Rabu, 31 Oktober 2018

Polresta Sidoarjo Tangkap Komplotan Pembobol ATM Modus Tusuk Gigi Asal Lampung



RADARMETROPOLIS: Sidoarjo - Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap komplotan pembobol ATM asal Lampung yang dalam menjalankan aksinya menggunakan modus tusuk gigi, Rabu (31/10/2018). Komplotan yang sering beraksi di Kabupaten Sidoarjo ini beranggotakan empat orang.

Keempat tersangka itu Feri Yandi (28) warga Desa Tanjungan RT 02 RW 01 Kec. Katibung Kab. Bandar Lampung, Joni Suhaimi (30) warga Jl. Imam Bonjol, Kel. Langka Pura,  Bandar Lampung, Sandi (29) warga Dusun Tanjung Agung I, Desa Tanjung Agung Kec. Katibung Kab. Lampung Selatan dan Rusdi Ali (27) warga Desa Menggala Tengah Kec. Menggala Kab. Tulang Bawang, Lampung.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol M. Harris, komplotan tersebut berangkat ke Sidoarjo dengan menggunakan mobil Toyota Agya putih nopol B 1268 XX, yang saat ini sudah disita sebagai barang bukti. Mereka ditangkap di penginapan di kawasan Sedati.

Dalam membobol ATM komplotan tersebut menggunakan tusuk gigi dan kartu ATM yang telah diiris atau dikurangi ukuran lebarnya dengan menggunakan cutter atgauj pemotong.

"Para pelaku bisa dengan mudah menguras isi tabungan korban," tandasnya.

Anggotanya melakukan penangkapan terhadap para pelaku setelah mendapat laporan dari korban Fuina (36) warga Perum Puri Surya Jaya, Desa Punggul, Kec. Gedangan.

Uang korban sebesar Rp 24 juta dikuras habis oleh para pelaku. Sebelumnya, korban melakukan transaksi di ATM Indomart Perum Puri Surya Jaya, Gedangan. Saat itu ATM korban bermasalah, dan  selanjutnya para tersangka berpura-pura membantu korban. Mereka menolong hanya modus untuk mengetahui PIN ATM korban, lalu mengurasnya.

Harris menambahkan, sebelum beraksi para pelaku sudah mempersiapkan segala alat, seperti kartu ATM dari berbagai bank, yang berbeda-beda nomor seri, yang sudah dimodif atau sudah diiris sampingnya, gergaji besi kecil, dan tusuk gigi.

Modus mereka dengan mencari target dengan memilih mesin ATM yang sepi atau mesin ATM-nya cuma 1 unit. Dan kemarin mereka kebetulan mendapatkan korban di Indomart kawasan Puri Surya Jaya Cluster Atena, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Keempat pelaku memilik peran masing-masing. Pertama ada satu pelaku yang tugasnya memasang tusuk gigi. Setelah tusuk gigi terpasang, ada 2 orang pelaku yang menunggu korban. Tak lama kemudian korban Fuina masuk, dan diikuti pelaku yang seolah-olah akan mengambil uang juga.

"Ketika korban mengeluarkan kartu dari dompet, disitulah pelaku menyiapkan kartu ATM yang mirip dengan milik korban," jelas Harris.

Setelah pelaku melihat korban panik, karena ATM korban tidak bisa dimasukkan ke mesin ATM. Pelaku menawarkan bantuan kepada korban. Saat korban sudah menyerahkan kartu ATM, disitulah pelaku menukar ATM korban. Dengan kecepatan tangan, pelaku menukar ATM korban dengan ATM yang sudah disiapkan oleh pelaku.

Dan ketika ATM dimasukkan oleh pelaku, ATM tersebut berhasil masuk. Pelaku lalu menyutuh korban menombol nomor PIN. "Saat korban menombol nomer PIN, pelaku ikut melihat, namun korban tidak menyadari karena korban panik," tutur M. Harris.

Kejadian begitu cepat. Setelah nomor PIN ditombol oleh korban berulang-ulang, ATM tersebut tertelan oleh mesin ATM dikarenakan nomor PIN tidak cocok. Pelaku langsung menganjurkan korban menghubungi pihak bank.

Setelah korban pulang, para pelaku yang sudah mendapatkan ATM dan nomer PIN langsung menarik tunai saldo tabungan korban di mesin ATM yang berada di tempat lain.

Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti. Diantaranya satu unit mobil nopol B 1268 SIF, 8 kartu ATM yang berbeda-beda, tusuk gigi, cutter, gergaji besi, dan uang sisa kejahatan Rp 550 ribu.

Pelaku yang menjalankan aksinya dengan belajar dari Youtube itu akan dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun. (rik)

0 comments:

Posting Komentar