Kamis, 26 Oktober 2017

Dipicu Cuaca Tak Stabil, Harga Cabai Rawit di Sumenep Merangkak Naik


RADARMETROPOLIS: Sumenep - Harga cabai rawit di pasar tradisional Sumenep mulai merangkak naik. Mula-mula naik Rp 1.000, dan terus merangkak. Pekan ini harganya naik Rp 2.000 per kg menjadi Rp 12 ribu per kg.

"Kenaikan harga cabai kecil ini mulai terlihat sejak pekan lalu. Trend nya naik. Pekan lalu naik Rp 1.000, sekarang naik Rp 2.000 per kg," kata Sukaris, Kamis (26/10/2017).

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep itu memperkirakan naiknya harga cabai rawit tersebut berkaitan dengan musim. Beberapa hari terakhir, hujan mulai mengguyur di sejumlah daerah, termasuk sentra penghasil cabai.

"Cabai ini merupakan salah satu komoditas yang mudah busuk. Kena hujan sedikit, bisa busuk. Kalau banyak yang busuk, otomatis stok berkurang. Sedangkan permintaan tetap tinggi. Mungkin itu yang menyebabkan harga cabai kecil naik," terangnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Pekan ini harganya naik Rp 3.000 per kg, menjadi Rp 18.000. Sedangkan harga bawang putih tetap Rp 15.000 per kg.

"Sedangkan harga komoditas lain relatif stabil. Beras kualitas medium jenis IR 64 tetap Rp 9.000 per kg. Harga gula pasir juga stabil Rp 11.500, dan harga minyak goreng curah tetap Rp 12.000 per kg," ujarnya.

Untuk harga komoditas daging pekan ini juga stabil. Harga daging sapi tetap Rp 110.000 per kg, daging ayam kampung Rp Rp 75.000 per kg, dan ayam potong Rp 30.000 per kg.

Harga telur juga tidak mengalami perubahan. Telur ayam kampung harganya tetap Rp 38.400 per kg, dan telur ayam ras Rp 21.000 per kg.


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di dua pasar, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (ltr)

0 comments:

Posting Komentar