Jumat, 02 Februari 2018

Resnarkoba Surabaya Tangkap Basah Bandar Sedang Timbang Sabu


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Doddy (39) warga Gadukan Utara II, Surabaya ditangkap tim Resnarkoba Polrestabes Surabaya. Pengedar atau bandar narkoba ini tertangkap basah petugas saat menimbang sabu untuk dijual secara poketan.

Doddy ditangkap pada Rabu (17/1). Yang bersangkutan ditangkap di rumahnya saat sedang menimbang SS yang hendak diedarkan. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi adanya transaksi SS di kawasan Jalan Kunti. Demikian diungkapkan oleh Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo.

"Setelah itu, kami melakukan penyelidikan dan pengintaian dan mendapati tersangka, yang saat itu usai melakukan transaksi,"  kata Kompol Anton, Kamis (2/1/2018).

Setelah berhasil mendapati tersangka, polisi membuntunti Doddy. Saat dibuntuti itu, Doddy rupanya menuju ke rumahnya. Polisi menunggu beberapa saat sebelum melakukan penggerebekan. Setelah tersangka tak kunjung keluar, polisi memutuskan menggerebeknya.

"Saat kami gerebek, ternyata tersangka sedang menimbang SS yang baru ia beli. SS tersebut dipecah menjadi paket-paket kecil siap edar," ujar Anton.

Selain melakukan penangkapan pada tersangka, dari penggerebekan tersebut polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni SS seberat 0,36 gram dan sebuah buah pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat sisa SS seberat 1,85 gram lengkap dengan alat isapnya. 

"Kami masih menyelidiki jaringan pengedar Doddy, sebab kami menduga jika SS yang dipasok tersebut dari lapas," tandas Anton.

Sementara itu dari Doddy didapatkan pengakuan bahwa dirinya sudah tiga bulan menjadi pengedar sabu. Ia nekat dikarenakan penghasilan dari penjualan SS tersebut cukup menggiurkan. Selain itu perbuatan nekat itu ia tempuh dikarenakan karena tidak memiliki pekerjaan. Ini juga menjadi faktor utama Doddy menjadi pengedar sabu.

"Saya butuh uang untuk menghidupi keluarga," ungkapnya.

Menurutnya, SS tersebut  diperoleh dari seorang kurir berinisal AR. Biasanya ia memesan lewat HP. Kemudian,  setelah uang ditransfer kepada AR, sabu tersebut lantas diranjau di suatu tempat di kawasan Jalan Kunti.


"Karena diranjau, saya tidak tahu wajah orang AR," ungkapnya. (rie)

0 comments:

Posting Komentar