Kamis, 04 Oktober 2018

Menyimpang, DPRD Minta Program Bus Suroboyo Segera Dievaluasi



RADARMETROPOLIS: Surabaya - Karena ditemukan adanya hal-hal miring dalam SOP, DPRD Kota Surabaya meminta agar pengoperasian Suroboyo Bus dievaluasi terlebih dahulu dalam waktu segera.

Temuan miring diantaranya didapatkan oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. Ia memperoleh temuan miring terkait Suroboyo Bus tentang adanya pelanggaran sistem pembayaran.

Dari hasil penelusuran pribadinya itu, Armuji mengungkapkan adanya pembayaran yang menyimpang. Sesuai SOP, seharusnya hanya bisa dilakukan dengan botol plastik. Tetpai dalam kenyataannya bisa menggunakan uang tunai.

“Saya naik dari flog bus botol plastik depan rumah dinas saya jalan Porong menuju Urip Sumoharjo. Saat itu saya tanya kalau ada penumpang yang gak bawa botol plastik apakah boleh naik Bus Suroboyo ini. Ternyata jawaban dari kru adalah kalau nggak bawa sampah plastik, bisa pakai uang dan diberi tiket aslinya. Mekanisme ini kan tidak boleh," kata Armuji.

Dengan adanya temuan itu, politisi PDIP tersebut meminta agar pengoperasian Bus Suroboyo dievaluasi terlebih dahulu. Hanya saja, Pemkot Surabaya sudah terlanjur menambah 10 armada bus Suroboyo yang kini sudah diproses.

“Anggaran penambahan armada itu bukan dari APBD, tapi dari dana bantuan lain. Cuma saya sarankan jangan ditambah dulu, tapi dievaluasi mekanismenya. Namun Pemkot sudah memprosesnya,” jelas Armuji.

Politisi PKS, Zakaria, sebelumnya juga memiliki argumen serupa dengan Armuji. Anggota Komisi B DPRD Surabaya ini menyoroti keberadaan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi umum yang masih menggunakan plat merah.

"Plat merah tidak boleh digunakan untuk menjadi moda transportasi umum. Harus ada payung hukumnya," tegas Zakaria. (sr)

0 comments:

Posting Komentar