Jumat, 12 Oktober 2018

Pakde Karwo Tegaskan UMKM Menjadi Fokus Penting Pemerintahannya


RADARMETROPOLIS: Surabaya - Usai melaksanakan upacara Peringatan Hadi Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan  bahwa UMKM merupakan salah satu fokus penting kepemimpinannya bersama Gus Ipul. Ini karena UMKM memiliki tiga faktor yang membuatnya  bisa bertahan dalam kondisi ekonomi yang krisis.

Pertama, UMKM menghasilkan barang konsumsi dan jasa yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, ketika pendapatan masyarakat merosot saat krisis ekonomi terjadi tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan UMKM.

Faktor kedua, pelaku usaha UMKM memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga sebagian besar kebutuhan UMKM tidak mengandalkan barang impor.

Faktor terakhir yaitu bisnis UMKM tidak ditopang dana pinjaman bank, melainkan dana sendiri.

"Dengan kondisi itu, saat suku bunga bank melambung tinggi, UMKM yang kini tercatat 12,1 juta unit tidak akan terpengaruh. UMKM telah menjadi backbone dan buffer zone yang mampu menyelamatkan negara dari krisis," tandas Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, usai melaksanakan upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/10/2018).  

Dengan teknologi yang berkembang cepat, sektor e-commerce (perdagangan elektronik) dan ekonomi digital juga berkembang luar biasa. Untuk itu, pemerintah telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0, sebagai tanggapan atas fenomena global tentang revolusi industri 4.0.

"Adanya revolusi industri 4.0 mendorong harapan untuk mewujudkan Jatim sebagai salah satu provinsi yang tangguh di Indonesia," harap Pakde Karwo.

Ia menjelaskan lebih lanjut, revolusi industri 4.0 mendesak adanya perubahan tata kelola industrialisasi. Oleh sebab itu penggunaan teknologi informasi yang lebih mutakhir dalam proses produksi, distribusi maupun dukungan permodalan sistem perbankan menjadi arah dalam konsepsi JATIMNOMICs ke depan.

"Artinya, ke depan ekosistem industrialisasi menuntut adanya tata kelola  industri dengan fleksibiltas yang tinggi dan efisien dalam waktu dan biaya," kata orang nomor satu di Jatim tersebut.

Memahami tuntutan tersebut, Pemprov Jatim telah mengembangkan dan mengimplementasikan tujuh bentuk layanan e-government yang mampu menjadi modal dasar bagi pemerintah provinsi untuk industrialisasi digital.

Bahkan, dalam dua tahun terakhir, tahun 2017 dan 2018, Jatim telah mendapatkan anugerah penghargaan The Best Smart Governance dalam kategori Smart Province dari City Asia Center for Smart Nation.

"Ke depan, konsepsi JATIMNOMICs sudah selayaknya menjadi dasar terbangunnya sistem ekonomi digital, yaitu Smart JATIMNOMICs," terang pria kelahiran Madiun itu.

Dalam momentum peringatan hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 tersebut, Sokearwo juga berharap bahwa Jawa Timur mampu bersaing di tingkat global lewat industri digital. Masuknya industri digital diperlukan, karena kompetitor Jatim bukan hanya dari skala nasional, namun juga datang dari negara lain. Seperti misalnya India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Lewat industri digital yang di dalamnya ada proses produksi dan pemasaran, masyarakat tidak saja merambat, tetapi bisa melompat dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan.

Pakde Karwo menjelaskan, semangat berkompetisi global tersebut tertuang dalam tema Hari Jadi ke-73 Provinsi Jatim, yakni Memakmurkan Jawa Timur Melalui UMKM Berbasis Digital. Industri dan digital ekonomi difokuskan pada segmen UMKM, agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan.

"Semangat tema Hari Jadi, sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jatim ke depan yang tidak mudah, yaitu bonus demografi," terangnya.

Pada peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 tersebut, banyak hal mengagumkan terjadi. Salah satunya yakni persembahan lagu spesial untuk pengabdian Pakde Karwo selama satu dekade. Lagu tersebut dinyanyikan bersama-sama seluruh peserta paduan suara dan undangan yang hadir dengan membawa untaian bunga mawar.

Pakde Karwo yang didampingi Bude Karwo terlihat terharu, sesekali ia sempat mengusap air matanya dan mencium kening Bude Karwo. Rasa haru yang dirasakannya merupakan bentuk luapan kebahagiaan.

"Isteri saya sangat membantu betul dalam kehidupan saya. Kadang saya terlalu rasional, maka diperlukan sentuhan perasaan dan itu saya peroleh dari isteri saya," ujar Pakde Karwo.

"Pakde Bude, satu dekade kebersamaan kita ini tidak akan pernah cukup, untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga. Pakde Bude kami ingin selalu bersama, melebihi satu dekade pertemuan kita. Doa kami untuk Pakde dan Bude senantiasa diberikan kebahagiaan yang hakiki, seperti sentuhan yang telah diberikan pada kami," demikian isi monolog yang disampaikan mewakili perasaan masyarakat Jatim.

Peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-73 ini juga dimeriahkan oleh paduan suara Pusaka Jawa Timur sebanyak 600 siswa-siswi SMA yang merupakan gabungan pelajar dari SMA di Jatim. Paduan suara ini diiringi 40 pemusik yang tergabung dalam kelompok Cremona Orkestra binaan Sekdaprov Jatim. Paduan suara ini di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim dengan koordinator pelatih Moch Reza Zulfikar. (sr)

0 comments:

Posting Komentar