Selasa, 23 Oktober 2018

Risma Minta Guru IPA-IPS Buat Siswa Betah di Sekolah



RADARMETROPOLIS:Surabaya - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini,  meminta para guru mata pelajaran IPA dan IPS bisa membuat anak didik betah di sekolah. Dengan demikian mereka tidak tergiur dengan dunia luar yang dapat menyeret ke masalah hukum.

Hal itu disampaikan oleh Risma saat memberikan pengarahan kepada 534 guru mata pelajaran IPA-IPS jenjang SMP negeri dan swasta se-Kota Surabaya, di Gedung Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, Senin kemarin. Dalam pengarahan ini Risma mendorong para guru mapel lebih inovatif dalam mengajar.

Menurut Walikota kelahiran Kediri itu, guru IPA-IPS adalah motor agar anak-anak senang belajar di sekolah. Sebab kedua pelajaran tersebut sebenarnya pelajaran yang menarik bila mampu dikemas dengan baik.

"Dampaknya nanti anak-anak betah berada di sekolah. Pelajaran ini agak berbeda dengan pelajaran matematika," ungkapnya.

Menurutnya matematika itu baru bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan jika sudah atau dapat dikaitkan dengan ilmu-ilmu lain.

Risma melanjutkan bahwa dengan anak-anak tertarik dan senang belajar di sekolah membuat mereka tidak mudah tergiur dengan dunia luar yang lebih menyenangkan. Dunia luar yang menyenangkan rentan dengan kegiatan aneh-aneh. Dan itu bisa menyeret anak-anak ke masalah hukum.

"Saya ingin dengan mapel Anda, anak-anak senang di sekolah," katanya.

Risma mengungkapkan banyak masalah di mapel IPA-IPS yang menarik untuk dipelajari siswa. Sampai-sampai ia menanyakan kebutuhan para guru untuk mendukung proses belajar mengajar. Misalkan butuh bus untuk ke suatu tempat, nanti pihaknya siap memberi kendaraan tersebut.

"Para guru butuh apa, silakan sampaikan disini. Nanti juga dicatat Dinas Pendidikan Surabaya," terangnya.

Menurutnya selama ini malah yang datang itu justru sekolah dari Jombang, Mojokerto, dan lain-lain. Mereka minta pergi ke sana, mereka minta ke sini, semuanya mengunjungi tempat di Surabaya. Sekolah Surabaya malah belum ada sama sekali.

Dulu pihaknya memberi buku ensiklopedia. Buku itu saat ini sudah ada di sekolah-sekolah. Namun, penyediaan buku tersebut atas inisiatifnya sendiri, bukan atas usulan sekolah.

Risma mengungkapkan untuk materi pembelajaran biologi atau sejarah, banyak tempat yang dapat dikunjungi di Kota Surabaya. Misalkan saja tentang taman. Menurutnya, taman di Surabaya tidak kalah dengan taman lain yang ada di dunia.

"Saya pernah mengunjungi taman yang ada di Argentina dan beberapa negara lain. Taman kita tidak kalah dengan taman di negara-negara lain," tuturnya.

Untuk itu ia meminta para guru membayangkan bila anak-anak tersebut pulang sekolah dengan senang dan bahagia. Anak-anak tersebut pasti akan ingat terus pelajaran yang diajarkan.

"Saya itu ingat terus dengan pelajaran membelah katak saat sekolah dulu. Karena itu memang menyenangkan," jelasnya.

Risma mengaku tidak ada yang berat bagi Pemkot Surabaya untuk dunia pendidikan. "Jenengan (Anda) berhak mengajukan, tidak ada yang berat untuk pendidikan. Bagi saya, pendidikan itu tiang-tiang negara. Kalau itu hancur, maka hancur negara ini," tegasnya.

Dengan pendidikan, Risma ingin anak-anak Surabaya bisa menjadi pemenang. Anak-anak Surabaya dapat sejajar dengan anak-anak lain di dunia.

"Guru IPA-IPS jangan diam saja. Jenengan usulkan apa, nanti saya akan berusaha memenuhi. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan ketinggalan dalam globalisasi perekonomian dunia," katanya.

Mulai saat ini, Walikota mengimbau kepada guru IPA-IPS segera usul bila membutuhkan sesuatu. Usulan tersebut akan ditampung Pemkot melalui Dispendik Surabaya.

"Saya mohon dengan hormat. Ayo jenengan gerak! Supaya anak-anak mengalami sesuatu yang membuat mereka betah di sekolah. Mulai sekarang, kalau butuh apa-apa tinggal ajukan ke saya," ujarnya. (rie)

0 comments:

Posting Komentar