Kamis, 22 Februari 2018

Survei Pilgub Jatim KedaiKOPI: Gus Ipul-Puti Unggul 7,4 Persen


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Elektabilitas pasangan Gus Ipul-Puti mengungguli Khofifah-Emil sebesar 7,4 persen. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia satu minggu setelah pengundian nomor peserta Pilgub Jatim.

Menurut Hendri Satrio, founder Lembaga Survei KedaiKOPI, yang disampaikan kepada media melalui rilis, Kamis (22/2/2018), proses pengumpulan data dalam survei tersebut dilakukan pada awal Februari 2018 lalu.

Survei dilakukan dengan metode tatap muka, melibatkan 600 responden dengan margin of error (MoE) +/- 4,08 persen pada interval kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 2-8 Februari 2018. Untuk teknik sampling menggunakan metode acak bertingkat. Demikian ditambahkan, Kunto Adi “Wibowo, peneliti KedaiKOPI.

Ia jelaskan lebih lanjut bahwa elektabilitas pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno unggul pada kisaran 53,7 persen dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang memperoleh dukungan 46,3 persen suara di Jawa Timur.

Kunto pun menilai bahwa selisih sekitar 7,4 persen merupakan modal awal bagi Gus Ipul dan Puti, apalagi jika melihat bahwa popularitas mereka masih di bawah kompetitornya masing-masing.

Popularitas Khofifah berada di urutan pertama (94,1 persen), disusul oleh Gus Ipul (90,9 persen), dan Emil (48,7 persen), sedangkan Puti 28,5 persen responden.

Kunto menggarisbawahi rendahnya nilai korelasi antara elektabilitas dan popularitas kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Timur. Seharusnya popularitas berkorelasi tinggi dengan elektabilitas. Apalagi pada sebelum masa kampanye.

Beberapa faktor yang membantu naiknya elektabilitas pasangan bernomor urut 2 Gus Ipul-Mbak Puti ini adalah faktor petahana, sehingga dipersepsi oleh pemilih sebagai calon yang lebih berpengalaman dan faktor persepsi religiusitas yang dilekatkan pada sosok Gus Ipul.

Apalagi faktor agama adalah rujukan utama untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur (75,4 persen) disusul oleh faktor kesukuan sebesar 40,1 persen, dan faktor petahana atau pengalaman mendapat prosentase 30,5 persen. 

Hendri Satrio mengatakan bahwa dengan keunggulan elektabilitas pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno seharusnya masih bisa diangkat dengan mendongkrak popularitas calon Wakil Gubernurnya. Karena jika popularitas Puti Guntur Soekarno terus ditingkatkan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pilkada.

Ada satu lagi fenomena yang membuat kontestasi politik di Jawa Timur ini unik, adalah 43,7 persen pemilih menentukan pilihannya di hari-hari tenang dan bahkan di hari H pemilihan. Mereka yang menentukan pilihannya di fase akhir pilkada tersebar secara merata sebagai pendukung kedua pasangan calon.

Hendri menyarankan kedua pasangan calon harus bekerja keras untuk meyakinkan para pemilik suara yang akan menentukan pilihannya di etape akhir pilkada.


Penting diketahui, lembaga survei KedaiKOPI merupakan lembaga survei independen. Survei Pilgub Jatimj ini dibiayai oleh internal organisasi. Untuk keterangan lebih lanjut masyarakat dipersilakan mengunjungi situs www.kedaikopi.co. (sr)

0 comments:

Posting Komentar