Jumat, 30 Juni 2017

Halal Bihalal Pakde Karwo-Gus Ipul Diadakan 4 Juli Dibagi Tiga Kloter


RADARMETROPOLIS: (Surabaya) – Pakde Karwo bersama Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menyelenggarakan halal bihalal  Idul Fitri 1438 H bersama berbagai komponen masyarakat dan PNS di Jatim, di halaman kantor Gubernur Jatim pada 4 Juli 2017. Acara direncanakan berlangsung mulai pukul 07.30-11.00

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan, kegiatan halal bihalal tersebut dibagi menjadi tiga kloter.

Kloter pertama pukul 07.30-08.30 WIB, gubernur dan wagub berhalal bihalal dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemprov Jatim.

Pada kloter kedua, pukul 08.30-09.30 WIB, Pakde Karwo dan Gus Ipul berhalal bihalal dengan anggota Forpimda Jatim, DPRD Jatim, para mantan gubernur dan wagub, konsul jenderal dan konsul kehormatan dan atau perwakilan asing, pimpinan BUMN, rektor PTN/PTS, pimpinan parpol, tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta pimpinan instansi vertikal.

Pada kloter ketiga, yang dijadwal berlangsung pada pukul 09.30-11.00 WIB, gubernur dan wagub berhalal bihalal dengan para bupati/walikota, wakil bupati/walikota, sekda, dan anggota Forkopimda kabupaten/kota.

Selama kegiatan berlangsung, Pakde Karwo dan Gus Ipul didampingi isteri masing-masing, yakni Ny Nina Soekarwo dan Ny Fatma Saifullah Yusuf. Selain itu juga hadir Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi dan Ny Chairani Soekardi.

“Pendampingan oleh isteri atau suami, juga berlaku untuk undangan lainnya, seperti Forkopimda, mantan gubernur/wagub, bupati/walikota, dan kepala OPD jajaran Pemprov Jatim,” kata Benny.

"Untuk kalangan internal di jajaran pemprov Jatim, khususnya pejabat eselon III dan IV tidak bersama isteri atau suami," tambahnya.

Demikian pula untuk staf di lingkungan Kantor Gubernur Jatim, yakni Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tentang pakaian yang dikenakan, untuk sipil memakai batik lengan panjang, militer menggunakan pakaian yang berlaku saat itu. “Sedangkan ibu-ibu, mengenakan pakaian bebas rapi,” kata Benny. (hr/ar)

0 comments:

Posting Komentar