Minggu, 14 Oktober 2018

Rayakan Ultah ke-16, Masjid Cheng Ho Surabaya Tebar Semangat Kebhinekaan




RADARMETROPOLIS: Surabaya - Masjid Cheng Ho di Surabaya mengangkat pesan kebhinekaan dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Hal ini ditunjukkan dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat dari lintas agama.

"Bisa dilihat dari segenap undangan yang hadir malam ini, tidak semuanya yang perempuan mengenakan kerudung atau jilbab. Karena siapapun dan berasal dari etnis apapun diterima di Masjid Cheng Ho ini," kata Liemfuk Shan, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, di sela-sela perayaan HUT ke- 16 Masjid Cheng Ho Surabaya, Sabtu (13/10/2018) malam.

Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya, sengaja tidak diberi pintu di berbagai sisinya agar siapapun bisa masuk ke dalam.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Tionghhoa Indonesia (PITI) Jawa Timur, Haryanto Satriyo , mengungkapkan Masjid Cheng Ho yang dibangun di Surabaya pada 2002 merupakan cikal bakal berdirinya Masjid Cheng Ho di berbagai kota lainnya di Indonesia.

Menurutnya sampai sekarang sudah berdiri 16 Masjid Cheng Ho di berbagai daerah se-Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho, KH. M Jos Soetomo mengemukakan, Masjid Cheng Ho yang kini sudah banyak berdiri di berbagai wilayah Indonesia membuktikan bahwa Laksamana Cheng Ho, yang dikenal sebagai seorang pelaut dan penjelajah asal Tiongkok yang tersohor di abad ke-14 itu telah melekat di hati masyarakat Indonesia.

"Kita tidak bisa lahir dengan menentukan berasal dari etnis mana. Seperti saya, misalnya, tidak pernah menginginkan terlahir dari etnis Tionghoa. Nyatanya saya adalah Indonesia. Kita bangsa Indonesia, Allahu Akbar," ujarnya.

Perayaan HUT ke-16 Masjid Cheng Ho Surabaya turut mengundang seluruh konsulat jenderal (Konjen) atau perwakiran dari negara-negara sahabat yang ada di Surabaya.

Konjen China di Surabaya, Gu Jingqi, mengenang Laksamana Cheng Ho yang 611 tahun silam berlayar ke arah Barat hingga sampai ke Indonesia membawa misi sebagai duta besar persahabatan.

Sebagai penjelasannya, Laksamana Cheng Ho ketika itu berlayar tidak membawa tombak maupun meriam.

“Beliau membawa sutera dan persahabatan melalui pertukaran kebudayaan dan menyebarkan ilmu pengetahuan," katanya.

Ia pun mengapresiasi Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah berdiri selama 16 tahun berkembang dengan pesat dan memberi pengaruh yang semakin luas terhadap masyarakat Indonesia.

"Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho sebagai pengelola Masjid Cheng Ho telah banyak menyumbang, tidak hanya bagi masyarakat etnis Tionghoa, tetapi kepada semua etnis. Keberadaan Masjid Cheng Ho telah memberi keharmonisan di masyarakat Indonesia," katanya. (rcr)

0 comments:

Posting Komentar