padahal dalam pelaksanaan uji coba tanam tersebut, menurutnya masih terdapat beberapa kekurangan.

“Padi jenis ini karakternya tidak terlalu baik untuk intensitas hujan yang tinggi seperti saat ini. Kemudian jarak tanam yang kami lakukan juga sepertinya terlalu dekat. Hal seperti itu jika kami tidak melakukan uji coba, kami tidak akan tahu,” jelas Budiar, Senin (6/5/2019).

“Namun dengan kondisi seperti itu. Hasil panennya masih bisa mencaapai 10 ton per hektarnya. Itu pun kemarin masih sempat terserang penyakit sebanyak dua kali. Saya beranggapan, seandainya tidak terkena penyakit dengan proses penanaman yang kita perbaiki berdasarkan evaluasi, jumlah panennya akan meningkat. Bahkan, mungkin, bisa sampai 15 ton per hektar sekali panennya,” ujarnya.

Budiar lebih lanjut mengatakan, pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk ditanami padi jenis Brang Biji hasil dari pembibitan yang juga dilakukan di wilayah pertanian Desa Banjararum. Dengan harapan, akan meraih kesuksesan yang sama dengan lahan yang dijadikan uji coba tanam.

“Kita anggarkan untuk 30 hektar yang akan diberi oleh Pak Wabup. Rencananya kita siapkan untuk tahun ini juga,” tandas Budiar.

Budiar menambahkan bahwa secara teknis dan ilmiah ada tiga poin yang didapatkan dalam kegiatan uji coba pengembangan padi jenis tersebut. Pertama, yaitu tetap mengedepankan upaya untuk mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hal itu dimaksudkan agar lahan pertanian di desa tersebut tidak sampai terjadi alih fungsi lahan, misalnya dijadikan perumahan, sehingga keberlangsungan dari lahan pertanian ini terus berlanjut untuk kegiatan produksi pertanian.

“Proyeksi kedepan, sebagai salah satu lokasi studi tanaman padi. Sehingga, harapannya lahan uji coba tersebut bisa menjadi tempat belajar tentang pengembangbiakan dan pembenihan padi,” ungkap Budiar.

Poin ketiga, kegiatan uji coba pengembangan padi jenis Brang Biji adalah dimaksudkan sebagai perwujudan konsep intensifikasi. Di Pulau Jawa tidak bisa ekstensifikasi, sehingga harus diterapkan konsep pertanian intensifikasi.

“Jadi, jumlah butir padi yang terdapat dalam satu rumpun itu ditingkatkan jumlah butirnya. Hasilnya, dari butir padi yang tadinya hanya berjumlah 200 butir per rumpun, harus mampu ditingkatkan menjadi 400 butir padi per rumpun,” kata Budiar.

Pada jenis tersebut telah diujicobakan pada lahan seluas dua hektar, salah satunya di Desa Banjararum Kecamatan Singosari, dan sisanya ada di Kepanjen.

Jika jumlah produksi meningkat, perekonomian dan kesejahteraan petani juga ikut turut meningkat. Surplus ketahanan pangan di Kabupaten Malang juga semakin meningkat.

“Kami berupaya mendukung program pemerintah Swasembada Pangan 2021. Kami berharap bisa berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk mensukseskan program tersebut. Ya, paling tidak kita bisa berkontribusi 5-10%. Itu sudah sangat bagus,” tandas mantan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Malang ini. (dea)

0 comments:

Posting Komentar