Jumat, 16 Juni 2017

Cuti Bersama Tidak Mendorong Peningkatan Produktivitas


RADARMETROPOLIS, (Jakarta) Pengusaha keberatan terhadap penambahan cuti bersama Lebaran 2017. Tambahan cuti tersebut diatur melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama 2017.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengungkapkan di tengah upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, harusnya sektor usaha diberikan dorongan untuk meningkatkan produktivitas. Namun adanya cuti bersama ini dinilai bertolak belakang dengan upaya tersebut.

"Intinya kita keberatan. Penambahan cuti ini tidak tepat dalam situasi ekonomi kita seperti ini," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Jumat (16/6/2017)

Dia mengungkapkan, tahun ini sebenarnya jumlah hari libur sudah cukup banyak. Hal tersebut lantaran adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Hari Pancasila pada 1 Juni yang dijadikan hari libur nasional.

‎"Dari segi jumlah libur kita sudah cukup banyak, bahkan tahun ini ada tambahan dua hari libur yaitu Pilkada, bahkan daerah yang tidak melakukan Pilkada juga diliburkan. Kemudian ada hari Pancasila," kata dia.

Selain itu, cuti sebenarnya merupakan hak dari masing-masing pekerja. Jika pekerja harus menjalankan dan menyelesaikan tugasnya pada hari ditetapkannya cuti tambahan, maka bisa berdampak pada kinerja.

"Hak cuti itu kan pribadi. Tidak bisa juga terlalu banyak dilakukan cuti bersama. Jadi itu tidak pada tempatnya untuk dipaksakan (cuti)," tandas dia. (l6)

0 comments:

Posting Komentar